Sebuah Usaha Melupakan

Sebuah Usaha Melupakan
Part 30


__ADS_3

Taehyung yang merasa di tantang oleh Aera segera melucuti pakaian bawahnya. Kini keduanya telah telanjang bulat seperti bayi yang baru saja lahir.


Taehyung menggendong Aera dan menidurkannya di atas ranjang. Mengelus lembut perut Aera, lalu mengecupnya.


"Maaf kan appa sayang, appa janji tidak akan menyakitimu. Eomma mu menantang appa" Ucapnya pada janin yang di perut Aera.


"Aahh" Desah Aera.


Taehyung menj****i semua bagian tubuh Aera tanpa terkecuali, lalu turun ke area sensitifnya. Taehyung melihat area itu sudah sangat basah sekali, namun ia masih tetap tidak memasukkan senjatanya. ia memasukkan kedua jarinya di dalam sana, memainkan kacang kecil di area sensitif Aera.


"Ahh Taehyung-ahh aku .. akuu aku tidak tahan" Ucap Aera terbata.


"Nikmatilah, ini masih pemanasan kecil baby" Ucap Taehyung menyeringai.


Taehyung merasakan cairan hangat kental yang keluar dari lubang gadis itu, ia mencabut tangannya bersamaan dengan itu cairan dari dalam sana keluar mengalir sampai ke sprei kasur. Ia memasukkan kembali tangannya hingga membuat Aera mendesah.


"Kim Taehyung, aku sudah tidak tahan aku mohon"


"Teruslah memohon Aera"


"Aku ingin mendengar permohonan mu! Bagaimana rasanya memohon?" Tanya Taehyung.


"Ah, Kim ayoo aku tidak tahan. Sshh ahh mmhhh"


Taehyung memainkan jarinya di dalam sana, menarik dan memasukkannya kembali. Setelah puas memainkan jarinya di dalam sana Taehyung membuka kedua kaki Aera lebar, Taehyung menj****i area itu dan menyesapnya dengan kuat, meny***t cairan itu hingga habis, menji**t kembali hingga membuat area itu kembali basah karena ulahnya.


"Taehyung-a, aku ingin keluar" Ucap Aera sambil meremas rambut Taehyung


"Keluarkan saja, ini masih permulaan"


"Oohhhhh .. " Aera mengeluh panjang, sambil mengangkat badannya keatas, Taehyung menahan badan Aera lalu mel**at bagian itu kembali. Lalu Taehyung beranjak naik ke atas mencium kembali Aera dan meng**up p****gnya.


"Apa kau sudah siap?" Tanya Taehyung.


Aera tidak menjawab, ia hanya memejamkan mata sambil mengangguk.


Taehyung dengan pelan memasukkan senjatanya kedalam milik Aera.


"Sudah basah tapi kenapa sangat sulit, dulu tidak seperti ini" Keluh Taehyung.


"Aku sudah lama tidak melakukannya" Ucap Aera sambil menggigit bibir bawah.


"Pelan-pelan" Ucap Aera.


Taehyung mencabut kembali senjatanya, ia memasukkan kedua tangannya lagi ke dalam sana mencari area *-**** agar Aera kembali orgasme.


Satu jam mereka melakukan pemanasan, kini milik Taehyung sudah sepenuhnya tertanam di dalam milik Aera.


"Aku benar-benar tidak bisa memaju mundurkan nya, ini sangat sempit Aera" Ucap Taehyung.


"Ahh tarik saja pelan-pelan, aku akan menahannya"


Taehyung meng****ur milik Aera habis-habisan, berbagai macam gaya mereka coba. Namun kedua manusia itu masih merasa tidak puas, bahkan Taehyung belum mencapai puncaknya.


"Taehyung-a aku ingin keluar!" Ucap Aera.

__ADS_1


Taehyung menggempur pelan agar Aera mengeluarkan orgasmenya terlebih dahulu.


"Berdirilah, kau yang di atas!" Ucap Taehyung.


"Kakiku lemas sekali Kim"


"Menungging lah!"


Taehyung menggempur Aera dari belakang, sembari Taehyung meremas kedua gundukan kenyal itu, tangan Taehyung memegang kedua tangan Aera di belakang.


Dua jam lebih mereka melakukan hubungan intim namun tidak terlihat tanda-tanda Taehyung akan menyudahi permainan itu.


"Kim Taehyung aku akan mengeluarkannya lagi, lepaskan dulu" Ucap Aera.


Taehyung menc***t senjatanya yang masih sangat keras itu, lalu dari dalam sana mengalir cairan kental. Taehyung kembali memasukkan jarinya kedalam sama beberapa kali, memasukkan kembali senjatanya.


"Berdirilah!" Perintah Taehyung, ia mengangkat salah satu kaki Aera, memaju mundurkan pan***nya.


"Ah aku suka posisi seperti ini" Ucap Aera.


Taehyung mencium leher jenjang Aera, m*****t bibirnya dan menarik kebelakang rambut Aera.


"Oohhh, aku ingin keluar lagi Kim!"


"Oohh, nikmat sekali Aera. Aku rasa aku akan mengeluarkannya"


Taehyung mencabut senjatanya dan mengeluarkannya di atas perut Aera. Keduanya terkulai lemas di atas ranjang.


Aera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh, Taehyung menyusulnya.


"Silahkan saja!"


Setengah jam kemudian mereka keluar dari kamar mandi, Aera segera mengeringkan rambutnya dengan hair dryer sementara Taehyung segera memakai kembali pakaiannya.


"Aku harus memakai baju apa?" Tanya Taehyung.


Aera berjalan ke kamar mandi dan mengambil kemeja berwarna sama yang dipakai Taehyung tadi.


"Pakailah ini, ini semua masih baru!"


...****************...


"Kau tunggu aku disini, aku akan masuk ke kamarku dulu, setelah rambutku kering kita akan turun bersama"


Setengah jam Taehyung menunggu Aera mengeringkan rambutnya di depan pintu kamar yang tertutup.


"Masih lama kah kamu? Bagaimana jika mereka mencari kita?" Teriak Taehyung.


Tok


Tok


Tok


Taehyung mengetuk pintu kamar Aera, namun anehnya tidak ada jawaban sama sekali.

__ADS_1


Berkali-kali ia mencoba mengetuk pintu sialan itu namun hasilnya tetap sama, tidak ada sahutan.


Ia panik rasanya ingin sekali ia mendobrak pintu itu tapi pintu itu terlihat kokoh sekali.


Akhirnya ia memutuskan untuk turun terlebih dahulu, dan di tengah-tengah anak tangga ia berteriak memanggil siapapun yang bisa mendengarnya.


Jimin orang pertama yang datang menghampiri Taehyung kemudian disusul dengan Yoora dan Irene.


"Ada apa bro?" Tanya Jimin.


"Ada apa Tae?" Tanya Yoora yang saat itu menatap Taehyung dengan tatapan mengintimidasi.


"Ayo ikut denganku! Aku takut terjadi sesuatu pada Aera"


"Ada apa dengannya?"


"Ia mengurung diri di kamar dari tadi. Aku sudah mengetuk beberapa kali pintu sialan itu tapi tidak ada jawaban sama sekali" Ucap Taehyung panik.


"Apa telinga kalian semua tuli?" Teriak Irenne.


"Ada apa nuna?" Tanya Hoseok dan Jungkook.


"Yang sudah berada di sini silahkan ikuti Taehyung biarkan kedua babi itu menghabiskan makanannya" Teriak Iran kencang ia sengaja menyindir Yoongi dan Seokjin yang berpura-pura tuli.


Sementara Seokjin dan Yoongi yang mulutnya penuh dengan makanan langsung tersedak ketika mendengar suara teriakan Irene.


"Ada apa sayang?"


"Haruskah berteriak seperti itu? Gendang telingaku bisa-bisa pecah nona" Ucap Yoongi.


"Cuih, katanya aku sangat mencintai Aera! Kenapa tidak memperdulikan teriakan Taehyung? Apa kau tahu apa yang sedang terjadi pada Aera di atas sana? Aku tahu kau cemburu Yoon tapi setidaknya gunakan akal sehatmu meski hanya sedikit! Saat ini jangan mementingkan lagi soal perasaan!"


"Kau juga! Sana lanjutkan saja makan mu!" Teriak Irenne pada mereka berdua.


"Aku benar-benar kecewa pada kalian berdua, sungguh!" Ucap Irenne sambil menatap yonggi dan seokjin secara bergantian, sementara mereka berdua yang ditatap tajam oleh Irene sama sekali tidak bisa berkutik.


"Sudahlah tidak usah mengikuti kami!"


"Ayo nona, aku takut terjadi sesuatu pada Aera" Ucap Taehyung.


Tanpa mereka sangka Yoongi berlari berlari terlebih dahulu menuju lantai atas semua yang melihat hal itu hanya diam.


"Sudahlah kita turun saja biarkan dia saja yang mengurus sendiri! Tae turunlah dan makan makananmu tadi!"


"Tapi aku menghawatirkan Aera nona"


"Kau tidak perlu khawatir sudah ada manusia egois yang mengurusnya Tae " Ucap Irenne sambil menepuk pundak Taehyung.


"Kamu kenapa hanya berdiam diri di sini Kenapa tidak kau bantu saja temanmu itu" Irene sengaja mengenakan Kata temanmu itu kepada Seokjin.


"Apa yang kau katakan Irene?"


"Sudahlah aku malas berdebat denganmu!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2