
"lee Seokjin.. " lirih namgil
"YAK JINNIE..!! " Teriak NamJoon karena terkejut ada darah yang keluar dari hidung Seokjin.
Sontak semua orang disekitar NamJoon dan Seokjin melihat keadaan yang menyebabkan NamJoon hingga teriak dan terlihat panik.
"ada apa NamJoon, kenapa kau berteriak seperti itu? " namgil
"darah. hidung jinnie keluar darah appa. " kata NamJoon panik
Seokjin yang tidak merasakan apapun, memegang hidung nya dengan tangan kecilnya yang sudah terlepas dari genggaman NamJoon. dan, ia pun terkejut melihat darah itu, dan merasakan pusing pada kepalanya.
"awwwssshh... " lirih Seokjin sambil memegang kepalanya yang terasa pusing dan sedikit limbung, dengan segara NamJoon memegang erat tubuh lemah Seokjin dan membawanya kedekapan dada bidangnya.
"jinnie sayang.. apa yang terjadi padamu? " tanya soo hyun panik sekaligus khawatir.
"noona, apa ada ruangan yang bisa dipakai untuk membaringkan jinnie.?" tanya NamJoon
"ada. tolong bawa jinnie dan ikut aku. " soo hyun
NamJoon segera menggendong Seokjin untuk menuju ruangan yang dimaksud oleh soo hyun dan Jimin mengikuti dari belakang. Namgil yang masih shock dengan kejadian tadi masih terdiam di posisinya.
melihat Seokjin yang tiba tiba mimisan dan kesakitan, kenapa hati nya sakit dan ia juga merasakan takut sekaligus sedih secara bersamaan. Dia memegang dadanya, detak jantung nya berdetak dengan cepat. namgil tidak tahu kenapa ia bisa merasakan ini semua ketika melihat Seokjin.
tersadar dari Lamunannya, namgil segera menghubungi dokter keluarganya untuk memeriksakan kondisi Seok Jin. setelah itu dia menyusul NamJoon dan yang lainnya ke tempat mereka membawa Seokjin.
.
.
.
"baringkan disini saja. " soo hyun.
NamJoon membaringkan Seokjin yang dalam keadaan setengah sadar dengan pelan. Soo hyun memegang tangan Seokjin, dan ia terkejut tangan Seokjin sangat dingin.
"jinnie, noona akan hubungi eomma dan halmeoni, tunggu sebentar. " soo hyun
saat hendak bangkit dari duduknya, Seokjin mencegah langkah soo hyun.
"jangan noona.. jangan beri tahu eomma dan halmeoni. jinnie tidak mau dibawa kerumah sakit lagi. " lirih Seokjin
"tapi sayang, noona takut kau kenapa kenapa, apalgi kau juga baru sembuh. noona telepon sebntar ya.. kau istirahat disni dulu. "
"noona, jinnie tidak apa apa. jangan kasih tahu mereka, jinnie mohon noona. " kata Seok Jin yang hampir ingin menangis
NamJoon tidak tega melihat Seokjin seperti ingin menangis pun, membuka suaranya.
"turuti saja apa kata jinnie noona. lihatlah dia ingin menangis sekarang. kau tidak kasihan? " NamJoon
soo hyun melihat Seokjin, dan benar saja, anak itu seperti akan menangis jika dia tetap akan menghubungi Jihyun dan Young ae.
"baiklah.. noona tidak akan menghubungi eomma dan halmeoni. tapi jinnie istirahat disini sampai kondisi jinnie lebih baik ne.. "
mendengar itu, Seokjin merasa senang, ia pun tersenyum manis pada NamJoon. Melihat senyum Seokjin, NamJoon merasakan hatinya bahagia dan tenang, ia ingin selalu meliahat senyum manis itu.
"gomawo Joonie hyung.. " Seokjin
NamJoon terkejut ketika Seokjin memanggil namanya.
"apa? Joonie? " tanya NamJoon
"nde.. itu panggilan kesayangan jinnie untuk. hyung. tidak apa apa kan hyung? apa Joonie hyung keberatan.? " tanya Seok Jin dengan nada sedih dan menundukkan kepalanya.
jimin memukul lengan NamJoon untuk menyadarkan sahabat nya itu.
"ahhh.. tidak apa apa jinnie. hyung senang kau memanggil hyumg dengan nama itu. karena itu nama kecil hyung. kau boleh memanggil nama hyung seperti itu " jawab NamJoon
"nde Joonie hyung.. Joonie and Jinnie. kita seperti saudara hyung.. nama kita mirip. hahaha " Seokjin
Lagi lagi, NamJoon merasakan hatinya yang membuncah bahagia, ketika anak laki laki berusia 7 tahun ini, mengatakan dirinya dan Seokjin adalah saudara. ntah kenapa NamJoon berharap jika mereka benar benar saudara. Namgil meneteskan air matanya tanpa sadar, ia mendengar semua percakapan Seokjin dan putra nya. namgil pun merasakan hal yang sama seperti NamJoon. tapi dia masih tidak tahu kenapa.
"appa sudah menghubungi dokter untuk memeriksakan jinnie. sebentar lagi dia akan sampai. " nambil memberanikan diri mendekatkan dirinya pada Seokjin dan mengelus kepala anak itu lembut.
"Terima kasih tuan, maaf jika merepotkan mu. " soo hyun
"tidak apa apa. saya tidak merasa direpotkan. apa kau masih pusing jinnie?" tanya namgil pada Seokjin.
__ADS_1
"sudah tidak terlalu ahjussi. mungki jinnie hanya kecapean. jangan khawatir. " Seokjin
"apa kau sering mimisan Jin? " tanya NamJoon
"mmmm.. pernah tapi tidak sering hyung.. "
"Jin, maaf jika ahjussi lancang dan tidak sopan. dari tadi kau dan noonamu hanya mengatakan eomma dan halmeoni. dimana ayahmu? " tanya namgil
Seokjin yang mendengar pertanyaan namgil seketika menjadi murung. namgil yang melihat Seokjin seperti itu, merasa bersalah.
"maaf sayang. maafkan ahjussi jika pertanyaanku membuatmu sedih. jangan sedih seperti itu ne.. pertanyaan ahjussi tadi tidak perlu kau jawab. " kata namgil dengan memegang tangan Seokjin
Seok Jin menanggapi perkataan namgil dengan menggelengkan kepala nya.
"tidak ahjussi. tidak apa apa. ahjussi tidak salah. tapi jinnie bingung menjawabnya bagaimana, karena jinnie juga tidak tahu dimana appa jinnie. jika jinnie menanyakan pada eomma, eomma hanya menjawab jika appa tidak menginginkan jinnie dan eomma makanya appa meninggalkanku dan eomma. dan setiap jinnie menanyakan pada eomma soal appa. eomma akan sedih dan menangis. jadi jinnie tidak bertanya lagi. " jawab Seokjin
"ck.. orang bodoh mana yang tidak menginginkan anak selucu ini? " saut jimin yang sedikit emosi ketika mendengar cerita Seokjin.
"jadi kau dari kecil tidak pernah bertemu dengan appamu? " tanya NamJoon
"nde hyung.. jinnie tidak pernah merasakan sentuhan dari sosok appa dari jinnie bayi. karena kata eomma, appa meninggalkan kami saat eomma masih mengandung jinnie. "
NamJoon, Jimin dan Namgil meraskan kesedihan yang Seokjin alami kecuali soo hyun karena ia sudah tahu cerita tersebut. tak lama, sering telefon namgil berbunyi dan menampilkan nomor dokter yang ia telepon sebelumnya.
"nde suho ah.. kau sudah sampai?" tanya namgil
"sudah hyung. aku di depan restaurant. " jawab suho
"baiklah tunggu sebentar. aku akan kebawah menjemput mu. " kata namgil, ia mematikan sambungan telepon nya dan bersiap kebawah.
"appa kebawah dulu. kalian tunggu disini ne. " namgil
.
.
.
semantara itu dibawah, suho seperti tidak asing dengan restaurant seefood ini.
suho mengeluarkan handphone ya dari saku jas dokternya dan mendial nomor istrinya, namun belum sempat ia menekan tanda hijau itu, namgil sudah memanggilnya.
"suho ah.. " panggil namgil
"nde hyung.. siapa yang sakit hyung? kenapa kau terdengar khawatir saat menelfonku tadi? dan kenapa kau bisa disini? " suho. langsung menyerbu namgil dengan banyak pertanyaan di kepalanya.
"nanti saja aku jawab semua pertanyaanmu. lebih baik ikut aku sekarang. " titah namgil
suho mengikuti langkah namgil di belakangnya, dan masuklah mereka di ruangan dimana Seokjin terbaring lemah.
"Jinnie.. " suho
" suhoo samchon. " sapa Seokjin
NamJoon, Namgil dan Jimin dibuat bingung dengan keduanya.
"kalian sudah saling mengenal? " tanya namgil
"oh.. nde hyung.. jinnie ini sahabat taehyung . mereka satu sekolah. benar kan jinnie? "
"nde ahjussi.. suho samchon ini appa taehyung sahabatku. kami juga sering bertemu di rumah sakit, jika min hoo samchon sedang tidak ada di rumah sakit, maka suho samchon yang menggantikan untuk memeriksa jinnie. " jelas Seokjin
namgil dan lainnya hanya menganggukkan kepalanya.
"taehyung itu sepupu ku Jin. " NamJoon
"benarkah hyung? wahhh dunia ini sempit ternyata. hehehhe. " Seokjin
Suho berjalan mendekati tempat tidur Seokjin. NamJoon bergeser memberikan ruang untuk suho memeriksa kondisi Seokjin.
"apa yang terjadi jinnie? apa yang kau rasakan? " tanya suho saat dia sudah duduk disamping Seokjin
"tadi jinnie mimisan dan kepala jinnie pusing. hehhe. " Seokjin
"kau mimisan lagi? memangnya kau habis melakukan apa sayang? bukannya kemarin kau baru saja keluar dari rumah sakit? " suho
"dia tidak ingin istirahat dirumah dengan alasan bosan dan mengancam tidak mau makan dan minum obatnya jika ia tidak diizinkan ke restaurant, jinni berlarian terus di area restaurant. untung saja NamJoon menangkapnya sebelum anak nakal ini terjatuh. " saut soo hyun menjelaskan pada suho
__ADS_1
"jinnie, kau ini benar-benar nakal ya.." kata suho sambil memeriksa Seokjin dengan teleskop nya.
"paman.jangan beri tahu eomma dan yeri IMO ya.. please.. " mohon Seokjin
suho tersenyum dengan permohonan Seokjin.
"Mmm.. samchon tidak janji. tergantung bagaimana kondisi mu dan sikapmu. akan samchon pertimbangkan. " suho masih memeriksa kondisi Seokjin, kali ini dia memeriksa suhu tubuh dan tekanan darah Seokjin. Selesai memeriksa kondisi Seokjin, suho menjelaskan pada namgil dan orang orang yang berada disana.
"seharusnya ada eomma dan halmeoni mu di sini, jadi samchon bisa menjelaskan pada mereka. " suho
"jelaskan padaku saja ahjussi, nanti akan kusampaikan pada eomma dan halmeoni. " soo hyun
"baiklah. jinnie baik baik saja, semuanya normal hanya saja tekanan darahnya rendah. diagnosisku sementara ini jinnie hanya kelelahan terlebih lagi dia baru saja sembuh dan tidak bisa diam dirumah." suho
"syukurlah. akan saya sampaikan nanti pada keluarga jinnie ahjussi. Terima kasih. " soo hyun
'disini juga ada keluarganya. appa dan hyungnya.. ' batin suho
"jinnie, jika kau sering mengalami mimisan dan sakit kepala, katakan pada eomma mu ne.. " suho
"nde samchon. ahh samchon, mumpung ada samchon disini, ada yang ingin jinnie tanyakan. " Seokjin
"apa sayang? " suho
Seokjin berusaha untuk duduk, NamJoon ingin membantunya, namun karena suho lebih dekat, maka suholah yang membantu Seokjin untuk duduk.
Seokjin membuka kemeja luarnya, dan menyisakan kaus lengan pendek.
"ini paman. lihatlah ada dua lebam di lengan jinnie. tapi jinnie tidak merasakan sakit saat menekannya. "
suho memperhatikan lebam itu.. Begitu juga dengan Namgil dan Namjoon yang lagi lagi tampak khawatir. Dan ada satu hal yang ia pikirkan Suho, tapi sungguh dia tidak berharap jika apa yang ada dipikirannya sekarang adalah kebenaran.
"sejak kapan lebam ini muncul Jin? " tanya suho berusaha tenang
"mmm.. jinnie tidak tahu samchon. sehari sebelum jinnie keluar dari rumah sakit, saat malam jinnie ingin mengganti baju tidur. Jinnie baru lihat ada lebam ini. jinnie kira akan hilang, tapi pas tadi pagi jinnie lihat lagi, belum hilang juga. " jelas jinnie.
"baiklah.jangan dipikirkan. nanti samchon tanyakan pada min hoo ne.. "
"nde samchon. "
"lebih baik kau sekarang istirahat dulu disini. siapa yang akan menjemput mu nanti? "suho
"halmeoni samchon. " Seokjin
"baiklah, kau tunggu halmeonimu disini jangan kemana mana sampai beliau datang, arra? " suho
"siapp. "
"hyung, NamJoon dan jimin. sebaiknya kita pulang, biarkan jinnie beristirahat dulu. " saran suho pada ketiga laki laki itu.
"nde, benar yang dikatakan suho. hari juga sudah semakin sore. kita sebaiknya kita juga pulang. biarkan jinnie istirahat." namgil
"tapi appa.. jika kita semua pulang, siapa yang menemani jinnie disini? " tanya NamJoon
"aku saja yang menemani jinnie. kalian jangan khawatir. " soo hyun
"baiklah kalau begitu. ini kartu namaku. jika ada apa apa kau bisa menghubungiku. karena Seokjin sahabat taehyung dan dia juga mengenal adikku. itu berarti kami bukan orang asing lagi. " namgil
"nde. Terima kasih tuan. " soo hyun
"Jin, hyung pulang dulu ne. semoga lekas sembuh dan jangan sakit lagi, ntah kenapa melihatmu sakit, hati hyung ikut sakit dan merasa sedih. " ucap NamJoon
"nde joonie hyung.. gomawo karena sudah mengkhawatirkan jinnie." Seokjin.
"sama sama ssaeng.. " jawab NamJoon tanpa sadar ia memanggil Seokjin dengan sebutan ssaeng..
sebelum pergi NamJoon memeluk Seokjin. begitu juga Seokjin yang membalas pelukan NamJoon.
'*hah.. lihatlah walaupun mereka tidak tahu jika mereka adalah saudara kandung, mereka terlihat saling menyayangi. seandainya kalian tahu jika kalian benar-benar saudara. ' suho
.
.
.
TBC*
__ADS_1