Secrets : Where Is Him

Secrets : Where Is Him
Bab 11


__ADS_3

Langit sudah merubah warnanya dari orange menjadi gelap, menandakan hari sudah malam, Seokjin yang sedari sore telah tidur, akhirnya bangun dan melihat jihyun yang duduk di sebelah nya dengan menggenggam tangannya.


"eomma.. " panggil Seokjin ketika dirinya telah bangun dari tidurnya.


"sayang, kau sudah bangun? masih pusing?" tanya jihyun dengan satu tangannya yang mengelus rambut Seokjin lembut.


"tidak eomma, sudah lebih baik. " Seokjin


"eomma kan sudah katakan untuk istirahat dirumah, kondisi mu belum pulih benar. "


"maaf eomma, tapi jinnie bosan jika dirumah terus. tidak ada yang menemani jinnie, eomma juga sibuk di ruang kerja, dan halmeoni sibuk di dapur. " ucap Seokjin menundukkan kepalanya setelah menjelaskan pada jihyun.


jihyun yang mendengar penjelasan Seokjin, merasa bersalah pada putra kecilnya itu.


"maaf ya sayang.. eomma tidak peka untuk menemani mu, eomma tidak tahu jika kau merasa kesepian. "


"iya eomma.. sudah jinnie maafkan.. hehehe.."


"kita makan malam dulu, setelah itu baru pulang ya.." kata jihyun


"lalu, bagaimana dengan kookie Hyung? kasihan dia dirumah sendiri eomma.. "


"jungkook ada di bawah sayang sedang membantu sohyun dan halmeoni meyiapkan makan malam. " jawab jihyun


"ohh begitu.. "


.


.


.


besok paginya, Seokjin memaksa ingin masuk sekolah, jihyun sebenarnya belum memberikan izin dikarenakan kemarin keadaan Seokjin kembali drop. Namun karena bujuk rayu Seokjin dan tatapan puppy eyes nya, membuat jihyun tidak bisa menolak keinginan Seokjin.


"ingat pesan eomma sayang, jangan kecapt, minum obat dan vitamin mu tepat waktu. jangan jauh jauh dari jungkook dan Taehyung. kau mengerti? " pesan jihyun pada Seokjin


"nde eomma.. jinnie akan melakukan yang eomma perintahkan. "


"harus. jika tidak eomma akan mengurunngmu di rumah ini selama tiga hari. " ancam jihyun


Seokjin dan jungkook berpamitan dan berangkat menuju sekolah mereka, kali ini jungkook nmenggunakan sepeda miliknya dan membonceng Seokjin dibelakang.


Sesampainya mereka di sekolah, Seokjin dan Jungkook disambut oleh taehyung yang sudah tiba lebih dulu.


"jinnie.. kau yakin sudah benar-benar sehat? wajahmu masih terlihat pucat. " tanya taehyung


"aku sudah tidak apa apa tae, jangan khawatir. "


"baiklah aku percaya, tapi jika kau merasa lelah atau sakit katakan padaku atau kookie ya." taehyung


"iya tae, terima kasih sudah mencemaskanku. "


"kau ini kenapa berterimakasih segala, kita ini sahabat, sudah sepantasnya aku khawatir dengan sahabatku ini. " taehyung


Seokjin terharu mendengar ucapan taehyung, dia bersyukur, Tuhan memberikannya dua sahabat yang sangat menyayangi dirinya yang banyak kekurangan ini.


suara bel berbunyi, tanda jam pelajaran pertama akan dimulai. para siswa sudah rapi duduk di bangkunya masing masing, dan masuklah Jong suk ke dalam kelas itu, ia sedikit terkejut melihat Seokjin hadir hari ini.

__ADS_1


"Seokjin, kau sudah merasa lebih baik? " tanya Jong suk


"nde ssaem.. aku sudah baik baik saja. Terima kasih. " jawab Seokjin


Jong suk menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. dan diapun melanjutkan kegiatan nya untuk mengabsen para siswa dan memulai pelajaran pertama.


.


.


.


sementara itu di Kim Corp, Ngil toak sedang berbicara dengan seseorang di dalam ruangan CEO miliknya.


"Chen, tolong kau carikan aku mengenai informasi anak bernama Lee Seokjin." perintah Namgil pada Chen, orang suruhannya untuk mencari informasi mengenai Seokjin, dan tidak lupa, namgil memberikan foto Seokjin pada Chen.


"baik tuan. akan ku lakukan dengan cepat. " jawab chen


"bagus. tapi ingat perintahku ini jangan sampai diketahui oleh kedua orang tuaku."


"baik tuan. saya akan berhati hati. "


"oke. kau boleh pergi sekarang. "


"nde tuan. "


Chen meninggalkan ruangan Namgil, sedangkan Namgil tampak memikirkan sesuatu.


"kenapa aku sangat penasaran dengan anak itu? senyum anak itu mengingatkanku dengan jihyun. begitu mirip. " gumam namgil


"appa lihat Chen baru keluar dari ruangan mu. ada perlu apa dia kemari? " tuan Kim


"bukan urusan appa." jawab namgil singkat


"beginikah caramu berbicara pada ayahmu sendiri?! dimana sopan santunmu Kim Namgil?! "


"ada urusan apa appa datang keruangan ku? jika tidak ada hubungan dengan pekerjaan, lebih baik appa keluar, karena aku sedang sibuk. " ucap namgil tanpa menghiraukan perkataan Tuan Kim sebelum nya.


"kau.. sejak kapan kau berubah menjadi kurang ajar seperti ini.!! "


"sejak appa dan eomma membohongiku mengenai jihyun.!!! sejak itulah rasa hormatku pada kalian hilang. "


"apa maksud mu? siapa yang membohongi mu. siapa???!! " tuan Kim benar benar marah kali ini, dia tidak Terima jika anaknya sendiri mengatakan dirinya adalah pembohong.


"jangan berpura pura lagi appa.. aku sudah tahu semua.. aku sudah tahu!!! kalian, bagaimana bisa kalian tega menghancurkan rumah tangga anak kalian sendiri?!!!!!! dengan memfitnah menantu kalian berselingkuh padahal kenyataannya tidak.!!"


Tuan Kim terdiam, dia cukup terkejut karena namgil sudah mengetahui hal yang sebenarnya mengenai isu perselingkuhan mantan istrinya itu. Melihat tuan Kim hanya diam tanpa menjawab perkataan nya, namgil meminta tuan Kim untuk keluar dari ruangannya, dan tuan Kim tanpa mengucapkan satu katapun, dia pergi meninggalkan ruang kerja sang anak.


Sementara itu, diruangan kerjanya sendiri, tuan Kim tampak gusar dengan pikiran nya sendiri.


"sial. dari mana dia tahu kalau semua itu hanya kebohongan yang aku dan istriku ciptakan untuk membuat mereka pisah. " tuan Kim


"bagaimana jika namgil berusaha mencari Jihyun dan mereka kembali bersama? "


"tidak. jika mereka bertemu maka hal yang aku tutupi selama ini akan terbongkar dan itu tidak boleh terjadi. aku harus melakukan sesuatu. aku harus menemukan Jihyun sebelum namgil menemukan nya terlebih dahulu. "


"Arghhhhh.. sialan.. !!!!!! "

__ADS_1


Tuan Kim kalut dengan ketakutan nya sendiri, dia membuang semua yang ada dimejanya ke sembarang arah.


.


.


.


dilain tempat, nampak seorang pemuda sedang fokus mendengarkan sesuatu yang menarik dengan earphone di telinganya. matanya fokus menatap layar laptop di depan matanya, bibirnya tersungging senyum mengejek.


"tidak akan kubiarkan, kau menyentuhnya lagi Tuan Kim terhormat. " ucap pemuda itu.


"kali ini, kupastikan sebelum kau menyentuhnya, maka akan kupatahkan kedua tanganmu sebelum menyentuhnya."


"drrrtt.. drrttt.. drrrt... "


"nde.. bagaimana? kau bisa membantuku? "


"tentu. apapun untukmu. " jawab orang di seberang telepon itu.


"bagus.. kau memang bisa ku andalkan. kapan kapan akan ku traktir kau sepuas nya. "


"ck.. kau pikir aku kekurangan uang sampai tidak bisa membeli makananki sendiri. " jawab orang itu


"baiklah. akan kuturuti kemauan mu. tapi hanya satu tidak lebih."


"aishhh... dasar pelit. baiklah, kembali pada topik, berapa orang yang kau butuhkan? "


"mmmm.. 10 orang. beri aku 10 orang untuk menjaga 3 orang. "


"kau yakin?? "


"nde.. yang ku hadapi adalah orang yang sangat licik, jadi aku juga tidak ingin mengambil resiko."


"baiklah.. akan ku perintahkan 10 orang untuk menjaga 3 orang itu. "


"nde.. Terima kasih kawan.. "


"ck.. sekarang saja kau mengucapkan terimakasih pada ku. "


"hahaha.. ya mau bagaimana lagi.. kau membantu ku untuk menjaga mereka, terutama permata kecilku. "


"ya ya terserah kau saja. aku siap jika kau membutuhkan bantuanku yang lain. "


"aku tahu.. "


pemuda itu menutup sambungan telepon nya dengan rekannya. dan fokusnya kembali pada layar laptopnya.


"kita lihat, siapa yang akan memenangkan permainan kali ini, harabeoji. " ucap pemuda itu.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2