
NamJoon masuk kedalam kamarnya, setelah mendengar penjelasan apa yang sebenarnya terjadi antara kedua orangtuanya dan peran licik kakek dan neneknya, jujur NamJoon merasa marah dan kecewa pada kedua orang itu.
berbeda dengan Tuan Kim yang masih bingung dengan perubahan sifat NamJoon. nyonya kim sudah mengetahui apa penyebab NamJoon berubah dan itu cukup mengganggunya. bagaiamana jika NamJoon membencinya? jika itu terjadi maka rencana yang selama ini dia rencanakan akan gagal dan itu tidak boleh terjadi.
Nyonya Kim memutuskan untuk menemui NamJoon dikamar nya. Ketika ia sampai di kamar cucu sulungnya itu, ia mengetuk pintu itu beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam. setelah mencoba beberapa kali. akhirnya nyonya kim memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar NamJoon.
NamJoon tidak tidur, ia tahu jika sedari tadi Nyonya Kim mengetuk pintu kamarnya, tapi untuk saat ini NamJoon enggan untuk menemui mereka apalagi untuk berbicara.
.
.
.
Min Yeri,. Yoongi dan Taehyung ingin memasuki mobil namun langkah mereka terhenti saat namgil memanggil namanya.
"Yeri ah.. " panggil namgil
Yeri menoleh saat mendengar namanya di panggil.
"nde oppa.. Yoongi ah Taehyung ah beri salam pada paman kalian dan tunggu eomma di mobil saja ne. " jawabnya
Yoongi dan Taehyung menuruti perintah Yeri, mereka berdua memberikan salam pada namgil dan segera masuk ke mobil. Namgil menerima salam mereka, dan membiarkan keponakannya itu menunggu dimobil sesuai perintah adiknya.
"kapan kau datang? dan mau kemana kau sekarang? " tanya namgil yang tidak mengetahui jika sekretaris sekaligus adiknya ini datang ke mansionnya.
"tidak lama oppa. aku hanya ingin melihat appa dan eomma, apakah mereka masih hidup atau sudah mati. dan ternyata masih hidup. Aku dan anak anakku mau pulang sekarang. "" jelas Yeri
"Yeri ah.. apa kau masih membenci appa dan eomma sampai kau harus mengatakan kata kata seperti itu? " namgil
"Mmm.. selama mereka belum berubah, aku akan bersikap seperti ini. " yeri
"apa karena masalah ku dan Jihyun kau menjadi seperti ini pada mereka?" tanya namgil
yeri hanya tersenyum simpul mendengar pertanyaan oppa nya itu.
"kalau memang karena itu, aku juga pasti sangat membencimu oppa. Tapi karena aku tahu, kau korban penipuan appa dan eomma maka itu aku tidak terlalu membencimu. Lagipula sebelum kejadian kau dan Jihyun eonni, hubunganku dengan mereka memang sudah dingin. kau tahu kan aku memang tidak menyukai cara mereka mengatur hidup anak anaknya. dan lagi mereka licik oppa, mereka akan melakukan apapun untuk mewujudkan ambisi mereka sekalipun itu dengan cara kotor. aku bahkan malu mengakui mereka sebagai orang tuaku. aku berharap mereka bukanlah orang yang menyebabkan aku ada didunia ini. " ucap Yeri dengan segala emosinya.
"ya sudah kalau memang kau berfikir seperti itu. tapi jangan terlalu keras pada dirimu sendiri ssaeng. " namgil
"nde.. dan kau oppa, carilah Jihyun eonni jika kau benar benar menyesali kesalahanmu dan menginginkan eonni untuk kembali bersamamu. ya walau kurasa hal itu hampir tidak mungkin. Aku pulang dulu oppa, jamga dirimu dan NamJoon." pesan Yeri pada namgil.
"nde.. kau hati hati di jalan ya. " namgil
setelah itu dia menyusul Yoongi dan Taehyung untuk masuk ke mobil.
.
.
.
Dirumah sakit tepatnya ruang rawat Seokjin. Seokjin sedang membujuk ibu dan neneknya untuk mengizinkannya pulang.
"ayolahhh eommaa.. jinnie mau pulang ya.. istirahat dirumah saja.. " bujuk Seok Jin pada Jihyun.
"tidak hari ini sayang. kondisi mu belum sehat benar. dan lagi kata min hoo samchon kau harus di rawat setidaknya hingga lusa sayang.. " jelas Jihyun pada putranya itu.
"ahhh eomma itu terlalu lama.. jinnie juga mau sekolah.. ya ya ya.. " Seokjin tidak henti hentinya membujuk Jihyun untuk menuruti keinginannya.
"tidak. sekali tidak tetap tidak jinnie. kali ini kau harus menurut dengan eomma dan min hoo samchon. " tegas Jihyun pada Seokjin dan itu berhasil membuat Seokjin tidak rewel lagi untuk meminta pulang.
"eomma jahat.. jinnie tidak mau makan kalau begitu. " ancam Seokjin, anak itu lalu menidurkan tubuhnya dan menutup seluruh badannya dengan selimut.
Jungkook yang melihat Seokjin menutupi seluruh badannya dengan selimut itu menegur Seokjin untuk membuka selimutnya karena takut sesak.
"jinnie. buka selimutmu. kau bisa sesak jika memakainya seperti itu jin. " kata jungkook menasehati Seokjin.
Namun bukan Seokjin namanya jika langsung menurut dengan satu kalimat. dia tetap tidak membuka selimutnya, hingga Jihyun yang maju mendekati ranjangnya.
"jinnie.. Lee Seokjin. buka selimut munatau eomma tidak akan bicara padamu selama satu minggu. kau pilih mana?" ancam Jihyun balik
__ADS_1
Seokjin masih kekeh dan tidak mengubah selimut nya.
"baiklah jika itu maumu jinnie. eomma akan pergi sekarang. dan jangan harap eomma akan menemuimu apalagi bicara padamu setelah ini. " ucap Jihyun dan benar saja ia melangkah ke arah pintu dan hendak keluar.
Seokjin yang mendengar langkah ibunya hendak pergi meninggalkan dirinya, langsung membuka selimutnya dan memanggil ibunya.
"eomma.. jangan pergi.. maafkan jinnie.. jangan pergi ne.. " mohon Seokjin. matanya sudah memerah ingin menangis.
Jihyun berbalik dan melihat anaknya seperti ingin menangis, dia pun langsung bergegas mendekati Seokjin dan memeluk sayang putranya itu. sebenarnya Jihyun tidaklah benar benar marah pada Seokjin, ia hanya ingin Seokjin untuk tetap di rawat dirumah sakit untuk memastikan kondisinya baik baik saja.
"iya sayang.. eomma tidak pergi. maafkan eomma jika eomma memarahimu. maafkan eomma ne.. jangan menangis, nanti kepalamu pusing dan kau bisa sesak sayang." ucap Jihyun lembut pada Seokjin. Seokjin pun menganggukkan kepalanya dan mempererat pelukannya pada Jihyun.
malamnya, dr. min hoo datang berkunjung ke ruang rawat Seokjin. dokter tampan itu memeriksa Seokjin dimulai dari detak jantung, suhu tubuh, tensi darah, pernafasan.
"bagaimana jinnie, sudah merasa lebih baik? tanya dr. min hoo
"iya paman. jinnie mau pulang boleh tidak? " minta Seokjin pada min hoo
min hoo rersenyum mendengar permintaan Seokjin.
"Mmm.. boleh tapi besok sore bagaimana? " dr. min hoo
"benarkah paman? besok sore jinnie sudah boleh pulang?"
"boleh setelah paman melakukan pemeriksaan lebih lengkap besok. " dr. min hoo
"yeaia... Terima kasih paman. eomma kau dengar kan besok jinnie sudah boleh pulang. " kata Seokjin pasa Jihyun dengan nada gembira
"iya sayang.. "
.
.
.
paginya sesuai yang dikatakan Min hoo, Seokjin melakukan beberapa tes kesehatan hanya untuk memastikan jika dirinya baik baik saja dan sudah benar-benar sehat.
"akan sedikit sakit, tahan sebentar ya jinnie.." kata dr. min hoo ketika akan mengambil darah Seokjin.
Seokjin mengangguk, tangannya yang bebas menggenggam tangan Jihyun erat. ketika jarum itu sudah menusuk kulit tangannya dan darah mulai masuk pada botol suntikan itu, matanya memejam dan Seokjin semakin menguatkan genggamannya pada Jihyun. sedangkan Jihyun mengelus lembut tangan Seokjin.
"caaa.. sudah selesai jin. anak pintar.. " puji dr. min hoo
"bagaimana keadaan jinnie oppa? apa benar dia bisa pulang? " tanya Jihyun
"bisa Jihyun ah.. tapi biarkan dia istirahat di rumah hingga besok dan jangan masuk sekolah dulu ne. dan untuk hasil pemeriksaannya bisa kita ketahui minggu depan, nanti akan kuhubungi jika hasilnya sudah keluar. " dr. min hoo
"nde oppa, Terima kasih karena sudah merawat jinnie dengan baik. " Jihyun
"kau ini seperti sama siapa saja. jangan sungkan seperti itu Jihyun ah, kau sudah seperti adikku sendiri itu berarti jinnie adalah keponakanku, sudah kewajibanku untuk merawat dan bertanggung jawab atas Seokjin jika keponakanku ini sakit. bukankah begitu sayang? " tanyanya pada Seokjin
"nde paman. Terima kasih dan jinnie sayang paman min hoo. " ucap Seokjin seraya memeluk min hoo, min hoo juga membalas pelukan Seokjin dan mengelus lembut kepala belakang Seokjin.
Jihyun yang melihat Seokjin dan min hoo berpelukanpun terharu, dari Seokjin lahir hingga sekarang, putranya itu belum pernah merasakan sentuhan seorang ayah. Jihyun bersyukur dengan adanya sosok Min Hoo yang membuat Seokjin bisa merasakan sentuhan seorang pria dewasa layaknya seorang ayah. tanpa sadar, Jihyun meneteskan air matanya.
'maafkan eomma yang belum bisa mengatakan kebenarannya padamu sayang. ' ucap Jihyun dalam hatinya meminta maaf pada Seokjin.
.
.
.
Sesuai janji dr. Min hoo sore ini Seokjin bisa keluar dari rumah sakit namun dengan syarat dia harus beristirahat dirumah selama satu hari dan tidak lupa meminum obat serta vitamin secara rutin, dan Seokjin mengiyakan persyaratan itu.
Sedang sibuk membereskan baju baju Seokjin, terdengar suara ketukan pintu dari luar. saat pintu itu terbuka, Seokjin menyapa orang tersebut dengan eajah bingung.
"lee ssaem... " panggil Seokjin pelan
Jihyun yang sedari fokus membereskan pakaian miliknya dan Seokjin langsung menoleh ke arah pintu ketika mendengar Seokjin memanggil orang itu dengan sebutan Lee ssaem.
__ADS_1
"hi Seokjin, maaf jika ssaem mengagetkanmu dengan kedatangankun kemari. " jong suk
"ahh.. tidak apa apa ssaem. keadaan jinnie sudah baik dan jinnie juga sudah mau pulang. eomma sedang merapikan baju baju jinnie. hehehe. ssaem ada keperluan apa kemari? " tanya Seokjin
"ssaem hanya ingin menjengukmu. apa tidak boleh sekarng guru menjenguk siswanya yang sedang sakit?" tanya jong suk pada Seokjin
"Mmm.. tidak salah saih. terserah ssaem saja kalau begitu. " Seok Jin
"dan jugaa ssaem ingin meminta maaf padamu jin, ssaem tidak tahu jika kau dilarang untuk mengikuti jam pelajaran olahraga, jika ssaem tahu maka ssaem akan melarangmu dan kau tidak akan menjadi sakit seperti ini. Maafkan kecerobohan ssaem karena tidak mengetahui keadaan siswa sendiri. " ucap jongsuk.
"bagus jika anda sadar anda salah. " jawab Jihyun dingin
"eomma.. jangan begitu pada Lee ssaem. dan ini juga bukan salah keee ssaem seutuhnya. jinnie nya saja yang keras kepala. jadi Lee ssaem tidak perlu meminta maaf. "
"jin, kau bisa memanggilku paman jika kita berada diluar sekolah. " jongsuk
"benarkah? apakah boleh? " tanya Seokjin
"boleh seokjinnie.. " ucap jongsuk dengan suara dibuat nya layak suara anak anak
Seokjin pun tertawa mendengarnya.
"wah jinnie kira ssae.. ahh paman maksudnya. paman jongsuk adalah guru yang galak ternyata paman punya sisi yang lucu juga. " Seokjin
"benarkah? apa aku segalak itu? tapi paman kan belum pernah marah marah pada kalian? " tanya jongsuk bingung.
"ah ituuu jinnie lihat dari wajah paman. wajah paman seperti paman paman tua yang galak dan suka marah marah." Jawab Seokjin polos
mendengar jawaban sang anak, Jihyun tanpa sengaja tertawa, terlebih dia melihat raut wajah jongsuk yang berubah lucu menurut nya.
"hahaha.. mulutmu itu sama persis dengan ibumu ya.. yoksiii kau memang anak seorang Jihyun.. " jong suk
"paman sudah mengenal eomma jinnie? sepertinya kalian sudah kenal lama? tanya Seokjin penasaran.
" nde.. eomma mu dan paman teman satu universitas dan hubungan kita cukup dekat karena kita bersahabat. " jelas jongsuk
"benarkah??"
Jongsuk terseyum mengedipkan matanya untuk. menjawab pertanyaan Seokjin dan Seokjin mengerti apa artinya itu.
" ku antar pulang ya.. " tawar jong suk ketika Seokjin permisi ingin ke toilet.
Jihyun membawa jong suk keluar dari ruang rawat Seokjin, ia ingin bicara pada laki laki jangkung ini.
"kau tidak perlu mengantarku pulang jika hanya ingin tahu aku tinggal dimana. aku membawa mobilki sendiri. Dan jong suk ah ingat, jangan melebihi batasanku yang telah kubuat untukmu. jangan mengikuti ku, dan tolong jaga privasiku jangan menggangguku. biarkan aku hidup tenang kali ini jong suk ah.. aku mohon padamu." Jihyun
"Jihyun ah.. aku benar-benar hanya ingin membantu mu. aku ini tetap sahabat mu Jihyun ah.." jongsuk
"sahabat? sahabat siapa yang kau maksud jong suk ah? saat aku dihina, difitnah dengan kejinya atas perbuatan yang tidak sama sekali aku lakukan, kau.. apa yang kau lakukan saat itu? APA?!!!.. kau tidak membelaku padahal kau tahu kebenarannya!!! tapi kau memilih diam dan membiarkan aku terusir dengan hinanya.. !! kau tidak lebih berengsek dari Sahabat mu itu. kalian sama saja.!!!!" jelas Jihyun pada jongsuk dengan segala emosinya.
"dan aku ingatkan kembali. janga coba coba kau berani untuk mencari tau apalagi menguntit ku sampai ke rumah. jika kau melakukan nya maka aku tidak segan segan melaporkanmu pada polisi. ingat itu!!! dan sekarang lebih baik kau pergi. aku mohon pergilah dan bersikap biasa saja pada Seokjin. kau gurunya dan Seokjin muridmu. bersikaplah layaknya guru dan murid baik disekolah ataupun diluar sekolah. kau paham?!!!! kau boleh pergi sekarang. PERGI!!!! " Usir Jihyun pada jongsuk.
Jong suk merasa hatinya sedih kaerana selalu mendapat penolakan dari Jihyun. Dan benar, saat itu jong suk tahu apa yang sebenarnya terjadi, jika saja dia membuka suaranya saat itu, Jihyun dan namgil mungkin saja masih bersama dan Seokjin bisa merasakan kasih sayang ayah dan kakak laki lakinya.
Jongsuk menyesalinya, sekarang Jihyun sangat membencinya dan rasa benci itu sepertinya sama dengan rasa benci Jihyun pada mantan suaminya.
saat itu jongsuk memang membungkam mulutnya, karena ia fikir, jika Jihyun berpisah dengan namgil, maka dirinya yang masih menyimpan rasa pada Jihyun, berharap, bisa mengganti sosok namgil di hati Jihyun. licik memang tapi itulah kenyataannya. bukannya memiliki Jihyun, ia justru makin kehilangan sosok itu, dan jongsuk menyesalinya.
"maafkan aku Jihyun ah.. " lirih jong suk yang tidak dapat didengar oleh Jihyun karena Jihyun sudah masuk kembali ke dalam ruang rawat Seokjin.
.
.
.
TBC
...hiiii readers.. semoga suka dengan part ini yaaa.. ...
mohon dukungannya untuk like, vote, comment, give me a star ⭐ and subscribe.. Terimakasih... sampai ketemu di part selanjutnya.. bye bye 🙏💜
__ADS_1