
"Karena dia tidak mau bertemu denganmu."
namgil menarik nafasnya frustasi. dia bingung mengambil tindakan. di satu sisi dia ingin bertemu dengan Jihyun, selain melepas rindu dan meminta maaf pada wanita yang masih ia cintai hingga kini, namgil juga ingin memastikan kebenaran mengenai Seokjin. Namun jika dia nekad bertemu Jihyun, dia juga tak ingin kehilangan mantan istrinya lagi.
"baiklah Hyung, sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain bukan?" ucap namgil
"bersabarlah namgil ah, hanya itu yang bisa ku sampaikan padamu untuk sekarang. " hae Jin
Namgil menganggukkan kepala nya pelan.
"tapi bolehkah aku melihat Seokjin? aku tidak tahu kenapa, aku sangat ingin melihatnya dari dekat sekarang. " pinta namgil
"aku mengerti. tunggulah jam istrahat tiba. sekitar 10 menit lagi. kau mau? " hae Jin
"nde hyung. Terima kasih. "
Setelah menunggu 10 menit namgil menunggu bel istirahat berbunyi untuk bertemu dengan Seokjin, bel pun berbunyi dan namgil yang sebelumnya telah menanyakan dimana letak kelas Seokjin pada hae Jin berjalan menuju kelas anak itu berharap jika Seokjin masih berada dikelasnya.
Sesampainya di depan kelas Seokjin, namgil melihat anak itu duduk sendiri, namgil hendak berjalan menuju meja Seokjin namun langkah nya terhenti ketika beberapa anak seusia Seokjin mendekati Seokjin.
"seperti nya pangeran kelas kita ini sedang sendiri, dimana dua prajurit penjagamu itu? " Ji Hoon
Seokjin yang tahu jika ji Hoon akan memulai pertikaian, memilih diam dan tidak menanggapi perkataannya. Tindakan Seokjin itu membuat ji Hoon makin ingin menghinanya.
"kau tidak punya mulut ya?" jihoon
"pergilah. aku sedang tidak ingin diganggu." jawab Seokjin dingin
"ck.. kau sudah berani denganku ternyata. anak lemah tanpa ayah seperti mu bisa apa? kalau bukan karena jungkook dan Taehyung yang membelamu, kau pasti sudah menjadi mainanku."kata jihoon sombong
"aku bingung bagaimana orang tuamu mengajari tata krama dengamu. ahh, apa kau memang tidak pernah diajarkan ayah ibumu? " jawab Seokjin tidak ada rasa takut sedikitpun.
"ck.. anak tanpa ayah tau apa hah? "
"yak.. walaupun aku tidak tahu siapa ayahku, tapi setidaknya ibuku bisa mengurusku dengan baik tidak seperti mu. mengaku mempunyai ayah dan ibu, tapi sifatmu mencerminkan kalau kau tidak memiliki keduanya. yak jihoon, aku diam bukan berarti aku takut dengan mu. aku hanya tidak ingin menanggapi ocehan bodohmu itu. "
"ahh satu lagi, bukan aku yang kasihan karena tidak memiliki ayah, tapi kau. dirimulah yang lebih kasihan jihoon ah." Seokjin
Ji Hoon yang mendengarnya tersulut emosi, sedangkan teman teman jihoon lainnya sedikit terkejut karena Seokjin yang selama ini hanya diam jika Jihoon mengganggunya, tapi kali ini, dengan lantang Seokjin membalas ejekan dari ji Hoon.
ji Hoon ingin memukul Seokjin namun tindakannya tertahan kala namgil menegurnya dengan suara beratnya dan sangat mengintimidasi anak itu.
"berani kalian menyentuh nya dengan kasar, saya yakinkan kalian akan mendapatkan hukuman yang berat. " ucap namgil sambil menatap keempat anak itu dengan tatapan yang membuat mereka takut.
Ji Hoon mengetahui siapa Namgil, nyalinya menciut dan memilih pergi meninggalkan Seokjin begitu juga dengan ketiga temannya.
Setelah kelergian ji Hoon, Seokjin melihat namgil yang menyamakan tinggi nya dengan dirinya.
"kau tidak apa apa jinnie? " tanya namgil lembut, sembari tangannya mengelus kepala Seokjin.
Seokjin merasakan elusan tangan namgil di kepalanya dan tatapan mata itu, Seokjin menyukainya. Nyaman.
"nde ahjussi, jinnie baik baik saja. " jawab Seokjin tersenyum manis pada namgil.
namgil juga membalas senyum Seokjin.
'senyum nya bahkan mirip sekali dengan Jihyun. ' namgil
"ahjussi sedang apa disini? ingin bertemu Taehyung? " tanya Seokjin, ia tahu jika namgil paman dari sahabatnya itu.
"tidak jinnie. ahjussi ingin bertemu denganmu. " jawab namgil yang membuat Seokjin bingung.
"bertemu dengan jinnie? kenapa? apa jinnie punya salah dengan ahjussi? "
"tidak sayang. tidak tahu kenapa paman ingin bertemu denganmu saja."
__ADS_1
"ooohh.. jinnie memang ngangenin sih.. heheh.. "
"hahaha.. kau ini percaya diri sekali eoh.. " kata namgil dengan tangannya mencubit pipi gempil Seokjin
"kau tidak ke kantin jinnie.? " namgil
"tidak ahjussi, eomma membuatksn jinnie bekal, jadi jinnie makan dikelas saja. apalgi kookie Hyung dan Taehyung sednag tidak ada, jadi jinnie makin tidak ingin ke kantin. " jelas Seokjin
"oh begitu."
'masakan Jihyun. aku merindukannya. ' namgil dengan matanya yang melihat kotak bekal makan Seokjin. '
"jinnie bisakah kau memanggilku samchon saja sama dengan Taehyung hmm?"
"bolehkah ahjussi? kita kan baru saja kenal."
"boleh sayang. justru aku akan senang sekali jika jinnie mau memanggilku dengan sebutan samchon. "
"baiklah samchon. hehehe. "
"kalau begitu, jinnie mau tidak temani samchon ke kantin?kebetulan samchon lapar dan ingin memakan sesuatu. "
"mmm.. ya sudah ayo samchon. jinnie akan menemani samchon, kita makan bersama saja."
"kedengarannya bagus. ayoooo. " kata namgil semangat.
Mereka berduapun menuju kantin, dengan tangan Seokjin di genggam oleh namgil. Seokjin merasakan perasaan yang aneh ketika tangannya di genggam oleh namgil, begitupun sebaliknya.
'benarkah kau bukan anakku jinnie? tapi kenapa perasaan ini aneh sekali. aku belum pernah merasakan perasaan ini sebelumya.'ucap namgil dalam hati
.
.
.
Jam sudah menunjukkan waktunya para murid untuk pulang, namun hujan turun tiba tiba dan Seokjin tidak membawa payung, jungkook dan Taehyung juga hari ini benar benar tidak masuk ke kelas. jadilah ia pulang sendiri.
"aduh.. bagaimana ini? jinnie tidak membawa payung. apa eomma tidak menjemputku?"
Cukup lama Seok Jin menunggu hujan reda di sekolahnya, namun awan tidak menunjukkan jika akan berhenti menurunkan hujan.
"sudahlah, hujan hujanan sekali saja tidak apa kan? jinnie tidak mau sampai malam disini, eomma dan Halmeoni sepertinya tidak akan menjemput jinnie." Seokjin
Seokjin nekat berhujan hujanan pulang menuju ke rumah nya. sejujurnya, Seokjin sudah lama ingin merasakan mandi hujan, namun ibu dan neneknya selalu melarang dirinya.
Sesampainya dirumah, Jihyun dan young ae terkejut melihat Seokjin pulang dalam keadaan basah kuyup.
"astaga jinnie.. apa yang kau lakukan eoh? kenapa kau hujan hujanan seperti ini? bukannya kau membawa payung? eomma selalu menyediakan payung didalam tasmu.!" kata Jihyun sedikit kesal dengan anak bungsunya itu.
seokjin yang melihat eomma nya marah menundukkan kepalanya.
"maaf eomma, jangan marah. " jawab Seokjin dengan suara pelan.
"jawab eomma Lee Seokjin. dimana payungmu?" Jihyun
"jinnie lupa memasukkannya ke dalam tas saat jinnie merapikan buku eomma. maaf. "
Jihyun menggelengkan kepalanya. Young ae mencoba menenangkan Jihyun yang sedang memarahi Seokjin, dilihat nya Seokjin sudah ingin menangis terlebih badannya terlihat mengigil sepertinya Seokjin sudah mulai kedinginan.
"Jihyun ah, sudah jangan memarahi jinnie terus. kau tidak lihat anakmu menggigil kedinginan? bantu jinnie untuk mengeringkan tubuhnya sebelum ia sakit. " ucap young ae lembut
Jihyun memeluk Seokjin, sebenarnya dia tak ingin memarahi putra kesayangannya namun Jihyun sudah terlanjur panik melihat Seokjin basah kuyup seperti ini dan membuatnya tidak bisa mengontrol emosinya.
"maaf sayang. eomma tidak bermaksud untuk memarahimu. jangan menangis ya, eomma minta maaf. sekarang kita ganti baju mu dan kau harus segera mandi. ayo eomma akan membantu mu. "
__ADS_1
Seokjin hanya menganggukkan kepalanya pelan.
.
.
.
Jihyun dan Seokjin sudah berada dikamar Seokjin, dirinya membantu sang anak untuk membuka baju seragamnya yang telah basah. Jihyun meleabarksn matanya ketika melihat beberapa lebam pada tubuh Seokjin.
"sayang apa kau habis berkelahi? kenapa badanmu ada beberapa lebam seperti ini? " kata Jihyun sambil tangannya yang memegang pelan lebam lebam itu.
"tidak eomma. jinnie tidak berkelahi. lebam ini muncul sendiri namun jinnie tidak merasakan sakit. " jawab Seokjin
"sejak kapan lebam lebam ini muncul nak? "
"jinnie tidak tahu persis eomma. mungkin setelah jinnie pulang dari rumah sakit. "
"apa?! kenapa kau tidak katakan pada eomma jinnie? kenapa kau diam saja.? "
"maaf eomma. Jinnie pikir ini akan hilang dengan sendirinya karena jinnie juga tidak merasakan sakit pada lebamnya. ternyata malah bertambah. jinnie mau beritahu eomma tapi jinnie lupa. "
"sayang. sudah eomma katakan kau harus mengatakan pada eomma apapun yang terjadi padamu, sakit atau tidak. apapun itu, jangan sembunyikan apapun dari eomma sayang. "
Seok Jin menangis. dia merasa bersalah karena tidak mengatakan pada Jihyun mengenai lebam dan sakit kepala nya yang beberapa hari ini menyerangnya.
" sekarang lebih baik kau mandi dulu, nanti kita teruskan pembicaraannya. " titah Jihyun dan Seokjinpin menurut.
Seokjin masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. setelah mandi, Jihyun membantu Seokjin mengeringkan rambutnya, namun tiba-tiba Seokjin merasakan kepala kembali terasa sakit.
"sstt.. " Seok Jin meringis sakit pada kepalanya
"sayang. kenapa nak? kepalamu sakit? " tanya Jihyun khawatir
"kepa..la jinn..ie sah..kit eom..ma.. sst.. "ucap Seokjin terbata bata. kepalanya terasa lebih sakit dari sebelum belumnya. tangannya meremas rambutnya saking sakitnya.
" sah.. kit eo. mma.. sang.. at sa.. kitt"
Jihyun bertambah panik kala keluar darah dari hidung Seokjin.
"Astaga jinnie!!!! "
Seokjin merasakan kepalanya sangat sakit, pandangan nya mulai kabur dia juga merasakan sesak didadanya, perlham Seokjin limbung ke depan dengan cepat Jihyun menahan badan Seok Jin dan setelahnya Seok Jin tidak sadarkan diri.
Jihyun yang panik memukul pelan pipi Seokjin untuk menyadarkan anaknya.
"Jinnie.. sayang bangun nak.. jangan menutup matamu seperti ini.. " panik Jihyun. akhirnya dia memanggil young ae untuk membantu nya membawa Seokjin kerumah sakit.
"eomma.. eomma.. tolongg.. jinnie... "teriak Jihyun memanggil young ae
young ae yang panik mendengar teriakan Jihyun berlari ke kamar Seokjin dan kepanikannya bertambah melihat Seokjin tidak sadarkan diri dipelukan Jihyun.
" Jihyun ah ada apa dengan jinnie? "
"aku tidak tahu eomma. tadi kepalanya sakit dan dia mimisan tak lama jinnie pingsan eomma. " jawab Jihyun sambil menangis.
"eomma bantu aku bawa jinnie kerumah sakit. ayo eomma. "
"iya sayang ayo.. "
Seokjin di gendong oleh Jihyun menuju mobil yang akan membawanya kerumah sakit. young ae sudah menghubungi Min hoo kalau mereka sedang di jalan membawa Seok Jin yang dalam keadaan tidak sadarkan diri kerumah sakit.
.
.
__ADS_1
.
TBC