Secrets : Where Is Him

Secrets : Where Is Him
Bab 4


__ADS_3

"kau... Jong suk?? kenapa aku bisa ada disekolah Seokjin??" jihyun terkejut dengan laki laki yang berdiri di samping dirinya sekarang.


"jadi Seokjin ini anakmu? " tanya jongsuk tak kalah terkejut nya dengan kehadiran jihyun.


Jihyun tidak menjawab pertanyaan Jong Suk. ia beralih melihat Jungkook.


"Kookie, bisa bantu eomeoni membawa Seokjin ke mobil nak? eomeoni akan membawanya kerumah sakit saja. " jihyun


"nde eomeoni.. "jawab jungkook menyanggupi permintaan tolong dari Jihyun


Jungkook bersiap menggendong Seokjin ala bridal, namun saat hendak membawa Seokjin, tangannya di cegat oleh Jong suk.


" biar ssaem saja yang menggendong Seokjin. lebih baik kau bereskan buku dan tas Seokjin di kelas. " titah Jong suk


"tidak perlu. Jungkook bisa membawa Seokjin atau aku saja. tidak usah kau. aku tidak ingin merepotkan mu. " Jihyun terdengat sedikit sinis.


"tidak merepotkan sama sekali. dan lagi aku wali kelas Seokjin dan ini sudah kewajibanku juga. jangan protes. " saut Jong suk tidak mau kalah keras kepalanya dengan mantan istri sahabatnya itu.


mau tidak mau, Jihyun membiarkan Jong suk membawa Seokjin ke mobil miliknya.


"aku akan buatkan surat izin untuk Seokjin. " Dokter Park


Seokjin sudah ditidurkan di kursi pengemudi dengan kepalanya yang bertumpu pada paha Young ae. Young ae mengelus pelan kening Seokjin yang terasa dingin.


"biar aku yang menyetir. kau duduk saja Jihyun ah. " tawar Jong suk


"tidak perlu. aku tidak butuh bantuanmu. aku bisa menyetir sendiri. " Jihyun


"kau dalam keadaan panik Jihyun. ku mohon mengertilah. jangan berdebat denganku dulu. kita harus segera membaws putramu ke rumah sakit. " Jong suk


Sekali lagi, Jihyun tidak melanjutkan perdebatan nya dengan Jong suk dan membawa dirinya untuk duduk di kursi penumpang sebelah pengemudi. Dan Jong suk segera mengendarai mobil itu menuju rumah sakit.


.


.


.


Dirumah sakit, dokter Lee atau lebih dikenal dengan nama dokter Lee Min hoo. sudah bersiap didepan pintu UGD untuk menyambut kedatangan Seokjin. ya, Jihyun sudah menghubungi pihak Seoul Medical Hospital yang mana menjadi rumah sakit yang sudah Seokjin anggap sebagairumah keduanya, dan dokter Min Hoo adalah dokter yang memang sudah memegang Seokjin dari kecil.


"Min hoo oppa, Tolong putraku. Badannya sangat dingin oppa. dan dia belum sadarkan diri hampir 1 jam yang lalu." kata Jihyun dengan nada khawatir ingin menangis.


"Jihyun ah.. kau harus tenang. percayalah Seokjin akan baik baik saja. aku akan segera memeriksanya. kau tunggu disini ya. " dokter Min hoo


Min hoo dan beberapa perawat mendorong brangkat Seok Jin masuk kedalam ruang UGD untuk di periksa. Sedangkan Jihyun, Young ae dan Jong suk menunggu dengan cemas di luar ruangan itu.


Didalam ruang UGD, Seokjin telah di beri cairan infusan dan antibiotik, tidak lupa beberapa alat yang terpasang pada tubuhnya guna memeriksa tanda vitalnya.


"Dok, tekanan darah nya 70/60. Saturasi oksigen di bawah 90%. Suhu tubuh 34 derajat. Detak jantung lemah." kata salah satu perawat menyampaikan informasi mengenai tanda vital Seokjin pada Min hoo.


"pasangkan masker oksigen dan atur kadar oksigen sesuai kebutuhan. Injeksikan obat untuk memperbaiki tanda vitalnya. lalu siapkan satu kantung darah golongan B resus positive. pantau kondisinya 15 menit kedepan jika kondisinya sudah stabil, pindahkan ke ruang rawat VVIp no 90 lantai 5 ruang tulip ne.." Titah Dr. Min hoo


Setelah memberikan perintah pada asisten dokternya dan para perawat untuk penanganan pada Seokjin, Min hoo berlalu keluar ruangan itu untuk menemui Jihyun.


"oppa, bagaimana keadaan jinnie? dia baik baik saja kan? " Jihyun


"hmm.. Jihyun apa jinnie banyak melakukan kegiatan yang membuatnya terlalu lelah? " min hoo

__ADS_1


"tidak. aku selalu membatasi kegiatannya dan juga rutin memberinya vitamin. Ada apa oppa? jinnie baik baik saja kan? " Jihyun


"Jihyun, kondisi jinnie kembali drop. tanda vitalnya di bawah normal semua. Aku yakin jinnie abis melakukan hal yang membuatnya terlalu lelah. Aku melakukan tranfusi darah padanya karena tekanan darahnya terbilang sangat rendah untuk usia jinnie, terlebih badannya juga dingin, dan aku menyarankan untuk Seokjin dirawat inap dulu untuk memulihkan kondisinya." jelas dr. min hoo


"aku ikut saran oppa saja. yang penting jinnie bisa kembali sehat. " Jihyun


Min hoo menganggukkan kepalanya dan pandangannya beralih pada sosok pria asing yang berdiri tidak jauh dari Young ae.


dr. Min hoo yang baru melihat jongsuk, menatap penuh tanya mengenai sosok laki laki yang baru dilihatnya.


"oh maaf, saya Lee jongsuk, saya wali kelas Seokjin. Jika diizinkan, saya akan menjelaskan kejadian sebelum Seokjin pingsan. Sebenarnya tadi Seokjin pingsan saat pelajaran olahraga, dan kepalanya tidak sengaja terkena bola basket." jongsuk menjelaskan kejadian kenapa Seokjin bisa pingsan.


jelas itu membuat Jihyun dan dua orang disana terkejut. Seokjin sudah jelas di izinkan untuk tidak mengikuti jam pelajaran sekolah. namun kenapa Seokjin masih mengikuti pelajaran itu? setidaknya itulah pertanyaan yang ada dikepala Jihyun dan young ae


"apa saja yang kalian lakukan saat pelajaran olahraga tersebut? " tanya dr


Min hoo


"awalnya kami melakukan pemanasan sperti perenggangan otot lalu dilanjutkan dengan lari lapangan satu kali. setelah itu hanya melempar dan mengoper bola basket saja. Dan Seokjin pingsan saat temannya melempar bola padanya dan terkena kepala Seokjin." terang jongsuk


"apa anda guru baru?" dr. Min hoo


"nde.. " jawab jongsuk


"memangnya guru dan staff disana tidak memberitahumu mengenai kondisi Seokjin? bahkan saya sebagai dokter nya sudah memberikan rekam medis Seokjin sebagai bukti jika kondisi anak itu memang tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan yang membuatnya terlalu lelah. " dr. min hoo


"tidak ada. maka dari itu saya tidak melarang atau melakukan apapun pada Seokjin. saya kira dia seperti siswa pada umumnya. maaf atas ketidaktahuan saya, saya mengaku salah dalam hal ini. " Jong suk membungkukkan badannya meminta maaf pada Jihyun, young ae dan dr. min hoo


tanpa membalas permohonan maaf jongsuk, Jihyun bertanya pada dr. Min hoo


"bisa. setelah jinnie dipindahkan ke ruang rawatnya ne.. jangan khawatir, jinnie anak yang kuat dia akan baik baik saja. " kata Min hoo menenangkan Jihyun dan Young ae.


15 menit kemudian, keadaan Seokjin mulai membaik, ia pun segera dipindahkan ke ruang rawatnya sesuai yang diperintahkan oleh dr. min hoo sebelumnya. Jihyun, Young ae dan Jongsuk sudah berada diruang rawat Seokjin.


"lebih baik kau pulang saja. sudah tidak ada gunanya lagi kau disini. " ketus Jihyun mengusir jongsuk dari ruang rawat Seokjin


"Jihyun ah.. kenapa kau seperti membenci ku? aku punya salah apa padamu?" tanya Jong suk.


Dia benar-benar tidak mengerti kenapa Jihyun bersikap seperti tidak menyukainya, padahal seingat jongsuk dia tidak pernah memiliki masalah pada Jihyun sebelumnya.


"kau tidak memiliki salah apapun padaku. tapi aku membenci semua orang yang memiliki hubungan dengan laki laki pengecut itu kecuali NamJoon anakku. " terang Jihyun pada Jong suk


"wahh.. itu namanya tidak adil Jihyun ah.. kenapa kau membenciku hanya karena aku sahabat mantan suamimu eoh? aku ini juga sahabat mu jika kau lupa. dan lagi panggil aku Oppa. aku lebih tua satu tahun darimu. " protes Jong suk pada Jihyun.


"itu dulu berbeda dengan sekarang. sekarang aku hanya tidak ingin berhubungan dengan kalian. dan tolong jangan katakan apapun pada Sahabat mu itu mengenai kejadian hari ini. " Jihyun


"hmm.. baiklah. aku tidak akan mengatakan pada siapapun termasuk dia. tapi kau harus menjawab pertanyaan ku dulu. " jongsuk


"kau mau bertanya apa? " Jihyu


"Seokjin itu anakmu dengan Namgil atau kau sudah menikah lagi? " jongsuk


"ck.. untuk apa aku memberi tahu mu? apa urusannya dengan mu? yang jelas Lee Seokjin adalah anakku. " Jihyun


"hmm baiklah.. kau benar tidak ada urusannya denganku juga.. aku hanya ingin tahu apakah dugaanku benar atau tidak. " Jong suk


"bagus kalau kau mengerti. pergi laha skarang sebelum jinnie tiba di sini. " Jihyun

__ADS_1


"ne. aku akan pergi sekarang. tapi Jihyun ah.. kau bisa mencariku jika kau ada masalah. aku siap membantu mu. " jongsuk


"ck.. kau kira aku akan percaya dengan ucapanmu? aku tidak akan pernah percaya dengan orang-orang yang memiliki hubungan dengan laki laki sialan itu. " Jihyun a


"terserah kau percaya pada ku atau tidak. tapi aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku tadi. " setelah berkata seperti itu, jongsuk melangkahkan kaki jenjangnys keluar dari ruang rawat Seokjin, dan tak lama brangkar yang berisikan Seokjin di atasnya tiba di ruang rawatnya.


Jihyun dan Young ae langsung mendekati kesayangan mereka.


"anak nakal. sudah eomma bilang jangan ikut pelajaran olahraga, kenapa kau malah ikut hmm?" kata Jihyun dengan menggenggam lembut tangan Seokjin yang bebas Infus.


"Jihyun, sudah nak. jangan mengomeli jinnie. walaupun jinnie belum sadar, tapi dia bisa mendengar mu. kau mau dibawah alam sadarnya dia bersedih karena omelanmu itu? " Young ae


"ne eomma mian.. hehehehe.. "


"eomma tolong jaga jinnie ne.. aku akan pulang kerumah dulu menyiapkan bajuku dan baju jinnie selama dia dirawat dirumah sakit. " Jihyun


"baiklah.. mau hati hati ne. "


"nde eomma.. aku pergi dulu ne. "


.


.


.


Jongsuk yang masih berada di rumah sakit,melihat Jihyun seperti akan pergi. dengan cepat, Jong suk memberhentikan taksi dan diam diam mengikuti mobil Jihyun. Namun sialnya, dipersimpangan jalan, Jongsuk kehilangan jejak mobil Jihyun.


"kau tidak akan bisa mengikuti ku Jong suk.. tidak akan ku biarkan kalian tahu dimana aku tinggal. " Jihyun


Sementara itu Jong suk merasa kesal karena kehilangan jejak Jihyun. padahal dia sudah merasa senang jika dia akan tahu dimana Jihyun tinggal.


"ahh.. cepat sekali dia membawa mobilnya. apa dia tahu aku mengikutinya? Jihyun ah, seperti nya kau sudah berubah menjadi sosok lain yang tak ku kenal. kau bukan Jihyun ku yang lembut seperti dulu lagi. tapi aku menyukai nya. " gumam jongsuk


.


.


.


Sesampainya dirumah, Jihyun langsung memasukkan beberapa baju miliknya dan Seokjin. saat ingin mengambil baju nya, tidak sengaja Jihyun menjatuhkan sesuatu dari balik tumpukan bajunya.


"ini kan..... bodoh. kenapa aku masih menyimpan nya? seharusnya aku buang saja saat itu. toh aku juga tidak akan menggunakannya lagi." kata Jihyun, namun teihat wajah nya yang berubah menjadi sendu mengingat kenangan manisnya bersama mantan suaminya.


.


.


.


TBC


...Tolong dukung aku di novel pertama aku yaa.....


...jangan lupa like, vote, comment and subscribe.....


...TERIMA KASIH.. 😆🥰...

__ADS_1


__ADS_2