
Jihyun dan Seokjin tiba di rumah mereka dan disambut oleh Young ae dan Jungkook.
"selamat datang datang cucu halmeoni yang tampan..semoga kau selalu sehat sayang.. " young ae
"nde Terima kasih halmeoni.. kookie Hyung.. kalian tidak perlu menyambut ku seperti ini.. kalian pasti lelah.. " Seokjin
"yak.. bayi hamster.. siapa yang lelah eoh.. hyung senang melakukannya untukmu. iyakan halmeoni.. " tanyanya pada Young ae.
"nde, benar yang dikatakan kookie. dan halmeoni sudah menyiapkan makanan kesukaan mu juga.. caa.. sekarang bersihkan dirimu dulu dan bersiap makan ne.. " Young ae..
"nde halmeoni.. " Seokjin
"hyung bantu ya jinnie.. dan kau jangan menolak, hyung tidak merasa direpotkan olehmu. " jungkook menawarkan bantuannya sedikit memaksa karena tahu Seokjin akan mengatakan tidak.
"jinnie, cuci kaki dan tanganmu dulu sayang setelah itu makan, minum obat juga vitamin mu kemudian istirahat lah dikamarmu. ingat pesan paman min hoo? kau boleh keluar dari rumah sakit tapi harus tetap istirahat dirumah. " Jihyun mengingat kan Seokjin.
"siap eomma. ayoo hyung.. " ajak Seokjin pada jungkook untuk kekamarnya.
.
.
.
sementara Seokjin dan Jungkook ke kamar, Jihyun menghampiri young ae dan menceritakan kedatangan Jong suk di rumah sakit.
"lalu setelah kau mengatsksnnya, apa katanya? " tanya Young ae
"aku tidak tahu eomma.. setelah mengatakannya, aku langsung pergi dan masuk kembali ke ruang rawat jinnie. " Jihyun
"kau belum bisa memaafkannya nak?" tanya Young ae
Jihyun menggelengkan kepalanya.
"tidak eomma.. aku belum bisa memaafkan dia.. secara tidak langsung dia juga bersengkokol dengan mantan mertuaku untuk. membuat aku dan namgil berpisah. karena kebodohannya itu, aku bukan saja kehilangan keluarga kecilku tapi Seokjin. Seokjin yang tidak tahu apa apa menajdi korban karena keegoisannya eomma, dan aku tidak akan memaafkannya. " kata Jihyun dengan perasaan nya yang marah bercampur sedih karena merasa bersalah pada Seokjin.
"eomma mengerti sakit hatimu pada mereka putriku, tapi eomma mohon jangan terlalu keras pada dirimu sendiri ne.. sekarang hapus air matamu, jika Jinnie melihatmu menangis, dia akan khawatir nanti. " kata Young ae memberi pengertian pada Jihyun
"nde eomma.. " dengan segera Jihyun menghapus jejak air mata lada pipinya dan tak lama datanglah Seokjin dan Jungkook.
"eomma, halmeoni ayo kita makan, jinnie sudah lapar. " kata Seokjin dengan nada manja, dan itu membuat Jihyun, young ae dan. jungkook gemas padanya.
"iya sayang ayo kita makan. " ajak jihyu
mereka semua makan malam bersama dengan nikmat dan hikmat, diselingi canda tawa, Seokjin tampak gembira dan bahagia.
setelah makan malam, Seokjin dan Jungkook menonton TV diruang keluarga dengan ditemani cemilan yang disediakan oleh Jihyun sebelumnya.
Saking fokus nya, Seokjin tidak mihat lagi arah tangannya hampir saja salah mengambil cemilan milik jungkook. jungkook yang sadar akan hal itu, memukul pelan tangan Seokjin. Seokjin yang dipukul terkejut walaupun sebenarnya itu tidak sakit sama sekali.
"hyung, kenapa kau memukul tanganku hyung..? tanya Seok Jin
" lebih baik aku memukulmu dari pada aku melihatmu kembali masuk rumah sakit. " jawab jungkook
"memangnya kenapa hyung? "
"jinnie, kau hampir saja mengambil cemilanki dan kau tahu, cemilanki ini berbahan kentang. alergimu bisa kambuh jika tidak ku cegah.. " kata jungkook memperingati Seokjin
"benarkah? wahhh gomawo hyung.. jinnie tidak tahu jika tangan ini mengarah ke hyung.. hehehehe. "
"iya tidak apa apa..lain kali kau harus lebih berhati hati ne.."
"nde hyung.. "
"jinnie, kookie. sudah jam 22.00 kalian kembali ke kamar dan istirahat. kookie besok kau sekolah dan jinnie kau masih harus istirahat sampai besok, arra? " Jihyun
Tanpa membantah perintah Jihyun, Seok Jin dan jungkook bersiap mematiakn televisi meninggalkan ruang keluarga.
"nde eomma/eomeoni.."
"jinnie jangan lupa minum susu dulu, sudah eomma siapkan di kamarmu, minum sebelum dingin dan kookie ada susu pisang kesukaaanmu juga. "Jihyun
" wah benarkah eomeoni? Terima kasih eomeoni.. maaf jika merepotkan. " jungkook
"aniyo sayang.. kau sudah eomma anggap seperti anak sendiri. jadi jangan sungkan seperti ini lagi ya.. " jelas Jihyun
"nde eomeoni.. gomawo.. ayo jinnie kita kekamar." jungkook
"ayo hyung.. selamat malam eomma.. mimpi indah ne eomma, saranghae.. " Seokjin.
"nde sayang.. saranghae.. " ucap Jihyun sambil. mencium sayang dahi Seokjin dan jungkook.
.
.
.
Paginya di keluarga Kim. NamJoon memilih untuk tidak sarapan bersama keluarganya, dia memutuskan untuk pergi lebih cepat kesekolah dan akan sarapan disana saja.
"NamJoon ah.. sarapan dulu baru setelah itu kau berangkat kesekolah, lagipula ini masih pagi kau tidak akan terlambat jika sarapan dulu bersama kami disini. " nyonya Kim
"tidak halmeoni.. aku akan sarapan disekolah saja, aku juga sudah janjian dengan JiMin. kalau begitu aku pamit dulu." NamJoon membungkukkan tubihnya tanda hormat dan pergi dari sana.
"namgil ah, apakah ini yang kau inginkan? membuat cucuku menghindari neneknya sendiri? kenapa kau mengatakan kebohongan padanya?!!? " kata nyonya Kim dengan sedikit rasa amarah yang masih ia tahan.
"memang apa yang kukatakan padanya? aku hanya mengatakan kebenarannya. " jawab namgil tanpa ada rasa ragu.
"kebenaran katamu? yang kau katakan padanya adalah kebohongan!!!! "
"kebohongan dimananya eomma?!!! kata kataku yang mana!!!! " jawab namgil tak kalah emosi
"sebenarnya ada apa ini? jelaskan padaku. " tuan Kim
nyonya kim menceritakan pada suaminya apa yang ia dengar kemarin saat namgil menceritakan mengenai perceraiannya dengan Jihyun. Tuan Kim yang mendengar penjelasan dari istri nya, sedikit tersulur emosi.
__ADS_1
"kenapa kau sampai bercerita itu pada NamJoon Kim namgil? " tanya tuan Kim
"memangnya kenapa? dia anakku dan dia berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi. aku tidak ingin anakku, membenci ibunya kandungnya sendiri atas kesalahan yang Jihyun tidak pernah lakukan.dan kalian lah buang masalah sebenarnya. " jawab namgil dingin
"jaga bicaramu.!! " tuan Kim
"ck.. untuk apa aku menjaga cara bicaraku sedangkan kalian tidak pernah menjaga sikap kalian." jawab namgil.
"ahh satu lagi.. aku ingatkan disini. Kim NamJoon adalah ANAKKU dan JIHYUN. kalian tidak punya hak atasnya. jadi jangan mengatur putraku seperti kalian mengaturku dan jangan mencoba menghasut putraku untuk membenci Jihyun. atau kalian lah yang akan di benci NamJoon. " tegas Namgil lalu pergi meninggalkan kedua orang tua itu.
"arghhhh.. Kim namgil. kenapa anak itu tidak pernah menuruti kemauan kita? kenapa dia selalu saja membangkang..!!! " nyonya kim
"jaga emosimu. menghadapi namgil tidak bisa dengan emosi. anak itu sudah banyak berubah dari beberapa tahun yang lalu. kita harus tenang. " tuan Kim
"tapi bagaimana jika NamJoon benar benar membenci kita? aku tidak ingin dia berbalik membenci kita, itu akan menggagalkan rencana ku yang selama ini sudah ku susun. aku tidak ingin namgil dan Jihyun bersatu kembali. namgil sudah ku jodohkan dengan rekan bisnis kita yang bisa memajukan perusahaan kita. " nyonya Kim
"makanya ku ingatkan untuk tenang. " tuan Kim
Tuan dan Nyonya Kim tampak mikirkan sesuatu.
'apalagi yang akan direncanakan mereka? 'batin seseorang yang sedari tadi memperhatikan perdebatan namgil dan kedua orang tuanya. Setelahnya orang itu pergi dari tempat persembunyian nya.
.
.
.
Disekolah, secara tiba tiba, NamJoon mengajak jimin untuk ke restaurant seefood yang sebelumnya sudah mereka datangi beberapa minggu yang lalu.
"tumben kau ingin kesana lagi? ada apa? apa makanannya enak? " tanya jimin
"iya makanannya enak dan pas di lidahku, rasanya seperti masakan eommaku dulu. " NamJoon
"benarkah.? kau merasakan apa yang kurasakan juga. aku jadi rindu masakan Jihyun eomma.. " jawab jimin
"selain itu, siapa tahu aku bertemu dengan anak kecil yang kemarin menabrakku. "
jimin yang mendengar ucapan NamJoon mengernyit bingung.
"hah?? kau merindukan anak kecil itu? tiba tiba? " tanya jimin penasaran.
"iya.. aku juga tidak tahu kenapa tiba tiba merindukannya. Rasanya aku ingin sekali memeluknya.. " NamJoon
"wah.. jangan jangan kau jatuh cinta padanya joon? " tanya jimin Asal
karena ucapannya itu Jimin mendapat jentikan dari jari NamJoon pada dahi mulusnya.
Tak..
"akhssss... sakit bodoh. " ringis jimin sambil memegang dahinya yang dipukul NamJoon.
"siapa suruh kau asal bicara. mana mungkin aku jatuh cinta dengan bocah, terlebih lagi dia laki laki. " omel NamJoon pada jimin
"ya kan siapa tahu. habis kau aneh, mas atiba tiba kau merindukan nya dan ingin memeluknya? ya walaupun ku akui anak itu sangat menggemaskan, apalgi pipi bulannya itu. " gemas jimin
kali ini giliran Jimin yang memukul dahi NamJoon namun gerakannya kalah cepat dengan NamJoon.
"hahha.. kau takkan bisa memukul dahi paripurnaku.. aku kan lebih tinggi dari mu. hahaha. " tawa NamJoon, dan itu sukses membuat jimin merasa kesal.
"sudahkah jangan marah seperti anak kecil seperti itu. kau mau kan menemaniku?" tanya NamJoon sekali lagi pada jimin
"baiklah.. lagipula aku ingin sekali makan disana lagi. tapi siapa ya nama anak itu? " jimin
"jinnie.. aku ingat namanya Jinnie. " NamJoon
.
.
.
Bel sekolah berbunyi, tanda sekolah sudah berakhir. NamJoon dan Jimin bersiap untuk ke restaurant seefood itu. namun saat ingin keluar dari sekolah. tampak sosok ayahnya berdiri disamping mobil sedan hitamnya. NamJoon terkejut dan mempercepat langkahnya ke posisi Namgil.
"appa... " sapa NamJoon
"selamat sore paman. " sapa jimin
"Hai sayang. sore jimin ah.. " jawab namgil
"appa, kenapa appa kemari? appa tidak bilang akan menjemput ku.. " tanya NamJoo
"Mmm.. appa ingin memberi mu kejutan. kau suka appa menjemput mu? " tanya namgil
"nde appa, aku senang sekali appa bisa menjemput ku. " jawab NamJoon girang.
"baiklah kalau begitu kita pulang ya sayang. " anak namgil, namun NamJoon menggelengkan kepalanya.
"kenapa nak? kau ingin mampir ke suatu tempat dulu? " tanya namgil.
"nde appa, aku ingin ke restaurant seefood yang ada di ujung persimpangan sekolah ku. " NamJoon
"restaurant seefood? tapi kan kau tidak menyukai seefood nak? " tanya namgil
"disana juga menyediakan makanan selain seefood appa.. dan masakannya enak sekali mirip dengan masakan eomma. " jawab NamJoon dengan semangat.
Namgil diam. benarkah yang dikatakan anaknya jika masakan di restaurant tersebut mirip dengan masakan mantan istrinya, diapun dibuat penasaran.
"baiklah, kita bersama sama saja kesananya bagaimana? appa jadi penasaran. " ajak namgil
"benarkah appa? kau mau? " senang NamJoon
"iya sayang. ayooo.. jimin ah kau ikut juga.. " ajak namgil pada jimin
"yes.. gomawo paman.. " jimin
__ADS_1
Mereka bertiga masuk ke mobil dan menuju restaurant seefood yang NamJoon mau. Sesampainya disana, seperti biasa suasana restaurant masih ramai, tapi untungnya masih ada meja yang kosong untuk mereka bertiga. setelah masuk dan duduk di meja kosong tersebut, seorang pelayan mendatangi mereka dan menawari menu restaurant dengan ramah dan sopan.
"selamat sore tuan tuan. bisa saya bantu tuan tuan ingin memesan apa?" pelayan
"menu yang terenak dan terlaris disini 2 porsi dan satu set bulgogi dan 3 air mineral. " jawab namgil
"baiklah.. di tunggu pesanannya tuan. " jawab ramah pelayan itu lalu pergi dari sana
NamJoon tampak celingak celinguk mencari seseorang. Namgil yang menyadari tingkah anaknyapun bertanya.
"kau sedang mencari seseorang nak?" tanya namgil
"ahh.. nde appa. tapi seperti nya dia tidak ada disini. " jawab NamJoon, dapat dilihat ada segera rasa kecewa karena dirinya tidak bisa bertemu dengan Seokjin.
'sebenarnya ada apa dengan ku? kenapa aku kecewa seperti ini karena anak itu tidak ada disini. sadarkah Kim NamJoon. ' batin NamJoon
hingga makanan pesanan mereka datang, sosok anak yang ditunggu NamJoon juga belum menampakkan dirinya. Namgil yang menyantap makanan itu, dibuat terdiam saat mencicipi nya.
'rasa ini... ' namgil
ketika ada pelayan yang datang, namgil memanggilnya.
"iya ada yang bisa saya bantu tuan? " tanya pelayan itu.
"nde.. saya ingin bertanya, siapa chef yang memasak disini? " namgil..
"memang nya ada apa tuan? apa makanannya tidak enak atau ada yang salah dengan makanannya? " tanya pelayan itu lagi
"ahh tidak.. masakannya enak. sangat enak. maka itu saya ingin menanyakan siapa yang memasaknya. " jawab namgil
"yang memasak chef Myung soo namanya tuan." pelayan
"oohh begitu. baiklah Terima kasih. "
pelayan itu menunduk kan kepalanya sopan, dan pergi meninggalkan namgil.
'ternyata bukan dia.. ' namgil
setelah makan dan ingin membayar, ada sosok anak laki laki berlari masuk.
"jinniee, noona bilang jangan lari.. nanti kau jatuh " soonhyun mengejar Seokjin yang masuk ke restaurant dengan berlari
karena suara soo hyun yang lumayan keras, membuat NamJoon mencari asal suara itu, dan benar saja sosok anak kecil yang ia tunggu sedang dikejar oleh soo hyun. NamJoon menghampiri posisi anak laki laki itu, dan tepat saat anak itu mau terjatigt, namjoon menangkapnya.
"hampir saja... " NamJoon
Seokjin yang menutup matanya, karena mengira dia akan jatuh, membuka matanya ketika dia tidak merasakan sakit pada tubuhnya. dan saat melihat siapa yang menangkap tubuhnya, dia terkejut sekaligus senang.
"hyungggggggg." teriak Seokjin
"nde.. kau masih ingat denganku? " NamJoo
"tentu jinnie ingat dengan hyung. hehehe. " jawab Seokjin sambil mengangguk lucu, dan itu membuat NamJoon dan Jimin gemas
"kenapa kau ini lucu sekali sihh. " gemas jimin
"jinnie memang menggemaskan hyung.. " jawab Seokjin percaya diri
NamJoon dan Jimin pun tertawa mendengar ucapan Seokjin. dan tak lama soohyun datang menghampiri mereka dengan nafas tersengal sengal.
"jinnie, noona akan menadukan hal ini pada eomma mu. kau ini baru saja sembuh kenapa berlari seperti itu.. kalau kau jatuh tadi bagaiamana eoh..?" soohyun
"maaf noona... jangan katakan pada eomma ne..nanti jinnie tidak boleh keluar rumah. jinnie bosan noona. " Seokjin
"makanya nurut dengan kata kata noona sampai nenekmu menjemput mu. arra? "
"nde noona.. "
"kau baru sembuh? memangnya kau sakit? " tanya NamJoon
"ahh iya hyung.. beberapa hari yang lalu jinnie dirawat dirumah sakit. tapi sekarang jinnie sudah baik baik saja. " jawab Seokjin
ketika sedang asik bicara, namgil datang menemui mereka.
"namjoon, appa sudah membayar makanan kita, ayo lekas kita pulang. " ajak namgil
"nde appa sebentar. " NamJoon
Namgil melihat sosok anak kecil yang di pegang tangannya oleh NamJoon. entah perasaan apa itu, jantung nya berdebar kencang saat melihat mata anak itu.. hatinya merasa kerinduan tapi namgil pun tidak mengerti kenapa.
"mmm.. jinnie.. boleh hyung memelukmu? ntah kenapa hyung ingin sekali memelukmu. " tanya NamJoon pada Seokjin
"mm.. karena hyung sudah menolong jinnie dua kali, hyung boleh memeluk jinnie.. "
Mendapat persetujuan dari Seok Jin, NamJoon langsung memeluk anak itu erat. NamJoon merasa bahagia sekaligus senang bisa memeluk Seokjin apalgi Seokjin membalas pelukannya.
Namgil yang melihat anaknya memeluk anak kecil itu, terharu. ada rasa bahagia didalam hatinya.
setelah acara pelukan selesai, namgil menanyakan siapa nama anak itu. Namgil menyesuaikan tingginya dengan Seokjin, dan mengelus kepala anak itu lembut. nyaman. itulah rasa yang dirasakan namgil dan Seokjin.
"nak, boleh paman tahu namamu siapa?"
"namaku Lee Seokjin, dan orang orang terdekat ku memanggilku jinnie. usiaku 7 tahun. hehhehe. " jawab Seokjin
"lee Seokjin.... "
.
.
.
TBC
hii readers...
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk like, vote, comment, give me a star ⭐ and subscribe.. Terimakasih... sampai ketemu di part selanjutnya.. bye bye 🙏💜