
"Eonnie.. sapa perempuan itu.. "
"ohh Yeri ah kau datang bersama siapa?" Tanya Jihyun, tidak lupa dia memeluk hangat mantan adik iparnya itu. Adik ipar yang masih berkomunikasi dengannya dan selalu membantu nya dulu hingga sekarang.
"aku datang bersama Yoongi dan Taehyung. tapi mereka katanya lapar, jadi pergi kekantin dulu. " jelas Yeri.
lalu Yeri menunduk hormat pada Young ae, dan Young ae menyambutnya dengan senyuman.
"apa kabarmu eomeoni? " Tanya Yeri pada Young ae
"baik nak. terimakasih sudah datang menjenguk Seokjin. " jawab Young ae ramah
"tidak perlu berterimakasih eomeoni. Seokjin sahabatnya taehyung dan aku sahabat Jihyun eonni jadi tidak masalah. " Yeri.
setelah menyapa dan berbincang sedikit dengan Young ae, Yeri melangkah mendekat ke ranjang Seokjin.
"hii jagoan imut imo. bagaimana kabarmu hari ini sayang? jauh lebih baik? " Tanya Yeri pada Seokjin.
"nde imo. jinnie sudah jauh lebih baik. "
Yeri sangat menyayangi Seokjin, jelas karena Seokjin sebenarnya adalah keponakannya. Namun Yeri tidak bisa mengaku pada Seokjin jika ia adalah imo kandungnya dan Yoongi serta taehyung adalah sepupunya.
namun Yeri tidak boleh egois, dia juga memahami keadaan Jihyun. Ia takut jika orang tuanya mengetahui keberadaan Jihyun maka mereka akan mengganggu kembali kehidupan Jihyun. dan jika mereka tahu kalau Seokjin adalah cucu kandungnya sama seperti NamJoon maka kemungkinan yang terjadi ada dua. yang pertama mereka tidak bisa menerima Seokjin dan membuat anak itu dalam bahaya atau yang kedua, mereka akan merebut paksa Seokjin dari Jihyun hal yang sama yang mereka lakukan pada NamJoon. dan Yeri tidak ingin itu terjadi.
Yeri mengelus lembut kepala Seokjin.
"kau jangan sakit jinnie.. imo sedih dan sangat khawatir ketika Taehyung mengatakan kau pingsan dan dibawa kerumah sakit. " kata Yeri selembut mungkin pada Seokjin
"ne imo.. maafkan jinnie ne.. membuat imo, taehyung dan Yoongi Hyung khawatir. " seokjin
"iya sayang, tidak apa apa nak. imo tahu kau namja yang kuat.. " Yeri
Brakk!!! suara pintu terbuka kasar dan pelakunya tidak lain adalah taehyung.
Seokjin yang sedang melanjutkan acara makannyapun tersedak karena bunyi keras itu, Yeri yang berada paling dekat dengan Seokjin, mengambil kan air minum untuk Seokjin sambil mengelus pelan punggung Seokjin menenangkan anak itu.
Karena ulahnya itu, Taehyung mendapatkan jentikan maut dari Yoongi di dahi nya dan Taehyung pun meringis kesakitan.
"Sakit Hyung.. dasar manusia es tidak berkeprimanusiaan. aku ini adikmu tahu. " marah taehyung pada Yoongi
"salahmu sendiri membuka pintu seperti itu, lihat Seokjin jadi tersedak karena ulah bodohmu itu. " Yoongi
"benarkah? jinnie kau baik baik saja kan? maafkan aku ne.. " kata taehyung dengan nada menyesal
"tidak apa apa tae tae.. aku baik baik saja. " jawab Seokjin
"lain kali jangan sesemangat itu alien.. " jungkook
"nde.. mian.. " Taehyung
Yeri, Taehyung dan Yoongi berada diruang rawat Seokjin hingga sore hari. yeri yang bicara serius dengan Jihyun dan Young ae serta Yoongi, dan para bocil yang asik dengan ocehan unfaedah mereka. Ketika matahari sudah menunjukkan warna senjanya, Yeri pamit pulang karena suaminya akan pulang sebentar lagi dari kantor.
.
.
.
Dimobil menuju rumah nya, Yeri melirik ke bangku belakang, dilihat nya Taehyung nyang sudah tertidur lelap. Yeripun mengajak Yoongi bicara.
"Yoongi ah, kau ingat pembicaraan kita bersama Jihyun eonnie dirumah sakit tadi? " Tanya Yeri pada Yoongi
"nde eomma. eomma tenang saja, aku akan membantu menjaga Jihyun imo dan Seokjin. eomma bisa percaya padaku. " kata Yoongi meyakinkan Yeri untuk tidak terlalu khawatir dengan keadaan Jihyun dan Seokjin jika keberadaan mereka di ketahui oleh kakek dan neneknya atau bahkan pamannya sendiri.
__ADS_1
jelas Yeri mulai khawatir, saat di ruang rawat Seok Jin tadi, Jihyun mengatakan jika Jong suk adalah wali kelas Seokjin yang baru dan itu tidak menutup kemungkinan suatu saat Seok Jin bisa bertemu dengan Namgil. walaupun Jong suk sudah berjanji dia tidak akan mengatakan apapun pada Namgil atau siapapun kalau dirinya bertemu dengan Jihyun dan mengetahui jika Seokjin adalah putranya, tetap saja Jihyun merasa khawatir. Bisakah Jong suk mengunci mulutnya rapat rapat??
"di sekolah juga ada Taehyung yang bisa membantuku mengawasi jinnie eomma. jadi eomma jangan terlalu khawatir. " Yoongi
"iya kau benar juga. eomma lupa jika taehyung sekelas dengan Seokjin.. " yeri
.
.
.
dirumah kediaman Kim nampak anak muda sedang duduk fokus membaca buku yang ia pegang.
"NamJoon ah, kau sedang membaca buku apa nak? kau tampak serius sekali. " Tanya Namgil pada putra semata wayangnya itu.
"ahhh.. aku sedang membaca novel appa. " jawab NamJoon tanpa mengalihkan pandangannya didepan buku itu
"novel? apa soal apa? jangan bilang itu novel dewasa eoh? " goda Namgil pada putranya itu
NamJoon yang awalnya fokus pada bukunya, menoleh pada appanya.
"bukan appa. aku mana mau baca buku dengan nuansa dewasa. "
"lalu menceritakan apa? " tanya Namgil lagi
"soal keluarga. keluarga broken home. orang tuanya cerai dan itu membuat sepasang kakak adik berpisah, ingin bertemu tapi keduanya tidak tahu berada dimana, kedua orang tuanyapun bungkam seperti sengaja untuk tidak mempertemukan kedua adik kakak ini. " jelas NamJoon pada Namgil.
Namgil diam mendengar penjelasan mengenai cerita novel itu dari NamJoon.
"seperti kisahku kan appa? tapi sayangnya aku tidak mempunyai adik. tapi aku tidak tahu eomma ada dimana sekarang, lagi apa, sehat atau tidak. " kata NamJoon dengan nada sedih.
sesungguhnya dia merindukan sosok ibu kandungnya yang telah bertahun tahun meninggalkannya tanpa menjenguk nya sama sekali. Tapi ketika kakek neneknya menceritakan kenapa appa dan eomma berpisah, dan itu disebabkan karena ibu nya selingkuh lalu sengaja meninggalkan ayah dan dirinya demi laki laki lain, maka NamJoon menjadi membenci ibunya. Tapi benarkah itu? sampai sekarang NamJoon belum benar benar mempercayai penjelasan dari kakek dan neneknya. didalam hati kecilnya, dia masih percaya jika ibunya tidak akan melakukan hal rendah seperti itu.
NamJoon diam, dia bingung ingin menjawab apa. di satu sisi ia ingin menjawab iya, namun disisi lain, jika mengingat penjelasan kakek dan neneknya maka ia akan bilang tidak.
"appa tahu jika kau masih mempercayai apa yang dikatakan kakek dan nenekmu. tapi nak, kau tahu appa menyesal karena telah mempercayai merrka." Namgil
NamJoon yang mendengar perkataan namgil menatap namgil bingung.
"maksud appa? kakek dan nenek berbohong soal eomma? " Tanya NamJoon penasaran
"nde.. " jawab namgil singkat
"appa tahu darimana jika kakek dan nenek berbohong? dan apa alasannya? " Tanya NamJoon lagi
"appa tahu dari bibimu Min Yeri. setelah perceraian appa dan eommamu, bibimu masih berkomunikasi dengan eommamu hingga beberapa tahun sebelum akhirnya mereka lost contact. bibi mu mengatakan jika eommamu tidak selingkuh, dan laki laki yang disangka selingkuhan eommamu itu adalah sepupu jauh eommamu yang sebelumnya appa tidak kenal. karena ia tinggal di luar negeri, dan 3 tahun seletelah bercerai ibu mu juga tidak menikah lagi nak. "
"benarkah itu appa? " kini suaranya gemetar menahan tangis
"nde.. appa juga sudah bertemu dengan laki laki itu, dan benar yang dikatakan bibimu, dia sepupu eomma mu. kakek dan nenekmu dari awal tidak setuju dengan pernikahan appa dan eomma, karena eommamu bukan berasal dari kalangan kolega bisnis kakekmu. setelah mengetahui kebenaran itu, appa segera mencari eomma mu, namun hingga sekarang appa belum menemukannya. ntah dimana dia sekarang. " jelas namgil
NamJoon hanya terseyum simpul, air matanya sudah jatuh membasahi pipinya. ia tidak menyangka jika kakek dan neneknya bisa bersikap licik seperti itu. Benar, bukan eomma nya yang bersikap rendah tapi kakek dan neneknyalah yang bersikap seperti itu.
"tapi kenapa eomma tidak pernah datang menemui ku appa? kalau memang kesulitan untuk bertemu dirumah, kenapa eomma tidak mencoba menemuiku di sekolah? " NamJoon
"mian NamJoon. jika itu appa tidak tahu nak, mungkin eommamu ada alasan untuk melakukan itu. " namgil
"apapun alasannya eomma keterlaluan. apa eomma tidak rindu padaku? apa dia tidak merindukanku appa? aku anaknya, anak satu satunya, tapi kenapa eomma seperti sudah melupakanku?!! " kata NamJoon dengan sedikit meninggikan suaranya.
"kau mau membantu appa mencari eommamu? jika kita bisa menemukannya, kau bisa menanyakannya padanya sendiri. " tawar namjoon
"tidak. aku tidak mau appa. eomma saja tidak berusaha untuk menemui ku, untuk apa aku capek capek mencari keberadaannya? jika eomma tidak ingin menemui ku begitu juga denganku. " tegas NamJoon lalu dia bergegas meninggalkan tempat duduk nya dan kembali masuk ke mansion.
__ADS_1
Namgil membiarkan NamJoon pergi meninggalkannya. mungkin ia butuh waktu untuk menenangkan dirinya sendiri.
"hahh.. dimana kau Jihyun ah? kau tahu aku dan NamJoon merindukanmu. apakah keadaanmu baik baik saja? maafkan aku Jihyun ah.. maafkan aku yang tidak bisa menjaga keluarga kecil kita.. " lirih namgil penuh penyesalan.
'jadi namgil sudah tahu kejadian yang sebenarnya dan dia berusaha mencari Jihyun kembali? tidak. hal itu tidak boleh terjadi, mereka tidak boleh bersatu kembali. ' gumam seseorang di balik dinding yang sedari tadi mendengar percakapan antara namgil dan NamJoon.
'eomma, kau adalaah sosok ibu terburuk yang pernah ada. dan aku sangat malu mempunyai ibu selicik dirimu. '
"Eomma sedang apa disini? ayo kita bertemu dengan nenek dan kakek, mereka ada di ruang keluarga. " Yoongi
"ohh nde.. eomma tadi melihat pamanmu di disini, ternyata eomma hanya salah lihat. Ayo, kita temui mereka. dimana Taehyung?" Yeri
"dia sudah duluan. katanya ia mau langsung ke kamar NamJoon saja. karena dia tidak ingin bertemu dengan kakek dan nenek. " jelas Yoongi
"oohhh.. baiklah. jika taehyung tidak mau makan jangan dipaksakan. " Yeri
Yoongi hanya menganggukkan kepala nya. Taehyung memang tidak menyukai kakek dan neneknya, tidak ada alasan khusus hanya saja taehyung pernh dimarahi dan melihat eomma nya pernah dipukul oleh kakek dan neneknya dan itu membuatnya tidak menyukai kakek ataupun neneknya.
Yoongi dan Yeri pun menuju keruang keluarga, dan benar saja, disana tuan dan nyonya Kim sedang duduk manis sambil membacs koran dan majalah.
"eomma.. appa.. aku datang. " sapa Yeri
"ohh putriku Min Yeri akhinya kau datang juga nak. kau tidak lupa kalau orang tuamu masih hidup hmm, kenapa jarang sekali kau kemari hanya sekedar melihat keadaan kami?? " nyonya Kim
'aku berharap kalian mati malah. ' Yoongi
"maaf aku sibuk. aku kemari hanya ingin melihat keadaan kalian saja, dan langsung pulang sebelahnya. Yoongi ah, cepat panggil Taehyung dan kita akan segera pulang." jawab Yeri sedikit ketus
"kenapa cepat sekali nak? " nyonya Kim ingin memegang bahu sang putri, tapi Yeri langsung mundur beberapa langkah. Nyonya Kim terkejut dan sedikit sakit hati melihat sikap Yeri padanya yang belum berubah sejak perceraian Namgil dan Jihyun.
"jangan menyentuh ku eomma. aku tidak ingin disentub dengan wanita licik seperti mum toh aku kesini hanya ingin melihat kalian masih hidup atau tidak. dan ternyata masih hidup itu sudah cukup untukku.
Tuan Kim yang dari tadi diam, menegur sang putri karena kata katanya yeng kasar dan tidak sopan.
"siapa yang mengajarimu untuk tidak bersikap sopan pada ibumu sendiri hah??!! " marah Tuan Kim
"ck.. kalian. kalian yang mengajariku. " jawab lantang Yeri.
tak lama Yoongi dan Taehyung turun ditemani oleh NamJoon.
"" ayo eomma kita pulang. " ajak taehyung
"iya sayang. "
"taehyung ah.. kau tidak ingin menyapa halmeoni dan harabeoji dulu sayang?" nyonya Kim
"tidak mau. tae tae mau pulang. ayo eomma. " desak taehyung
dengan langkah cepat, Yeri, Yoongi dan Taehyung pergi meninggalkan kediaman keluarga Kim dan itu membuat tuan dan nyonya Kim marah, dan pandangan mereka baralih pada NamJoon.
"NamJoon ah, kemarilah kita nonton TV bersama. " ajak tuan Kim
"maaf. tapi aku ingin ke kamar saja. " jawab NamJoon dengan nada dingin.
tanpa permisi NamJoon pergi meninggalkan kedua orang paruh baya itu. Tuan kIm bingung dengan sikap dingin NamJoon, ada apa sebenarnya dengan cucu nya itu?
.
.
.
TBC
__ADS_1
Hiii.. readers.. jangan lupa vote, like, comment and subscribe yaaa.. mohon dukungannya untuk karyaku ini.. semoga sukaa.. thank youuu 💜