
Setelah pergi meninggalkan jamuan makan malam di kediaman keluarga Kang, Namgil tidak langsung pulang kerumahnya. ia mampir ke suatu kedai dan membeli beberapa kudapan dan beberapa botol soju.
'Aku yakin setelah ini eomma dan appa akan memarahiku bahkan memakiku. Hah.. aku jadi malas pulang ke rumah. ' Namgil
Namgil memutuskan untuk tidak pulang kerumahnya namun dia akan menginap di rumah salah satu sahabatnya. Dengan keadaan setengah mabuk, Namgil menghubungi sahabat nya untuk menjemputnya, karena keadaannya tidak memungkinkan untuk mengendarai mobil.
Tiga puluh menit berlalu akhirnya sahabat Namgil itupun telah sampai di kedai yang dimaksud namgil.
"aigooo.. kau ini sudah tidak muda lagi kenapa masih mabuk begini. " seru sahabat nya
"ohh.. kau sudah datang rupanya.. kenapa lama sekali..? " gerutu Namgil
"dasar tidak tahu terimkasih. kau tahu jarak dari kedai ini dengan apartemenku tidak dekat dan berterima kasihlah padaku karena aku sudah mau menjemputmu. " protes orang itu
"ne.. ne.. gomawo jong suk ah.. kau memang sahabat terbaikku. " namgil
laki laki yang bernama Jong suk itu hanya menghembuskan nafasnya melihat tingkah sahabatnya ini.
"kali ini ada apa lagi hah? apa kedua orangtuamu kembali membuat ulah denganmu.? " tanya jong suk
Namgil tersenyum simpul mendengar pertanyaan sahabat nya itu.
"ne.. apalagi memangnya selain membuat hidupku tambah susah. belum puas mereka memisahkan ku dengan Jihyun, sekarang mereka ingin menjodohkanku dengan perempuan muda, Gila memang. aku ini duda anak satu masa mau dinikahkan dengan gadis muda yang umurnya sajajauh di bawahku. " jelas namgil
"ne.. aku tahu orang tuamu memang sudah gila dan kau semakin gila karena nya. " jongsuk
"jong suk ah.. aku masih mencintainya. aku sudah mencari keberadaannya selama 5 tahun ini, tapi aku juga belum menemukannya, kira kira dimana dia? kenapa sulit sekali bagiku untuk menemukannya. " namgil
"sabar. jika kalian ditakdirkan untuk kembali bersama, maka suatu saat nanti kau akan menemukannya kembali. bukankah kalau jodoh itu takkan kemana. " jongsuk
"tapi apakah dia bisa memaafkanku? kesalahan ku sangatlah besar padanya. " namgil
"kalau itu aku tidak tahu. istri mana yang tidak kecewa karena suami nya yang ia cinta tidak percaya pada kesetiannya dan malah mengusir hingga menceraikannya tanpa mau mendengar penjelasannya terlebih dahulu. " jong suk
"aku memang bodoh. begitu mudahnya aku terhasut dengan omongan eomma dan appa yang sudah jelas tidak menyukai Jihyun sebagai menantunya. " namgil
"itu kau tahu. tapi namanya penyesalan memang selalu datangnya terlambat. sekarang lebih baik kau pulang dan istirahat. aku antar ayo. " jongsuk
"tidak. aku tidak ingin pulang kerumahku. biarkan aku menginap dirumahmu malam ini. aku perlu menenangkan pikiranku. kalau aku pulang yang ada aku hanya akan berkelahi dan adu mulut dengan kedua orang tuaku. " jelas namgil
"tapi bagaimana dengan NamJoon? kau sudah bilang padanya.? " jongsuk
"akan ku hubungi setelah sampai di rumahmu. " namgil
"baiklah kalau begitu, ayoo. " jong suk
"Terima kasih jong suk ah.. " namgil
Jongnsuk membantu memapah Namgil berjalan menuju mobilnya. Jong suk sengaja tidak membawa mobilnya karena ia tahu, kalau sahabatnya itu membawa mobil.
.
.
.
"jinnie, kau sudah minum vitaminmu nak? " jihyun
"belum eomma.. nanti saja ketika mau tidur. Jinnie masih mengerjakan tugas sekolah dengan Kookie Hyung. " Seokjin
"minum sekarang sayang.. setelah itu lanjut lagi mengerjai tugas sekolahnya. " jihyun
"iya jinnie.. minum dulu vitaminmu, kan hanya sebentar. " bujuk jungkook
"baiklah, jinnie akan minum sekarang." Seokjin
"dasar kau ini, giliran Jungkook saja langsung dikerjakan. Giliran eomma banyak nantinya. " jihyun
"jangan cemburu eomma. eomma tetap nomor satu di hati jinnie." Seokjin
"hahaha.. kau ini bisa saja membuat hati eomma senang sayang. nah, ini vitaminmu dan tidurnya jangan lewat jam 9 arra?" jihyun
"siap eomma.. " Seokjin
.
.
.
"anak itu tidak pulang semalam yeobo?" tanya nyonya Kim
"Tidak. lihat saja dia tidak ada di meja makan ini kan.? berarti dia tidak pulang semalam. " tuan Kim
"hah.. dia masih saja keras kepala. dia tidak tahu kalau apa yang kita lakukan ini untuk kebaikan dirinya sendiri. " nyonya kim
"anak itu kan memang keras kepala dari dulu. " tuan Kim
"pagi halmeoni.. harabeoji.. " sapa Namjoon
"ooh.. pagi sayang.. ayo lekas sarapan nanti kau malah terlambat kesekolah. " nyonya Kim
"nde halmeoni.." NamJoon
Tuan Kim melihat NamJoon makan dengan nikmat tanpa menanyakan kehadiran ayahnya yang tidak ada di meja makan pagi ini.
"tumben kau tidak menanyakan appa mu NamJoon ah? " tuan Kim
"hmm.. appa sudah memberitahuku semalam jika ia tidak pulang dan menginap do apartemen sahabatnya. " jawab NamJoon
__ADS_1
"oohh jadi dia mengabarimu tanpa mengabari kami orang tuanya? " nyonya Kim
NamJoon hanya menggedikkan kedua bahunya menanggapi pertanyaan nyonya Kim
"oh ya, hari ini JiMin akan menjemput ku jadi tidak perlu di antar supir. " NamJoon
"baiklah kalau begitu. nanti harabeoji sampaikan pada pak jang. " tuan Kim
"nde.. " NamJoon
.
.
.
"Jin hari ini kita ada pelajaran Olahraga kata Lee ssaem permainan basket. kau ikut? tanya taehyung
" nde.. aku pasti ikut tae.. " Seokjin
"tapi jin, kau kan tidak boleh terlalu lelah. permainan basket itu pasti akan sangat melelahkan, aku takut kau malah sakit nanti. " jungkook
"tenang saja kookie Hyung.. jinnie tidak selemah itu kok. " Seokjin
"maaf jin, aku bukannya mengatakan kau lemah. tapi jihyun eomeoni menitipkan pesan padaku dan taehyung untuk tidak membiarkanmu terlalu lelah. Nanti akan ku sampaikan pada Lee Ssaem untuk memberimu izin. " jungkook
Taehyung menganggukkan kepala nya setuju dengan ucapan jungkook.
"aku ingin ikut pelajaran olahraga sesekali Hyung.. Tae.. jadi biarkan kali ini aku ikut ya. " mohon Seokjin dengan mata sendu
Jungkook dan Taehyung mana tega melihatnya. akhir nya dengan terpaksa mereka mengizinkan Seokjin untuk mengikuti pelajaran olahraga kali ini.
"baiklah, tapi dengan syarat, jika kau sudah merasa lelah maka katakan padaku atau Taehyung, otte? " jungkook
"siap kookie Hyung. gomawo. "
Jungkook, Taehyung dan Seokjin bersiap mengganti baju mereka dengan seragam baju olahraga.
Semua siswa dan siswi sudah berkumpul dilapangan indoor sekolah mereka untuk memulai pelajaran olahraga dengan pemanasan terlebih dahulu dan nanti dilanjutkan bermain basket.
Para siswa dan siswi melakukan pemanasan dan terakhir mereka diminta untuk berlari mengelilingi lapangan satu kali. Semua siswa melakukan dengan baik, namun Jungkook dan Taehyung tampak khawatir dengan sahabat mereka. Seokjin terlihat sudah mulai lelah. namun ketika ditanya, anak itu mengatakan jika dirinya baik baik saja.
selesai berlari mengelilingi lapangan. para siswa beristirahat terlebih dahulu, sedangkan Lee Ssaem menyiapkan beberapa bola basket .
"kau yakin baik baik saja jin? " Taehyung
"ne.. aku baik baik saja tae.. tenang saja. " Seokjin
"tapi wajahmu menunjukkan sebaliknya jin. " jungkook
"sudah.. kalian jangan terlalu khawatir. aku baik baik saja. percayalah. " Seokjin
"kalau lemah, lemah saja, jangan sok kuat. sudah tahu lemah malah olahraga. awas kau pingsan nanti.. hahaha.. " ejek jihoon
Taehyung dan Jungkook yang mendengar Seokjin dikatai seperti itu naik pitam.
"siapa yang kau bilang lemah anak manja. " taehyung
"siapa lagi kalau bukan sahabatmu itu. lebih baik suruh dia tidur daripada bermain basket lalu pingsan. " jihoon
"sialan. sepertinya mulutmu itu belum pernah merasakan panasnya tanganku ini ya. " jungkook
"sudah Hyung tae.. jangan di tanggapi. diam saja. " Seokjin
"tapi jin, dia keterlaluan. bahkan dia tidak tahu apa apa tapi seenaknya mengatakan kau lemah. " Taehyung
"biarkan saja. kata eomma, jangan menanggapi perkataan orang bodoh, nanti ikutan bodoh. " Seokjin
"apa? kau mengataiku bodoh? berani sekali kau. kau tidak tahu siapa aku? " jihoon
"ck.. siapa peduli kau ini siapa?!? anak raja sekali pun aku tidak peduli.!!" Jungkook
"kalian.. awas saja lihat nanti. " jihoon
"ck.. kau ini. aku bahkan lebih kaya darimu, tapi mulutmu itu besar sekali. tolong kalau kau masih punya malu, tutup rapat mulut sampahmu itu. karena bau nya tidak enak untuk di hirup. " Taehyung
Jihoon semakin kesal, niat ingin menghina Seok Jin namun malah dirinya yang terhina sekarang. Taehyung benar, jika keluarganya bahkan lebih kaya daripada keluarga jihoon. bahkan jika Taehyung meminta pada ayahnya untuk memutuskan kerja sama dengan perusahaan ayahnya jihoon, bisa dipastikan perusahaan ayahnya akan mengalami kerugian yang sangat besar.
'sial kenapa Taehyung harus menjadi sahabat anak lemah itu sih. ' Jihoon
(tidak tahu saja bahkan Seokjin jauh lebih kaya dari mereka semua 😄)
Tak berapa lama, Lee Ssaem telah datang kembali dan membawa sekeranjang besar bola basket.
"baik hari ini kita akan belajar bagaimana melempar, mengoper bola terlebih dahulu. Ssaem akan membagi kalian dengan satu tim 2 orang. " Lee Ssaem
Lee Ssaem membuat tim untuk masing masing siswanya, namun sialnya Seokjin dipasangkan dengan Jihoon. dan itu semakin membuat Taehyung dan Jungkook khawatir jika Jihoon akan melakukan hal yang buruk pada Seok Jin.
Taehyung dan Jungkook mengajukan protesnya untuk menukar Jihoon dengan mereka, namun Lee Ssaem tidak mengindahkannya.
Dan benar saja, Jihoon sengaja melempar bola itu sehingga sering out dari lapangan, Dan mau tidak mau Seokjin bolak balik mengambilnya. Sebenarnya Seokjin sudah merasakan jika badannya terasa lelah, namun ia memaksakan tubuhnya untuk bertahan hingga jam pelajaran olahraga selesai.
Kemarahan Jungkook dan Taehyung memuncak saat Jihoon dengan sengaja melempar bola basket ke arah kepala Seokjin sehingga mengenai Seokjin dan membuat anak itu terhuyung kebelakang, untung saja Lee Ssaem dengan cepat menangkap tubuh Seokjin sebelum menyentuh lantai.
"JIN. !!!! " Jungkook
Jungkook dan Taehyung bergegas menghampiri Seokjin yang sudah terbaring didekapan Lee Ssaem.
"Jin.. sadar Jin.. jangan tutup matamu. " taehyung
__ADS_1
"pus..sing tae.. kepa.. la.. ku sakit.. hiks.. " jawab Seokjin terbata bata.
Jungkook menghampiri Jihoon dan tanpa aba aba memukul anak itu hingga terjatuh.
"KAU.. KAU PASTI SENGAJA MEMUKUL KEPALANYA DENGAN BOLA ITU KAN!!! KENAPA KAU JAHAT PADANYA!! BAHKAN SEOKJIN TIDAK PERNAH MENGGANGGUMU!!!" marah Jungkook
"Jungkook, berhenti. lebih baik kita ke UKS. Seokjin sudah tidak sadarkan diri. " Lee Ssaem
Jungkook langsung menghampiri dan membantu Lee Ssaem untuk membawa Seokjin ke UKS.
.
.
.
saat di UKS.. Seok Jin langsung di tangani oleh dokter jaga disana.
"sebaiknya Seokjin dibawa kerumah sakit. anak ini memiliki imun yang lemah, aku takut dia memerlukan perawatan yang intensif. " dokter park
"aku akan menghubungi Jihyun eomeoni dulu." jungkook
Jungkook keluar berjalan ke arah telepon yang ada di meja dokter untuk menghubungi Jihyun.
tut.. tut.. tut..
"halo eomeoni.. " sapa Jungkook di telefon saat Jihyun menjawab telepon nya.
"ne jungkook ah.. ada apa?" tanya Jihyun
"begini eomeoni, apa eomeoni bisa ke sekolah sekarang? soalnya Seokjin pingsan eomeoni. " jelas Jungkook
"apa?!? kenapa jinnie bisa pingsan kook?apa dia kelelahan? " tanya Jihyun cemas saat mendengar putra kecilnya pingsan.
"nanti kookie cerita kan eomeoni, lebih baik eomeoni segera ke sekolah sekarang. " jungkook
"baiklah. eomma akan kesana sekarang. "
.
.
.
sementara itu, Jihyun langsung mengambil jaket mantelnya dan kunci mobil bergegas ke sekolah Seokjin. Young ae yang melihat putrinya terburu buru menannyakan hendak pergi kemana.
"kau mau pergi kemana Jihyun? kenapa buru buru sekali.? " Young ae
"aku harus kesekolah jinnie eomma. "
"oohh.. lalu kenapa kau bawa mobil? jalan kaki kan bisa. " Young Ae
"tidak eomma. jinnie pingsan aku harus membawanya kerumah sakit. " jihyun
"apa?!? pingsan? eomma ikut ya. " saut Young Ae dengan nada khawatir
mereka berdua memutuskan kesekolah Seok Jin bersama dengan buru buru.
Sedangkan di UKs, Seok Jin masih belum sadarkan diri. badannya terus mengeluarkan keringat dingin dan sesekali mengernyitkan keningnya seperti menahan sakit dikepalanya.
"Jin.. tahan ne.. eomma mu akan segera sampai. Tahan sebentar. " jungkook
Seokjin tidak menjawab perkataan jungkook bahkan dia tidak bisa mendengarnya dengan baik.
"maaf Ssaem, tapi ini juga salahmu. tadi kami sudah mengajukan protes saat kau memasangkan Seokjin dengan jihoon sebagai tim. lihat akibat keras kepalamu, Seokjin jadi korban kejahatan jihoon. " Taehyung
"maaf saya tidak tahu jika akan seperti ini. " jawab Lee Ssaem dengan nada menyesal
"Seokjin memiliki imun yang lemah, dia gampang kelelahan. Para guru disini sudah tahu dan memberi izin jika Seokjin boleh tidak mengikuti pelajaran olahraga. Tapi anak ini kadang keras kepala dan memaksakan tubuhnya. Jadi ini tidak sepenuhnya salah anda." dokter park
"tapi tetap saja. saya merasa bersalah karena tidak mengetahui kondisi anak didikku. " Lee Ssaem
Tak berapa lama, Jihyun dan Young Ae tiba diruang UKs dan melihat Seokjin terbaring tak sadarkan diri di tempat tidur. Itu membuat Jihyun dan Young ae tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh.
"sayang.. " panggil Jihyun pada Seokjin sambil mengelus kepalanya lembut.
saking fokusnya pada sang anak, Jihyun tidak memperhatikan orang orang disekitarnya. Sampai akhirnya..
"Jihyun........ Lee Jihyun.. kau kah ini?" saut orang itu
Jihyun yang merasa namanya di panggil melihat ke arah orang yang memanggilnya. dan berapa kagetnya dia saat tahu orang yang memanggilnya itu.
"kau.. jong suk.. " Jihyun
.
.
.
.
TBC
...**Jangan lupa Vote Comment Like and Subscribe yaa...
...semoga suka 🥰🙏...
...Terima kasih**...
__ADS_1