
Pagi hari di sebuah rumah yang cukup besar dan nyaman, seorang perempuan yang tampak masih cantik di usianya yang sudah masuk kepala 3 sedang sibuk berperang dengan alat masaknya di dapur. Dia akan membuatkan sarapan untuk anak laki laki nya yang masih tertidur pulas dan untuk ibu nya juga. setelah selesai dan menata makanannya di meja makan, perempuan itu bergegas menuju lantai dua rumahnya untuk membangunkan putra kecilnya.
"jinny sayang.. bangun yuk, sarapan dan siap siap ke sekolah. " jihyun membangun kan Seokjin dengan lembut.
"hahhh.. eomma.. " Seokjin dengan suara khas orang bangun tidur.
jihyun membantu putranya untuk duduk dan memberikannya air minum.
"nahh.. sekarang jinny mandi lalu sarapan ya sayang, eomma dan halmoni tunggu di bawah. " jihyun
"ne eomma.. " Seokjin
.
.
.
"selamat pagi semuaaaaaa.. " sapa Seokjin ketika sudah tiba di meja makan.
"pagi cucu gembul nya halmoni.. wahh kau sangat tampan dengan seragam itu sayang. " young ae
"iya dong halmoni.. jinnie kan memang tampan dari bayi.. " Seokjin
"kau masih bayi sayang. " jihyun
"anio.. jinnie sudah besar eomma.. jinnie tampan. "Seokjin
" hahaha.. ne ne.. sekarang kau sarapan ne.. sebelum Jungkook datang menjemputmu. " jihyun
"siap eomma.. " Seokjin pun memakan sarapannya dengan hikmat tanpa bicara, ia hanya fokus pada makanannya.
selesai sarapan, tak lama Jungkook sahabat sekaligus tetangga nya datang menjemput Seokjin.
"kookie, kau sudah sarapan nak? jika belum ayo sarapan dulu. "jihyun
"sudah eommoni.. terimakasih tawarannya. " Jungkook
"hyung.. ayo. jinnie sudah siap.. " Seokjin
"ne.. ayo.. eommoni halmoni kami pamit ne.. " jungkook
"iya sayang.. hati hati ya titip jinnie ya Kook. " jihyun
"siap.. serahkan pada kookie. "
"sayang, vitamin nya sudah di minum? " jihyun
"sudah eomma.. "
"jinnie sayang, ini bekalnya jangan lupa.. dan ini juga bekal buat Kookie ya. ingat, jangan jajan sembarangan ya.." Young ae
"wahhh.. gomawo halmoni. " Seokjin/ jungkook
Seokjin dan Jungkook berangkat sekolah bersama dengan berjalan kaki, karena jarak sekolah mereka tidak jauh dari rumah mereka.
.
.
.
sesampainya di sekolah, Seokjin dan Jungkook sudah d sambut oleh Taehyung sahabat mereka.
"jinniee... aku rindu sekali padamu. " taehyung
"jangan drama taetae.. kita baru tidak bertemu 2 hari. " Seok Jin
"tetap saja aku rindu. apalagi dengan pipi gembul mu ini. " taehyung mencubit pipi soekjin
"akh.. sakit taetae.. " keluh Seokjin
jungkook yang melihatnya langsung menepis tangan taehyung dari pipi Seokjin.
"kau ini kalau nyubit kira kira.. lihat pipi nya sampai merah begitu." jungkook
"hehehe.. mian.. soalnya aku gemas sekali denganmu jinnie.. kau itu lucu dan imutt. " taehyung
"jinnie tampan bukan imut. " Seokjin
"oh ya, kalian tahu hari ini katanya kita akan kedatangan guru baru loh. " taehyung
"laki laki atau perempuan?" Jungkook
"laki-laki. dan masih muda." Taehyung
"yahhh.. ku kira perempuan. " Jungkook
"guru baru itu akan mengajar kan apa tae? " Seokjin
"dia akan menjadi wali kelas baru kita. karena wali kelas sebelumnya mengundurkan diri, kata appa karena mau nikah dan ikut dengan suami nya di Busan. " jelas Taehyung
"oohh begitu.. semoga dia tidak galak seperti song ssaem. " Seokjin
"hahaha.. kenapa? kau masih sakit hati ketika dihukum membersihkan halaman belakang sekolah.?" Jungkook
"ne.. gara gara itu jinnie sampai sakit dan di larang eomma untuk keluar rumah 2 hari dan itu membosankan. " Seokjin
"itukan salahmu Jin.. karena lupa membawa tugasmu. " Taehyung
"iya sih. tapi tetap saja menyebalkan. " Seokjin
.
__ADS_1
.
.
Guru baru itu memasuki kelas Seokjin dan memperkenalkan diri.
"selamat pagi para siswa dan siswi, perkenalkan nama saya Lee jongsuk. mulai hari ini saya akan menjadi wali kelas kalian yang baru. semoga kita bisa saling bekerja sama dengan baik ne. " Lee ssaem
"ne ssaem.. " jawab para siswa
"baiklah saya akan mulai mengabsen nama kalian satu per satu untuk kita saling mengenal. " Lee ssaem
Lee ssaem memanggil nama murid satu per satu dan mengingat nama serta wajah mereka. namun ketika dirinya memanggil Seokjin, ada yang mengganggu pikirannya, wajah Seok Jin seperti tidak asing baginya. seperti mirip seseorang yang ia kenal. Tapi dia lupa siapa.
setelah sesi perkenalan dan absen selesai, mereka melanjutkan untuk memulai pelajaran pertama yakni matematika dasar.
Seokjin sangat menyukai pelajaran tersebut, selain itu dia juga suka dengan seni lukis, dan desain bangunan. cita cita nya ingin menjadi arsitektur dan membuat rumah yang sangat besar untuk eomma dan neneknya.
.
.
.
sementara itu dilain tempat, Kim NamJoon dan Park Jimin sahabatnya sedang mengobrol santai dikelasnya karena guru yang mengajar tidak masuk.
"NamJoon, sepulang sekolah kita mampir dulu makan di restoran seefood bagaimana? kudengar restaurant seefood yang ada di ujung persimpangan sekolah kita itu sangat enak dan selalu ramai pengunjung. " Jimin
"aku tidak suka seefood jika kau lupa. " NamJoon
"ahh.. benar juga.. tapi kau kan bisa makan yang lain, mereka juga menyediakan menu ayam dan daging. ayolah temani aku ya. " bujuk jimin
"mmmm... baiklah.. aku akan izin dengan appa dulu. " NamJoon
"ne.. gomawo NamJoon ah.. hehehhe.." jimin
"tapi itu restaurant baru ya? aku baru tau kalau disana ada restaurant seefood. " NamJoon
"sepertinya iya.. yang ku tahu pemilik nya itu baru saja pindah kemari dan membuka restaurant itu. " jimin
"oohh pantas saja. " NamJoon
.
.
.
Kim corp...
"apa jadwal kita hari ini sekretaris Min?" Namgil
"aishh.. tidak perlu formal begitu oppa.. disini hanya kita berdua. " Min Yeri
"hahaha.. baiklah.. maafkan aku. "
"soal jamuan itu bisa kau cari alasan untuk menolaknya. aku tidak ingin datang. " namgil
"tapi oppa, kau sudah sering membatalkan jamuan mereka. kali ini datanglah, setidaknya hargai sedikit undangan mereka. " min Yeri
"kau tahu kan, aboeji dan eomma akan datang juga. dan itu berarti mereka akan membahas perjodohan. "
"huh.. mereka kira aku ini masih muda sampai di jodohkan begini. aku sudah punyak anak satu." namgil
"molla, mungkin aboeji dan eomma ingin segera kau menikah lagi. " min Yeri
"dan jawabanku tetap sama. aku tidak akan menikah lagi. " namgil
"wae? kau masih mencintai mantan istrimu?"
Kim namgil diam, dia tak langsung menjawab pertanyaan dari adiknya itu.
"jika iya, maka kejarlah dia oppa.. aku tahu kau masih mencintai nya. " min Yeri
"tapi aku tidak tahu dia ada dimana sekarang Yeri ah.. " namgil
"jika kau berusaha lebih keras lagi, kau pasti akan menemukannya oppa.. jangan menyerah dan putus asa. tebus rasa bersalahmu, dan minta maaflah padanya. "
'bukan hanya padanya, tapi dengan anak bungsu mu juga oppa. ' gumam Min Yeri dalam hati.
'tapi apakah dia akan memaafkan aku? kesalahan ku sudah sangat besar Yeri ah.. " namgil
"ani.. jika kau bersungguh-sungguh.. aku yakin Jihyun eonni akan memaafkanmu. "
"tapi jangan sampai aboeji dan eomma tahu hal ini. aku takut mereka akan berbuat jahat pada jihyun. " namgil
"siap oppa. aku akan menutup rapat mulutku. "
"gomawo Yeri, selama ini kau selalu mendukungku."
"ani.. aku tidak selalu mendukung mu. saat kau membiarkan aboeji dan eomma mengusir jihyun eonni, saat itu juga aku kecewa padamu. apalagi kau sampai menceraikannya. " min Yeri
"iya aku tahu. aku memang bodoh, sebagai suami aku tidak bisa menjaga dan melindungi istriku sendiri. "
"yang penting sekarang kau sudah menyesal oppa.. dan sekarang bersiaplah untuk meeting. nanti bisa kau lanjutkan lagi meratapi nasibmu. "
"dasar kau ini. pantas saja Yoongi kalau bicara sangat pedas. keturunan dari iibunya. "
"biar saja, yang penting anakku itu tampan. " min Yeri
"NamJoon anakku juga tampan. bukan hanya anakmu. "
"ne ne.. sudah ayo oppa.. siapkan berkasnya."
__ADS_1
"yak..!! siapa atasan disini.? kenapa kau yang memerintah eoh?"
"biar saja. " min Yeri
"untung saja kau ini adikku. kalau tidak sudah kupecat kau sejak dulu. " namgil
.
.
.
Sepulang sekolah, NamJoon dan Jimin bergegas untuk makan di restaurant seefood yang jimin rekomendasi kan.
dan memang restaurant itu cukup ramai padahal sekarang bukan jam makan siang.
"kau yakin ini tempatnya? " NamJoon
"ne.. ini tempatnya. "
"ramai sekali. "
"kan sudah kubilang, masakan disini sangat enak. dan kita bisa pilih lobster, ikan dan kepiting nya sendiri. " jimin
NamJoon hanya menganggukkan kepala yang tandanya ia mengerti. NamJoon dan Jimin masuk ke restaurant tersebut, dan untungnya masih ada meja yang kosong. mereka berdua mendudukan dirinya masing masing pada kursi tersebut dan seorang pelayan mendatangi mereka.
"selamat sore.. bisa saya bantu untuk menu nya mau mesan apa? " pelayan
"ah ne.. kami mesan paket bulgogi satu, acar lobak, satu porsi kimchi dan 1 porsi lobster bakar nya. untuk minum nya air mineral saja. " jimin
"baiklah. lobsternya ingin anda pilih sendiri atau kami yang memilihnya tuan? "
"kalian pilih sendiri saja. pilih yang terbaik. " jimin
"nde tuan.. di tunggu sebentar. "
Sambil menunggu makanan tiba, NamJoon dan Jimin mengobrol santai sambil memainkan handphone nya masing masing.
"ah.. aku ingin ke toilet sebentar. " NamJoon
"baiklah.. sana sebelum kau pipis disini. " jimin
"sembarangan kau bicara. " NamJoon memukul ringan kepala jimin
saat hendak berjalan, tidak sengaja NamJoon menabrak seorang anak kecil.
Bruk..!!
"ah maaf.. aku tidak sengaja. kau baik baik saja? " NamJoon
jimin yang melihat sahabat nya menabarak seorang anak kecil berdiri dari tempat duduknya dan membantu sang anak untuk berdiri.
" ne.. jinnie tidak apa apa. maaf jinnie berlari dan tidak melihat tuan. " Seokjin
"panggil saja hyung, aku belum tua untuk dipanggil tuan. " NamJoon
"ahhh ne hyung.. maaf sekali lagi. "
"iya tidak apa apa, lain kali hati hati ne."
"jinnie... "
seseorang memanggil Seokjin.
"Soo hyun noona.. " saut Seokjin
"kau kemari pasti di suruh eomma mu untuk mengambil pesanannya ya? " soo hyun
"ne noona.. apa sudah jadi? "
"sudah. ayo noona temani untuk mengambilnya. "
"ne.. gomawo noona.. hyung jinnie duluan ya. " pamit Seokjin pada NamJoon
"ne.. " NamJoon
ntah kenapa, NamJoon merasakan ada yang aneh pada perasaannya saat melihat Seokjin dan ketika Seokjin memanggilnya Hyung, hati nya menghangat.
"anak yang menggemaskan. " jimin
"ehh.. kau bicara apa? "
"anak tadi yang menabrakmu.. sangat menggemaskan. aku ingin sekali menguel uyel pipi nya tadi. " jimin
"jinnie.. ku dengar anak tadi dan orang itu memanggil nya jinnie.. "
"ya mungkin jinnie nama panggilannya. sesuai dengan orang nya. lucu. " jimin
disudut restaurant ada yang memperhatikan NamJoon dengan tatapan rindu.
"NamJoon... " lirih orang tersebut
.
.
.
Tbc
^^^**jangan lupa like vote and subscribe ya.. ^^^
...semoga suka dengan ceritanya.. ...
__ADS_1
...Terima kasih...
...✌😍**...