Secrets : Where Is Him

Secrets : Where Is Him
bab 10


__ADS_3

Setelah memerika Seokjin dan memastikan kondisi anak itu lebih baik dari sebelumnya, Suho memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya. Setibanya dirumahnya, suho tidak langsung menuju kamar, namun ia duduk diruang keluarga, tanpa ia sadari disana sudah ada Yoongi yang duduk manis dengan laptop didepannya.


Yoongi yang menhetahui kedatangan ayah nya namun hanya diam saja tanpa menyapa dirinya, melihat wajah sang ayah seperti sedang memikirkan sesuatu.


"appa.. " sapa Yoongi


tidak ada sautan dari Suho. Yoongi mencoba memanggil Suho kembali dengan mendekati dirinya pada posisi suho.


"appa.. "


Suho yang baru tersadar jika Yoongi memanggilnya, menjawab sapaan anak sulungnya itu.


"nde Yoongi ah.. ada apa nak? " tanya suho


"ada apa appa? seperti ada yang menganggu pikiran appa, bahkan aku sudah memanggilmu dua kali dan appa baru menjawabnya. " jawab Yoongi


"benarkah? sejak kapan kau ada disini? " tanya suho


"sebelum appa pulang aku sudah ada disini. tapi appa sepertinya terlalu fokus dengan pikiran appa sendiri jadinya appa tidak mengetahui kehadiran ku disini. " jelas Yoongi


"maaf nak.. tapi benar apa yang kau katakan. appa sedang memikirkan sesuatu. " suho


"jika aku boleh tahu, apa itu appa? siapa tahu aku bisa membantumu. " Yoongi


"tadi appa datang ke restaurant milih Jihyun noona untuk memeriksa meadaa jinnie yang tiba tiba drop. " suho menceritakan kejadian sore tadi di restaurant milik Jihyun


"apa?! jinny sakit lagi appa? lalu bagaimana keadaanya? apa dia baik baik saja? " tanya Yoongi khawatir dengan keadaan sepupunya itu.


"tenanglah Yoongi ah, jinnie sudah lebih baik, tapi sepertinya appa perlu menjelaskan sesuatu pada dr. Minhoo dan Jihyun noona mengenai kondisi jinnie. " suho


"memangnya jinnie kenapa appa? bukannya appa bilang tadi jika jinnie sudah baik baik saja.? " Yoongi


"iya sayang.. hanya saja appa ingin memastikan sesuatu. jinnie mengalami mimisan dan tadi dia menunjukan ada beberapa lebam di tangannya. appa takut jika diagnosa sementara appa ini benar. " suho


"maksud appa apa? diagnosa apa appa? tolong jelaskan padaku. " Yoongi benar-benar penasaran dengan kondisi Seokjin, ia takut jika Seokjin dalam keadaan tidak baik baik saja.


"dilihat dari gejala yang dialami jinnie, gejalanya seperti penyakit leukemia atau kanker darah Yoongi ah.. tapi ini baru perkiraan appa saja, semoga itu tidak benar."


"tidak mungkin appa.. appa pasti salah. tidak mungkin jinnie memiliki penyakit sialan itu appa, tidak. " kata Yoongi menggenungenu dengan menggelengkan kepalanya.


"tenang dulu sayang.. semoga apa yang appa takutkan tidak terjadi. besok appa akan membicarakan ini pada dr. Min hoo selaku dokter yang menangani jinnie dari kecil. kau tenang dulu ne.. berdoa saja semoga jinnie selalu sehat dan menjadi anak yang kuat.. " kata suho menenangkan Yoongi. suho tahu, jika Yoongi sangat menyayangi Seokjin seperti ia menyayangi Taehyung adiknya.


"nde appa. tapi appa, kenapa appa bisa tahu jika jinnie ada di restaurant, apa Jihyun IMO yang menghubungi appa? " tanya Yoongi


"bukan nak. tapi Namgil hyung yang menghubungi appa."


"apa??!! appa serius? tapi kenapa samchon ada disana dan. bertemu jinnie? " Yoongi


"Disana juga ada NamJoon. dan kau tahu, apa yang membuat appa terkejut, selain kehadiran mereka disana?" suho


Yoongi menggelengkan kepala nya tanda ia tidak tahu, membayangkan Samchon nya bertemu dengan Seokjin saja sudah mengacaukan aliran darah di otaknya.


"hubungan NamJoon dan Jinnie yang terlihat dekat. Bahkan NamJoon terlihat begitu menyayangi Jinnie. "


"hubungan darah saudara kandung memang tidak bisa disembunyikan appa.. " yoongi

__ADS_1


"kau benar nak. appa hanya khawatir jika mereka tahu kalau Seokjin adalah anak dan adik mereka bagaimana reaksi namgil hyung dan NamJoon, apakah mereka bisa menerima kehadiran jinnie? begitu juga dengan kakek dan nenek mu. sama seperti yang eomma mu takutkan, appa juga khawatir jika kakek dan nenek mu berbuat buruk pada jinnie. " kata suho menceritakan kekhawatiran hatinya.


"appa tenang saja. aku akan menjaga Jihyun IMO dan jinnie. kita jaga mereka bersama appa, terutama Seokjin. tidak akan kubiarkan ada yang melukainya walaupun seunung kuku sekalipun. " Yoongi


"kau sangat menyayangi Seokjin ne? "


"manusia mana yang tidak akan menyayangi jinnie appa, anak itu begitu lucu, imut, tampan, sifatnya yang baik dan menggemaskan. siapapun akan langsung menyayangi nya hanya sekali lihat, aku beruntung dan bersyukur karena jinnie adalah sepupuku. "


"belum tentu kakek dan nenekmu menyayangi nya. "


"aku bilang kan manusia appa, bukan binatang apalagi keturunan setan. " sarkas Yoongi


suho hanya tertawa mendengar ucapan yang terbilang tidak sopan itu, tapi dia juga tidak ingin menegur anaknya, karena dia dan istrinya nya pun kecewa dengan sikap dan perilaku licik kedua orang tua itu, baik di masa lalu maupun sekarang, bahkan taehyung tidak ingin dekat dengan mereka yang notabene nya kakek dan neneknya.


.


.


.


Sepulang Namgil dan lainnya, Seokjin memilih untuk tidur sembari menunggu Young ae menjemput dirinya. Jujur, dia merasakan sedikit pusing di kepalanya maka itu dia memilih untuk menidurkan dirinya guna meredakan pusing dikepalanya.


Soo hyun membiarkan Seokjin tidur untuk beristirahat, dia menyelimuti Seokjin batas dada dan duduk disampingnya. sebelumnya Soo hyun telah menghubungi Young ae, untuk segera menjemput Seokjin karena kondisi Seokjin yang kembi drop.


Tentu berita ini membuat Young ae dan Jihyun khawatir, namun soo hyun meminta pada Young ae dan Jihyun untuk tetap tenang dan bersikap biasa saja saat bertemu dengan Seokjin. bagaimanapun, sebelumnya soo hyun sudah berjanji pada Seokjin untuk tidak memberitahu kan keadaannya pada nenek dan ibunya.


Suara derap langkah terburu buru terdengar dari tangga menuju ruangan yang biasa Jihyun pakai jika mengharuskan dirinya untuk tidur di restaurant miliknya. Suara pintu terbuka pelan, menampilkan Jihyun dan Young ae yang sudah tiba. mereka berusaha untuk tidak menimbulkan suara yang keras, karena tidak ingin mengganggu tidurnya Seokjin yang sebelumnya telah diberitahu oleh soo hyun kalau Seokjin sedang tidur.


dengan suara kecilnya, Jihyun menanyakan bagaimana Seokjin kembali drop. padahal ketika ia pamit dari rumah, keadaan nya baik baik saja.


"nde eomeoni, tadi jinnie tiba tiba saja mimisan dan merasakan sakit dikepala nya, bahkan ia hampir saja pingsan kalau NamJoon tidak memegangi jinnie, sudah dipastikan jinnie akan berciuman dengan lantai. " soo hyun


tatapan Jihyun dan Young ae yang sebelumnya tertuju pada Seok Jin, ketika soo hyun menyebut nama Namjoon, Jihyun dan Young ae langsung melihat Soo Hyun.


"apa kau katakan tadi? NamJoon? " tanya Jihyun memastikan jika ia tidak salah dengar.


"nde eomeoni.. Tadi NamJoon dan ayahnya kemari sepertinya mereka habis makan di restoran kita. bahkan tadi Tuan Namgil yang memanggil dokter bernama Suho untuk memeriksa kondisi jinnie. " jelas soo hyun dan itu sukses membuat Jihyun dan Young ae terdiam seakan akan otak dan jantung mereka berhenti bekerja.


"nam.. namgil.. Nam..Joon.. " ucap Jihyun terbata bata karena suaranya mulai bergetar.


"eomma.. bagaimana ini eomma.. namgil sudan bertemu dengan jinnie.. bagaimana ini? " tanya Jihyun pada Young ae panik, ia takut benar-benar takut saat ini. bisa dibilang, Jihyun tidak menyukai dengan adanya pertemuan Seokjin dan namgil.


"tenang Jihyun ah.. soo hyun ah. bisa kau tinggalkan kami sebentar.? " pinta Young ae pada soo hyun


"ohh.nde halmeoni.. kalau begitu aku kebawah dulu, jika perlu sesuatu halmeoni bisa memanggilku. " soo hyun


"baiklah. Terima kasih yaa.. " Young ae


Setelah Sok hyun pergi, Young ae mencoba menenangkan putrinya yang sudah menangis.


"eomma.. aku tidak ingin namgil tahu jika jinnie adalah anaknya eomma. aku tidak Ingin mereka melakukan hal buruk pada jinnieku apalagi memisahkan aku dengan jinnie, sama seperti yang mereka lakukan padaku dan NamJoon. tidak eomma. aku tidak bisa jauh dari jinnie. aku tidak mau. " Jihyun


"sayang.. tidak ada yang bisa memisahkan kita dengan jinnie.. eomma pastikan itu nak.. kau harus tenang. kau juga dengar tadi, ada suho. eomma yakin suho akan menceritakan hal ini pada Yeri dan Yoongi. kau tidak sendiri sayang. kita hadapi mereka sama sama ne.. keadaan sudah berubah Jihyun ah, eomma yakin sekarang kita bisa melawan mereka jika memang mereka akan berbuat jahat padamu dan jinnie. jangan takut sayang. " ucap young ae menenangkan Jihyun.


Ucapan Young ae benar, Jihyun tidak sendiri. banyak orang yang mendukung dan siap membantunya sekarang. dia tidak perlu takut lagi.

__ADS_1


.


.


.


"lee Seok Jin.. " gumam Namgil


"kenapa anak itu tidak bisa pergi dari pikiran ku? bahkan aku merindukan nya sekarang, bagaimana keadaanya sekarang? apa sudah lebih baik? "


Namgil teringat kejadian sore tadi ketika Seokjin menanyakan perihal lebam yang ia alami di lengan tangannya. Ntah kenapa Namgil penasaran dan dibuat khawatir karenanya. ia membuka ponselnya dan mencari tahu mengenai gejala yang Seokjin alami.


"tidak mungkin. ini pasti salah. tidak mungkin anak itu memiliki penyakit ini.. " tanpa sadar air mata namgil terjatuh dan membasahi pipinya.


Tiba tiba NamJoon menghampiri namgil dan terkejut melihat appanya menangis.


"appa, kenapa kau menangis? apa ada yang sakit?" tanya NamJoon pada namgil


namgil tidak langsung menjawab dan menghapus air matanya.


"tidak nak.. appa tidak sakit. "


"lalu kenapa appa menangis? "


"appa juga tidak tahu. tadi appa penasaran dengan keadaan Seokjin, dan appa mencari tahu di internet mengenai gejala yang anak itu alami, dan kau tahu apa yang appa temukan?" namgil


"leukemia.. gejalanya mirip dengan penyakit itu appa, tapi aku tidak berharap jika itu benar. " jawab NamJoon


"NamJoon kau.. "


"nde appa.. aku juga mencari tahu mengenai gejala yang jinnie alami. aku juga tidak tahu kenapa, aku sangat mengkhawatirkan jinnie. aku menyayanginya appa, padahal baru dua kali aku bertemu dengan anak itu. bahkan sebenarnya tujuanku datang ke restaurant itu bukan hanya untuk makan tapi tujuan utamaku adalah bertemu dengan jinnie dan memeluknya."


"kenapa kau bisa merasakan hal itu NamJoon ah.. padahal kau bukan tipe anak yang mudah didekati apalagi mendekatkan diri pada orang asing. makanya temanmu hanya Jimin. "


"aku juga tidak tahu appa. perasaanku berbeda pada jinnie. dia seperti adikku."


"appa juga merasakan hal yang sama denganmu nak.. saat pertama kalinya appa melihat jinnie, ada perasaan yang susah appa mengerti. dan wajah jinnie jika diperhatikan sangat mirip dengan eomma mu. " namgil


"appa benar. mata dan hidung serta kulit putih susunya mirip eomma. "


"appa akan menyelidiki hal ini. apa ada hubungan antara jinnie dan eommamu. "


"nde appa, aku setuju. aku juga ingin memastikan perasaanku ini. "


Namgil menganggukkan kepalanya,.


'*apa benar jinnie ada hubungan nya denga Jihyun. tapi wajah mereka memang benar benar mirip kecuali bibir dan bentuk wajah anak itu, ntah kenapa aku merasa bibir dan bentuk wajah jinnie mirip dengan ku. ' namgil


.


.


.


TBC*

__ADS_1


__ADS_2