
Setelah mengemas berbagai keperluan untuk dirinya dan Seokjin selama di rumah sakit, Jihyun kembali ke rumah sakit, ia langsung menuju kamar rawat Seokjin.
"eomma, jinnie belum bangun juga? " tanya Jihyun pada Young ae yang duduk disebelah ranjang Seokjin sambil mengelus lembut kepala anak itu.
"belum Jihyun ah.. mungkin jinnie benar-benar kelelahan. biarkan di istirahat lebih lama." jawab Young ae
Jihyun hanya menganggukkan kepala mengiyakan perkataan ibu nya.
"Jihyun ah.. boleh eomma bertanya padamu? " Jihyun
"tanya saja eomma, kenapa kau meminta izin dulu padaku.? " Jihyun
"laki laki tadi yang mengaku wali kelas Seokjin yang baru, bukankah dia sahabat dari Namgil yang dulu juga menyukaimu nak? " Young ae
"nde.. tapi aku tidak tahu jika ia menyukaiku. " Jihyun
"tidak tahu? dia bahkan datang kerumah dan menyatakan perasaan nya padamu. makanya eomma tahu jika dia menyukaimu. " Young ae
"aishh eommaaaa.. kau masih saja mengingatnya. " tanpa sadar Jihyun meninggikan sedikit suaranya, dan langsung mendapat pukulan sayang dari Young ae
"kecilkan suaramu. kalau jinnie bangun bagaimana? " Young ae
"eomma sih ngebahas laki laki itu. dan aku juga tidak pernah menyukai nya eomma, aku hanya menganggap nya temanku dan sahabat Namgil saat itu. " jelas Jihyun
"ya ya ya.. eomma kan hanya mengkonfirmasi saja benar atau tidak dugaan eomma. Tapi sayang, eomma jadi kepikiran sesuatu." Young ae
"apa eomma? "
"kalau dia mengatakan pada Namgil mengenai pertemuannya denganmu dan juga Seokjin yang juga anakmu, bagaimana? " tanya young ae, jujur ia masih takut jika keluarga Namgil mengetahui keberadaan anak dan cucu nya.
"eomma tenang saja. aku yakin Jong suk tidak akan mengatakan apa apa pada laki laki pengecut itu. aku sedikit mengenalnya kalau dia bisa menjaga rahasia, toh aku juga sudah melarangnya tadi. Dan juga mengenai Jinnie, eomma tenang saja aku tidak mengatakan jika jinnie anaknya Namgil, jika ia menanyakan lagi maka aku akan mengatakan jika jinnie anak dari suami baruku yang sudah meninggal saat jinnie lahir." Jihyun
Saat mereka sedang fokus berbicara mengenai Jong suk, Seokjin perlahan sadar dan membuka matanya.
"eungghh.. " lenguh Seokjin
Jihyun dan Young ae yang mendengar lenguhan suara Seokjin, segera mendekat ke arah Seokjin dan benar saja, anak itu mulai sadar dan memfokuskan penglihatan nya.
"sayang, pelan pelan sayang. jangan buru buru. eomma dan halmeoni disini. " Jihyun
"eomma.. " lirih Seokjin
"iya sayang ini eomma. bagaimana keadaanmu?" tanya Jihyun khawatir.
Seokjin mencoba melepas masker oksigennya. Namun Jihyun mencegahnya.
"kau masih membutuhkannya sayang. apa ada yang masih sakit sayang?" Tanya Jihyun sekali lagi pada Seokjin.
"jinnie baik baik saja eomma. hanya sedikit pusing." jawab Seok Jin dengan suara lemah.
"kau butuh sesuatu sayang? " Young ae
"air halmeoni. mau minum. " Seokjin
Mendengar cucunya ingin minum, Young ae langsung mengambil air yang ada di nakas, Jihyun melepas masker oksigen Seokjin Young ae membantu Seokjin untuk minum. Setelah meminum beberapa tegukan Seokjin merasa lega. Jihyun kembali memakaikan masker oksigen pada Seokjin, lalu menekan tombol darurat memanggil dokter untuk memeriksa keadaan putranya.
"eomma, bisa tolong bantu naikkan tempat tidurnya. jinnie ingin setengah duduk. " pinta Seokjin dan langsung dilakukan oleh Jihyun.
"cukup sayang?" tanya Jihyun
"sudah eomma. terimakasih. " Seokjin
.
.
.
Dr. Min hoo masuk ke ruang rawat Seokjin, dia mengeluarkan senyum manisnya saat melihat Seokjin sudah sadar.
"wahh.. akhirnya jagoan kecil paman sudah bangun ne.. " drm min hoo
"paman min hoo.. " sapa Seokjin masih dengan suara yang lemah.
"paman periksa dulu ya sayang."Dr. min hoo
Seokjin hanya menganggukkan kepala nya. dia masih sedikit pusing dan tenaganya terasa hilang ntah kemana, Seokjin merasa lemas sekali.
Min hoo selesai memeriksa Seokjin. Jihyun langsung menanyakan keadaan Seokjin pada min hoo.
"bagaimana keadaanya oppa? " Jihyun
"sudah mulai membaik Jihyun ah, tapitekanna darahnya masih rendah dan nafasnya masih berataku sarankan untuk jinnie di rawat dua hari disini dulu, untuk memulihkan kesehatannya dan juga tenaganya. lihatlah jagoan kecil kita ini masih lemas. " jelas min hoo sambil mengacak pelan rambut Seokjin.
"paman, bisakah masker ini dilepas saja? jinnie susah bicara. " mohon jinnie pada min hoo
__ADS_1
"kau masih membutuhkannya sayang. nafasmu masih terasa berat kan? kalau paman ganti dengan nassal canula saja bagaimana? " Tawar min hoo memberikan pilihan pada Seokjin.
"baiklah paman." Seokjin
Min hoo mendialno telepon khusus perawat dan meminta tolong untuk membawakan selang oksigen yang baru.
Tak lama, seorang perawat datang dan memberikan selang oksigen yang baru pada Dr. Min hoo dan Min hoo segera mengganti masker oksigen Seok Jin dengan nassal canulla.
"bagaimana? lebih nyaman? " Dr. min hoo
"ne paman. setidaknya tidak menghalangi mulutku. hehehe. terimakasih paman. " Seokjin
"sama sama sayang. setelah ini kau makan dan minum obat setelah itu langsung istirahat lagi ne.. kau harus banyak istirahat supaya lekas sembuh. arra? "
"ne paman. tapi jinnie mual paman, tidak ingin makan. " keluh Seokjin
"apa sangat mual?" tanya min hoo memastikan keadaan Seokjin
"ne paman. jinnie mual. "jawab Seokjin memastikan
"tapi kau harus tetap makan jinnie.. sedikit tidak apa, yang penting ada yang masuk kedalam perutmu. jika kau mual dan ingin muntah, muntahkan saja ne.. jangan di tahan, nanti paman akan memberikan obat biar kau tidak mual lagi. " jelas min hoo
"apa tidak apa apa oppa? " Jihyun
"tidak apa apa Jihyun, tekanan darah nya masih rendah, dan kepalanya masih pusing bukan karena hanya tekanan darah nya saja yang rendah tapi efek dari benturan bola basket itu masih jinnie rasakan. maka dari itu dia merasa mual. jika nanti jinnie mau muntah, biarkan saja jangan di tahan. bantu aku untuk memantau keadaanya, jika mual dan muntahya lebih dari tiga kali maka segera panggil aku ne.. " pinta min hoo
"ne oppa.. "
"maaf permisi, saya ingin mengantar makan malam untuk Seokjinnie.. "
"suster hera.. " sapa Seokjin
"ne sayang.. kau makan yaa.. suster sengaja memberikan sesikit garam kesehatan supaya makannamu tidak terlalu hambar. jadi kau harus makan yang banyak ne. " suster hera
"hmm.. jinnie usahakan ne.. " Seokjin
Dr. min hoo dan suster hera meninggalkan kamar rawat Seokjin. Jihyun mencoba menyuapi Seokjin.
"eomma jinnie benar benar tidak ingin makan. mual eomma.. " Seokjin
"iya sayang, tapi kau dengar sendiri yang disampaikan paman min hoo kan. kau harus tetap makan walaupun sedikit, jika kau nanti mulai merasa mual, eomma akan berhenti menyuapi mu. bagaimana? " Jihyun mencoba membujuk Seokjin yang kekeh tidak ingin makan karena mual.
"baiklah, tapi sedikit sedikit saja ya eomma.. " mohon Seokjin
Jihyun menyuapi Seok Jin sedikit demi sedikit, namun disuapan ke empat Seokjin sudah merasa mual, Jihyun tidak memaksanya untuk makan lagi. Seokjin mengembungksn pipinya, kedua tangannya menutupi mulutnya. Young ae yang melihat cucunya ingin muntah, segera mengambil wadah, Seokjin langsung memuntahkan isi perutnya ketika Young ae meletakkan wadah di depan dadanya.
"huekk.. huekk.. ukk.. "
Young ae membantu memijit leher belakang Seokjin.
"huek.. akh...
Seok Jin terus mengeluarkan isi perutnya bahkan bubur yang baru dimakannya tadipun ikut keluar, ia terus muntah hingga hanya sisa air yang ia muntahkan. di rasa sudah tidak ingin muntah, Seokjin langsung menyandarkan tubuhnya pada tempat tidurnya. ia merasa makin lemas saja, semua badannya terasa sakit terutama kepalanya. Young ae memberikan air putih hangat untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut Seokjin. Seokjin meminumnya pelan pelan.
"eomma.. jinnie mau tidur. " lirih Seokjin hampir terdengar seperti bisikan, namun masih bisa didengar oleh Jihyun.
"ne sayang.. tidurlah. eomma tahu kau pasti merasa lemas kan. " Jihyun
Seokjin hanya menganggukkan kepalanya dan langsung tertidur.
"Jihyun, jinnie belum meminum obatnya. bagaiamana ini? " tanya young ae
"aku akan memanggil Min hoo oppa dulu eomma. " Jihyun
Young ae mengiyakan ucapan Jihyun dan memandang sendu cucu kecilnya. ia sangat sedih melihat Seokjin sakit, karena anak ini jika sakit maka semua anggota tubunya akan terasa sakit. sembuh satu maka akan terasa sakit anggota tubuhnya yang lain. dan itu membuat proses penyembuhan nya sedikit lama.
"cepat sembuh sayang. " ucap Young ae dengan tangannya yang menggenggam lembut tangan Seokjin yang bebas dari infus dan kaNtong darah.
Min hoo yang dipanggil oleh Jihyun, kembali masuk ke ruang rawatnya Seokjin.
"ada apa Jihyun ah? " tanya min hoo
"oppa, tadi jinnie memuntahkan semua makanannya, dan dia langsung tertidur sebelum meminum obatnya. " jelas Jihyun
"aku akan menginjeksikan obat pada infusnya kalau begitu. berapa kali dia muntah Jihyun ah? "
"satu kali. sehabis makan 3 sendok dia langsung muntah oppa. "
"baiklah. jika dia masih muntah esok hari. maka aku akan memberinya obat untuk mualnya. " min hoo
Setelah di periksa kembali, suhu tubuh Seokjin juga meningkat. Seokjin demam. Min hoo juga memberikan obat untuk menurunkan demamnya.
Setelah Min hoo keluar dari ruang rawat Seokjin. Jihyun meminta Young ae untuk istirahat dirumah saja, karena ada jungkook. tidak mungkin membiarkan anak itu sendirian di rumah.
"baiklah eomma akan pulang, kabari eomma jika ada apa apa ne.. karena besok hari minggu eomma dan Jungkook akan datang bersama kemari. " Young ae
__ADS_1
"ne eomma. anak itu pasti sedang khawatir sekarang." Jihyun
.
.
.
Besok paginya Seokjin bangun dalam keadaan yang lebih baik dari kemarin. Dilihatnya ibunya yang masih tidur. Seok Jin merasa bersalah, ibu dan neneknya pasti lelah menjaganya. Seandainya dia tidak nekat ikut pelajaran olahraga, pasti semua ini tidak perlu terjadi. Dia tidak sakit, dan ibu serta neneknya tidak lelah karena menjaganya.
"eunghhh.. hoammmmm.. " Jihyun bangun dari tidurnya..
"selamat pagi eomma.. " sapa Seokjin
"pagi sayang.. bagaimana keadaanmu? masih mual, pusing? " tanya Jihyun
"tidak eomma.. jinnie merasa lebih segar dari pada kemarin. " Seokjin
"syukurlah kalau begitu sayang, eomma senang mendengar nya."
"eomma, maaf. jinnie merepotkan eomma dan halmeoni. kalian pasti lelah menjagaku.. maafkan jinnie.. "
"husttt.. jinnie bicara apa hmm? tidak ada yang direpotkan sayang. eomma juga tidak lelah untuk mengurus pangeran kecil eomma. jadi jinnie jangan meminta maaf ya.. tidak ada yang salah disini sayang. " kata Jihyun lembut memberi pengertian pada Seokjin
Terdengar suara pintu terbuka dari luar, ternyata Young ae dan Jungkook yang datang.
"jinnieeeeeeeeeeee" sapa Jungkook
"kookie hyunggg.. "
"bagaimana keadaanmu jinnie?? apa masih sakit?" Jungkook
"aku sudah jauh lebih baik Hyung. jangan khawatir. "
"aishh.. bagaimana Hyung tidak khawatir kalau adik kecil Hyung ini sakit eoh..?" Jungkook
"aku bukan adik kecil Hyung. lagipula usia kita hanya beda satu tahun. " jawab Seokjin dengan wajah cemberut nya.
"jangan memasang wajah seperti itu. kau ingin Hyung cubit pipi mu itu.? " jungkook
"eommaaaaa.. lihat kookie Hyung nakal padaku.. " adu Seokjin pada Jihyun
"heh.. kan aku tidak melakukan apapun, kenapa kau mengadu pada Jihyun eomma seperti itu. " Jungkook
Seokjin hanya tertawa melihat raut kesal jungkook, begitupun Young ae dan Jihyun.
"ahh majja.. halmeoni sampai lupa. jinnie sayang, lihat halmeoni membuatkanmu samgyetang dan sup sapi. kau makan yaa.. " Young ae
"jinja halmeoni? oke jinnie makan..
Jihyun yang mendengar Seokjin ingin makan dengan semangat seperti itu merasa lega, sepertinya Seok Jin tidak merasa mual lagi. Begitupun dengan Young ae juga semangat menyiapkan makanan untuk cucu kesayangannya itu dan bersiap untuk menyuapi nya..
"halmeoni biar jinnie makan sendiri saja, jinnie bisa. " pinta Seokjin
"baiklah, halmeoni siapkan meja nya dulu ya.. " young ae
"ne halmeoni.. gomawo.. " jawab Seokjin dengan ceria.
semuanya merasa lega dan bersyukur keadaan Seokjin sudah jauh lebih baik.
"makan yang banyak jinnie.. habiskan ne. " jungkook
"ne Hyung.. "
Jihyun yang melihat interaksi jungkook dan Seokjin merasa sedikit sedih.
'bagaimana jika jinnie tahu kalau dia mempunyai seorang hyung kandung? apakah ia akan sangat senang? apakah hubungannya akan sebaik seperti Seokjin dengan jungkook? NamJoon eomma merindukanmu nak, maafkan eomma yang belum bisa menemuimu. '
Young ae yang tahu apa yang dipikirkan oleh Jihyun hanya mengelus punggung Jihyun dan mengatakan sabar. Jihyun yang mengerti maksud eomma nyapun menganggukkan kepala nya.
Tanpa mereka sadari pintu ruang rawat Seokjin kembali terbuka dan Jihyun tersenyum ramah ketika tahu siapa yang datang.
"eonnie.. sapa perempuan itu.. "
.
.
.
TBC
kira kira siapa ya perempuan yang datang itu.?
Oke jangan lupa vote like comment and subscribe yaaaaa.. Terima kasihh 💜💜
__ADS_1