SEKAR UNTUK ARJUNA

SEKAR UNTUK ARJUNA
Singkat Tapi Berkesan


__ADS_3

Malam semakin larut, Arjuna dan Sekar masih berada dalam ruang yang sama. Dalam keheningan malam itu, keduanya kini sedang menyatukan perasaan mereka yang kini mulai berbaur.


Keduanya masih bungkam untuk waktu yang cukup lama, hingga saat itu mata Arjuna melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul satu dini hari.


"Mas, kita pulang aja, gue takut Neira bangun."


Arjuna tampak melihat dinding kaca apartemennya, tampak rintik hujan sudah mulai mereda, sedang Sekar masih berada dalam pelukannya di atas sofa.


"Tapi lo laper kan? Kita cari makan dulu ya," sahut Arjuna kepada gadis itu. Sekar akhirnya mengiyakan. Betul apa yang dikatakan oleh Arjuna saat ini, perutnya tiba-tiba saja keroncongan.


"Cari yang dekat-dekat aja, Mas, biar cepet," kata Sekar.


Arjuna tersenyum kemudian mengangguk, lalu dia membiarkan Sekar beranjak dari sisinya, sementara lelaki itu sendiri kemudian pergi ke kamar dan keluar dengan membawa sweater yang diambil di lemari kamar apartemennya. Diserahkannya benda itu kepada Sekar setelah dia sendiri berganti baju karena bajunya lembab dan tidak nyaman dipakai sebab telah terbias air hujan.

__ADS_1


"Ganti dulu ya, pergi ke kamar sana. Lo nggak mungkin pulang dalam keadaan basah kayak gini, nanti sakit," kata Arjuna berkata penuh perhatian kepada gadis itu. Sekar tersenyum lalu mengangguk dan melangkah masuk ke dalam kamar lelaki itu.


Tak lama kemudian, Sekar keluar. Arjuna tersenyum simpul melihat Sekar dengan baju yang dikenakannya, tampak sedikit kebesaran tetapi itu malah membuatnya semakin menarik. Mereka melangkah keluar dari apartemen Arjuna. Untuk malam ini, tak ada yang terjadi lebih, hanya pelukan dan juga ciuman singkat yang penuh makna.


Di sepanjang koridor apartemen, Arjuna menggandeng jemari Sekar, menggenggamnya erat dan membawanya menuju lift, ketika mereka sampai di basement mereka segera masuk ke dalam mobil.


"Mas, Mas Arjuna!"


Arjuna yang baru saja masuk dalam mobil segera menurunkan kaca mobilnya, setelah dia melihat seorang security mendekat ke arahnya dengan langkah berlari dan tampak tergopoh-gopoh. Nampaknya ada hal penting yang ingin dikatakan oleh pria tambun itu.


Sempat-sempatnya satpam itu melongok dan melihat Sekar yang jadi merasa tak enak dan hanya memberikan senyum kecil. Sementara Arjuna hanya mengangguk juga.


"Ada apa, Pak, kayaknya ada yang penting banget?" tanya Arjuna.

__ADS_1


"Iya, Mas, cuma mau nyampein kalau kemarin itu ada mbak Lola pergi ke apartemennya Mas sambil nendang-nendang pintu apartemen. Kita tanyain kenapa, rupanya Mas Arjuna sudah mengganti password apartemennya. Dia sempat coba buat merusak pintu apartemennya, Mas, kemarin, tapi kita udah cegah kok dan saya nyampein ini biar Mas Arjuna tahu."


Arjuna terdiam sesaat, tampak wajahnya tidak senang mendengarkan berita itu tapi kemudian dia tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada security yang segera menjauh.


"Nekat banget sih, Lola. Udah gue putusin juga."


"Dia masih suka sama lo, Mas, dia pasti nggak terima lo putusin waktu itu."


"Kalau gue pindah apartemen, lo setuju?" tanya Arjuna kepada Sekar. Sekar tentu saja tak bisa langsung menjawab. Dia juga merasa akan terlalu lancang jika memberikan tanggapan dan menyuruh Arjuna pindah dari apartemennya yang sekarang.


"Itu terserah lo, Mas. Tapi kan sayang apartemennya."


"Nggak apa-apa, ntar gue cari orang lain yang mau beli. Apartemen gue banyak yang minat kok selama ini, gue aja masih betah tinggal di sana. Tapi kalau Lola masih nekat sering cariin gue ke sana, mendingan gue jual, lagian gue nggak mau ntar lo terganggu, Sekar."

__ADS_1


Sekar tersenyum kecil, akhirnya dia mengangguk, dia menyerahkan semuanya kepada Arjuna saja. mobil melaju dan meninggalkan tempat itu, menuju sebuah warung lesehan yang masih buka pada malam hari di Jakarta yang tidak pernah tidur itu.


Namun, kebersamaan antara Sekar dan juga Arjuna di dalam apartemen tadi masih saja terasa dalam hati gadis itu, dia jadi seringkali melirik Arjuna dan tersenyum menatap lelaki itu dalam diamnya. Malam ini, Arjuna memberikan sesuatu yang singkat tapi sangat berkesan untuknya.


__ADS_2