
*Daun dapat gugur di musimnya
begitu juga denganku...
saat tiba waktunya untukku gugur
maka saat itulah telah tiba
__Ade Lia Rosaline
Setiap musim dapat berganti
jika kau gugur...
maka akulah musim semi untukmu
_Andhika Prayoga
Suatu keberuntungan dalam hidupku
bertemu dan mengenal dirimu.
_Ade Lia Rosaline
Suatu keberuntungan dalam hidupku
andai aku dapat memiliki mu selamanya.
_Andhika Prayoga*
______________
"Permisi, saya ingin meminjam buku kimia, ini kartunya."
"Baiklah tunggu sebentar."
"Silahkan tanda tangan, peminjaman buku cetak kimia maksimal 1 Minggu."
"Baik."
Laki-laki itu pergi sembari membawa buku kimia yang di pinjamnya di perpustakaan tadi.
"Adel oh my god."
__ADS_1
"Apaan sih ci..." Adel merasa sangat aneh sekali dengan tingkah Cici.
"Dia kan...dia itu loh."
"Apaan sih Cici, kamu tuh nggak jelas deh."
"Dia itu tadi laki-laki yang baru pindah ke sekolah kita." Ucap Cici penuh semangat.
Adel hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabat baiknya ini. Kadang memang terlihat berlebihan jika Cici bertemu laki-laki tampan, tapi apalah daya untuk Adel.
"Terus kenapa ?."
"Dia tuh Andhika Prayoga, dia pindahan dari sekolah peduli. Katanya sih dia pindah karena di paksa sama guru-guru di sekolah kita buat pindah kesini, alasannya sih dia tuh yang pernah ngalahin kak Freya di olimpiade fisika" Jelas Cici panjang lebar.
Adel tidak menggubris omongan sahabatnya itu, dia lebih memilih mengurus kartu-kartu peminjaman buku perpustakaan.
"Adel kamu dengerin gue nggak sih ?." Tanya Cici kesal.
Adel hanya tersenyum manis sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Iya kok aku dengerin."
Tettooott... tettooott..
"Udah bel masuk tuh Del, yuk kita masuk."
______________
Seorang gadis manis, andai aku kenal, andai aku punya waktu, andai...andai...dan andai...
...
Suatu saat nanti aku ingin kita berteman..
...
____________
"Hai sobat baru."
"Lo..ada apa." Tanya Andhika.
"Gimana hari pertama lo disini, seneng nggak."
__ADS_1
"Lumayan sih, apalagi punya sobat kaya lo." Ucap Andhika datar.
"Cih...datar bener sih omongan lo."
"Lebih enak aja kalo datar."
"Pasti gara-gara murid cewek kan lo jadi datar." Ucap Tyo teman baru Andhika.
Yang di katakan Tyo tak sebenernya salah, memang Andhika selalu saja datar dan dingin terhadap semua wanita, terutama wanita yang selalu saja mengejar-ngejar dirinya pas pertama kali ia menginjakkan kaki di sekolah ini.
Tapi sikapnya yang datar dan dingin tak pernah ia gunakan untuk seorang gadis yang sudah mencuri cintanya pada pandangan pertama.
Seorang gadis yang duduk sebagai pelayanan peminjaman buku perpustakaan, seorang gadis yang memiliki senyum manis yang indah, dan seorang gadis yang memiliki keramahan dan lemah lembut yang tak sepenuhnya ia tunjukkan.
"Sob, gue pengin nanya ke lo."
"Mau nanya apa ?."
"Lo tau nggak, siapa gadis yang suka jadi relawan perpustakaan."
"Hah..."
"Lo serius nanya gadis itu." lanjutnya tak percaya.
"Dua rius deh."
"Namanya Adel.... Ade Lia Rosaline."
"Adel..." Ucap Andhika lirih mengulangi nama gadis itu.
"Jangan bilang kalo lo suka."
"Bukan urusan lo." Jawab Andhika ketus.
"Cih...lagaknya sih kaya Varrel Bramasta. Nggak usah dingin lo, kalo suka ya langsung tembak aja."
"Tapi jujur aja sih, Adel emang cantik kok, manis juga orangnya." ucap Tyo menimpali perkataannya.
...
____________
Jika aku tak dapat menjadi kekasih mu...
__ADS_1
setidaknya aku bisa menjadi teman mu...
_____________