
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Ucap seluruh siswa serentak.
"Selamat pagi semuanya, semoga kita selalu di beri kesehatan oleh Allah SWT. Baiklah tak lama-lama mari kita mulai gladi bersih hari ini." Ucap Fajri ketua OSIS High school academy.
"Semangat semuanya."
"Semangat..." teriak semuanya bersama.
Berbeda dengan seseorang yang berdiam diri di bawah pohon itu. Nampaknya ia tak terlalu bersemangat untuk melakukan gladi bersih. Siapa lagi orangnya jika bukan Adel.
"Lo disini ternyata." Ucap seorang laki-laki yang Adel kenal. Ya tentu saja itu Andhika.
"Iya." jawab Adel singkat.
"Kenapa Lo nggak bales pesen gue ?." Tanya Andhika.
"Retoris." Ucap Adel singkat.
"Retoris ?." Ucap Andhika mengulang perkataan Adel.
"Iya, pertanyaan kamu tuh retoris. Kamu pasti tahu kan apa arti retoris." Ucap Adel datar.
Andhika merasa sangat malu. Ya bagaimana tidak, entah kenapa setiap di depan Adel, dirinya terlihat seperti orang bodoh yang sangat idiot.
"Tahu lah." Ucap Andhika tak kalah datar.
"oh." hanya itu saja ucapan Adel.
oh tuhan, sungguh dirinya sekarang seperti telah kehilangan rasa harga dirinya begitu saja apa bila ada di depan gadis bernama Adel.
Entah kenapa Andhika pun tak tahu, kenapa dirinya begitu sangat ingin mengenal Adel lebih dalam. Padahal dari dulu dirinya lah yang selalu di kejar-kejar oleh wanita, tapi sekarang dirinya lah yang harus mengejar sang wanita.
Sial !
"Ya udah." Ucap Andhika tak jelas.
"Ya udah." Ucap Adel mengulangi perkataan Andhika.
Adel hanya melihat ke arah Andhika tanpa mengatakan satu kata pun dari mulutnya. Karena merasa tidak akan ada jawaban Andhika berlalu meninggalkan Adel.
Adel hanya bisa mengedikan bahunya. Tak paham agaknya dengan sikap Andhika yang beberapa hari ini terlihat aneh padanya.
"Emang aku ada salah apa sama dia." Ucap Adel dengan polosnya.
"Kamu nggak salah, hanya aja kamu nggak peka." Ucap Tyo yang tiba-tiba ada di belakang Adel.
Adel nampak terkejut melihat Tyo yang ada di belakangnya, dia tidak mengira bahwa ada orang ketiga yang ada disini.
"Kamu sejak kapan disitu." Tanya Adel lirih.
"Sejak tadi, pas Andhika kesini dan gue pun ikutan kesini." Ucap Tyo santai.
"Sebenarnya gue kesini mau ngabarin Lo, tuh pak Popo udah teriak-teriak kaya toa nyari Lo. Ehh Lo nya malah disini." Ucap Tyo memperjelas.
"Ohh gitu, thanks yaa."
"it's oke."
Adel pun segera pergi meninggalkan Tyo seorang diri di bawah pohon.
Selepas kepergian Adel. Tyo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lemah.
"Ternyata Lo itu emang susah buat peka deh." Ucap Tyo lalu pergi meninggalkan pohon itu sendirian.
"Yah sekarang aku yang sendirian." Ucap kuntilanak. "Khihihihi."
__________
Disisi lain nampak Andhika yang mulai melakukan beberapa pemanasan bersama anggota yang lainnya.
__ADS_1
Setelah dirasa cukup melakukan pemanasan itu, mereka mulai berlatih basket yang keterakhir kalinya hari ini.
"Ya oper sini Dhika..." teriak kapten basket bernama Rian.
Dengan cepat Andhika langsung mengopernya.
Dan blush...
"Yeee...." teriak semuanya ketika bola basket masuk.
Mereka semua latihan hingga beberapa ronde. Dan finish...mereka semua sudah sangat lelah hingga memutuskan untuk beristirahat.
"Gue nggak nyangka kita bisa sampai sejauh ini. Pokoknya kalian semua hebat..." Ucap Rian sambil menjempoli timnya agar tetap semangat.
"Harus dong, kapten kita kan hebat." Ucap Andhika.
"Bener, bener, bener." Ucap salah satu anggota lainnya.
🎶🎵🎶🎶🎵🎶🎵
"Eh ada yang lagi nyanyi tuh..." Ucap salah satu anak basket.
"Ini kan kaya suaranya Adel." Ucap Rian.
Semua langsung menoleh ke arah Rian.
"Iya bener ini suaranya Adel. Yuk liat." Ajak Rian.
"Yuk."
mereka semua lantas mulai berjalan mendekat ke arah panggung di sebelah lapangan basket.
Mereka semua nampak terkagum-kagum dengan suara emas Adel.
🎵🎵
Kata-kata takkan pernah bisa Mengungkapkannya
Rasa ini juga rindu ini kian menjadi
Terserah terserah mau bilang apa
Ku ikuti saja hati ini sambil bertanya...
Inikah cinta... ataukah hanya...
Tak mau dipisahkan
Benarkah cinta atau khayalan sajaÂ
Aku sungguh tak tau
Bila saja ada seseorang Untuk ku bandingkan
Agar ku tau siapa nanti yang ku pilih
Terserah terserah mau bilang apa
Ku ikuti saja hati ini sambil bertanya...
Inikah cinta... ataukah hanya...
Tak mau dipisahkan
Benarkah cinta atau khayalan sajaÂ
Aku sungguh tak tau...
Oooh..
Ooo oo..
__ADS_1
--
Inikah cinta... ataukah hanya...
Tak mau dipisahkan
Inikah cintaaa...aa..
Benarkah cinta atau khayalan sajaÂ
Aku sungguh tak tau
Aku sungguh tak tau...
Oh Benarkah cinta
(Lagu Benarkah Cinta - Afifah Ifah'nda )
Prok...
prok...
prok...
Semua siswa dan siswi yang ada di lapangan langsung bertepuk tangan dengan sangat riuh.
"Woow..." Ucap semua orang terpukau dengan suara emas milik Adel.
"Udah lama gue nggak denger Lo nyanyi kaya dulu Del..." Ucap Rian pelan, namun bisa di dengar oleh Andhika.
"Emang Adel udah nggak pernah nyanyi selama ini ?." Tanya Andhika penasaran.
"Dulu dia sering nyanyi. Sering juga mewakili sekolah. Namun 1 tahun belakangan ini, dia tuh kaya lagi nyimpen suatu rahasia. Jujur gue kangen sikap ceria Adel, gue kangen suara merdunya, dan gue kangen Adel yang super aktif di OSIS sama seni musik." Jelas Rian panjang lebar.
"Sampe sekarang gue nggak tahu. Apa penyebab Adel berubah kaya gitu. Adel yang sekarang bukan Adel yang dulu. Adel sekarang adalah orang yang jarang bicara, sekarang dia nggak terlalu aktif di OSIS ya walaupun dia masih termasuk anggota OSIS. Dan yang paling buat gue nggak paham, Adel yang sekarang lebih suka di perpustakaan." Ucap Rian panjang kali lebar kali tinggi.
Andhika hanya melongo mendengarnya. Dia tidak menyangka jika Rian akan menceritakan semuanya segamblang itu di depannya.
Andhika hanya tersenyum kecil, suatu masa lalu Adel yang belum ia ketahui telah terbongkar dari mulut Rian.
Ternyata kamu nggak kaya yang aku bayangkan Del...
jika dulu kamu cewek ceria, aktif, ramah. Kenapa kamu berubah menjadi wanita dingin, dan tertutup sekarang...
Batin Andhika.
"Ya udah yuk, kita lanjut lagi latihannya." Ajak Rian kepada seluruh anggota tim basketnya.
"Yah...padahalkan gue masih pengin denger suara Adel nyanyi..." Rengek Bayu wakil kapten.
"Wakil nggak ada akhlak, harusnya Lo itu kasih contoh bener sama semua anggota. Ehh malah Lo nya kaya gini." Ucap Rian datar.
"Ya sorry deh, gue kangen cuma kangen."
"Gue juga kangen, tapi masih ada hari esok untuk mendengarkannya." Ucap Rian.
"Hmmm."
__________
*Kau seperti bunga aster yang menyimpan banyak rahasia...
apakah kau akan selalu menyimpannya...
_Andhika Pratama
Sebuah rahasia itu bagaikan bangkai...
busuknya bangkai lah yang dapat tercium, membuat suatu bangkai dapat di temukan.
Begitu juga dengan rahasia...
__ADS_1
tak akan selamanya bisa tersimpan dengan rapih.
_Ade Lia Rosaline*