Selamat Jalan Adel...

Selamat Jalan Adel...
Chapter 10


__ADS_3

Andhika____


DIET !


Aku tak habis pikir karenanya, aku pikir Adel sudah sangat kurus. Tapi untuk apa dia melakukan diet sayur seperti itu.


Huufftt...


Aku pikir aku akan menemukan sesuatu yang membuat ku sangat terkejut, tapi ternyata yang membuatku terkejut adalah. Adel diet, kenapa harus diet. Padahal tubuhnya sudah sangat kurus.


Entahlah aku juga tidak tahu, kenapa aku sangat penasaran dengan seorang wanita. Padahal aku bukanlah tipikal orang yang suka penasaran dengan kehidupan seseorang. Tapi menurutku, Adel ini berbeda.


Drrtdrrt


Tyo ?..ada apa yah.


*Tyo


hai bro, Lo lagi sibuk nggak...


^^^Andhika^^^


^^^Nggak*.^^^


*Tyo


mau nemenin gue nggak...


^^^Andhika^^^


^^^Kemana* ?^^^


*Tyo


kerumahnya Adel...


^^^Andhika^^^


^^^siap 45, kapan kita berangkat*.^^^


*Tyo


Sebentar lagi gue ke rumah Lo, gih cepet siap".


^^^Andhika^^^


^^^hmmm*^^^


"Yeayy". Pekikku ke girangan.

__ADS_1


Bagaimana tidak, ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk ku. Karena ini adalah pertama kalinya aku akan kerumah Adel.


___________


Adel___


"Gue jijik, gue benci !." Ucap Bagas alay.


Sebenarnya aku pun tak tahu, ada apa di isi kepalanya Bagas. Melihatnya saja memang dia terlihat tampan, tapi jika tahu kelakuannya astaghfirullah. Siap-siap nyebut jadinya.


Seperti biasanya jika hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur di High school academy. Karena sekarang baru hari Sabtu, aku dan yang lainnya masih sibuk dengan surat persetujuan kepala sekolah, dan wali murid.


Sejujurnya saja aku memang sangat muak jika harus berurusan dengan Fajri. Ya walaupun dia teman se angkatan ku, tapi dia adalah ketua OSIS. Makannya aku menghormati dia sebagi ketos di sekolah.


Heran saja, aku memang bukan anggota inti. Tapi karena kelihaian ku dalam membuat surat, mungkin saja Fajri menyerahkan tanggung jawab ini padaku. Karena aku yang di pilih, maka tak segan-segan juga aku meminta Fajri untuk memberikan tugas yang sama untuk membuat surat persetujuan untuk acara LKS di sekolah dengan 3 serangkai.


"Gimana udah selesai belum." Tanyaku pada mereka.


"Belum, bentar lagi nih tinggal penutupan surat." Ucap Kevin nampak masih sangat konsentras.


"Ini Del, bagian yang udah gue foto copy. Tinggal kita klip aja." Ucap Bintang sembari memberikan surat persetujuan yang sudah di foto copy.


"Thanks." Ucapku tulus, dan di balas senyuman oleh bintang.


"Sama-sama." Ucapnya.


Kami pun mulai menyelesaikan tugas ini sekarang. Jika tidak, mungkin saja sampai besok belum selesai padahal ini kan harus sudah selesai hari Senin.


"Gue laper nih Del, dari pagi belum sarapan." Ucap Bagas merajuk.


Ya Allah, aku sampai lupa jika semalam teman-teman ku ini tidur di rumahku. Dan ya pastinya mereka ini belum sarapan, apalagi sekarang sudah pukul 9.00 pagi.


"Yuk makan." Ucapku mengajak ketiga teman OSIS ku untuk makan bersama di ruang makan.


Mereka memang nampak biasa saja saat memasuki rumahku, alasannya mereka sudah pernah ke rumahku saat ada acara LKS di sekolah dulu. Dan kebetulan di acara LKS itu kami berempat menyiapkan barang-barang untuk LKS bersama.


"Wow, fantastiko." Ucap Bagas terpukau dengan makanan yang ada di depannya.


"Biasa aja kali nyet." Ucap Kevin sinis.


"Yee, Lo mah suka banget kalo ngejek gue. Padahalkan gue nggak pernah salah sama Lo." Ucap Bagas kesal.


"Abisnya Lo tuh aneh sih, orang liat makanan kayak gini doang juga alaynya minta hampun.." Ucap Kevin sambil berlagak seperti di sinetron.


Aku dan bintang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah konyol itu. Ya mungkin benar, dimana ada Bagas disitu ada Kevin.


"Namanya juga laper, kalo liat makanan asal-asalan yang penting enak." Ucap Bagas sinis.


__________

__ADS_1


09.30


"Alhamdulillah...." Ucap Bagas saat selesai makan.


"Ada kuaci nggak Del." Ucap Bagas sambil nyengir kudanya.


Plakk...


"Dasar, tamu tak tau di untung. Di kasih hati mintanya jantung." Ucap kevin sinis.


"Apa hubungannya sama hati, jantung ?." Ucap Bagas polos.


"Gobloknya, minta ampun nih bocah." Ucap Kevin datar.


"Lo sendiri, ngomong juga nggak jelas." Ucap Bagas yang ikutan datar.


Adel, dan bintang memilih meninggalkan Bagas dan Kevin di ruang makan. Tentu saja, kepergian Adel, dan Bintang tak di ketahui oleh mereka. Karena mereka hanya sibuk bertengkar gaya anak kecil.


"Tuh kan kita di tinggal. Lo sih gara-garanya." Ucap Bagas sambil menuduh Kevin.


"Temen kampret Lo emang, yang ngajak ribut dari tadi siapa hah !!!." Ucap Kevin kesal.


"Lo lah."


"Hahhhh... LOLA."


"Elo budeg."


_______


Mereka berempat mulai mengerjakan kembali tugas mereka, tentu saja termasuk dengan Bagas. Walaupun dia mengerjakannya dengan wajah cemberut karena tak ada kuaci di depannya.


"Alhamdulillah selesai..." Ucap mereka bersamaan saat pekerjaan sudah selesai.


"Tinggal kita kasih ke Fajri besok Senen." Ucap Bintang dan di angguki oleh semuanya.


"Btw, katanya LKS tahun ini bakalan di bukit-bukit gitu." Ucap Kevin datar.


"Bagus dong kalo gitu." Ucap Adel.


"Iya betul banget tuh, bakalan seru kalo LKS nya di bukit, kalo ada semacam jerit malam... wuih, kayanya serem-serem gimana gitu." Ucap Bagas sambil mengkhayal.


"Emang Lo berani." Tanya Bintang.


"Ya jelas dong..." Ucap Bagas membanggakan dirinya sendiri.


"Ck." Ucap Kevin datar.


Di tengah-tengah candaan mereka, yang sedang penuh dengan ledekan dan pertengkaran kecil antara Bagas, dan Kevin. Tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu rumah Adel.

__ADS_1


Dengan langkah cepat. Noni membuka pintu utama rumah itu, dan terlihatlah 2 pria yang tengah di depan pintu itu. Namun tatapan Adel hanya terfokus pada 1 orang.


Andhika...


__ADS_2