Selamat Jalan Adel...

Selamat Jalan Adel...
Chapter 1


__ADS_3

Kau bagaikan bunga...


yang selalu membuat ku ingin terikat dengan wangi bungamu...


_________


Andhika ___


"Hei bro...lo murid baru yah ?."


Sebenarnya aku tidak tahu siapa dia, lagi pula ini adalah hari pertamaku di High School Academy.


"Iya."


"Duduk sini aja bareng gue, beneran disini kosong."


"Oke."


Tanpa berfikir panjang aku langsung melangkahkan kakiku menghampiri laki-laki itu.


Setelah duduk aku kembali teringat, aku tidak memiliki buku cetak kimia.


"Temenin yuk."


"Kemana ?."


"Ke perpustakaan buat minjem buku cetak."


"Ohh."


Aku berjalan mengikuti Tyo dari belakang, yaa... namanya adalah Tyo, seseorang yang mudah sekali akrab pada ku.


Aku selalu mengikuti Tyo, sesekali aku melirik tajam ke arah para siswi yang mungkin selalu membuatku risih.


Akhirnya kami sampai di perpustakaan, tadinya aku tidak melihat ada seorang gadis di meja pelayanan tempat meminjamkan buku. Dan aku baru menyadarinya saat aku telah menemukan buku yang kucari.


"Permisi saya ingin meminjam buku kimia."


"Silahkan tanda tangan, peminjaman buku cetak kimia maksimal 1 Minggu." Ucapnya ramah sembari tersenyum manis.


Deg...


Hati berasa berdetak tak karuan saat pertama kali melihat senyumannya. Apa yang aku rasakan.

__ADS_1


Aku terus mengatur detak jantungku agar tidak terdengar olehnya. Aku mengambil buku itu darinya dan segera berlalu pergi.


Sebelum pergi aku pun menyempatkan tersenyum sekilas kepadanya, dan di balas senyum manis yang sangat indah.


"Gimana udah belum."


"Udah kok. Nih bukunya."


_________


Teeetttooot...


teeetttooot...


Jam istirahat datang, semua siswa mulai keluar kelas menuju kantin.


"Kantin." Ajak Cici.


"Aku udah bawa bekal sendiri kok."


"Okeh, lo mau ke perpustakaan lagi kan. Lo duluan aja nanti kalo gue udah selesai di kantin, gue bakal Samper lo."


"okeh."


Bukan tanpa alasan jika Adel selalu bawa bekal sendiri setiap hari, dia memiliki suatu penyakit yang entah kapan dapat sembuh. Dan hanya Cici yang tahu penyakit apa yang di indap oleh Adel.


Ia tidak sadar jika Andhika dari tadi slalu mengikutinya.


Grokk...


Adel duduk di bangku bagian pelayanan peminjaman buku. Dia mulai membuka kembali buku-buku yang belum selesai ia cantumkan di tanggal peminjaman dan pengembalian nya.


"Hai."


Adel pun sedikit terkejut dibuatnya.


"Hai..." Ucap Adel ramah.


"Boleh kenalan." Tanya pemuda itu, dan di balas anggukan kepala oleh Adel.


"Kenalin gue Andhika Pratama, panggil Dhika dan lo sendiri."


"Ade lia Rosalina, panggil aja Adel."

__ADS_1


"Kenapa lo di perpustakaan, lo nggak laper."


"Aku bawa bekal sendiri, kamu mau." tawar Adel ramah.


Seketika raut wajah Andhika langsung terkejut di buatnya, pasalnya bekal yang di bawa oleh Adel hanya sayuran hijau yang di kukus, potongan apel, dan nasi putih.


"Nggak deh, kebetulan tadi gue udah makan."


"Ohh, ya udah gue makan dulu ya..."


"iya."


Lama Andhika menunggu Adel selesai makan. Hingga saat Adel selesai, Andhika langsung menyerbunya dengan beberapa pertanyaan.


"Kenapa sih lo itu selalu di perpustakaan."


"Terus kenapa lo nggak ke kantin."


"Nah terus kenapa lo nggak ngabung sama temen lainnya."


Itulah beberapa pertanyaan Andhika yang bertubi-tubi.


Adel hanya menghela nafasnya pelan.


"Yang pertama alasannya adalah...aku cuma suka berada di perpustakaan. Untuk jawaban yang ke 2 aku nggak suka makanan kantin. Dan buat jawaban yang ke 3 Aku nggak suka nge gosip."


"Udah itu 3 alasan."


"Ohhh gitu toh alasannya."


"Kalo gitu, gue boleh nggak ikutan kaya lo jadi relawan perpustakaan."


"Boleh."


Dan saat hari itulah Andhika mulai belajar bagaimana menjadi relawan perpustakaan.


Dan saat itu juga Andhika mulai belajar mendekati Adel.


____________


*Tidak mudah mendapatkan dia dengan cepat...


mungkin suatu saat...

__ADS_1


Disaat datang musim semi dihatinya*...


_____________


__ADS_2