Selamat Jalan Adel...

Selamat Jalan Adel...
Chapter 2


__ADS_3

Bunga telah tumbuh...


di lubuk yang paling dalam...


Dan kau adalah bunga itu...


________


1 bulan kemudian___


Adel___


Hari ini tak seperti biasanya lagi, entah sudah berapa hari Dhika selalu menemaniku di perpustakaan.


Aku memang selalu berfikir jika dia hanya ingin belajar bagaimana caranya menjadi relawan perpustakaan.


Mungkin karena dia ada disini, perpustakaan jadi lebih ramai di banding dulu-dulu. Mungkin aku harus berterima kasih padanya, karena dialah perpustakaan sekarang ramai.


Bukan tanpa alasan aku tahu, hanya saja Dhika adalah primadona para siswi di sekolah ini, jadi nggak salah jika banyak cewek yang jadi suka kesini. Ya walaupun mereka Terpaksa.


"Adel...kamu udah makan siang belum."


"Udah kok Ci..."


"Udah minum obat belum." Bisik Cici di telingaku.


"Udah kok."


"Syukur deh...gue takutnya lo lupa."


"Lupa apaan."


"Ee...a...a..."


"Aisyah jyatuh cinta.. pa..pa..pada Jamilah."


Entah apa yang ada di pikiran Cici hingga dia malah bersenandung tidak jelas seperti itu.


Sama halnya dengan Dhika, dia juga mengerutkan keningnya melihat Cici yang seperti itu.


"Woi neng kalo mau dj an jangan disini...Inget..Dilarang berisik...." Ucap Tyo yang tiba-tiba datang entah dari mana.


"Gue tau kalee..."


"Udah tau masih aja berisik."


"Udah diem." Ucapku melerai pertengkaran mereka.


Aku hanya dapat menghela nafas berat melihat tingkah Tyo dan Cici yang selalu bertengkar. Jika aku pikir-pikir, sebenarnya mereka cocok juga sih.

__ADS_1


________


Tettooott...


tettooott...


Bel masuk telah berbunyi nyaring, para siswa dan siswi mulai tunggang langgang masuk kedalam kelas, mereka takut jika masuk kelas akan kena hukuman oleh guru yang mengajar nanti, pasalnya di High School Academy ini peraturannya sangatlah ketat.


"Gaess...hari ini kita jamkos..."


"Horeee..." Ucap seluruh anak kegirangan.


Adel tidak tahu pasti apa yang tengah terjadi, kenapa tiba-tiba jamkos.


di kursi belakang Adel ada Dhika dan Tyo juga yang sama-sama masih bingung dengan kata-kata Erick sang ketua kelas barusan.


"Erick sini deh lo." panggil Tyo.


"Ada apa."


"Kok jamkos sih, nggak kaya biasanya."


"Tadi pak Popo bilang kalo sekolah kita bakalan ada tanding basket sama sekolah pesona."


"Sekolah pesona ????."


Hahahaha...


Seketika Tyo dan Andhika tertawa terpingkal-pingkal karena mendengar nama sekolah pesona.


"Pesona... Ha-ha-ha...ngakak gue dengernya." Ucap Tyo masih dengan tawa yang terbahak-bahak.


"Udah gesrek kayanya otak lo deh." Ucap Erick kesal.


"Yee...gue mah nggak gesrek, lagian tuh sekolah lucu bener sih. Masa namanya pesona."


"Lah emang itu namanya. Tapi kalo lo tau aja ya, tuh sekolah jago banget maen basketnya tauu."


"Lo serius, hebatan mana sih sama sekolah kita."


"Terserah deh sama lo."


_________


Dari pada mendengar ocehan Tyo dan Erick yang tak ada akhlaknya, Andhika lebih memilih melihat Adel yang tengah duduk tenang di depannya.


Batinnya terasa sangat hangat ketika melihat Adel tersenyum, ya mungkin kisah di buku novel yang tengah di baca Adel lucu hingga Adel tak tanggung-tanggung untuk tersenyum.


Jujur, baginya ini adalah pemandangan yang sangat indah bagi Andhika walaupun hanya melihat senyumannya.

__ADS_1


"Entahlah...aku tak tahu kapan aku bisa menyatakan perasaan ku padamu..


Adel...apakah belum ada musim semi di hatimu untuk sedikit peka dengan perasaanku." Batin Andhika yang masih fokus dengan Adel.


"Panggilan di tujukan untuk Ade Lia Rosaline dan Andhika Prayoga dari kelas XI Mipa, silahkan temui pak Popo di ruang guru segera."


Itulah isi dari pemberitahuan yang di tujukan untuk Adel dan Andhika.


Adel dan Andhika pun berjalan bersama menuju ruang guru, bagi Andhika ini adalah hal yang paling menguntungkan baginya karena dia bisa berjalan bersama Adel.


Tok..


tok...


tok...


Adel mengetuk pintu ruang guru sebelum masuk. Setelah mengetuk nya Adel berjalan kedalam ruang guru dan di ekori oleh Andhika di belakangnya.


"Permisi Pak Popo,apakah bapak memanggil kami."


"Iya betul Adel, kalian pasti sudah dengarkan jika sekolah kita akan bertanding basket dengan sekolah pesona."


"Iya pak, kami sudah mendengarnya. Lalu apa hubungannya dengan kami." tanya Andhika.


"Bapak tahu kalo di sekolah mu dulu selain memenangkan olimpiade fisika, kamu juga pandai bermain basket kan. Maka dari itu, Bapak ingin kamu ikut tim basket sekolah kita."


"Dan untuk kamu Adel, kamu adalah diva sekolah, jadi Bapak harap kamu bisa ikut tanding diva dengan sekolah pesona."


"Akan saya pertimbangkan kembali Pak." Ucap Adel.


Andhika melongo mendengar pengakuan Adel, dia kaget bukan main karena menurutnya Adel itu tidak pandai menyanyi, tapi sekarang malah dia di suruh menjadi perwakilan sekolah untuk menjadi diva.


"Baiklah, Bapak tunggu keputusan mu."


"Andhika mulai besok pagi kamu akan di ijinkan untuk latihan basket dengan yang lainnya, jadi jangan sampai terlambat yaa."


"Cuma ini dulu dari bapak, jika ada info lainnya bisa di susul nanti."


"Baik pak kami permisi dulu."


__________


*Bolehkah aku jujur...


kau bukan hanya peri di hatiku, tapi kau adalah daun yang selalu mengipasi ku dengan caramu sendiri...


_Andhika Prayoga*


___________

__ADS_1


__ADS_2