
kriiing...
kriiing...
Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa mulai keluar kelas menuju parkiran. Begitu juga dengan Adel, dan Cici.
Adel dan Cici memang selalu pulang dan berangkat sekolah bersama, rasanya jika bisa dikatakan mereka sudah seperti kakak adik yang tak dapat di pisahkan.
"Adel..." teriak seseorang dari belakang.
Sontak Adel, dan Cici membalikkan badannya kebelakang. Mereka berdua melihat dengan tatapan heran kepada 2 laki-laki yang ada di depan mata mereka. Siapa lagi jika bukan Andhika, dan Tyo.
"Ada apa." Tanya Adel heran.
"Ini." ucapnya sembari memberikan wadah minum milik Adel yang tertinggal di kelas.
"Thanks." ucap Adel singkat.
"Ya udah gue sama Tyo duluan yaa." Ucap Andhika berlalu pergi meninggalkan Adel, dan Cici.
Adel hanya mengedikan bahunya, merasa tidak peduli dengan sikap Andhika.
"Del..." Panggil Cici.
"Lo ngerasa aneh nggak sama si Andhika." ucap Cici.
"Maksudnya." Ucap Adel masih tak paham.
"Dia kaya nyimpen sesuatu deh ke Lo, tapi Lo nggak tahu apa yang di simpennya. Bisa juga kok di bayangin kaya rahasia." Ucap Cici ambigu.
"Jangan ambigu deh Ci...gue nggak paham tahu, liat tuh banyak reader yang juga sama-sama nggak paham."
"Hehe...sorry deh." Ucap Cici terkekeh.
__________
*Hidup itu tidak akan kekal abadi...
kita hidup di dunia, dan kita akan kembali lagi ke yang memiliki seluruh jiwa raga ini.
Layaknya daun yang pasti akan gugur setelah semi...
begitulah dengan hidup semua orang, dan juga hidupku.
Aku hanya berdoa, semoga hidupku bisa berguna untuk semua orang...
Dan aku berharap tidak ada satupun laki-laki yang mencintai ku...
Karena aku takut hanya bisa menyakiti mereka...
_Ade Lia Rosaline*
..........
Itulah isi catatan dari buku Diary yang ditulis oleh Adel.
Entah mengapa dirinya selalu ingin menulis jika dia mengingat bahwa dirinya tak akan lama lagi di bumi, dan di dunia ini.
Sudah hampir 1 tahun dirinya menjalankan hidup sesedih, dan seberat ini. Namun semuanya ia jalani dengan selalu tersenyum ceria, dan penuh rasa bersyukur karena Allah SWT masih memberikan kesempatan hidup untuk Adel, hingga detik ini.
Adel mulai kembali ke tempat tidurnya, malam ini dia free dari tugas sekolah. Ya tentu saja karena Sekolah akan mengadakan perlombaan melawan Sekolah pesona.
Sebenarnya lomba ini untuk memperingati HUT High school academy. Namun karena para OSIS ingin merayakannya dengan cara lain, maka tercetuslah ide untuk mengadakan lomba antara basket dari High school academy.
Tiba-tiba saja Adel teringat akan ucapan Pak Popo yang ingin Adel bisa ikut lomba menyanyi, melawan sekolah pesona.
Dengan gerakan cepat Adel mengambil ponselnya yang di letakan di atas nakas sebelah tempat tidurnya.
Dengan cepat jari lentik Adel membuka ponselnya, dan langsung membuka aplikasi WhatsApp.
^^^Ade Lia^^^
^^^*Assalamu'alaikum pak, selamat malam.^^^
^^^maaf saya menganggu. untuk masalah lomba menyanyi saya akan ikut serta pak.^^^
Pak Popo
Waalakumsalam.
__ADS_1
iya tidak apa-apa, terima kasih karena sudah mau ikut serta dalam lomba menyanyi ini*.
^^^Ade Lia^^^
^^^Iya pak sama-sama.^^^
Itulah isi pesan dari Adel untuk pak Popo. Adel ingin menaruh ponselnya di atas nakas, tapi tiba-tiba saja ada seseorang yang mengirim pesan WhatsApp ke Adel.
Karena takut itu adalah informasi penting dari sekolah, Adel segera membuka aplikasi WhatsApp lagi.
+62857.....
*save
^^^Ade Lia^^^
^^^Siapa*^^^
+62857......
*Seseorang yang mengembalikan botol minum.
^^^Ade lia*^^^
^^^?^^^
+62857.......
Andhika...
^^^*Ade Lia^^^
^^^ohh*^^^
+62857....
*ohh ???
^^^Ade Lia*^^^
^^^?^^^
+62857.....
*save
^^^Ade Lia^^^
Andhika
thanks*...
Tak ingin membuang waktu tidurnya, Adel menaruh ponselnya ke atas nakas. Dan dengan cepat ia membaca doa lalu tertidur.
Disisi lain___
Malam ini begitu sepi bagi Andhika. Dia seperti bantal guling yang bergerak tak tahu arah, ke kanan dan ke kiri di atas kasur.
"Bosen." Ucapnya datar.
Tiba-tiba saja Andhika menemukan sesuatu yang ingin ia cari, yaa nomernya Adel jawabannya.
Dengan gerakan cepat Andhika langsung mencari nama Tyo. Setelah menemukannya Andhika langsung mengirim pesan kepadanya.
^^^Andhika^^^
^^^*hai bro^^^
Tyo
Ada pa...
^^^Andhika^^^
^^^minta nomernya Adel.^^^
Tyo
hmmm
__ADS_1
^^^Andhika^^^
^^^buruan^^^
Tyo
nih...
gue kan lelaki tampan, baik hati, dan tidak sombong.
^^^Andhika^^^
^^^buruan nyet*...^^^
*Tyo
iya sabar...
Tyo
nih nomernya.
Ade Lia +623456.....
^^^Andhika^^^
^^^Thanks bro.^^^
Tyo
y*
Itulah isi chatt Andhika, dan Tyo.
Dengan cepat Andhika langsung menyimpan nomernya Adel lalu meng save nomernya.
Andhika
save
^^^Ade Lia^^^
^^^Siapa^^^
Andhika
Seseorang yang mengembalikan botol minum.
^^^Ade lia^^^
^^^?^^^
Andhika
Andhika...
^^^Ade Lia^^^
^^^ohh^^^
Andhika
ohh ???
^^^Ade Lia^^^
^^^?^^^
Andhika
save
^^^Ade Lia^^^
Andhika
Thanks.
Sungguh sangat dingin.
__ADS_1
Entah kenapa Andhika merasa sangat aneh. Pasalnya baru pertama kali ini dia mengirim pesan terlebih dulu kepada seorang gadis.
Sudah chatt nya singkat juga, memang Adel itu lain dari yang lain. Andhika jadi semakin penasaran dengan Adel.