
Adel hanya bisa mengedikan bahunya. Tak paham agaknya dengan sikap Andhika yang beberapa hari ini terlihat aneh padanya.
"Emang aku ada salah apa sama dia." Ucap Adel dengan polosnya.
"Kamu nggak salah, hanya aja kamu nggak peka." Ucap Tyo yang tiba-tiba ada di belakang Adel.
..........
Entah kenapa selepas dia pergi dari bawah pohon tadi Adel selalu mengingat-ingat perkataan Tyo tadi.
"Kamu nggak salah, hanya aja kamu nggak peka." Ucap Adel menirukan ucapan Tyo.
"Emang apa yang buat aku nggak peka." Timpal Adel, rasanya dia masih tidak paham dengan kata-kata peka.
Malam ini dirinya benar-benar sangat bingung, entah sudah berapa kali Adel selalu mengatakan "Nggak peka..." .
"What the...hah sial, aku masih nggak paham." Ucap Adel kesal.
tiba-tiba saja suatu memori datang pada ingatan Adel, yaa memori disaat dirinya tengah di parkiran bersama Cici.
"Del..." Panggil Cici.
"Lo ngerasa aneh nggak sama si Andhika." ucap Cici.
"Maksudnya." Ucap Adel masih tak paham.
"Dia kaya nyimpen sesuatu deh ke Lo, tapi Lo nggak tahu apa yang di simpennya. Bisa juga kok di bayangin kaya rahasia." Ucap Cici ambigu.
Itulah sekelebat bayangan yang Adel ingat.
"Dia kaya nyimpen sesuatu deh ke Lo, tapi Lo nggak tahu apa yang di simpennya. Bisa juga kok di bayangin kaya rahasia." Ucap Cici ambigu.
Adel masih terus berfikir tidak jelas, Adel benar-benar pusing di buatnya.
"Ahhh... pusing, aku mau tidur aja deh. Bodoamat lah sama kata-kata nggak peka lah, kaya ada rahasia lah.. pokoknya Bodoamat." Ucap Adel kesal.
Adel pun segera merebahkan dirinya dengan benar di kasur, tak lupa Adel juga membaca doa sebelum tidur agar tidurnya selalu di lindungi dari mimpi buruk dan setan.
__________
Disisi lain_
"Chat, nggak, chat, nggak..." Ucap Andhika sembari menghitung jarinya.
Dia sedikit bingung pasalnya, karena jika dia meng chat Adel pasti tidak akan pernah di balas. Kecuali jika dia chat tentang kepentingan sekolah. Ya!!!, tentang kepentingan sekolah.
"Chat aja lah."
Setelah jari-jari milik Andhika membuka WhatsApp dirinya langsung terduduk lemas.
Adelia terakhir dilihat hari ini pukul 20.00
"Udah off 1 jam yang lalu." Ucap Andhika lemah.
"Kalah cepet gue." Ucapnya datar.
Sekarang Andhika hanya bisa pasrah, dirinya begitu ingin sekali meng- chat Adel. Tapi apalah daya ketika seseorang yang ingin di chat malah off.
Drrtdrrt
*Tyo
tumben belum off.
^^^Andhika^^^
^^^lagi pengin chat, tapi dia nya off.^^^
Tyo
siapa ?
^^^Andhika^^^
^^^Ade Lia Rosaline* ...^^^
__ADS_1
Tyo
*ohh..
^^^Andhika^^^
^^^?^^^
Tyo
Lo harus ngerubah sikap Lo.
kalo boleh jujur, Lo itu kaya orang idiot tau.
^^^Andhika^^^
^^^Lah gue harus gimana lagi..^^^
Tyo
Lo itu kan selalu cool sama cewek kan ?
^^^Andhika^^^
^^^Iya^^^
Tyo
Lo harus bisa sok cool dalam waktu 1 minggu ke Adel.
^^^Andhika^^^
^^^Gue nggak bisa nyet.^^^
Tyo
Pengin jadi pacarnya Adel nggak.
^^^Andhika^^^
Tyo
makannya sok cool, sok cuek, dan jangan pernah nyapa sama chat Adel dalam 1 minggu ini.
^^^Andhika^^^
^^^nggak ada cara lain^^^
Tyo
nggak ada.
^^^Andhika^^^
^^^lah..^^^
Tyo
Terserah*...
Dan itulah isi chat antara Tyo dan Andhika.
Andhika menghembuskan nafasnya berat. Dia masih berpikir bagaimana caranya menyatakan cinta ke Adel, dan bagaimana caranya supaya Adel dapat jatuh cinta padanya.
"Kamu itu emang susah buat di dapetin yah..."
Dan akhirnya Andhika memilih untuk pergi tidur, dirinya masih menimbang-nimbang usul Tyo.
"Bisa gila gue kalo nggak ngomong seharian sama Adel. Apalagi kalo sampe 1 minggu."
___________
06.30
"ANDHIKA BANGUN !!!!." Ucap Retno ibunya Andhika sambil berteriak-teriak.
__ADS_1
"5 menit lagi mah.." Ucapnya bernegosiasi.
"Kamu gila yah !! ini udah jam setengah tujuh kenapa masih belum bangun Dhika... Masya Allah ya Allah ya Tuhanku...." Ucap Ratna sambil mengelus-elus dadanya.
"What's...kok mamah nggak bangunin Dhika sih.." Ucap Andhika kesal.
"Udah dari tadi." Ucap Ratna ketus.
Ratna langsung pergi meninggalkan anaknya yang sedang gugup mempersiapkan dirinya.
"Heran aku sama kamu Dhik..nggak biasanya bangun se siang ini." Ucap Ratna lirih.
Sedangkan di dalam kamar, Andhika nampak menggerutu tidak jelas. Kata-kata umpatan bangun tidur pun selalu ia keluarkan.
Setelah siap Andhika langsung dengan cepat turun ke bawah.
Sekarang jam menunjukkan pukul 06.45 menit.
Damn it !...sumpah Andhika benar-benar terlambat.
"Pah, mah.. Andhika berangkat dulu yaa.." Ucap Andhika tergesa-gesa.
"Nggak makan dulu." Tanya Yoga.
"Nggak sempet. Ya udah Andhika pamit, assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Ucap Ratna dan yoga bersama.
__________
Disisi lain_
Sekolah nampak mulai ramai kedatangan siswa dan siswi dari Sekolah pesona. Seluruh siswa High school academy hanya bisa memaklumi. Memang sih sekolah pesona itu cantik-cantik sama ganteng-ganteng, eittss tapi masih gantengan sama cantikan sekolah High school academy loh.
"Adel tolong bantu gih, kasihin air mineral ke tim basket." Ucap Fajri ketos meminta tolong.
"Oke." Ucap Adel singkat.
Ya, Adel memang salah satu anggota OSIS di sekolah. Namun dia tidak terlalu aktif, Adel akan aktif jika ada suatu acara yang mungkin benar-benar penting, seperti sekarang ini contohnya.
Dengan langkah cepat Adel berjalan menuju ke arah lapangan basket. Disana baru ada para anggota pemain antara tim dari sekolah High school academy, dengan sekolah pesona.
Adel makin mendekati lapangan basket, dan saat dirinya sudah masuk. Semua pasang mata tertuju ke arahnya. Sungguh Adel begitu tidak suka melihatnya, karena Adel sangat risih.
"*****, cantik banget dia bro." Ucap salah satu dari sekolah pesona.
"Anjim, iya bro. Rasanya kaya ada bidadari turun dari langit." Ucap yang lainnya menimpali perkataan temannya.
Adel hanya acuh saja, dia tidak terlalu memikirkan omongan mereka. Sekarang fokus Adel hanya 1, menyerahkan 1 kardus air mineral.
"Sini biar gue bantu." Ucap Rian ramah.
"Thanks." Ucap Adel singkat.
"Lo itu cewek, kenapa harus bawa berat-beratnya." Tanya Rian khawatir.
"Nggak papa lah, toh ini kerjaan gue jadi OSIS."
"Oke, never give up Del." Ucapnya lagi. Dan hanya di balas anggukan kepala oleh Adel.
Adel sempat menelik sesaat ke arah anggota tim basket. Adel merasa seperti ada yang kurang.
"Ada apa Del ?." Tanya Rian.
"Kaya ada yang kurang deh." Ucapnya sambil masih menilik seluruh anggota.
"Iya juga yah...tapi siapa." Ucap Rian menimpali perkataan Adel.
"ANDHIKA." Ucap Adel dan Rian berbarengan.
"Mana tuh anak, sialan dia padahal kan bentar lagi bakalan mau mulai." Ucap Rian kesal.
"Tuh dia orangnya." Tunjuk Bayu yang mengarah kepada sosok yang baru datang dengan terburu-buru. Siapa lagi jika bukan Andhika.
Semua orang hanya geleng-geleng kepala melihatnya.
__ADS_1