
Ceklek
Inilah suasana di dalam rumah Adel, rumah yang begitu sepi baginya. Rumah yang seharusnya membawa kehangatan di dalamnya, rumah yang harusnya menjadi tempat pulang paling indah. Huh, semua itu hanyalah angan-angan saja.
Setiap langkah memasuki rumah itu, Adel selalu merasa sendiri. Walaupun banyak pembantu dan bodyguard di rumah ini, semuanya nampak tetap sepi.
Adel sendiri, dia sangat merindukan keberadaan kedua orang tuanya. Namun apalah daya, kedua orang tua Adel tak pernah pulang semenjak kakak sulungnya meninggal.
Apakah mereka tahu tentang adanya penyakit Adel ?. Tentu saja tidak. Orang tuanya bahkan tak pernah menampakkan kakinya lagi disini. Lalu, bagaimana bisa Adel tahu jika ia memiliki penyakit ?. Jawabannya hanyalah 1, ayah Cici adalah seorang dokter, dan dia adalah dokter yang memeriksa keadaan Adel 1 tahun yang lalu.
Kakaknya meninggal 1 tahun yang lalu, saat itulah semua kehidupan Adel berubah drastis. Adel yang selalu bahagia, dan ceria telah hilang. Kini hanya ada Adel yang berwajah datar, dan hanya akan tersenyum maupun tertawa kepada orang yang ia suka.
Semuanya telah hilang ! dan sudah hilang !
"Nona, silahkan makan malamnya." Ucap salah satu kepala pelayan. Namanya adalah Noni.
"Kenapa kau membawakan makanan gorengan seperti ini ?." Tanya Adel tak suka saat tahu yang di bawa oleh Noni adalah ayam goreng, dan sambal. Sejujurnya ini adalah makanan kesukaan Adel, namun karena penyakitnya ia tidak bisa lagi makan sembarangan.
"Maaf nona, baiklah biar saya ganti dengan sayur rebus." Ucapnya lalu pergi meninggalkan Adel sendiri di ruang TV.
Nona, apakah anda menyimpan suatu masalah ?. Jika iya, seharusnya anda bercerita. Anda bisa bercerita pada saya, jika anda selalu seperti ini bagaimana saya tahu, apa yang tengah anda simpan sendiri nona. Batin Noni sedih.
Setelah menghabiskan makan malamnya dengan sangat terpaksa, Adel memilih menonton TV sampai larut malam.
Seperti kebiasaan para anak muda jaman sekarang, pasti tontonannya itu Drakor.
Drrrtdrrrt
Disaat tengah asyik-asyiknya menikmati Drakor yang ada di layar kaca, tiba-tiba handphone nya berdering tanda ada seseorang yang mengirim pesan.
Adel menghela nafasnya panjang, ternyata yang tengah mengirim pesan padanya adalah Bintang.
Bintang
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
^^^Adelia^^^
^^^waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.^^^
Bintang
Del, besok pas istirahat pertama kita di suruh kumpul sama pak Rohan, katanya sih menyangkut LKS buat kelas X. Kita semua di suruh kumpul.
^^^Adelia^^^
^^^Oke, insya Allah yaa.^^^
Bintang
oke.
Itulah isi chat antara Adel, dan Bintang.
Huufftt...
Adel menghela nafasnya panjang, rasanya seperti ada beban berat yang menimpa dirinya.
Tanpa ia ketahui, beberapa pelayan dan bodyguard yang melihat Adel semakin terenyuh. Mereka semua rindu dengan sosok Adel yang ceria, dan selalu bahagia. Namun nampaknya, itu hanyalah masa lalu saja.
Adel lalu berdiri dari tempatnya, tak lupa ia juga menutup Chanel TV itu. Melihat Adel yang akan membalikkan badannya, para pelayan, dan bodyguard langsung gelagapan. Mereka semua bingung harus bagaimana. Dan akhirnya...
__ADS_1
Puk
Brak..
Aduuhh...
Rintihan dari para pelayan, dan bodyguard yang tadi bertabrakan saat hendak pergi. Melihat pemandangan seperti ini, Adel hanya diam membisu sambil sesekali di otaknya selalu bertanya-tanya.
Apa yang mereka lakukan ?
Itulah pertanyaan Adel yang tak di ucapkannya.
"Kalian nggak papa." Tanya Adel khawatir.
"Tidak apa-apa non." Ucap Tejo, kepala bodyguard.
"Kalo begitu kami permisi dulu nona." Ucap Noni, lalu dengan cepat mereka berjalan pergi dari hadapan Adel.
__________
Kriiing...
kriiing...
"Sekian untuk pembelajaran hari ini, saya akhiri assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap Bu Ani.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab seluruh siswa serempak.
Ini adalah istirahat pertama, istirahat dimana Adel akan melaksanakan kumpul OSIS bersama seluruh anggota lainnya.
"ADEL..." Teriak Bagas dari luar.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap Bintang memberi salam sambil berjalan menuju Adel.
"Yuk buruan, udah di tunggu nih." Ucap Kevin.
"Kalian mau kemana ?." Tanya Andhika yang sedari tadi tengah memperhatikan drama mereka berempat sedari tadi.
"Mereka mau kumpul OSIS." Ucap Cici.
"Iya, gue juga ikut kumpul." Ucap Tyo yang menimpali perkataan Cici.
"Siapa yang nanya sama Lo Yo..." Ucap Bagas kesal.
"Kamvret Lo jadi temen, emang nggak ada akhlaknya !." Ucap Tyo kesal.
"Uluh-uluh...babang Tyo marah. Sini bang sama aku ajahhh..." Ucap Bagas sambil merayu genit.
Tentu saja hal itu membuat semua yang ada di dalam kelas meras jijik dengannya. Apalagi jika yang mendengar adalah para gadis. Walaupun Bagas ganteng, tapi otak rada gesreknya lah yang membuat dia lain, dari yang lain.
Plakk...
"Jijik gue dengernya." Ucap Tyo sambil berlalu pergi ke sebelah Adel.
"Homo Lo yah." Ucap Adel datar.
"Ya nggak lah, orang gateng gini di panggil homo. Gue juga masih doyan perawan kali." Ucap Bagas jutek.
"Gue pikir, Lo gay." Ucap Kevin ngawur.
"Heh, Lo nggak percaya apa...nih gue liatin punya gue." Ucap Bagas kesal, dan terdengar membentak.
__ADS_1
"Boleh, gue juga penasaran sama Lo. Lo itu gay apa bukan." Ucap Tyo mengkompori.
"Nih gue liatin." Ucap Bagas sembari mulai membuka sabuknya.
"STOP !!!!!!, INI SUDAH TERLALU...BANYAK ANAK DI BAWAH UMUR YANG JUGA IKUT BACA !!!!." Teriak Bintang.
Seketika Bagas pun langsung membenarkan kembali sabuknya, dia pun merapihkan kembali pakaiannya yang sempat berantakan tadi.
"Gara-gara Lo sih, gue kan yang kena malu." Ucap Bagas dingin.
Yang lainnya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol Bagas tadi, Untung saja bintang segera mengingatkan Bagas, jika tidak mungkin saja para readers yang masih di bawah umur akan... TERNODAI. (Becanda).
___________
Di kantin___
"Ci..." Panggil Andhika pelan.
"Ada apa."
"Sejak kapan Lo kenal sama Adel." Ucap Andhika ragu.
Huufftt...
Cici nampak menghembuskan nafasnya panjang, rasanya dengan melakukan ini dirinya merasa sangat tenang. Rasanya beban berat hidupnya ikut terhempas bersama hembusan tadi.
"Udah lama." Ucap Cici singkat. Rasanya ia tak ingin menjawab panjang pertanyaan Andhika, dia takut jika mulut laknatnya ini berkhianat.
"Kapan kalian temenan ?." Tanya Andhika masih kepo.
"Sejak SMP." Ucap Cici datar.
"Lama juga...terus Lo tau nggak apa alasan Adel, selalu makan sayur, dan banyak minum air."
"Ya biar sehat lah." Ucap Cici nyewot.
"Terus ad..." Ucapan Andhika terhenti saat bel masuk berbunyi.
by
Sial...
Umpat Andhika dalam hati.
_________
*Rahasia...
Adel, kau sungguh seperti bunga aster yang menyimpan banyak rahasia,
rahasia yang tak dapat ku ketahui...
_Andhika Prayoga*
Sudah ku katakan padamu sebelumnya...
Rahasia itu bagaikan bangkai,
busuknya bangkai lah yang akan membongkar bangkai itu.
Kau hanya membutuhkan waktu.
__ADS_1
_Ade Lia Rosaline