
"Pagi..." sapa Kiran perempuan cantik dengan penampilan anggun a la kantoran. Mengenakan kemeja berwarna biru muda dengan blazer tanpa lengan berwarna coklat senada dengan celana kantornya dan seutas tali pita yang menghiasi kerah kemejanya. Senyum sumringah langsung terkembang dari wajahnya seketika membuat semua orang yang sudah berada di ruangan ini menyempatkan diri untuk menoleh sebentar seraya membalas senyumannya. "Mbak Kiran, ini ada surat saya taruh di meja ya." kata seorang office girl yang mengantarkan amplop berwarna coklat yang sepertinya dari klien untuk segera dicek oleh Kiran.
"Pagi Kiran..." tiba-tiba suara pria mendekatinya sambil tersenyum genit kepada Kiran. "Pagi Tio, wah cerah sekali kelihatannya pagi ini ya?" sapa balik Kiran dengan sebuah pertanyaan yang membuat Tio mengernyitkan dahi. "Ah engga, biasa aja. Perasaan lo aja kali." protes Tio. "Udah sana mulai kerja, ngapain malah nongkrong ditempat gue?" protes Kiran balik. "Gue kan masih mau menikmati senyum manis lo. Huft, sebentar lagi pasti Pak Hanan dateng. Kita liat aja." dengus Tio perlahan menunjukan kekesalannya. Kiran hanya tertawa geli mendengar ocehan Tio. Tio sebenarnya sahabat kuliah Kiran dan tidak ada perasaan kepada Kiran, hanya saja tingkahnya yang usil terkadang membuat orang-orang yang tidak mengenal mereka menganggap kalau Tio itu menyukain Kiran.
Benar saja, tak berapa lama terlihat pria berpakaian formal sangat rapi lengkap dengan setelan jas namun tanpa dasi datang menghampiri Kiran yang baru mulai menyalakan komputernya. "Pagi.." sapa Hanan kepada Tio yang kemudian tersenyum. "Kan bener kata gue." Tio pun lalu berlalu meninggalkan Kiran dan Hanan. "Kenapa lagi sahabat kamu?" tanya Hanan kepada Kiran sambil sedikit tertawa. Kiran hanya tertawa mendengar pertanyaan Hanan. "Lama-lama aku curiga deh, dia suka sama kamu." kata Hanan kemudian. "Heh, ngaco. Mana ada? Tio itu udah punya pacar dan ga mungkinlah dia suka sama aku." jawab Kiran dengan sembari membuka emailnya. "Sarapan yuk!" ajak Hanan. Kiran dan Hanan pun kemudian berjalan menuju kantin untuk sarapan bersama.
Hanan adalah seorang manager divisi marketing sementara Kiran dan Tio adalah salah satu staff dari bagian promosi. Walaupun berbeda divisi, tapi pekerjaan mereka saling berkaitan. Jadi, Hanan itu adalah atasan dari Kiran dan Tio. Karir Hanan bisa dibilang sedang sangat cemerlang, berbagai tender berhasil ia dapatkan dengan bermodal pengetahuan dan sikapnya yang sangat friendly kepada setiap klien sehingga mereka sangat nyaman bila bekerja sama dengan Hanan. Belum lama ini tersiar kabar bahwa Hanan akan direkomendasikan untuk naik jabatan menjadi bagian dari Direksi di kantor tersebut.
__ADS_1
"Pulang kantor aku mau ajak kamu ke suatu tempat." kata Hanan disela-sela sarapannya. "Kemana?" tanya Kiran penasaran. "Nanti juga kamu tau, udah sarapannya dihabisin dulu." kata Hanan sambil tersenyum lembut ke Kiran. Selesai sarapan mereka kemudian melajutkan pekerjaan. Hari ini kebetulan ada salah satu klien yang datang ke kantor mereka dan ingin melihat presentasi dari kantor mereka mengenai produk baru yang baru akan launching.
Hanan dan Kiran sudah lama menjalin hubungan. Pertemuan mereka saat pertama kali Hanan menginterview Kiran saat Kiran melamar di perusahaan tersebut. Siapa sangka, Kiran seorang gadis sederhana berasal dari Bandung tinggal sendiri di Jakarta untuk bekerja berhasil membuat terpikat seorang manager yang sangat diperhitungkan di perusahaan tersebut. Hingga pada akhirnya, Hanan menyatakan perasaannya kepada Kiran. Meski tak buru-buru Kiran menerima begitu saja, tapi sikap Hanan berhasil membuat Kiran yakin bahwa Hanan tidak seperti pria-pria Jakarta lain yang senang dengan kehidupan glamor bersama wanita-wanita disekitarnya.
****
Setelah menunaikan sholat ashar, kemudian Hanan kembali menghampiri Kiran. Tampak rambut basahnya sedikit berantakan, kemudian Kiran dengan halus merapihkan rambut Hanan yang agak terurai. Ketika Hanan akan menggunakan jasnya kembali kemudian Kiran berkata "Jasnya mau tetep dipake? Kan udah ga meeting?" Hanan pun menatap Kiran "Oh iya, aku lupa. Ngapain aku pake lagi ya?" Kiran hanya tertawa mendengar jawaban Hanan. "Kebanyakan pikiran kamu, sampai lupa terus." protes Kiran. "Iya, tapi anehnya aku ga pernah lupa sama kamu?" kemudian disambut tawa dari Kiran. "Kita mau kemana sih?" tanya Kiran kemudian. "Pantai sih, mau lihat senja. Tapi masih keburu ga ya?" Hanan pun segera melajukan mobilnya menuju pantai di daerah PIK. Pantai yang bersih dengan pengunjung yang tidak terlalu banyak dan kebetulan tidak terlalu jauh jaraknya dari kantor mereka.
__ADS_1
****
"Nih, aku bawain es kelapa muda." kata Hanan dengan agak kesulitan membawa 2 buah kelapa yang sudah diracik dengan gula dan es. "Makasih." kata Kiran sambil meraih es kelapa tersebut. Mereka menikmati senja yang tinggal sejengkal meninggalkan sore dengan es kelapa muda ditangan. "Kamu tau ga, kenapa aku ajak kamu kesini?" tanya Hanan tiba-tiba. Kiran sedikit berpikir kemudian menjawab "Engga sih, kenapa memang?" tanya Kiran balik. "Senja itu kan ada hanya saat sore, sering pergi tapi dia pasti akan datang kembali kepada sore. Jadi, menurutku ya, senja itu setia banget. Dia cuma ada untuk sore, dia ga akan ke pagi, ga akan ke siang. Hanya sore aja. Aku mau, kamu seperti senja. Ga akan pernah ninggalin aku." kata Hanan menjelaskan sambil menatap dalam mata Kiran. "Kamu kenapa sih? Kok jadi melow gini?" tanya Kiran sedikit tersenyum. "Masih cemburu karena Tio?" tanya Kiran lagi. "Emm.. Enggaklah, kan kamu yang bilang sendiri Tio itu ga mungkin suka sama kamu. Aku cuma takut kamu ninggalin aku, Kiran." Kiran pun menjadi terbawa suasana dengan lembut memegang tangan Hanan dan menggeleng perlahan lalu kembali menikmati es kelapanya.
“Sudah waktu maghrib, kita sholat dulu habis itu aku antar kamu pulang.” Kata Hanan kemudian mengusap lembut
rambut Kiran. Hanan terpaut umur 5 tahun lebih tua dari Kiran, sehingga Kiran menjadi sangat nyaman saat berada di dekat Hanan. Kiran menempati sebuah kost-kostan yang tidak jauh dari kantor mereka. Kost-kostan yang begitu nyaman, banyak teman dan juga pemiliknya yang sudah sangat akrab dengan Kiran.
__ADS_1
****