
Sudah 3 bulan berlalu semenjak perpisahan Kiran dan Hanan juga pertunangan Hanan dan Sofie begitupun hubungan antara Kiran dan Sandy. Namun, sampai saat ini tidak ada perkembangan pada hubungan mereka.
Sandy, beberapa kali mengajak Kiran untuk ke jenjang yang lebih serius namun Kiran selalu menolak dengan beralasan kalau hubungan mereka baru, butuh waktu untuk saling mengenal lebih lama. Hanan dan Sofie sampai saat ini tak ada kabar tentang rencana pernikahan mereka.
"Kiran, nanti malam aku ada acara sama teman-teman. Kamu ikut ya!" ajak Sandy kepada Kiran setelah selesai meeting dengan klien. "Boleh, Mas." jawab Kiran cepat. Kiran pikir perlu untuk lebih mengenal teman-teman Sandy. "Habis pulang kantor, kita langsung saja." kata Sandy lalu menorehkan tanda tangan pada secarik kertas notulen rapat yang diberikan Kiran.
****
Sore pun tiba, Kiran membereskan pekerjaannya dan merapihkan laptop beserta barang-barangnya kembali ketempatnya lalu memasukan ponsel kedalam tasnya. "Aku tunggu di mobil, ya." kata Sandy, Kiran hanya mengangguk sambil kembali mengecek barang-barangnya di tas.
Tak berapa lama, Kiran menghampiri Sandy yang sudah menunggunya di mobil. Kiran pun bersolek sedikit agar tidak terlalu layu didepan teman-teman Sandy, maklum ini adalah kali pertama Kiran diajak oleh Sandy untuk berkumpul dengan teman-temannya.
"Mas, aku udah rapi?" kata Kiran sembari menghadapkan wajahnya ke Sandy. "Perfect, Sayang." kata Sandy sambil tersenyum. Kiran hanya memonyongkan bibirnya karena gombalan Sandy. "Aku pakai lipstik warna ini aja kali, ya?" kata Kiran. "Iya, pakai yang mana aja tetep cantik, kok." kata Sandy sambil masih memperhatikan Kiran. "Aku kan ga mau terlihat kucel didepan teman-teman kamu." kata Kiran menggerutu. "Lebih baik ga menarik, takutnya nanti mereka suka sama kamu." kata Sandy sambil memalingkan wajahnya dan menyalakan mobil. Kiran pun melirik "Cemburu ya?" tanya Kiran dengan nada kegirangan. "Bangeett.." kata Sandy. Lalu dengan manja Kiran bergelayut dilengan Sandy. "Can you give me a kiss?" kata Sandy. Kiran pun lalu mencium pipi Sandy. Kiran dan Sandy belum pernah sekali pun melakukan kissing romantis seperti yang Kiran lakukan dengan Hanan. Karena setiap kali Sandy meminta itu, Kiran selalu menahan untuk tidak melakukannya.
__ADS_1
Sesampainya mereka di venue, tampak sudah beberapa orang teman Sandy. Mereka memang beberapa membawa pasangannya masing-masing "Pantesan kamu ajak aku.." kata Kiran sedikit berbisik kepada Sandy. Kiran lalu langsung saja berbaur dengan teman-teman Sandy dan juga pasangan mereka. Tampak Kiran mudah berbaur dengan yang lain.
****
"Sory telat..." suara itu memecahkan keriuhan obrolan mereka. Semua pun menoleh kearah suara tak terkecuali Kiran. Kemudian suara yang lain bergantian menyapa. "Ah elo, telat mulu. Sibuk banget nih." kata Toni. "Iya nih, untung ga lupa kalo ada janji." kata Sam menanggapi.
Sandy hanya tersenyum kemudian menanggapi salam tangan dari Hanan. Kiran yang kebetulan duduk sedikit berjauhan dari Sandy hanya tersenyum kepada Hanan. "Nah, mumpung semua sudah kumpul dan kebetulan temen kita ada yang sedang lagi berulang tahun bagaimana kalau malam ini kita habiskan waktu dengan menikmati sedikit minuman? Ayolah Sam, ini kan hari spesial lo. Lo mulai duluan dong." kata Toni kepada Sam sambil memberikan satu botol wine rendah alkohol kepada Sam. "Kita makan dulu gimana?" kata Sam. "Sedikit dulu lah, sebagai pembukaan." Toni menambahkan. Kemudian dituangkannya wine kedalam gelas Sam dan seketika Sam langsung meneguknya.
Setelah santap malam, kemudian dilanjutkan dengan sedikit party dimana Sam dan Toni asik menenggak minuman beralkohol itu. Beberapa teman lainnya hanya bersorak menanggapi mereka, tentunya mereka pun bersiap dengan gelas ditangan masing-masing. Walaupun beberapa pasangan mereka melarang, tapi kelihatannya mereka tetap menikmati minuman itu. "Sandy, ayolah. Jangan cupu gitu." kata Toni mengajak Sandy. "Sory, ga dulu Bro. Baru beres sakit gw." kata Sandy menolak secara halus lalu mengayunkan gelasnya yang berisi es teh manis kepada Toni. Toni pun sedikit mencibir kearah Sandy.
Kiran pun menikmati alunan musik yang dimainkan. Ketika tanpa sengaja melihat Hanan yang baru kembali dari toilet langsung mengambil deretan gelas wine yang disediakan. Kiran sangat kaget melihat hal itu Hanan dengan tanpa basa basi langsung menenggak dua gelas wine sekaligus kemudian tertunduk di meja. Tanpa sadar Kiran meremas jas yang dikenakan oleh Sandy sambil tertunduk. "Kenapa Sayang?" tanya Sandy yang sedikit terhentak. Kiran pun menggeleng. Sandy lalu kembali asik mengobrol dengan temannya. Kiran terus saja memperhatikan Hanan dari jauh, entah sudah berapa gelas yang Hanan tenggak saat itu. Ingin rasanya Kiran menghentikan Hanan, tapi lagi-lagi itu tidak mungkin.
"Mas, kita pulang sekarang bisa? Kepalaku agak pusing." ajak Kiran. Sandy langsung mengiyakan ajakan Kiran dan kemudian berpamitan dengan Sam, si punyq acara. Tampak Hanan terkulai lemas bersandar di sofa. Jujur, Kiran sangat khawatir dengan keadaan Hanan. Tapi ia berusaha mengenyahkan pikirannya itu.
__ADS_1
****
Semenjak perpisahan Kiran dan Hanan 3 bulan yang lalu. Kiran kemudian memutuskan komunikasi dengan Hanan. Nomor whatsapp Hanan pun Kiran block agar ia bisa tenang dan segera move on dari Hanan. Tapi malam itu, saat ia melihat Hanan begitu lemah, ia menjadi sangat khawatir. Dengan perasaan penuh, Kiran kembali membuka block nomor whatsapp Hanan untuk sekedar menanyakan keadaanya.
Namun, saat block nomor whatsapp Hanan dibuka otomatis masuk semua chat Hanan kepada Kiran selama ini. Ternyata selama 3 bulan penuh ini, Hanan selalu saja mengirimkan chat whatsapp kepada Kiran walau hanya kata "I love you" yang memang sering ia katakan dulu. Kiran membaca semua chat masuk dari Hanan tak ada satupun yang terlewat. Sampai pada sebuah chat Hanan yang menginfokan kalau pertunangan ia dengan Sofie sudah resmi dibatalkan. Kabar itu dikirimkan oleh Hanan sejak satu bulan yang lalu. Ternyata saat ini Hanan sudah tidak terikat apa pun dengan Sofie. Air mata Kiran kemudian jatuh, namu ia terus saja membaca chat whatsapp dari Hanan sampai pada hari ini Hanan mengirimkan chat ke Kiran perihal rencana kumpul dengan teman-temannya termasuk Sandy.
Namun, selama itu juga Hanan sama sekali tidak mengganggu Kiran terlebih lagi hubungan Kiran dan Sandy.
****
Keesokan harinya, siang hari saat Kiran sedang merapihkan pekerjaannya. Tiba-tiba sebuah chat whatsapp masuk. "Hai.." Kiran pun sontak kaget melihat siapa yang mengirimkannya pesan. Iya, Hanan menyapanya karena telah mengetahui kalau Kiran sudah membuka block nomornya. "Hai, Mas. Gimana keadaan kamu? Mabuk berat semalam." Kiran membalas pesan Hanan. Balasan pun dengan cepat Kiran dapatkan. "Emm iya, aku baru bangun tidur. Semalam pusing sekali kepalaku." jawab Hanan. Kiran pun segera membaca pesan itu lalu segera mengetik "Aku mengkhawatirkan kamu." Namun ia urungkan mengirim pesan itu yang ada pesan dari Hanan ia biarkan tanpa ada balasan kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.
****
__ADS_1