
Kehidupan rumah tangga yang selalu nampak harmonis dan membawa kebahagiaan untuk semua orang terutama anggota keluarga besar, siapa sangka di dalamnya terdapat duri yang sangat menusuk hingga melukai relung hati dan membuat sesak di dada.
Devan Anggoro laki-laki yang selalu menampak kan keramah tamahan terhadap semua orang, pria sukses dengan wibawa yang sangat memancar ketika ia sudah berjalan, sukses di usia muda menjadikan ia idola kaum hawa yang melihatnya.
Senja Wijayatna perempuan yang memili hati kuat, tangguh dihadapan semua orang, kerapuhan yang ia sembunyikan dalam diri, cantik dan periang, wanita karir yang rela meninggalkan karirnya yang terbilang bagus demi sang suami yang begitu ia cintai.
Maura sahabat senja yang begitu polos dan periang, selalu ada untuk senja. sahabat senja yang lain ialah Dito dan Kiran. mereka bersahabat semenjak di bangku sekolah Sekolah Menengah Pertama, terjalin hingga kini Senja dan kiran sudah menikah.
Papi Arga dan Mami Sinta adalah orang tua dari senja, Papa Agung dang Mama inka adalah orang tua Devan, Dania adalah adik devan, mereka berselisih umur 5 tahun.
Papa agung adalah Papa Devan yang meninggal manakala saat Devan berumur 16 tahun dan dania 11 tahun, Papa agung yang sangat jarang mengenalkan dunia bisnis kepada kedua anaknya terutama Devan membuat perusahaan mereka bangkrut selepas kepergian sang papa, hal itu terjadi karena team Audit dan para koruptornya saling bekerja sama hingga Devan yang notaben nya belum mengerti bisnis menjadi sangat gampang untuk mereka kelabuhi.
__ADS_1
Hal itu tentu saja membuat keluarga mereka menjadi tambah terpukul, hanya tersisa runah yang mereka tinggali dan beberapa uang tabungan sang mama yang mereka gunakan untuk bertahan hidup.
1 tahun setelah kepergian sang papa, selama ini devan mengambil les privat untuk mendalami dunia bisnis, guru yang dia pilih sebenarnya adalah teman baik sang papa yakni Arga ( papinya senja ya kawan๐) .
Devan belajar seraya bekerja dengan papi arga namin tidak pernah bertemu dengan senja karena senja juga jarang ke kantor, Devan belajar dengan sangat cepat, tekadnya yang ingin membahagiakan sang mama dan adik kesayangannya begitu menggebu hingga ia seringkali mendapat pujian dari papi Arga.
mama inka melihat perjuangan anak sulungnya benar-benar terharu, diusianya yang masih remaja, seharusnya ia masih bergerilya bermain dengan teman-teman sekolahnya, namun, Devan sudah terjun kedunia yang sebelumnya tidak pernah dia sukai, yaaaah devan sangat menyukai musik hingga di saat mendiang sang papa mengajaknya untuk ke kantor, dia selalu saja beralasan yang pastinya dia langsung ke tempat teman-temannya untuk nge band.
"nak, bagaimana pekerjaan mu di kantor om Arga ?" tanya inka kepada devan
"sebenarnya ada yang ingin mamah bicarakan dengan kamu nak, tapi sebelumnya mama mau tanya sama kamu, apa yang kanu dapatkan di perusahaan om arga,?" kata inka
__ADS_1
auto senyum nih si arga "mah, hal utama yang Devan cari disana adalah ilmu dari om Arga, Devan ingin sekali menjadi seorang pebisnis hebat seperti om Arga" jawab devan
"dan apakah kamu sudah siap untuk memulai bisnismu.?" tanya inka lagi
"maksud mama.?" tanya Devan yang bingung dengan arah pembicaraan sang mama
"sebenarnya nak, papa mu menyembunyikan harta warisan untuk kalian, kamu dan Dania, itu bisa kamu gunakan dan uangnya bisa kamu jadikan modal untuk memulai bisnis yang kamu mau, mama rasa sekarang lah waktunya" kata mama inka dengan tersenyum
bingung dan merasa belum percaya dengan kata-kata sang mama, hal itu membuat devan masih melongo diam terpaku.
.
__ADS_1
.
*belum di ceritain ya awal pertemuan senja dan devan, ntaraaan ,sabaaar๐๐๐๐๐