
hari berganti hari, hubungan Bima dan senja kini semakin dekat, mereka juga sudah tidak lagi menyembunyikan hubungan mereka bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
"sayang aku suapin ya, aaaa" kata Bima
"aeeemmm, makasiih" jawab senja
momen itu terekam oleh seorang yang duduk di pojok yang memperhatikan gerak gerik mereka dengan mata memerah menahan amarah.
yaa, Devan sejak tadi memperhatikan mereka, dengan mengepalkan tangan, muak melihat adegan ini, dia langsung berdiri.
"ekhm, boleh gabung" kata Devan
belum lagi senja dan Bima menjawab, Devan sudah mendaratkan bokongnya ke tempat duduk dengan tidak tau malu. Bima menatapnya dengan dingin, namun mereka cuek dengan terus menyantap makanan mereka .
"sejak kapan.? tanya Devan seraya menatap senja. senja hanya melirik tanpa menjawab karena ia tau Bima sedang berada di mode marah.
"gua tanya sekali lagi, sejak kapan" tanya Devan sekali lagi tanpa rasa malu
.
Bima berdiri, sambil menarik tangan senja
"bukan urusan anda, dan ya kami sebentar lagi akan menikah, mungkin informasi ini penting untuk anda agar menjauhi calon istri saya" jawab Bima sambil menggenggam tangan senja berlalu meninggalkan cafe tersebut.
__ADS_1
.
Devan diam ditempat, namun dengan senyum devil nya dua menatap kepergian senja.
kita lihat saja, siapa yang akan menikahi senja ucapnya dalam hati.
.
sesampainya di kantor, Bima langsung menarik tangan senja ke ruangannya, dia benar-benar sedang marah dan tidak mood lagi ngapa - ngapa in. dia butuh asupan (biasaaaa bos nya kan rada mesum)
.
"apakah kau juga tertarik dengannya" tanya Bima dengan nafas yang sekian menahan amarah
"coba lihat mataku, apakah aku seperti orang kehilangan saat aku meninggalkan nya di kafe" ucap senja dengan tersenyum, dia senang melihat kekasihnya cemburu
.
mereka menghentikan kegiatan mereka sebelum hal yang tidak di inginkan terjadi, karena akal sehat mereka masih menguasai mereka.
"sayang, jangan dilepaaaaaas" rengek Bima kepada senja seraya menempelkan kening mereka
" sudah, bisa bisa kau akan kebablasan nanti" kata senja
__ADS_1
"aku, .? kau juga, karena kau menyukainya" jawab Bima dengan tertawa terbahak - bahak
.
wajah senja jangan ditanya karena sudah ada blush on alama yang menerpa wajahnya, merah tomat lebih tepat warnanya sehingga Bima juga tidak bisa menghentikan tawanya.
.
malam hari, senja masih di dalam kamar, bibi memanggilnya untuk turun dengan segera untuk makan malam. dia turun seperti biasa gaya nya yang ceria sehingga di pertengahan tangga dia terpaku melihat isi kursi di meja makan, bukan hanya mami dan papi nya namun ada orang lain.
.
" ngapain kamu disini" tanya senja
"senja, duduklah, papi mengundang keluarga nak Devan untuk makan malam karena sudah lama papi tidak bertemu dengannya" ucap papi Arga
"hai, apa kabar" kata Devan sambil mengulurkan tangannya namun di tepis oleh senja, dia menyalami mama INKA dan hanya menyapa Diana, adik Devan
.
sepertinya takdir berpihak kepadaku senja, mudah bagiku mendapatkanmu lewat papi mu ucap Devan dalam hati
.
__ADS_1
.
maafkan guys, up segini dulu ya karena lagi sakit🙏