
Menyusuri sekitar hotel mereka berjalan jalan santai, sungguh ini pertama kali nya untuk bima melakukan hal ini, untuk apa lagi jikan bukan demi bersama sang kekasih. Sebenarnya bisa saja mereka di dalam kamar, namin sahabat kekasihnya menjadi pengganggu sehingga senja harus berjanji dan disinilah mereka berada. Restoran cepat saji bintang lima.
Lihat betapa posesifnya seorang bima kepada senja, untuk duduk saja dia tetap memegang tangan senja seakan takut wanitanya akan pergi atau bisa jadi di gondol wong liyo😂
"sayang, pesanlah sesuka mu, atau mungkin kau mau memakanku" ucap bima dengan sedikit berbisik kepada senja
"haish kau ini, lihat, kita tidak sedang berdua" kata senja dengan berbisik pula
apakah mereka sedang bermain tebak kata, sampai sampai harus berbisik seperti itu, ah menyebalkan sekali kata laura dalam hati
Setelah selesai makan, mereka langsung kembali ke kamar masing - masing, Bima hendak membuka pintu namun sayup sayup para wanita berencana untuk tukar kamar
"kalian yang seharusnya sekamar, buka gua, bisa gatel badan gua sekamar sama cewek bar bar" kata laura
"yeee siapa juga yang mau sekamar sama loe, jangan protes sama gua, kalao nggak ya loe bisa kan tidur di tangga, atau lift" sergah karin
"loe aja yang keluar, tidur sana sama besti loe yang ganjeng ini, biar gua dikamar sendiri" kata laura
"Jaga bicara loe ya, dasar ulat bulu, loe tu yang ganjen, sok sok an mau godain pak bos, iriii bilang, dasar kutu kasur, gua pites loe" kata karin
"sepertinya ide nya tidak terlalu buruk rin, yaudah kami dikamar aku saja" kata senja
"aaaah yang benaar.? apa tidak apa ap....
__ADS_1
"Tidak boleh, tetaplah dikamar kalian masing masing" suara baritom terdengar di sela pembicaraan mereka, belum selesai karin menjawan namun suara itu sudab mematahkan bahagianya untuk sekamar dengan senja, karena kamar senja adalah kamar terluas dan termewah dari pada kamar mereka.
Setelah Bima menegaskan hal itu, mereka langsung menuju kamar masing masing, lain halnya dengan Bima yang hanya pintu nya saja yang masing - masing namun kamar nya tetap kamar senja.
"sayaaang, dikamarku saja yuk" ajak bima
"idih ngapain, gaklah sana keluar" kata senja
Senja berlalu dari kamar nya untuk berganti pakaian di kamar mandi, dia tidak bisa tidur dengan baju yang terkesan ribet menurutnya, dia hanya memakai baju tidur selutut berbahan satin dan tali kecil di pundak berwarna tosca, sungguh sangat cantik menurut Bima. Tanpa ba bi bu lagi bima menggendong senja ala bridel style memasuki kamarnya.
"biiiim, aku mau tiduur" rengek senja
"apakah aku melarang ? " tanya Bima
"sudah, sama saja" kata bima, dia melepas baju dan celana nya hingga menyisakan boxer, tubuh yang sangat atletis dengan perut yang berbentuk roti sobek sukse membuat senja menganga, sedetik kemudian dia menutup wajahnya
"aaaaaa Bimaaa pakai bajumu" ucap senja
"kenapa ? apakah kau tergoda" tanya bima dengan tersenyum
" ti ti tidak, ngapain juga, udah ah aku mau tidur" senja langsung meraih selimut dan memunggungi Bima
Bima naik ke atas ranjang, lama dia menatap punggung senja, mencium tengkuk nya sehingga tubuh senja meremang, lalu membalik kan tubuh senja menghadapnya, di daihnya benda kenyal hingga bunyi kecapan terdengar sangat nyaring.
__ADS_1
Bima terus menci*um bibir senja dengan lembut, tangan nya sudah ada di puncak gunung everest, meremas dan sesekali memilin nya hingga senja menggeliat tak menentu.
" Bim, no, jangan" kata senja saat tangan bima menyusuri perut ratanya hendak menggapai lembah di bawah sana
"yes baby, tidak akan aku lakukan, hanya seperti ini" ucap bima lalu kembali ******* bibir senja , tangannya terus bergera dari dada hingga turun ke lembah yang sudah basah. Bima menyentuhnya dan memainkan jarinya di sana, mengelus rerumputan dan terasa rapi menurutnya, tangan senja menahan tangan bima yabg bergerak aktif di bawah sana, namun tenaganya tidak cukup kuat.
Bima mengobrak abrik lembah tersebut namun masih dalam fase sangat lembut, bibirnya tidak hanya bertengger di bibir senja, ia turun menyusuri leher jenjang senja namun tidak membuat kissmark disana, lalu dia turun ke gunung everest mencetak *kissmar*k sebanyak banyak disana, tangan kirinya tetap pada tempat memainkan lembah di iujung sana hingga sesuatu dalam diri senja serasa akan meledak, terlihat dari gerak gerik senja yang sudah tidak beraturan hingga bima mempercepat ritme permainan nya sampai akhirnya senja mencapai orgasme pertamanya.
Nafas mereka masib ngos ngosan, namun bulir bening lolos dari mata senja, senja menyayangkan hal ini kenapa bisa terjadi
" sayang, kenapa menangis" tanya bima, dan senja hanya diam saja
"maafkan aku, maafkan aku, ini yang pertama dan terakhir kita seperti ini, tidak lagi sebelum kita menikah" ucap bima dengan sngguh sungguh
"menikah.? apakah kita akan menikah" kata senja memastikan
"tentu saja, aku sangat mencintaimu, sangat, pulang dari sini aku akan melamarmu" ucap Bima dengan mantap
senja mengangguk sambil tersenyum antusias, lalu mereka benar benar hanya tidur. 5 hari mereka di negara tersebut hingga saat ini mereka sudah kembaki ke negara asal. seperti janji Bima, Bima langsung bertandang kerumah senja, untuk melamarnya, Bima hanya datang bersama jimmy karena Bima adalah anak yatim piatu.
.
mohon tinggalkan like komen dan saran ya geng🙏
__ADS_1