
Semenjak hari itu, senja seakan menghindar dari tatapan Bos nya, seperti sekarang ini mereka sedang rapat divisi, seperti biasa yang berbicara bukan lah bima, namun asisten nya, bima hanya sesekali mengisi rapat itupun jika keadaan khusus saja.
Bima tak melepas pandangan nya terhadap senja, sesekali senyum nya terlihat di antara wajah dinginnya (samar sih, jaga image guys😁) senja menyadari hal itu namun dia tetap bersikap profesional.
Tiba saat nya giliran divisi produksi yang mempresentasikan kinerja nya, Senja sebagai Manager produksi menyampaikan presentasi dengan sangat baik, bahkan memuaskan sehingga menambah nilai plus dimata Bima.
"Benar-benar wanita yang langka" pikir Bima
sampai rapat selesai, Bima berdiri dan langsung keluar menuju ruangannya menyisakan beberapa divisi di ruang rapat.
"ehm sepertinya sebentar lagi akan ada yang naik jabatan nih" sindir divisi Laura sambil sesekali melirik senja, namun senja tetap biasa saja
"aduuuh bakalan ngasi yang plus plus gak ya sama Bos, secara dya kan Gila jabatan" ucapnya lagi
namun usahanya untuk memancing keributan seakan gagal karena senja masih saja di mode cueknya.
"eh kamu budeg ya, gua lagi ngomong" kata laura dengan sombongnya
"Maaf anda berbicara dengan saya ?" tanya senja dengan sesekali menoleh kepada kiran dan maura
"sama siapa lagi, bukannya cuma loe ya yang berusaha dapat jabatan dengan cara jadi jal*ng di depan bos" ucap laura dengan menggebu
"Apakah anda sedang mengenalkan diri anda sendiri nona.?" kata senja, kiran sudah mengepalkan tangan nya, maura hanya menggenggam tangan senja, kiran rasanya ingin sekali mencabik muka laura
"hallah, dasar jal*ng, jaga ucapan kamu ya0 jelas jelas loe yang jal*ng" kata laura
"didunia ini tidak ada ******* yang mengaku jal*ng , mencari kesalahan serta merendahkan orang lain tak lebih dari keledai yang selalu menganggap dia benar" balas senja dengan santai dan senyum ramahnya
" Dasar loe ya" tangan laura hendak menampar senja namun dengan sigap kiran maju dan menjadi benteng untuk senja, kiran melintir tangan laura ke belakang hingga laura mengaduh kesakitan, teman laura hanya diam karena mereka tau bagaimana bar bar nya kiran
"udah ran, lepasin, jangan buang tenaga kamu hanya untuk keledai yang selalu ingin menjadi harimau" kata senja
"ngggghaaauuuuwww" jawab maura dengan gelak tawa, mereka bertiga pergi dari ruang rapat menyisakan laura dan ketiga temannya.
Tanpa mereka ketahui, ada yang sedang melihat mereka di depan layar dengan senyum jumawanya, Bima benar benar sudag jatuh sangat di dalam sosok senja yang pasti datang menyambut malam😁
"Jim, dia benar-benar wanitaku" dengan sombongnya padahal senja belum mengatakan apa-apa
"yang mana tuan, yang ini" tunjuk jimmy dengan menunjuk laura, sengaja ingin menggoda tuannya
__ADS_1
"cih, dia sama sekali bukan tipe ku, jari kaki nya pun tidak masuk dalam kriteriaku" kata Bima
"memangnya, jari kaki ada banyak macam nya tuan.? seperti apa rupa rupa nya tuan.?" jawab jimmy
"Jim, apakah kau pernah mendengar cerita dimana seorang bos memotong kepala asistennya dan membawa kepalanya jalan jalan keliling kompleks?" jawab Bima
"saya permisi tuan ada pekerjaan yang harus saya selesaikan" kata jimmy dengan buru-buru
pintu ruangan Bima langsung tertutup. sesaat pintu kembali terbuka, sekertaris Bima membawa laura karena laura di utus oleh divisi pemasaran untuk menyerahkan berkas kepada tuan bima.
"maaf tuan, ibu laura ingin menemui anda" ucap sita sekertaris bima
"suruh dia masuk" jawab bima dengan wajah datarnya
Laura berjalan melenggok, dengan sengaja dia membuka kancing atas kemejanya sehingga menampakkan dada yang menyembul dan rok yang sangat minim sehingga jika duduk akan membuat paha atas nya terekspos dengan bebas.
Laura sengaja memakai pakaian seperti itu karena dia tau setiap selesai rapat dia pasti akan menyampaikan secara langsung laporan dari divisi pemasaran.
"Tuan, ini berkas nya sudah kami revisi" ucapa laura dengan suara yang di buat mendayu
"hmm" sautan menyebalkan yang bima keluarkan
"dibagian ini juga sudah kami perbaiki tuan" dengan menunjuk bagian kertas yang Bima pegang
" apa kau ingin mengajari ku ?" dengan tatapan yang dingin sehingga membuat laura gemetar ketakutan, namun dia langsung berdiri tegap mengontrol rasa takutnya
" Maaf tuan" ucapnya
" keluarlah, dan apakah gajimu disini kurang?" tanya Bima
"Tidak tuan, gaji yang anda berikan sudah sangat cukup bahkan lebih tuan" ucap laura dengan jujur
"lantas kenapa pakaian kurang bahan seperti ini kamu beli.? pasti harga nya murah sekali, yaaaa semoga saja hanya pakaian mu yang murah, sungguh itu terlihat seperti wanita penggoda yang sering aku temui di club malam" kata bima sambil fokus membaca berkas tanpa melihat kearah laura yang sudah memerah wajahnya karena malu, kesal dan marah, sungguh dia sangat ingin tenggelam ke laut saja hari ini
" Permisi tuan" ucapnya lagi
di depan sekertaris dia berpapasan dengan senja dan kiran
"kenapa wajahmu memerah.? abis dapat lotre ya.? lotre penolakan atau penghinaan.?" kata kiran dengan nada mengejek.
__ADS_1
"kiran, udah ah, aku masuk ke dalan ruangan bos dulu ya, kamu bisa serahkan arsip ini ke bagian HRD" potong senja karena tak ingin ada keributan, laura dengan kesal menghentakkan kakinya ke lantai.
Senja menghampiri sekertaris sita dan mengatakan bahwa dia ingin menitipkan Salinan berkas pengeluaran produksi untuk di serahkan kepada Bima, namun saat sita hendak menerima berkas, telpon nya berdering dan pasti itu bos bima.
"baik tuan" jawab sita, senja tak mendengan apa yang bima katakan kepada sita
"mohon maaf bu senja, silahkan anda langsung masuk ,karena tuan sudah menunggu anda"
"baiklah, terimakasih" ucap senja dengan malasnya
saat senja memasuki ruangan, Bima sudah menunggu nya di meja kebesarannya berdiri debfan melipat kedua tangannya, namun pintu kembali terbuka.
"Tuan ini sudah jam mak.." jawaban jimmy terpotong saat mendapat tatapan tajam dari bima, dia tidak tahu kalau senja juga ada di ruangan tersebut
"Maaf tuan, saya permisi tuan nona" ucap jimmy reflek langsung menutup pintu, Senja heran, namun dia sadar pasti itu ulah bos nya ini
"apakah kau merindukan ku baby" ucap bima dengan bangganya, senja menatap tak percaya, baby baby dia pikir aku ini bayi apa, seenak nya baby baby gerutu senja dalam hati
"Maaf pak, ini berkas yang bapak minta" jawab senja
" berkas.? jika kau tidak merindukan ku kau tidak akan mengantar berkas itu sendiri kan.?"
astagaaaa, kan dia sendiri yang memintaku untuk mengantarnya langsung, apakah bosku sudah pikun, lama lama disini bisa copot jantungku ucap senja dalan hati
Bima melangkahkan kakinya mendekati senja, semakin dekat, dan semakin dekat
"pak bisakah jarak kita 1 meter saja apabila berbicara" kata senja karena mereka hanya berjarak 1 jengkal saat ini
"jangan memanggilku pak, panggil aku hubby, sayang atau apalah disaat kita berdua seperti ini" kata bima
"kenapa seperti itu.?" reflek jawaban dari senja dengan wajah bingung nya
"ya, karena mulai kemarin kau sudah menjadi kekasihmu, tepat setelah aku menci*mmu" kata bima
"mana bisa seperti itu tuan, saya kan belum .." hmpppppt senja berhenti berbicara karena kini bima sudah meraup akses bicaranya
.
astaagaaa bos slengek an yang asal nyosor aja ini mah, next ya guys
__ADS_1