
Senja tak bisa membohongi diri nya sendiri, bahwa dia masih sangat mencintai bima, begitu juga sebaliknya, namun keadaan seakan tidak berpihak kepada mereka, senja sudah menjadi istri dari devan dan benar saja, bima tidak pernah lagi muncul di hadapan senja, bima memutuskan untuk fokus bekerja mengembangkan proyek dan perusahaannya, bahkan saat ini dia sudah memutuskan untuk menetap di luar negeri dengan harapan senja bisa melanjutkan hidupnya dengan tenang, walaupun dia harus tetap terjebak dalam kisah dan perasaan nya kepada senja.
.
8 bulan pernikahan senja dan depan, Devan masih saja berusaha mendapatkan hati senja, segala cara dia lakukan untuk merebut hati senja namun tetap saja, sikap senja kepadanya tetap datar, mereka seakan menjalani pernikahan di atas kertas. Mereka kini tinggal dirumah sendiri, devan membelikan rumah itu untuk senja agar privasi mereka tetap terjaga. Senja tetap bekerja di perusahaan ayahnya dan depan menjalankan perusahaannya sendiri.
"Nak, kapan nih kalian kasi mama cucu" kata mama inga kepada senja dan bisa, mereka saat ini berada dirumah mama inka karena diundang makan malam. mendengar pertanyaan seperti itu, senja langsung terdiam, dia menyadari segalanya, sikap nya sungguh keterlaluan kepada depan selama ini
"Mama doakan saja ya maa" jawab depan
"Malam ini kalian menginap ya, mama kangen sama kalian"
"lain kali saja ya mas, besok pagi pagi sekali depan ada meeting" Alasan depan selalu seperti ini, karena dia tidak akan memaksa senja untuk sekamar dengan nya
"hmmm baiklah" pasrah mama inka
__ADS_1
Malam semakin larut, senja dan depan memutuskan untuk pulang, di dalam mobil hanya terdengar alunan musik halus, mereka jarang sekali berbicara, mereka berkomunikasi hanya seperlunya saja.
"Maafkan aku" lirih senja tanpa menatap depan, depan yang mendengarnya pun heran,
"untuk apa sayang" kata depan dengan lembut, namun tidak ada jawab disapa.
senja memalingkan wajahnya menghadap jendela, dia tertidur karena depan membawa mobil nya sedikit pelan seraya menikmati alunan musik hingga tak terasa mereka sudah sampai dijalankan. melihat senja yang tertidur pulas, depan enggan membangunkan nya, dia menggendong senja ala Bridal style. Depan perlahan menapaki anak tangga sambil tak henti memandang wajah cantik itu, bibir nya tersenyum tipis, "kamu memang terlihat sangat cantik, tak bisakah kamu membuka hati mu untukku" kata devan dengan lirih tanpa melepas pandangannya terhadap istrinya. senja sebenarnya mendengar semuanya karena dia terbangun saat devan menaiki tangga tadi, namun dia malu untuk membuka mata.
Sesampainya dikamar senja, devan duduk disamping senja, dia memperhatikan setiap pahatan wajah wanita yang dia cintai entah ini cintai ini hingga berhenti di bib*r senja, perlahan dia dengan berani walaupun sebenarnya dia gugup mendekan kan diri ke bibir tersebut hingga menempel sempurna, di lum*tnya perlahan hingga senja tak kuasa untuk membuka mata.
Sontak saja devan kaget dan lanhsung melepaskan cium*annya dan langsung berdiri.
"ssssssst, sudahlah, tak apa" kata senja
"apa kau memaafkan ku" tanya devan
__ADS_1
"seharusnya aku yang meminta maaf, kau memenuhi hakku, tapi aku tidak memenuhi hak mu dan kewajiban ku," kata senja sambil sesenggukan menangis
"tak apa, aku tau kau belum siap" tidurlah, tangis senja semakin pecah mendengar segala perhatian yang depan berikan, hingga refleksi depan langsung memeluk senja untuk menenangkan nya
"Bantu aku, bimbing aku untuk memulainya dari awal" kata senja sambil menatap manik mata devan
" apa itu berarti kau mau mencoba mencintaiku" kata depan yang tak mampu menyembunyikan raut wajah bahagianya. Tanpa menjawab senja langsung ******* bibir depan dengan lembut, ya dia berfikir depan adalah takutnya karena kini dia sudah menjadi istrinya. Ci*man itu serasa menuntut lebih, depan langsung mengunngkung istrinya, dicium wajah senja tanda celah hingga turun ke leher dan membuat mahakarya disapa.
Tangan devan tak tinggal diam, diraihnya gundukan yang menantang itu dan di lahap secara brutal hingga senja tak bisa menahan suara erotis nya, tangan depan satu nya terus memilih gunung tersebut seraya gunung setelahnya terus dia jilati membuat senja kelimpungan tak bisa menahan gai*ahnya. sesampainya puas bermain di bagian atas, depan menatap senja dengan sayu
"bolehkah" tanya depan, senja tidak langsung menjawab, dia merasa ada sesuatu yang aneh dengan dirinya hingga dia berpamitan untuk ke toilet. Devan setia menunggunya di atas ranjang, senja muncul dari balik pintu dan depan dengan tersenyum menyambutnya hendak mencium leher senja namun aksinya di hentikan oleh senja
"ditunda dulu ya" kata senja
"sayaaaang, pleeeeeeeaaaaasss" mohon devan
__ADS_1
"bukan kemauan ku dev, aku datang bulan"
cetaaaarrrrrrr pucat padi wajah devan hingga membuat senja menahan tawa karena lucu namun juga kasian, padahal tinggal dikit lagi🤣🤣🤣🤣