
Sore itu , jam 3
Aku keluar dari kamar kos menuju ke bawah . Beberapa kali aku melihat arloji yang melingkar ditanganku , memastikan sekali lagi , perjanjian awal adalah jam 4 . Tetapi Raka menyarankan untuk pergi lebih awal ,karena dia ingin mengajakku melihat sesuatu. Aku melihatnya , dia sedang menungguku diluar gerbang kos , dibawah pohon besar di depan kos . Rumah Kosku berada di perumahan yang cukup strategis disekitaran kampus , butuh waktu 15 menit dengan berjalan kaki untuk sampai ke kampus. Perumahannya cukup rindang dan sejuk , karena sepanjang jalan terdapat pepohonan besar, salah satunya di depan rumah kos yang aku tempati. Pemiliknya ramah, dan yang tinggal dirumah kos ini hanya beberapa penghuni kos , sesekali pemilik kos mengunjungi , sedangkan setiap harinya hanya ada pembantu yang membersihkan area kos, aku memanggilnya mba Ina . Beliau sangat baik dan supel. Usianya sekitar 30 tahun dan sudah memiliki 2 orang anak . Single mother.
Kembali pada Raka , aku membuka gerbang dan berjalan menuju ke arahnya.Dia masih sibuk dengat gadget ditangannya . Terdengar suara dari gadget yang dimainkannnya . Dia sedang bermain salah satu game digadgetnya. Dia menghiraukanku yang sudah berada tepat disampingnya . Dia tidak bergeming , terlalu sibuk dengan game yang bernada cukup nyaring. Aku menepuk pundaknya , dia cukup kaget dan menoleh ke arahku.
"Hei , sejak kapan berdiri disitu ?", mengagetkanku saja .
Dia tersenyum dan kembali pada gadget ditangannya .
"Sudah 1 tahun yang lalu!" , kataku sambil kembali menepuk pundaknya lebih keras .
Aduh!', tanganmu kecil tapi kuat juga ya" , dia tertawa dan memasukkan gadget ke dalam saku celananya .
Seketika , aku mengerucutkan bibirku.
"Ayo , katanya ingin memperlihatkan sesuatu kepadaku , oh iya , temanmu tidak jadi ikut ?
"Iya , cepat naik . Dia malu untuk bertemu denganmu. Perlu persiapan katanya".
Persiapan apa ?" . Sekarang aku sudah berada dibelakang, duduk diatas motor yang dikendarainya.
"Entahlah", katanya sambil menyalakan mesin motor .
Kami melaju ke jalan disekitar kampus , mengelilingi kampus lalu menuju ke jalan utama kota.
Beberapa jam sebelumnya,
PING
PING
PING
Suara nada BBM mengagetkanku yang masih berkutat dengan tugas-tugas mata kuliah Manajemen. Ini hari sabtu dan aku masih sibuk dengan tugas-tugas, cukup menyita waktu sebagai seorang mahasiswa baru di semester pertama.
Aku mengambil handphoneku dan melihat nama Raka tertera dilayar.
Hei ,nanti sore jadi? blh ak mengajak tmn ?
Aku mengernyitkan dahi saat membacanya.
Siapa ?
Dody. Dy ingn jln dgn mu , gmn ?
__ADS_1
Aku tahu Dody. Dia adalah komting atau sebut saja ketua kelas di mata kuliah manajemen , satu jurusan denganku dan Raka. Kami sempat berkenalan saat ospek. Dia juga ketua kelompokku waktu itu. Anaknya baik dan ramah. Lebih tampan dari Raka, aku suka senyumnya ,tapi dia selalu dekat dengan banyak perempuan di jurusan. Lebih sering berteman dengan anak perempuan, bukan berarti dia tidak suka berteman dengan anak laki-laki, hanya saja dia jadi cukup terkenal dikalangan perempuan di jurusanku. Banyak yang mengidolakannya , mungkin aku salah satunya.
Tidak , dgnmu saja
Knp? dia baik, Kalian bs prg brsama tanpa aku. Ak tdk mslah, klian ckp dekat.
Aku tidak tahu kenapa aku menolaknya. Benar saja kata Raka , mungkin aku bisa lebih mengenalnya, tetapi aku merasa takut . Takut jatuh cinta, padahal sebenarnya aku tertarik dengannya. Aku merasa lebih nyaman pergi dengan Raka saja. Aku menolak moment itu. Tidak siap. Aku mengenal Dody terlebih dahulu dibanding Raka , tapi kenapa aku merasa lebih canggung kalau pergi dengan Dody. Aneh.
Delia , gmn ? mau ?
Tidak .Qt berdua sj. Plis.
Baiklah , aku tdk memaksa. Jgn slahkan ak klu km menyesal. :D
Bodo amat.
Aku menekan tombol sent , lalu kembali fokus pada tugas-tugasku. Dan mengabaikan pesan yang dikirim oleh Raka. Segera menyelesaikan PR agar tidak terbengkalai karena malam ini akan aku tinggal. Pergi dengan Raka. Aku tidak sabar ingin segera melihat sekuel Maze Runner yang sudah lama aku tunggu.
PING
BBM ku berbunyi kembali , Raka mengirim pesan , mengatakan bahwa dia akan menjemputku jam 3 tepat , 1 jam lebih awal dari kesepakatan kami sebelumnya. Dan itu adalah 1 jam lagi , aku bergegas menuju ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Raka masih fokus pada jalan didepannya , sudah 30 menit kami meninggalkan kos menuju kemana aku tidak tahu . Menuju pinggiran kota , setahuku. Aku belum pernah melewati jalan ini . Jalan yang kami lewati adalah jalan antar kota , karena beberapa kali kami bertemu bus-bus dan truk-truk besar bermuatan. Sesekali Raka mengajakku mengobrol lalu kembali lagi fokus pada jalan. Aku masih tidak tahu dia akan membawaku kemana , yang aku tahu dia membawa tas punggung hitam dan aku tidak tahu isinya apa . Mungkin nanti dibioskop dia ingin membawa camilan untuk persediaan agar tidak lapar. Motor yang kami tumpangi memasuki area perumahan elite . Beberapa meter sebelum kami memasuki area itu , dari sebelah kiri jalan aku bisa melihat ada area yang begitu luas ,menyilaukan mata , karena terpantul sinar matahari . Aku cukup takjub, itu adalah laut. Kota ini memang memilikin laut dan pelabuhan disebelah utara , tapi baru kali ini aku menuju kesana. Apa mungkin Raka ingin menuju ke laut? .
Perumahan yang kami lewati sangat elite. Rumah-rumah besar dan mewah , entah berapa harganya. Perumahan itu cukup sepi jika dari luar, aku tidak tahu apakah rumah-rumah itu berpenghuni.
Raka memberhentikan motornya disalah satu sudut pantai. Kemudian memarkirkan motornya disana. Aku lalu turun dan berlari menuju pantai . Aku mengabaikannya yang masih dibelakangku. Dia memanggil
'Delia."
Aku menoleh dan tersenyum kearahnya. Raka berjalan ke arahku .
"Lari-lari seperti anak kecil , apa ini baru pertama kalinya kamu pergi ke pantai?" Dia mengeluarkan sesuatu didalam tasnya . Kamera.
"Sudah lama aku tidak kepantai. Aku suka laut dan aroma laut sangat menenangkan".
"Menenangkan ? Kamu sudah gila ya ? Bau amis begini" . Raka menutup hidungnya .
"Biarkan. aku suka''. Aku menjulurkan lidahku dan meledeknya .
Dia tertawa , dan mulai mengambil beberapa gambar. Dia mulai memerintahkanku untuk berdiri diatas batu-batu pemecah ombak dan menyuruhku melakukan beberapa pose. Aku tahu , ternyata ini tujuannya mengajakku kesini, menjadi objek fotonya. Dia tidak meminta izinku. Aku pikir karena dia ingin menikmati pantai bersamaku. Aku bergidik geli memikirkannya.
Sudah 1 jam kami berada disana, Raka masih sibuk dengan kameranya. Aku juga menikmati pemandangan pantai itu . Senja mulai turun. Cantik sekali. Semburat warna jingganya menarik perhatian mataku. Raka tidak melewatkan moment itu. Aku pun mengambil senja dari balik handphone androidku.
Ini adalah senja pertama yang aku lalui bersama Raka.
__ADS_1
Raka mengajakku kembali ke kota , pukul 5 sore . Raka menyalakan mesin motornya dan melaju menuju ke kota . Tujuan utama kami. Saatnya kembali ke tempat semula . Pukul 6 sore kami membeli tiket , Maze Runner tayang pukul 18.45. Sebelumnya kami mengobrol sembari menunggu jam tayangnya. Raka adalah teman mengobrol yang menyenangkan. Dia menceritakan hobinya tentang fotografi , kebiasaannya mendaki gunung dan bercerita tentang kesehariannya. Ak tidak terlalu banyak bicara , dan hanya menanggapi apa yang dia bicarakan. Kami terlihat sudah mengenal satu sama lain , padahal hanya dia yang banyak bicara. Aku merasa memang seperti sudah mengenalnya lama sekali, seperti dua orang sahabat yang sudah lama tidak bertemu lalu bertukar cerita . Dia mulai bertanya tentang diriku, aku mulai bercerita dan dia mendengarku dengan seksama, tanpa memtong pembicaraanku. Pendengar yang baik. Dia mulai menanyakan hubunganku dengan Dody. Aku mengernyitkan dahi , kenapa dia ingin tahu soal itu.
'Kami tidak ada apa-apa'.
'Tapi kalian terlihat canggung satu sama lain'.
".Kamu terlalu menyimpulkan sendiri''.
"Tidak , kesimpulanku benar''.
''Apa kesimpulanmu?"
"Apa aku harus mengatakannya disini ? seharusnya kalian yang lebih tahu
"Aku tidak merasakan apa-apa, hanya saja...'.
Aku menghentikan pembicaraanku setelah terdengar dentingan 3x dari arah studio bioskop, film yang akan kami tonton sudah mulai. Aku berdiri lalu menarik tangannya menuju studio.
Aku refleks melakukannya dan tidak peduli dengan pemikirannya . 2 jam berlalu , kemudian kami kembali keluar dari bioskop dan memutuskan untuk mengisi perut. Lapar.
Malam itu kami habiskan dengan menikmati makan malam di salah satu tempat di dekat bioskop, cukup rame. Aku mengalihkan perhatiannya dengan menanyakan hasil foto kameranya . Sembari kami menikmati makan malam pertama kami. dan mulai membicarakan tentang fotografi dan film. Dia antusia dan mulai bercerita. Aku merasa lega dia tidak menanyakan tentang Dody.
Sepulang dari menonton dan makan malam , aku kembali ke kamar kos ku dan mulai bersiap untuk tidur. Sebelum ke kamar kos ku ,
"Terima kasih untuk traktirannya. jangan sungkan mengajakku lagi , aku siap jadi teman nonton sesekali, setiap mnggu juga boleh".
"OK, tapi besok-besok bayar sendiri-sendiri ya. Cukup sekali ini saja aku traktir".
Dia tertawa dan mengacak-acak rambutku. Respon yang tidak terduga. Dia mulai menyalakan motornya dan berpamitan .
"Sampai jumpa dihari senin" , katanya .
Aku tersenyum .
"OK , See you soon , terimakasih. Hati-hati di jalan".
Aku melihatnya dari kejauhan dan bayangannya mulai hilang dari jalanan tempatku berdiri.
__ADS_1