Seperti Embun

Seperti Embun
Kembali dari Mimpi


__ADS_3

semua terjadi begitu saja


seperti mimpi disiang bolong


hilang dalam sekejap


harapan sia-sia, tidak ada gunanya


saatnya berhenti


lalu lekas bangun


Kejadian kemarin adalah pelajaran berharga bagiku, tidak perlu mengingat kembali, terlebih mengulanginya. Rasa penasaranku terbayar sudah, bukan dia orangnya. Aku terlena dengan perhatiannya. Dia pandai membolak-balikkan hatiku, membawaku jauh ke atas sampai pada akhirnya dia menjatuhkanku dengan cepat, tak ada penyelasan.


Sahabatku, Putri sering menghiburku setelah kejadian itu, dia seperti merasa bersalah karena memberikan jalan padahal awalnya dia menentang. Menurutnya, perasaan dia yang sebenarnya tidak pernah salah hanya saja dia juga sedikit terlena.


Aku merasa tak bersemangat, kuliah pagi ini terasa membosankan. Berkali-kali aku menguap sambil lalu mendengarkan penjelasan dosen. Tidak mengerti apa yang beliau jelaskan di depan. Konsentrasiku buyar. Gelisah melihat jam ditangan, seolah-olah waktu berjalan sangat lambat. Membosankan. Aku sama sekali tidak bis berkonsentrasi , mengingat hari ini aku satu kelas dengan Dody. Dia tidak ada rasa bersalah sama sekali. Dia bersikap sangat tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Aku berusaha tidak memikirkannya lagi , mungkin baru beberapa hari yang lalu hal itu terjadi , cukup wajar buatku merasa kesal asal tidak berlarut-larut, karena percuma aku menyesalinya. Perasaan itu akan berakhir dengan cepat.


Layar BBM milikku menyala , ada pesan didalamnya, aku membukanya dengan malas tapi setidaknya da hiburan sedikit. Berharap pesan penting bukan pesan broadcast tidak penting karena akhir-akhir ini banyak spam broadcast masuk ke BBM. Pesan itu dari Raka.


Bibir lu manyun mulu, ga enak diliat.


Aku tertawa membacanya, aku baru menyadari dia juga ada di kelas ini . Aku mencarinya ke sekeliling , dia duduk dekat dinding kelas , cukup jauh diseberang dari tempat dudukku. Satu baris. Dia sedang memperhatikan dengan bosan penjelasan dosen di depan kelas. Sesekali aku melihatnya menguap. Terlihat jelas dia juga bosan dengan kelas ini. Aku mulai mengetik pesan,membalasnya.


Bibirku sexy tau (emoticon bibir). Klu mw tdr dikosan aja. Nguap mulu. 


Aku menekan tombol send. Beberapa detik kemudian kami saling membalas pesan. Tidak memperdulikan mata kuliah hari ini.


Beneran bosan ak tuh. Km jg kn ? Bete gtu. Bner kan ?


Sok tau deh 


Kliatan jls bgt.


Tau dr mna ?


Ngaku juga tryta. 


Raka! Ga usah sok tau deh.


Ak tahu. Cerita aja sini


Gak. Pengen tau aja sih km


Pelit 


Bodo amat. 


Y udh. Bsk mlm ya 


Ngapain?


Utang crita lah 


Kok bisa?


Wajib cerita.


Aku tidak membalas lagi pesan Raka yang terakhir karena dosen mulai memberikan tugas. Kami berkutat dengan tugas sampai jam kelas berakhir, mungkin karena dosennya menyadari kalau mahasiswanya mulai bosan mendengarkannya bercerita. Akhirnya tugas pun yang membuat kelas kami mulai sibuk.


2 jam sudah berlalu dan kelas sudah dibubarkan. Aku dan Putri duduk dibangku taman luar kelas. Siang itu terlihat rame, bangku-bangku taman terisi penuh dengan para mahasiswa yang baru selesai kelas dan ada beberapa yang baru datang karena akan mulai kelas berikutnya. Semua berkumpul jadi satu di taman ini , bersenda gurau. Hari ini aku bertemu dengan teman-teman Putri. Mereka berasal dari daerah atau kota yang sama dengan Putri , logat Sunda dan Betawi yang kental. Pakaian yang mereka kenakan cenderung simple dan cuek. Mereka menyenangkan dan supel , baru satu hari aku bertemu dengan mereka , tapi kami seolah sudah pernah bertemu sebelumnya. Mereka supel dan mudah mengakrabkan diri. Menyenangkan bercanda dengan mereka, terlihat tidak mudah tersinggung karena mereka cenderung anak-anak yang cuek, tapi bukan berarti mereka tidak peduli satu dengan yang lain. Mereka sangat bersahabat.


Waktu menunjukkan pukul 10:00, tidak terasa kami sudah berada disini selama 1 jam . Aku melihat sekeliling , aku tidak menemukan Raka disana. Aku baru saja ingat , aku belum membalas pesan Raka sebelumnya. Kemudian aku mulai membalas pesannya.


Raka dmn ?


Selang 15 menit kemudian BBM ku berbunyi. Aku membukanya sambil setengah berlari mengejar Putri yang dengan tenang mendahuluiku menuju parkiran sepeda motor. setelah sampai diparkiran , aku membalasnya lagi.


Knp? Kangen sma ak ?


Pede banget. aku mw tnya bsk mlm ada apa ? 


Lupa ?


kok lupa sih ? km gmn ?


Eh telmi. Km yg lupa. ckckck


Astaga jahat bgt blg ak telmi T_T


:D dasar telmi, pelupa pulak. 


Raka ap sih ?T_T


Bsk jam 7 ak jmpt km, telmi.


Ngapain?


Raka tidak membalas lagi setelah itu . Aku benar-benar lupa apa aku pernah janjian sebelumnya dengannya .


 Put, tahu gak ?


Apa sih , Del? Tiba-tiba nanya gitu , kamu gak jelas deh. Telmi


Putri, kamu sama saja deh seperti Raka, bilang aku telmi. Aku merajuk meninggalkan Putri.

__ADS_1


Putri mendekat sambil mengendarai motornya.


Ya elah Del, gitu saja ngambek. Kenapa sih dengan Raka? Dia jahilin kamu lagi?


Aku berhenti lalu naik tepat dibelakang motor Putri. Dia cukup kaget karena aku bertindak tiba-tiba.


Ayo jalan , kataku menyuruhnya


Baik , ratu. katanya meledekku.


Kamu tahu nggak Raka bilang besok dia mau menjemputku di kos. Apa aku pernah janjian pergi dengannya?


Mana aku tahu. Kamu belum pernah cerita soal itu. Kamu tanya sendiri saja sama Raka.


Dia nggak jawab , hanya bilang mau jemput besok jam 7.


Kejutan mungkin.


Dalam rangka apa ? ini kan bukan bulan ulang tahunku , Put.


Tunggu bentar deh , ngomong-ngomong ulang tahun , minggu kemarin sepertinya Raka ulang tahun.  Aku melihat pengingat di facebook.


Aku terdiam dan aku mengingat hari itu tepat saat aku bertemu dengan Dody adalah hari ulang tahun Raka. Aku mengirimi Raka pesan hari itu tapi setelah itu aku tidak membalasnya. Dan beberapa hari sebelumnya aku dan Putri sempat menjahilinya dan dia mengatakan ingin mengajakku ke suatu tempat,dan hari itu adalah besok.


****


Raka memarkirkan motornya di depan sebuah resto berornamen jepang. Restoran itu bergaya rumah tradisional jepang. Dibeberapa sudut ruangan terdapat ornamen bambu. Bangku-bangku panjang dari kayu, dan terdapat beberapa ruangan yang disediakan lesehan dengan dilapisi tikar dari jemari diatas lantai keramiknya. Kami memilihin duduk dibangku kayu yang sudah disediakan. Ini pertama kalinya aku mengunjungi restoran jepang dan jadi hal yang pertama bagiku mencoba makanan jepang seperti sushi,shabu-shabu dan ramen , jenis makanan jepang yang cukup terkenal dan mahal bagiku yang seorang mahasiswa biasa berkantong tipis.


Raka mulai memesan makanan. Aku tidak tahu makanan mana yang enak dan bisa dicoba , akhirnya aku meminta Raka untuk memilihkannya.


Del, kamu mau pesan apa ?


Hmm apa aja deh , aku ngikut kamu saja. Aku nggak tahu mana yang enak dan mana yang nggak.


Yakin? nanti nyesel pas sudah tahu makanannya kalau aku yang milih


Raka jujur aku baru pertama kali, jangan coba-coba mengerjaiku lagi atau kamu akan menyesal mengajakku karena tidak aku makan , dan makanannya jadi mubazir.


Raka tertawa mendengar responku. Kemudian mengatakan kalimat yang membuatku kaget.


Kamu tahu , aku juga baru pertama kali kesini dan mencoba makanan jepang.


Dia berbicara dengan pelan disampingku. Setengah berbisik.


Lalu kenapa kamu mengajakku kesini? ,bisikku


Ingin membuatmu sedikit terkesan, bisiknya ditelingaku


Aku tidak menjawabnya dan langsung menoleh kearahnya. Dia masih menatapku dan mulai tersenyum. Aku ikut tersenyum lalu kembali menatap buku menu yang aku bawa. Aku tidak mengerti kenapa jantungku tiba-tiba terasa seperti meloncat-loncat ketika mendengar jawabannya. Aku menahan diri, menyakinkan diriku jangan tertipu lagi. Jangan terlena untuk kesekian kalinya.


Del ,jangan kelamaan melamunnya.


Baiklah , aku pilihin ya , tenang aku sudah searching di google kok, dijamin aman yang aku pilih.


awas saja , kalau kamu buat aku sakit perut.


Kalem , Del.


Dia tertawa sekali lagi. Aku ingat beberapa hari yang lalu dan tujuannya dia mengajakku kemari. Mentraktirku makanan ini untuk pertama kalinya.


Raka , selamat ulang tahun ya, maaf aku terlambat.


Oh , kamu ingat juga ternyata.


Yang aku ingat, minggu lalu aku memintamu untuk mentraktirku dan sekarang kamu menepatinya.Itu saja


Jadi yang penting itu ?


Tentu saja.


Baiklah, aku akan mengingatnya kalau kamu maunya yang gratisan.


Gratsan yang berkelas. Ingat itu. Nggak sembarangan dong, kataku sambil tertawa cukup kencang. Raka ikut tertawa dan tiba-tiba tangannya mengacak-ngacak rambutku. Aku berhenti tertawa dan mendengus kesal. Dia semakin lama mengacak-ngacak rambutku dan membuat tatanan rambutku berantakan.


Kenapa sih mulutnya ini tidak bisa dikondisikan ? Selalu manyun.


Biarkan saja


Aku selalu terusik dengan raut mukamu yang seperti ini.


Kenapa? ada masalah?


Tentu saja. Kamu merusak pemandanganku.


Tidak perlu dilihat kalau kamu tidak suka


Aku sudah terlanjur terusik dan ditambah penasaran , apakah bisa lebih panjang lagi ?


Raka! ,aku memukul-mukul pundaknya dengan brutal.


Aku selalu kesal dengan kata-katanya yang membullyku , tapi disisi lain terkadang aku merindukan sosoknya yang menjahiliku. Dia selalu penuh dengan hal-hal yang tidak bisa aku duga,contohnya seperti hari ini.


Hari ini lunas ya ,Del. Aku sudah menepati janjiku.


Aku tidak pernah memintanya.

__ADS_1


Delia, beberapa menit yang lalu kamu baru mengingatkanku kan ?


Apa ya ? Aku lupa


Dasar, sudah telmi ditambah pelupa. Lengkap deh.


Bodo amat , yang penting aku kenyang. Jangan pikir , aku berharap ditraktir kamu.


Lalu ini apa ?


Ini kewajiban dong.


Oh, sekarang mulai pintar ya kamu , Del. Didikanku nggak sia-sia selama ini.


Kamu selalu saja sombong


Ini bukan sombong , tapi percaya diri


Iya percaya dirimu berlebihan.


Kamu juga mengakui kan kalau aku percaya diri.


Astaga Raka, aku heran bisa bertemu dengan makhluk sepertimu.


Harusnya kamu bersyukur, Del. Jarang lho. Aku sampai peduli sama kamu mengajak kesini dan tahu ini pertama kalinya kamu kemari. Iya kan?


Sesukamu sajalah.


Aku tidak pernah bisa menang berdebat dengannya. Aku kembali penasaran dengan alasannya mengajakku kesini , dan hanya berdua. Setahuku dia bisa saja mengajak siapapun ke tempat ini ,kalau dia memang menganggapku seperti teman biasa. Kami hanya datang berdua dengan alasan dia baru saja merayakan ulang tahunnya , kenapa tidak dengan orang banyak,seperti dengan teman-teman kos atau teman dekatnya yang lain. Kenapa dia memilih berdua saja denganku?, atau mungkin dia tidak memiliki cukup uang untuk mentraktir teman-temannya yang lain, kalau itu alasannya , aku tidak masalah berada di tempat biasa yang sesuai budget mahasiswa perantauan. Di tempat ini saja kami makan berdua bisa untuk mentraktir 5 orang di warung-warung pinggir jalan/kakilima.


Sepulang dari resto , Raka mengantarku tepat di depan kos. waktu menunjukkan pukul 09:0 malam. Gang disekitar kos cukup sepi, aku mengajaknya masuk menuju teras. Malam itu hanya ada anak-anak kos. Tidak ada penjaga atau pemilik kos. Jam malam adalah jam yang bebas. Jam berapapun kami bisa kembali ke kos, karena masing-masing memiliki kunci pintu gerbang. Raka menyandarkan punggungnya di kursi , terlihat kelelahan. Aku memberikan dia minuman dingin yang aku punya. Dia meneguknya pelan, lalu kembali menyandar di kursi.


Apa melelahkan mengajakku pergi?


Dia kaget lalu membenarkan posisi duduknya , agak tegap.


Cukup melelahkan berdebat denganmu ,Del.


Tapi kamu menikmatinya


Dia tertawa. Teryata kamu nggak telmi,Del


Mulai lagi deh


Baiklah, aku pulang saja kalau begitu


Penyakit ngambekku nular ke kamu ya


Dia mengurungkan niatnya. Kemudian mulai bercerita tentang lomba fotografi yang beberapa waktu lalu dia ikuti. Restoran jepang itu adalah tempat dimana dia mendapatkan juara harapan fotografi. Dia ingin merayakan ulang tahun dan kemenangannya ditempat itu dan untuk pertama kalinya dia menang. Alasan kenapa dia mengajakku tetap jadi pertanyaan buatku karena aku menahan diri untuk bertanya, aku tidak mau terlena dan hanya menganggap bahwa Raka butuh seorang teman tidak lebih dari itu ,mengingat beberapa bulan belakangan ini kami cukup dekat.


Tidak terasa 1 jam lebih kami mengobrol. Raka mulai pamit dan merasa tidak enak jika terlalu lama mengobrol di kos.


Aku pulang dulu ya , Del


Iya , hati-hati. Terima kasih sekali lagi.


Sama-sama , Del.


Raka mulai beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah dia memarkirkan motornya, tapi tiba-tiba dia berhenti mendadak tepat didepanku. Aku menabrak punggungnya dan mengaduh. Dia berbalik dan menatapku.


Del ,ada satu hal yang membuatku penasaran


Apa ? Karena aku manyun lagi? tentu saja, aku tiba-tiba berhenti dan mukaku menabrakmu. Sakit.


Oh,sorry-sorry , aku sengaja. Dia tertawa dengan kencang lalu melanjutkan prasa penasarannya.


Aku penasaran kenapa kemarin kamu terlihat kesal di kelas Pak Sudibyo? Kamu ada dendam dengan Pak Sudibyo?


Pertanyaanmu tidak penting. Aku tidak mau menjawab


Ayolah ,Del. kamu kan udah janji mau cerita, jangan sampai aku nggak bisa tidur karena ini.


Itu masalahmu. sudah-sudah pulang sana


Dan kamu tahu lagi yang buat aku lebih penasaran , pandangan kesalmu kamu aahkan ke Dody , kebetulan atau memang sengaja ? Ada apa dengan kalian?


Oh aku paham sekarang sepanjang kelas pak Sudibyo kamu malah memperhatikan aku ya ? Baiklah , tapi maaf aku tidak tersentuh apalagi terkesan tuh.


Delia bukan begitu , beritahu aku


Kamu ini. Penggosip deh , aku mau masuk kamar , terserah kamu mau pulang atau nggak, aku nggak peduli.


Aku mulai berjalan meninggalkannya. Tidak peduli, lalu dia menarik tanganku.


Baiklah , aku tidak bertanya lagi. Aku pamit ya ,Delia telmi.


Ak diam saja dan membiarkannya. Dia menyalakan mesin motornya dan berjalan keluar kos. Melambaikan tangannya pelan dan tersenyum sekali lagi melihatku. Aku melihatnya keluar sembari aku menutup pintu gerbang. Membiarkannya penasaran.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2