
hati berdebar tak pernah diduga ,
kepada siapa kita tak pernah tahu
adanya rasa
rasa penasaran, apakah penyebab ini semua ?
***
Deru motor yang melaju, memecah keheningan malam itu . Aku melihat arloji yang melingkar ditangan kiriku. Pukul 07.00. Sekitar 20 menit motor itu meninggalkan kampus. Aku terdiam , masih tidak percaya aku berada dimotor ini.Putri ,sahabatku memang keterlaluan, dia mengatakan akan mengantarku pulang, tetapi ternyata diriku ini masih bisa terabaikan olehnya.
Sebelumnya, di parkiran kampus
Dering telepon Putri terdengar nyaring
Del,bentar ya aku angkat telpon dulu.Penting nih. Putri berjalan menjauh dari tempat kami mermarkirkan motor.
Aku tidak tahu siapa yang menelponnya sampai 10 menit kemudian dia kembali.
Del ,sorry nih ,aku ga bisa nganter pulang
Kenapa ?
Ada rapat mendadak di komunitas.
Komunitas apa ?
K-Popers, kami sedang menyelanggarakan festival. Nanti kamu datang ya. Tenang buat sahabatku tercinta, gratis deh.
Kamu nyogok?
Nggaklah ,Del.Sensi amat sih
Terus aku pulang sama siapa ?
Putri celingak-celinguk melihat sekitar.
Raka! Sini.
Raka yang sedang memakai helm , mengangkat kepalanya dan menuju kearah kami.
Ada apa tuan Putri? ada yang bisa hamba bantu?
Anter ibu Suri pulang ya , aku sedang ada urusan. Putri mendorongku ke arah motor Raka.
Apa Ibu Suri ? aku setua itukah ? Putri tertawa terbahak-bahak
Kamu galak sih Del, kayak ibu suri di drama korea yang sering aku tonton.
Sembarangan! Aku mendengar Raka juga ikut tertawa
Raka diem! Siapa yang nyuruh kamu tertawa?
Baik ibu suri. Silakan naik
Astaga, kalian berdua. Aku jalan kaki saja. Ogah banget pulang bareng Raka.
__ADS_1
Ya elah Del gitu aja ngambek, kata Raka sambil mencubit pipiku. Nanti cantiknya ilang lho kalau ngambekkan
Bodo amat
Ya udah deh , Delia pulang sama Raka ya , jangan ngambek.Raka udah jinak kok. Raka anter Delia sampai kos dengan selamat ya, aku ga mau sahabatku ini kenapa-kenapa,oke ?
Siap tuan Putri . Silakan yang mulia ratu naik ke motor hamba
Dasar kalian ini, ya udah.
Putri menyalakan motor lalu melaju meninggalkan kami berdua. Aku tidak tahu kalau dia mengikuti komunitas , setahuku dia memang menyukai semua hal berbau Korea. Fanatik bisa dibilang. Dia selalu terobsesi dengan Korea. Aku cenderung menyukai drama Korea dibanding dengan boyband atau girlband Korea. Setidaknya masih ada bahan untuk dikomunikasikan dengan Putri.
Kembali ke motor Raka
Motor Raka memasuki area perumahan. Perumahan ini cukup ramai karena masih banyak lalu lalang kendaraan dan bebrapa mahasiswa terlihat berjalan kaki. Perumahan ini cukup terkenal dikalangan mahasiswa. Letaknya strategis tepat dibelakang kampus, sehingga banyak rumah yang disewakan untuk kos. Dari kos-kos biasa yang hanya satu lantai sampai kos mewah berlantai 3 pun ada . Harganya macam-macam, dari 250rb perhari sampai 1 juta perhari. Buatku , kos tidak perlu mahal, yang penting lingkungan bersih,pemilik kos ramah sudah cukup bagiku. Hampir 3 aku pindah kos karena pemilik kos yang terkadang semena-mena, seperti membuat peraturan yang tidak masuk akal,misalnya. Tetapi utnuk kos yang ketiga ini , aku merasa nyaman. Privasiku tidak terganggu, aturan tidak rumit, bersih , pemilik kos ramah , penghuni yang lain juga menyenangkan.
Raka tiba-tiba menghentikn motornya. Aku kaget lalu menepuk bahu Raka dengan kencang.Reflek.Dia mengaduh
Raka, kenapa sih behenti mendadak?
Dia terkekeh. Del, aku laper.Makan dulu yuk.
Ya elah , ga berhenti mendadak juga kali. Kirain ada kucing nyebrang.
Lho kamu gak lihat ? Raka menunjuk sesuatu di depan kami.
Aku bingung. Aku tidak melihat apa-apa. Raka , apaan sih ? Ga usah bercanda deh. Ga ada apa-apa itu
Ada tuyul lagi tiduran tuh
Gila apa kamu. Seketika bulu kudukku merinding, karena jalan tempat kami berhenti saat itu memang sepi , tidak ada satu orang atau kendaraan yang lewat selain kami
Takut ya ?
Nggak., katanya tadi kamu lapar , aku juga nih. Buruan
Ah bilang aja takut, orang ga ada apa-apa memang. Raka tertawa terbahak-bahak.
Sssttt!
Tiba-tiba entah datang dari mana. Suara itu terdengar jelas, aku menoleh ke kanan dan kiri, tidak ada siapa-siapa. Di sebelah kiri ada rumah kecil yang halamannya bersih , tapi rumah itu sepertinya sedang ditinggal pergi oleh pemiliknya , karena pintu depan dan pintu gerbangnya terkunci. Di sebelah kanan kami ada tanang luas yang dipagari tembok putih tinggi. Di depan kami adalah jalan persimpangan. Sepi. tidak ada siapa-siapa. Raka terdiam cukup lama. Aku pun juga ikut diam. Suara itu tidak ada . Raka juga ikut menoleh ke kanan dan ke kiri ,seperti memastikan suara itu tidak ada lagi. Dengan sekali tindakan dia melajukan motornya dengan pelan , lalu mengambil jalan ke kanan . Menuju keramaian. Kami berhenti di salah satu rumah makan, Rumah makan ini murah meriah dan menjual berbagia macam lauk-pauk. Cukup ramai dengan mahasiswa.
Raka memarkirkan motornya lalu jalan di depanku tanpa berkata apa-apa, sampai masuk ke dalam dan duduk disalah satu meja , dia masih juga terdiam. Dia terlihat masih shock. Aku mengambil botol minum didalam tas dan mnyerahkan padanya.
Nih. Minum dulu.
Raka yang kaget terlihat gugup mengambil botol.
Thanks,
Aku tersenyum , setelah dia meneguk separoh botol air minum dan menghela nafas dalam-dalam aku tertawa melihatnya , lalu kami berdua pun tertawa lepas. Kami menyadari ada kejadian yang tidak disangka beberapa menit lalu. Cukup membuat kami berdua shock, terutama Raka karena dia yang memancing keadaan. Aku memanggil salah satu pelayan ,lalu memilih menu untuk kami berdua.
!0 menit kemudian ,pelayan mengantarkan pesanan kam. Kami berdua makan dengan lahap, tanpa percakapan. Menikmati makanan yang terhidang di meja sambil sesekali , Raka mencuri pandang denganku , Aku menyadari tapi aku pura-pura tidak tahu. Sampai akhirnya.
Raka, mau coba makananku?
Raka kaget lalu dia tersedak .
__ADS_1
Duh, kamu kok kagetan sih , msih shock ?
Kamu yang tiba=tiba bertanya.
Ya habis dari tadi kamu melirik ke aku terus, aku pikir kamu ingin nyobain makananku juga.
Siapa juga melirik ke kamu, aku cuma menikmati pemandangan indah didepanku.
Aku mendongak dan seketika dia mengalihkan pembicaraan
Pemandangan ikan goreng enak dipiringmu itu.
Astaga, Raka! Makan aja nih , aku kasih semua ke kamu sampai duri-durinya juga makan tuh.
Dia tertawa lepas. Jelas lah harus aku habiskan ini , sayang dari tadi kamu anggurin.
Apa ? hmm udah berani yang mangil-manggil mesra.
Raka mencomot ikan goreng didepan ku lalu melahapnya tanpa berkomentar.Aku tertawa melihat tingkah makannya,dan merasa heran.
Pelan-peln, kamu bisa tersedak lagi.
Perhatian banget sih ibu ratu Delia ini . Suka deh.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.Heran. Sampai kapan dia mau terus menggodaku. Malam itu berakhir dengan makan malam untuk kesekian kali dengan Raka. Ini bukan yang pertama, tapi sebenarnya aku tidak pernah keberatan jika keluar dengan dia , entah hanya sekedar makan malam atau mengobrol. Raka selalu membuat suasana menyenangkan , meskipun terkadag dia menggodaku. Aku tidak tahu apa tujuannya. Dia bisa terlihat sebagai teman curhat yang baik, kadang bisa jadi teman debat yang baik. Tetapi untuk pertama kalinya dia seperti mencari-cari perhatianku, walaupun akhirnya membuatku kesal juga. Dia selalu menggodaku tapi tidak untuk malam ini. Biasanya dia meledekku tapi kenapa ini beda. Hatiku merasa penasaran. Hari ini Dody juga tiba-tiba mencuri pandang padaku dan dia tersenyum padaku ditambah kejadian dengan Raka malam ini. Ada sedikit rasa penasaranku terhadap mereka berdua. Apa aku egois ? atau aku sebenarnya mengharapakan sesuatu?
Dan tiba-tiba rasa penasaran ini berlanjut.
Raka menurunkanku di depan kos. Kos terlihat sepi karena jam sudah menunjukkan pukul 09:00 malam, ketika aku hendak membuka pintu gerbang.
Delia,
Aku menoleh. Kenapa?
Besok Rabu kamu sibuk?
Rabu pagi sampai siang jelas sibuk , kan ada kelas , sama kamu juga kan ?
Iya. Maksud aku malamnya.
Hmm, sepertinya tidak ada.
Pastikan tidak ada ya , aku mau ngajak kamu ke suatu tempat.
Kemana?
Besok Rabu kamu pasti tahu kalau sudah sampai ditempatnya.
Baiklah, aku atur ulang jadwal pemotretanku dulu ya
Raka terlihat heran dengan jawabanku , lalu dia terkekeh
Baiklah , Ratu model terkenal yang super sibuk , jangan lupa hari Rabu kabari ya.
Oke
Aku pulang dulu ya, mimpikan aku malam ini , oke ?
__ADS_1
Hmm, in your dream, maybe
Dia tertawa lagi lalu melajukan motornya.Pulang. Aku masih melihatnya sampai dia menghilang di pekatnya malam. Aku tertawa mengingat tingkahnya baru saja. Aku kembali ke kamar kosku dan merebahkan diri. melempar tas ku ke sisi sebelah kiri tempat tidur. Aku melamunkan yang baru saja terjadi. Penasaran lagi. Entah kenapa rasa penasaran ini terus muncul. Sampai akhirnya aku tidak merasakan apa-apa, dan masuk kedalam mimpi.