Serpihan Asa

Serpihan Asa
Nomor tak dikenal.


__ADS_3


"Heh ... punya mulut gak sih, kalau gak mau ngomong gak usah telepon. Ganggu orang saja tau!" Dengan ketusnya Davied menutup panggilan itu.


"Siapa sih tuh orang, gangguin orang lagi tidur saja!," makinya kesal.


Davied bangun dari tempat tidurnya walau matanya masih terasa begitu berat tuk diajak kompromi.


Demi menstabilkan pikiran dan otaknya dari rasa penat karena efek dari kurangnya istirahat Davied segera menuju kamar mandi untuk membersihkan badan, tak lupa percikan air hangat yang selalu ia gunakan saat menyirami seluruh tubuhnya . Sensasi kehangatan yang ia rasakan dari guyuran shower itu perlahan mengendurkan otot-otot yang mengencang .


[Awas bacanya jangan sambil traveling gitu yach...🙈🙈]


Beberapa menit usai membersihkan badannya lalu Davied menuju lemari pakaian yang berada di pojok ruangan dan dipadukan dengan indahnya meja nakas minimalis.


Hari ini jam kuliahnya memang masuk agak siang oleh karena itu meski waktu sudah menunjukan jam 07.00 Davied masih bermalas malasan di kamarnya.


Diraihnya Hp yang tergeletak di atas nakas itu lalu menyalakan dan kembali mengamati nomor yang pagi tadi menghubunginya.


"Nomor siapa lagi ini?"


"Apa mungkin orang salah sambung?, Kalau memang benar itu nomor nyasar pasti orang itu akan menjawab pas aku angkat. Tapi ... ah bodo amat lah..!" Gumam Davied.


Beberapa saat setelah menelaah nomor yang tertera di layar Hp nya tanpa pikir panjang otaknya mencoba untuk memfokuskan dengan rentetan kisah sebelumnya. Ada rasa penasaran dan ingin tahu dengan jelas makna dibalik ini semua.


"Tok...tok...tok..!"


Ketukan pintu kamarnya sedikit membuyarkan konsentrasi ilusi bathinnya.


Dengan menoleh ke arah pintu yang sudah terbuka ia melihat Gio yang sudah rapi dengan hairstyle kekinian.


"Tunggu...tunggu..!"


"Gw kaga salah lihat nih dengan cara Lo bergaya saat sekarang kaya gini?" Davied sedikit kaget melihat penampilan Gio yang tak seperti biasanya.


"Hello...? Emang ada yang salahkah di hari ini dengan penampilanku, Mas boy? Lagian biasa saja kali memandangku, jangan seperti kaya liatin cewek gitu!" Gio mengayunkan gemulai tanganya dan lantas duduk di samping Davied.


"hihihiii..."


Davied dibuat bergidik atas kekonyolan Gio dengan lagak lemah gemulainya.


"Sana ah...jangan deket-deket !" Umpat Davied sambil menjauhi Gio yang masih saja jail.


"Ha..ha..haaa.."


"Jangan lari dong, Mas boy?" Gio terus mengejar Davied.

__ADS_1


"Gioooo...o..?!"


Gio terus saja memerankan laganya seperti seorang waria yang sedang menggoda laki-laki hidung belang.


Hingga Davied di puncak kesalnya dengan sigap tangan kirinya melemparkan guling yang ada didekatnya.mengarah tepat di muka Gio.


"Awww..!" Jerit Gio.


Nafasnya terus memburu saat drama keduanya terhenti yang disambut tawa Gio cekikikan.


"Lo kenapa sih, Vied! Kaya gitu aja takut Lo!"


"B****e Lo..!"


"Gw bukan takut, Gio. Tapi geli..!," sanggah Davied ketus.


Semuanya mulai mereda Davied pun kembali duduk di sofa sebelah Gio.


Jiwanya yang masih berontak enggan melupakan nomor misteri tadi pagi.


Diam-diam Gio memperhatikan dari jarak begitu dekat akan kecemasan yang nampak diraut wajah temannya itu.


Semakin menambah jelas rasa penasarannya hingga tanpa banyak ucap dia menanyakan apa sebenarnya yang sedang dialami Davied.


Sebelum Davied menjawab sejenak indera penciumnya menghirup nafas pelan namun dalam.


Setelahnya hembusan nafas itu pun di hempaskan perlahan.


"Ceritakan sama Gw, ada problem apa dengan diri Lo?" Tanya Gio.


"Tadi pagi ada yang telepon Gw dan nomor itu kelihatannya asing bagiku. Gw selama ini tak pernah simpan nomor yang tak aku kenal. Gw tanya orang itu gak mau ngomong. Aneh kan?" Racau Davied.


"Itu Lo saja yang lupa kali? Coba deh Lo fokuskan lagi ingatannya lebih seksama, siapa tahu di waktu yang dulu-dulu Lo kasih nomor ke teman baru gitu.


Atau ada saudara Lo yang memang sedang ngerjain Lo!"


"Entahlah..!"


Keadaan yang tadi begitu riuh seketika menjadi senyap kembali.


Pagi pun berangsur meninggalkan alur kesejukan yang telah menyisakan rasa dinginnya udara kala itu.


Tak ingin temannya terus larut dalam jiwa kosongnya Gio mengajaknya tuk ke Pergo ke kampus.


"Sudah siang nih mendingan kita ngampus yuk! Angga sama si Aldy sudah nungguin di ruang tamu. Lo sarapan saja dulu tadi Gw sudah buatin nasgor (nasi goreng) kesukaan Lo.

__ADS_1


Jeda sesaat segala problem yang merasukimu, Gw dan teman-teman janji pulang kuliah kita pecahkan masalah ini bareng-bareng," ucap Gio.


Kali ini bujukan Gio langsung di respon Davied tanpa banyak pertimbangan apapun. Langkah kaki keduanya terus menuju pada dua temannya di ruang tamu yang sedang menunggu Davied sambil menikmati hangatnya kopi.


"Kok masih pada di sini? Udah pada sarapan belum, kalau belum yuk sarapan bareng biar lebih asyik dan seru." Ajaknya dengan santai.


Begitulah arti seorang sahabat sejati, mereka terus saling bersama saling menjaga satu sama lain dan tetap mengedepankan rasa tak ingin ada yang menderita oleh sikap dan egonya masing-masing.


"Thank's Brow! Kita bertiga tadi udah sarapan tinggal Lo yang belum sarapan. Sorry gak nunggu Lo karena cacing di perut ini sudah bersenandung terus menerus minta diisi." Celoteh temannya saling bergantian.


🦋 🦋 🦋


Hari ini para mahasiswa dilihat seperti heboh sedang memperbincangkan bakal diadakannya acara tahunan di kampus, dan anehnya Davied Cs sama sekali tak ada yang tahu bahwasannya acara kampus kesayangannya sudah di depan mata hanya tinggal menghitung hari. Gio berlari meninggalakan temannya dengan sedikit grasak grusuk* .


Tema musik dan bazar mungkin sudah sering dilakukan di berbagai macam kampus. Tapi tema tersebut bisa menarik banyak perhatian. Dengan adanya kegiatan bermusik secara santai dan tenang, tentu bisa memberikan rasa nyaman bagi semua anggota kampus yang mendengarkan.


Seluruh jajaran kampus bisa mengangkat tema berbagaimacam untuk kegiatan tersebut. Salah satunya kegiatan musik dengan tema lingkungan, begitu juga bisa didampingi oleh beberapa bazar penjualan hasil karya dari olahan barang bekas atau daur ulang. Karena dengan begitu para mahasiswa sudah menyelenggarakan acara yang bermanfaat namun tetap menyenangkan.


"Zahra..! Ada acara apa saja di pesta tahunan kampus kesayanagn kita ini? Siapa tahu Gw bisa ngikutin salah satu acara pestanya." Harapan yang terucap dari mulut Gio, entah itu candaan semata ataukah benar adanya kalau Gio mau ikutan disalah satunya acara pesta tahunan kampus.


"Banyak sih? Lo bisa paan gitu, Gio!" Tanya Zahra yang membuat Gio terbelalak bola matanya merajuk.


"Astaga...?"


"Pokoknya Lo liatin nanti dengan mata melotot jangan pake kedip-kedip!" Gio mencubit cubby pipi Zahra lalu kaboooorr ...🏃🏻‍♂️🏃🏻‍♂️


[Hmmmmz...kebiasaan si Gio..! Maen cubit saja dia , pake kabur lagi....ckckckck]


...----------------...


Tak banyak meminta lebih, atau pun berharap setinggi langit ...Cukup kasih dukungan dan keikhlasannya tuk saling berbagi demi penyemangat AUTHOR.


Cukup KLIK 👇👇


_FAVOURITE...


_BACA...


_LIKE...


_GIFT ATAU VOTE..


_RATE...


Terima kasih,,,🙏

__ADS_1


__ADS_2