
Happy reading ...
Keseruan para remaja yang menyandang status mahasiswa tidaklah jauh berbeda seperti anak remaja lainnya.
Memiliki peran penting dalam dirinya masing-masing, berbagai macam argumen yang sering menghiasi tingkah dan prilakunya.
"Vied, lo mau sampai kapan di cafe ini. Hari udah makin sore tau..?," ucap Gio lalu menghabiskan sisa minumannya.
"Bentaran dikit napa, bos lo kan lagi bayangin cewek aduhai yang barusan lewat? Kita-kita juga masih enjoy kok di sini. Iya kan guys!," timpal Angga yang sedari tadi asyik maen game bareng Aldy.
"Kalau kalian mau pulang, pulang saja duluan. Aku masih pengen di sini," celetuk Davied datar.
"Bener kan apa kataku yang jelas Davied masih enjoy di sini, Gio?" Angga kembali memprotes penuh kemenangan.
"Huh..dasar, lo mau yang gratisan mulu!"
Gio menunjukan tampang konyolnya ke arah dua temannya yang tak menghiraukan ocehannya.
"Hahaa....!"
Tiba-tiba tawa yang terdengar renyah memecah perdebatan mereka.
"Lo juga. Kenapa, ada yang lucu gitu? Apa jangan-jangan lo kerasukan genderuwo ya, ketawa-ketawa sendirian gak jelas!" Gio mendengus kesal.
Davied hanya memicingkan matanya dan tersenyum tipis mendengar Gio ngedumel sendirian.
"Ho'oh...lucu pake banget!" Davied berekspresi penuh tawa.
Angga dan Aldy turut terbahak mendengar ledekan Davied yang spontan membuat muka Gio bertambah mengkerut.
"Issh...itu muka jangan ditekuk kaya gitu dong? Tar lama-lama malah makin tambah keriput kaya nenek-nenek." Ledek Davied.
"Ahhh..? Jahat deh lo, Vied!" Rengek Gio manja.
"Hilih, gak usah lebay deh lo!"
Ucapan Davied berhasil membuat Gio jadi bertambah dongkol tak terkira.
Davied lalu meneguk minumannya dan segera bangkit dari kursi itu.
"Hendak kemana lo, Vied!" Tanya Gio.
"Ke toilet dulu sebentar." Sahut Davied sambil berlalu meninggalkan ketiga temannya.
Lalu melangkah masuk kedalam ruangan kafe yang berada tak jauh dari tempat mereka.
Sore itu suasana di cafe semakin ramai oleh pengunjung, terutama kaum remaja yang memilih tempat itu untuk sekedar melepaskan rasa penat setelah seharian bergelut dengan segudang aktivitas atau mungkin banyaknya mata kuliah yang menjadi rutinitas di kampus.
Tak jarang mereka yang nongkrong itu tanpa memiliki lawan pasangannya.
Maka jangan tanya kalau di kafe itu kebanyakan muda mudi yang asyik bercanda ria dengan pasangannya.
Mungkin lebih jelasnya pasangan kekasih kali ya?
[ Othor cuma nebak lho..? ðð ]
Sementara di meja cafe yang berada paling pojok duduk seorang cewek dengan rambut panjang tergerai indah.
menari terkena terpaan angin yang masuk dari celah ruangan cafe.
Jari manisnya terus bergoyang, seakan tak pernah lelah mengusap manja layar kaca handphone kesayangannya.
Lama menunggu minuman yang ia pesan, akhirnya seorang waitress datang membawa pesanan yang tadi menjadi pesanannya.
"Ini pesanan, Mbak. Selamat menikmati." Ucapnya lembut dan ramah.
"Terima kasih ya?," Balas cewek itu juga dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Setelah menyeruput minumannya ia kembali melihat handphone, dan kali ini terdengar bunyi nada panggilan dengan disertai munculnya wajah cowok yang begitu tampan bertuliskan namanya.
Senyum penuh bahagia terlihat nyata di wajahnya, pancaran rona asmara yang begitu kuat nan tulus menyatu dalam alunan nada cinta.
Segera diangkatnya panggilan dari seseorang nan jauh di sana.
ð "Hai, sayang. Sudah lama menunggu? Maaf ya, mungkin agak telat karena jalanan macet nih!"
ð "Gak kok, paling baru beberapa menit nyampe sini."
ð"Kita ketemu di kafe yang biasa kita bersama kan?"
ð "Iya sayang."
ð "Ok. Sebentar lagi aku nyampe kok! Sampai ketemu ya sayang?"
ð "Bye...!"
ð "Bye sayang, hati-hati!"
[ Kira-kira kalo othor yang telepon, cewek itu bahagia gak ya..! ð ðĪŠ ].
Menunggu ... memang bisa jadi hal yang sangat paling menjengkelkan dan membosankan, itu bagi mereka yang tak bersabar dalam menanti suatu kepastian.
Tentunya tidak dengan cewek berambut panjang ini, dia terus mengisi kesendiriannya bersama riuh para pengunjung cafe yang diiringi sayup-sayup alunan musik penuh cinta.
ðķ Kau begitu sempurna...
ðķ Di mataku kau begitu indah...
ðķ kau membuat diriku akan slalu... memujimu...
ðķ Di setiap langkahku...
ðķ Ku kan slalu memikirkan dirimu...
ðķ Janganlah kau tinggalkan diriku...
ðķ Takkan mampu menghadapi semua...
ðķ Hanya bersamamu ku akan bisa...
ðķ Kau adalah darahku...
ðķ Kau adalah jantungku...
ðķ Kau adalah hidupku...
ðķ Lengkapi diriku...
ðķ Oh sayangku, kau begitu...
ðķ Sempurna...
ðķ Sempurna...
Terlihat cewek itu mengembangkan senyum di bibir indahnya, syair dan lantunan lagu yang mengalun syahdu itu telah memberikan warna keindahan dalam hatinya.
Sumringah akan sebuah perasaan cinta dan kasih sayang terhadap cowok yang sangat dia cintai.
Beberapa menit berlalu, sebuah mobil mewah telah memasuki area parkir di depan cafe yang sudah dijanjikan.
Dari dalam mobil keluar seorang pria tampan dengan berpakaian modis dan elegan.
terlihat otot kekarnya yang padat berisi begitu memukau, terutama bagi para kaum hawa yang memandangnya pasti dijamin langsung menelan saliva.
__ADS_1
Pria itu mengayunkan langkah kakinya masuk ke dalam kafe penuh wibawa, melewati meja Gio bersama kedua temannya.
Gio terperangah melihat ketampanan cowok yang barusan melintas dihadapannya, dengan reflek mulutnya membulatkan berbentuk O.
""Oh, so cute..!"
Gio bagaikan terhipnotis oleh sentuhan pelet bulu perindu yang memabukkan hasrat imajinasinya.
"Wuoyy...jaga itu mata, ijo banget kalau lihat cowok ganteng!" celetuk Aldy isengin Gio.
"Rese lo, sirik aja sama gue! Mangkanya jadi orang kudu [harus] punya wajah ganteng seperti dia, kalau muka lo aja pas-pasan kaya gitu mana ada cewek yang mau melirik sama kalian!" Gio merajuk.
Aldy dan Angga hanya membalasnya dengan tertawa lepas yang menandakan kebebasan hati bersama.
ð ð ð
Di sisi lain ...
Davied segera membereskan dan merapikan kembali pakaiannya.
Setelah semuanya sudah terlihat rapi dan oke dia segera meninggalkan ruang toilet itu.
Langkah gagahnya menunjukan percaya diri yang sangat besar, banyak pasang mata penuh harap yang tertuju padanya.
Namun ia tetap membiarkan mata indah itu terus menatapnya bagai seekor harimau hendak menerkam.
Saat hendak sampai ke meja dimana temannya berada dan tak sengaja matanya tertuju pada cowok yang duduk di meja pojok bersama seorang cewek cantik.
"Apa gue gak salah lihat?"
"Bukannya itu Haikal temen waktu SMA dulu?" Gumam Davied dalam hati.
Rasa penasarannya terus berkecamuk yang mendorong niatnya tuk mencari tahu lebih jelas lagi akan kebenaran daya ingatnya.
Tanpa peduli dengan suasana cafe yang sedang ramai perlahan langkahnya mendekati pasangan yang sedang asyik bersenda gurau.
Sampailah Davied di hadapan mereka berdua.
"Haikal..!" Sapa Davied.
Cowok dan cewek itu menoleh secara berbarengan ke arah suara yang secara tiba-tiba mengagetkannya.
Haikal menatap tak berkedip, tersirat bayangannya akan wajah yang ia lihat dihadapannya.
Serasa mimpi di siang hari. Pertemuan yang tak pernah dia sangka sebelumnya.
"Kamu, Davied..!" Lalu berdiri dan langsung memeluknya penuh haru.
"How are you, friend?" ucap Haikal bahagia.
Kedua teman lama itu terus berpelukan melepas rasa kangen yang teramat mendalam. Terharu dengan momen terindah masa-masa sekolah dahulu.
"Ayo duduk, Vied..!"
"Kemana saja gak ada kabar?"
"Lo tau gak, temen-temen banyak yang nanyain lo!" Cecar Haikal tanpa henti.
Davied langsung terdiam.
...----------------...
[ Sahabatnya bukan tentang siapa yang telah lama kamu kenal, tapi tentang siapa yang menghampiri hidupmu dan tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi dan kondisi seburuk apa pun. ]
ð Jangan bosan untuk membaca dan terus berikan semangat ya, berikan RATE, FAVORITE, KOMEN, LIKE, JUGA GIFTS atau VOTE di karya Babang ini.
Sukses dan sehat selalu...
__ADS_1
Terima.kasih...ðð
ð Bersambung ...