
Minggu siang jalanan kota kembang masih terus terlihat ramai dengan hingar bingar kendaraan roda empat, juga tak kalah ramainya oleh kendaraan roda dua yang memadati jalan raya.
Di jalan Braga kota kembang tepatnya berdiri sebuah bangunan yang begitu indah,taman nan asri dengan bunga-bunga indah bermekaran di depannya sejuk dilihatnya.
Dari luar bisa terlihat banyaknya pernak pernik berbagai model busana pria dan wanita.
Terpampang nama yang begitu jelas di depan hunian itu "ALISYA'Z BOUTIQUE." Meski hari libur suasana butik itu terlihat tetap ramai oleh pengunjung yang hendak memesan ataupun mengambil busana yang diinginkan.
Dari arah yang berbeda seorang cewek yang tergerai rambutnya oleh terpaan angin tengah melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang, terus mengejar waktu agar bisa lebih cepat sampai di tempat yang ia tuju.
Kurang lebih 20 menit menempuh perjalanan di bawah panasnya sinar matahari nan terik akhirnya sampailah cewek itu di depan butik tadi.
Selesai memarkirkan motor dan melepas helm bergegas masuk dengan terburu-buru.
"Selamat siang, Mbak Almira!" Sapa seorang gadis yang sedang merapikan busana.
"Siang juga!"
"Gimana hari ini, apa ada client yang complain?" Dengan tetap tersenyum Almira bertanya pada gadis itu.
"Kayanya gak ada, Mbak. Cuman tadi waktu Mbak Almira keluar mengantarkan busana ke Nyonya Mauren ada seorang cowok yang nanyain Mbak Alisya.
Katanya ada hal penting yang harus dibicarakan sama Mbak Alisya," ucap gadis manis itu santai.
"Hmmm...ya sudah terima kasih," Almira melangkah menuju ruang kerjanya.
Di sinilah tempat yang bisa menjadi pelepas lelah usai menjalankan tugasnya sebagai seorang asisten. Mata indahnya fokus ke tumpukan berkas di mejanya.
Satu demi satu ia membuka berkas yang sudah menantinya, walau masih dirasakan lelah namun ia harus tetap menyelesaikan segudang rutinitasnya secepat mungkin demi kepuasan para client.
Dengan penuh semangat yang tinggi Almira mampu menyelesaikan tugasnya dalam hitungan menit. Selesai sudah akhirnya.
Kini saatnya dia meluangkan waktu tuk sekedar melepas lelah dengan menyandarkan tubuhnya di sofa.
Kembali dia memikirkan ucapan pegawainya tadi.
Dalam benaknya terus mencoba memecahkan siapa gerangan cowok yang mencari atasannya itu.
"Siapa cowok yang dimaksud tadi ya? Apa mungkin client baru atau teman Mbak Alisya?" Dalam batinnya.
Lantas Almira mengambil hand phone dan memainkan jemari lentiknya bermaksud mencari nomer kontak Alisya.
Beberapa kali calling namun tak ada tanda-tanda terhubung panggilannya.
__ADS_1
"Issh....kenapa gak mau diangkat sih!" Nampak raut mukanya menunjukan kesal.
Saat Hp nya tergeletak di atas meja ia tersentak kaget oleh bunyi dan getaran nada panggilan.
Seketika Almira mengangkat dan menjawab ucapan orang yang menelponnya di seberang sana.
📳 "Maaf, tadi gw lagi di jalan dan gak sempet angkat telepon.
Sepertinya ada yang penting banget, ada apaan nih?" Ledek Alisya di seberang sana.
📲 "Gak juga tuh! gw cuma mau ngasih tau sama lo, tadi ada cowok yang datang ke butik dan nyariin lo. Katanya dia pengen ketemu sam lo gitu." Almira menceritakan perihal apa yang membuatnya penasaran.
📳 "Itu paling juga client yang mau pesan busana," jelas Alisya dibarengi candaan.
📲 "Masa iya nyarinya lo, kalau mau pesan busana kan ada Linda di sini. Atau jangan-jangan itu gebetan baru ya?" Almira mencoba ledekin atasannya.
📳 "Weh...jangan ngaco Lo! Memangnya gw cewe apaan harus ladenin setiap cowok." Alisya sedikit ngedumel namun tetap tersenyum dibalik obrolannya.
"Udah deh jangan bikin cerita yang gak mutu kaya gitu, mangkanya buruan Lo cari do'i biar gak oleng!" Canda Alisya lagi yang kemudian menutup obrolannya.
"Gw mau balik dulu nih!"
📲 "Ok. Hati-hati ya!"
"Tutt..Tut...tutt..." Bunyi telepon ditutup.
"Gak berasa hari sudah menjelang sore, sebaiknya aku harus cepat-cepat berkemas dan segera pulang takutnya ibu di rumah merasa cemas karena aku belum pulang," ucap batinnya.
Setelah semuanya beres Almira langsung keluar dan mengunci semua pintu.
Karena hanya dialah yang paling akhir pulang. Dengan mengendarai sepeda motor matic kesayangannya menembus keramaian lalu lintas di sore hari nan sejuk.
Terus melaju tanpa henti, namun sampai di lampu merah pertigaan jalan dia baru menyadari kalau ada sebuah mobil yang mengikutinya dari tempat kerjanya.
Almira mencoba berpura-pura tak tahu dengan keberadaan mobil yang ada di belakangnya, tetap masa bodoh dan fokus mengendarai sepeda motornya agar bisa lebih cepat tiba di rumah.
Tepat di belokan menuju rumahnya yang kira-kira tinggal 1 kilometer lagi ia melajukan kendaraannya sedikit pelan dan sesekali matanya tertuju pada kaca spion memantau apakah mobil itu masih mengikuti atau tidak.
Benar saja, mobil warna merah itu masih terlihat mengikutinya hanya beberapa meter ada di belakangnya. Ini menjadikan satu tanda tanya bagi dirinya, sebab baru kali ini dalam kehidupannya terusik oleh sosok orang misterius.
Demi mengelabui orang dalam mobil itu dengan cepat Almira berbelok ke gang kecil yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Sedikit lega bisa terlepas dari kejaran orang yang tak dikenal.
Merasa sudah aman lalu diapun keluar dari gang yang lain, tengok kanan kiri melihat situasi jalan raya untuk mengantisipasi keadaan sebelum kembali melajukan sepeda motornya.
__ADS_1
Lalu lalang kendaraan sepertinya masih bisa dikendalikan, ramai namun stabil.
Senyum penuh ceria nampak jelas terpancar di raut wajahnya yang masih terlihat manis.
[ Kaya coklat dong manis...😅😅🙈 ]
Namun baru beberapa menit keluar dari gang itu degup jantungnya seakan berhenti tak mampu mengalirkan denyutan ke seluruh anggota tubuhnya. Sungguh di luar perkiraan, dari jauh sana terlihat mobil merah itu sedang terparkir di depan sebuah toko boneka.
"Kenapa bisa sampai di sana? Padahal aku telah mengecohnya supaya kehilangan jejak.
Sebaiknya aku harus mencari jalan pintas biar orang itu tak tahu dimana rumahku berada." Gerundel batinnya.
Akhirnya Almira harus menyusuri jalanan kecil yang ramai oleh warga permukiman juga kumpulan anak-anak saat sedang bermain bersama.
Hal seperti ini bukanlah kali pertama bagi dia memasuki jalanan sempit dan berkelok.
Sampailah di ujung jalan yang menghubungkan ke arah rumahnya.
"Alhamdulillah nyampe juga dengan selamat," senyumnya bahagia.
Kedatangannya telah disambut oleh sang Mamah tercinta di teras depan yang sedang duduk sendiri.
"Selamat sore, Mah?"
Almira memeluk manja Mamahnya.
"Mah, tahu gak kenapa aku jam segini baru nyampe! Tadi aku ada yang ngikutin orang tak dikenal.
Untungnya punya jalan tikus dan dengan begitu aku bisa lolos deh!" Kembali Almira memeluk dan menciumi kedua pipi Mamahnya.
"Kamu tahu siapa dia?" tanya Mamahnya terkejut.
"Enggak! Soalnya itu orang ada di dalam mobil, Mah." Jelas Almira.
"Mulai besok kamu mesti hati-hati, sayang? Mamah gak mau kamu kenapa napa.
Sebaiknya kamu sekarang bersihkan badan dulu setelah itu kita makan bersama," ajak Mamahnya.
...----------------...
👉 Jangan bosan untuk membaca dan terus berikan semangat ya, berikan RATE, FAVORITE, KOMEN, LIKE, JUGA GIFTS atau VOTE di karya Babang ini.
Sukses dan sehat selalu...
__ADS_1
Terima.kasih...🙏🙏
🆙 Bersambung ...