
Happy reading...!
Gio akhirnya hanya bisa bengong menyikapi apa yang sedang dirasakan oleh tingkah sahabatnya itu.
Davied terlihat senyum-senyum sendiri saat jemarinya begitu lincah menari di depan smartphonenya.
Tentunya membuat Gio makin memajukan bibirnya ke depan, kesal dan jenuh dibuatnya.
"Davied..!"
"Sampe segitunya sih Lo, Vied! Memangnya gw Lo anggap patung atau boneka?," gerutu Gio dengan mata yang membulat jutek.
"Isssh...!"
"Dasar lo Vied, ngeselin banget!"
Davied sekilas melirik ke arah Gio dengan melempar senyum konyolnya dan berkata,
"Ngeselin juga tetap ganteng kan?," ledek Davied makin konyol lalu ketawa lepas.
"Ganteng kaya sekoteng kali?" Gio membalasnya dongkol.
Di setiap universitas pastinya memiliki cerita tersendiri. Ada banyak hal yang bisa dilakukan di sana, mulai dari makan kenyang hingga bernostalgia.
Pastinya setiap kampus juga selalu dilengkapi dengan adanya kantin. Dan di kantin tersebutlah menjadi area bertemunya para mahasiswa dengan mahasiswa lainnya.
Eits..! Kantin kampus juga terdapat berbagai macam stan makanan dan minuman yang terkadang membuat rindu.
Selain itu juga kantin kampus tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat makan dan beristirahat saja. Akan tetapi anak kuliahan sering memanfaatkan area tersebut untuk melakukan banyak hal.
Meskipun suasananya cenderung ramai dan bising, namun ketika dijadikan untuk rapat hingga bimbingan skripsi juga bukan ide yang buruk.
Kantin jadi salah satu spot nongkrong favorit kebanyakan mahasiswa dan mahasiswi ketika berada di kampus. Itu karena kantin memiliki area yang luas dengan suasana yang teduh. Selain itu di sana terdapat banyak bangku yang bisa digunakan.
Hal tersebut sering dimanfaatkan oleh anak-anak kuliahan yang tergabung dalam suatu perkumpulan. Sambil nongkrong mereka juga bisa banyak melakukan obrolan yang seru untuk menghilangkan suasana suntuk.
Apalagi setelah seharian penuh berada di kelas. Nongkrong bersama teman juga bisa menjadi terapi untuk menenangkan pikiran dan membuat suasana hati menjadi gembira.
Kantin juga sering dimanfaatkan anak kuliahan saat menunggu dari kelas satu ke kelas berikutnya. Karena banyak stan makanan di sana juga yang menambah keseruan tersendiri.
Tujuan utamanya dibuatkan kantin di dalam kampus adalah sebagai area untuk makan. Kantin kampus banyak terdapat stan-stan makanan yang menawarkan berbagai varian makanan. Mulai dari makanan berat hingga makanan ringan.
Kalau di kantin makan tentunya kurang lengkap tanpa adanya minuman segar. Kantin kampus biasanya selalu menawarkan minuman yang kekinian sesuai dengan selera anak-anak muda. Yang menjadi favorit ada mulai dari es teh manis hingga merk.minuman lainnya.
__ADS_1
Karena biasanya kampus jarang menyediakan ruangan tertentu untuk digunakan rapat bagi para mahasiswanya. Biasanya mereka juga sering rapat di area lobby. Namun, rapat di kantin adalah ide yang bagus buat berdiskusi sambil ngemil jajanan yang lezat
Selain belajar di kelas, anak-anak kuliahan juga sering disibukkan dengan organisasi atau acara kepanitiaan. Untuk menambah pengalaman, banyak anak kuliahan yang mendaftarkan diri untuk bergabung ke dalam organisasi tersebut.
Saat tergabung di dalam organisasi, mereka tentunya memiliki serangkaian kegiatan untuk dilaksanakan. Agenda demi agenda direncanakan sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut.
Dan dalam merencanakan itu, mahasiswa dan mahasiswi menjadi rutin mengadakan rapat. Kantin adalah ruangan yang paling sering dimanfaatkan oleh mereka untuk melakukan rapat.
"Nanti malam Lo ada acara ga?," tanya Davied tanpa menoleh sedikitpun.
"Gio..!,"
Giliran Davied yang dibuat kesal oleh Gio.
Saking kesalnya Davied melemparkan camilan yang baru separo dia makan ke arah Gio.
"Pffft..." Davied.
"Aww..!" Teriak Gio kesal.
"Kurang kerjaan banget sih Lo, Vied! ini makanan jangan dibuang-buang. Mentang-mentang bokap Lo kaya gitu?" Gerundel Gio dengan mata melotot.
Davied malah membalas dengan tawa terkekeh.
Merasa lucu dengan mimik wajah Gio manakala sensi seperti yang ia lihat barusan.
"Gak lucu tau?," tukas Gio.
Hari itu kantin memang terlihat ramai, namun tak seperti biasanya dua teman Mereka Angga dan Aldy tak terlihat kumpul bareng.
pastinya suasana akan lebih seru kalau keduanya ikut nongkrong bersama.
"Si Angga sama si Aldy Lo tau gak mereka di mana? Gw WA gak mau bales tuh dua bocah t****l." Tanya Davied.
Tak ada sahutan dari Gio.
Merasa dirinya dicuekin Davied beranjak dari tempat duduknya menuju etalase makanan dan minuman yang masih satu ruangan.
Belum sampai Davied memesan makanan dan minuman yang diinginkannya, Seperti ada daya tarik magnet mengarahkan sepasang bola matanya menatap tajam ke arah meja kantin yang ditempati cewek berambut panjang nan indah.
Ada niat tuk menghampiri cewek itu, tapi sisi batinnya ada rasa tak berani.
Antara bingung dan tak punya nyali dekatin cewek yang selama ini menjadi targetnya.
"Inilah saatnya yang tepat aku hampiri cewek itu.
__ADS_1
Tapi ... ahh..!" Batin Davied.
Almira mulai mengerjakan tugas kuliahnya dari buku yang ia dapatkan di perpustakaan tadi.
Tarian penanya meliuk indah mengikuti untaian kalimat demi kalimat yang tersusun rapi di atas putihnya kertas.
Rasa penuh semangat juga senang karena dengan suasana yang nyaman di kantin, ia bisa dengan lebih leluasa mengerjakan semuanya.
Bahkan saking serius menulis Almira tak tahu jikalau di hadapannya telah duduk seorang cowok imut yang terus memperhatikannya tanpa bersuara.
Hingga saat hendak mengambil minumannya Almira terperangah kaget seketika. Matanya menatap lurus tak berkedip sama sekali ke arah mata cowok di depannya itu.
"Ya ampun ... ganteng banget? Dia sebenarnya siapa sih, dan kenapa selalu datang tiba-tiba gitu di hadapanku?," kata batin Almira.
"Hai!"
"Maaf, kalau sudah bikin Lo kaget ataupun merasa terganggu oleh kehadiranku di sini," ucapan cowok itu makin membuat Almira jadi salah tingkah.
"O-oh, e-enggak kok!," Almira gelagapan tak menentu.
Cowok itu semakin lekat menatap wajah Almira. Tentu saja itu menjadikan godaan paling hebat baginya, karena baru kali ini Almira bisa merasakan getaran dari tatapan seorang cowok dari dekat.
Sementara tak jauh dari mereka, Davied terlihat kesal saat tahu ada seorang cowok yang menghampiri Almira.
Kobaran api cemburunya meronta membakar isi hati dan naluri jiwa lelakinya.
"B******k...!"
"Kenapa gak dari tadi saja gw samperin itu cewek? Dan siapa juga itu cowok, berani juga menghalangi niat gw tuk deketin itu cewek!," racau Davied.
"Shiiitz...!!"
Tangannya mengepal kuat dengan tatapan mata yang berbinar penuh dengan emosi tingkat tinggi.
Demi melampiaskan kekesalannya Davied beranjak pergi meninggalkan kantin tanpa sepengetahuan Gio.
Langkahnya terus makin tak menentu saat melewati para mahasiswa yang sedang bergerombol menghabiskan waktu santainya bersama teman yang lain.
...----------------...
👉 Jangn bosan untuk membaca dan terus berikan semangat ya, berikan RATE, FAVORITE, KOMEN, LIKE, JUGA GIFTS atau VOTE di karya Babang ini.
Sukses dan sehat selalu...
Terima.kasih...🙏🙏
__ADS_1
🆙 Bersambung ...