Serupa Tapi Tak Sama

Serupa Tapi Tak Sama
Bab 1


__ADS_3

Selepas menikmati acara akikah jamuan tuan rumah, kedua mahasiswi meneruskan perjalanannya. Mereka keluar dari perkampungan dan untuk kesekian kalinya memasuki hutan. Selepas shalat Ashar mereka bedua bersandar pada pohon besar sekedar merehatkan punggung dan meluruskan kaki mereka.


Mahasiswi namanya jannah tanpa sengaja kakinya menendang sebuah botol. Botol itu bentuknya terlihat unik, aneh dan kotor. Sebagai rasa penyesalan karena tanpa sengaja sudah menyepak botol itu, maka jannah Muda mengambil botol itu dan mulai membersihkannya dengan mengusap botol itu. Tanpa disangka keluarlah dari dalam botol sebentuk makhluk.


“Assalamu alaikum dua manusia sholehah. Saya jin muslim berterima kasih sudah dibebaskan dari botol ini. Saya akan penuhi 3 permintaan masing-masing dari anda.”


“wa alaikum salam”, jawab jannah Muda seolah tak percaya dengan apa yang disaksikannya. jannah tua tersenyum melihat peristiwa ini.


Jannah Muda kemudian berkata: “permintaan pertama saya: jadikan saya manusia paling alim di kalangan para ulama di Indonesia!”


jannah Tua nyeletuk: “yang jelas dong…maksudnya ulama yang mana: NU, Muhammadiyah, MUI atau yang lain?”


Jannah Muda menjawab, “ya pokoknya saya mau jadi orang alim yang ilmunya melebihi semua ulama baik dari NU, Muhammadiyah maupun MUI.”


Jin menjawab: “baik, saya sudah catat.”


“Permintaan saya yang kedua,” Jannah Muda meneruskan omongannya, “saya minta diberi harta yang paling kaya di dunia ini”


Jannah Tua kembali menyeletuk, “yang jelas dong…lebih kaya dari Sultan Hasanal Bolkiah, atau Bill Gates atau Mark Zuckerberg?”


Jannah Muda gregetan menjawabnya, “ya pokoknya melebihi mereka semua. Saya ingin menjadi yang paling kaya! Saya kira Jin ini sudah paham maksud saya.”


Jin menjawab, “baik, saya sudah catat. Lantas permintaan ketiga?”


Dengan senyum malu-malu, Jannah Muda bicara “Saya ingin mendapat suami yang paling tampan sejagat.”


Jannah Tua menyeletuk lagi: “yang jelas dong… Setampan di tepi sungai tempo hari, atau seperti Ajb atau kksj ?”


“Pokoknya tampannya melebihi mereka semua!” jannah Muda tak sabaran menjawab, “Jin, catat yah….paling tampan sejagat raya!”


Jin mengangguk. Lantas Jin menoleh kepada jannah Tua. “Bagaimana dengan anda?”


Jannah Tua membenahi posisi duduknya, terus berkata dengan penuh wibawa:


“Permintaan pertama, saya minta kamu untuk tidak mengabulkan satupun permintaan teman saya ini. Kedua, saya minta kamu pulang lagi ke dalam botol. Dan ketiga, saya minta siapapun yang mengusap dan apapun yang terjadi, kamu tidak boleh keluar lagi dari botol itu. Mengerti?!”


Jin langsung masuk ke dalam botol mendengar permintaan yang seperti perintah dari Jannah Tua.


Jannah Muda bicara sambil membaca syair Harapan ku yang sejak dulu


Sirna musnah selalu


Rasa penyesalan tiada arti

__ADS_1


Hanya karena orang iri


matanya terbelalak dan mulutnya terbuka lebar membentuk huruf A. "Jannah tua Yaiiiii…..apa yang telah kamu lakukan?!”


Jannah Tua terkekeh-kekeh. “Kalau sampean jadi ketuanya para ulama, paling kaya dan suami paling tampan, lha terus yang menemani saya jalan keluar masuk hutan ini siapa?”Lewat tulisan penuh makna


Sang penyair Jannah tua mencoba bicara


Engkau sinari diriku dari kegelapan


Padahal..... Gelap itu


Jauh dari gelapnya dunia


Dengan imanku


Jiwaku tetap tersenyum


Jawab Jannah Tua dengan enteng.


Mulut Jannah Muda tertutup. Kepalanya menggeleng. Kakinya menghentak-hentak. “Ya Allah kenapa saya jalan bareng Jannah tua gila ini!” mbatinnya menjerit.


Jannah Tua terus bangun bersiap meneruskan perjalanan:


“Jin aja kok kamu percaya. Jin Muslim sekalipun itu sikapnya suka iseng dan suka berbohong. Ya persis seperti orang Muslim yang meski Muslim tapi omongannya belum tentu bisa dipercaya. Godaan utama buat para salik (pejalan) seperti kita berdua ini adalah sering menghayal minta ini dan itu. Disangkanya dengan berjalan menuju Allah maka kita akan dapat berbagai kenikmatan dengan cuma-cuma dan instan. Ada jarak dan proses serta prosedur antara Kun menuju Fayakun. Allah saja menciptakan semesta dalam enam masa. Masak kamu mau segampang itu mau jadi yang paling alim, paling kaya dan Suaminya paling tampan. Dalam perjalanan mencari ridha Allah ini mari kita belajar mematikan keinginan bukan malah mengumbar keinginan dengan jalan pintas. Sudah, ayo jalan lagi kita!”


Menyembah sang esa


Mengabdi sebagai hamba


Tunduk pada perintah


Meninggalkan larang an


bicara Jannah Tua .


Jannah Muda bangkit dengan gontai. Dia menundukkan kepala dan masih belum bisa menerima sepenuhnya bahwa gara-gara Jannah Tua apa yang dia inginkan lenyap dalam sekejap. Jannah muda bicara


RENUNGKU adalah hatiku


Begitu menyibak


Merasuk di kalbu

__ADS_1


Coba....


Coba kau mengerti


Didalam tabir hidupku


Ia mencoba


Menelusuri hidupku


Yang begitu suram


Yang begitu kelabu. Terimakasih Jannah tua dirimu telah menyadarkan diriku ini bicara Jannah Muda.Perjalanan terbilang lancar, mungkin memang karena sudah malam. Saat itu mereka melewati daerah yang cukup sepi, banyak pepohonan . Tak sengaja ketemuan teman lama bernama Eeuee.


Eeuee: apa kabar kamu bro?


Jannah muda : baik .


Jannah Muda:”Lu kuliah jurusan apa?”


Eeuee:”Ekonomi”


Jannah muda: “Kenapa ambil ekomomi?” dan apa itu yang elo bawa bro?


Eeuee: “ Ini gue bawa sesuatu buat elo .


Jannah muda: tidak usah repot-repot bro.


Eeuee: Tidak repot koq , bro . Ini gue selalu bawa kerena ini catatan hutang elo bro dan gue jurusan ekonomi , biar bisa ngitung secara detail utang lu yang engggak pernah bayar ke gue”


Jannah muda: ………..*Terdiam*


Jannah tua: “Sob, kemarin saku celanaku bolong, hapeku jatuh dari lantai tiga.”


Eeuee: “Waduuuh, musibah sob. Terus gimana hapemu? Rusak?”


Jannah Tua: “Untung aku bikin mode pesawat sob, jadi pas jatuh langsung bisa terbang.”


Setelah sambil menyusuri jalan kami pun melewati rumah-rumah yang cukup besar. Di sanalah suasana mulai tidak nyaman untuk seorang Eeuee yang sebenarnya memang bisa merasakan kehadiran makhluk-makhluk tak kasat mata.


Punggung mulai terasa panas


Entah pertanda atau sekadar cuacanya yang panas meski sudah malam, yang pasti Eeuee merasakan punggungnya begitu panas dan hawa yang dirasakannya pun terasa berbeda dari sebelumnya. Suasana malam itu pun tak kalah mendukung dengan apa yang ia rasakan. Penerangan di seitar jalan pun sangat minim bahkan hanya lampu depan rumah-rumah besar dan itu pun remang-remang. Suasana itu semakin mencekam pohon-pohon yang berada di sisi jalan pun membuat semakin gelap karena menutupi cahaya bulan yang seharusnya bisa saja membantu sedikit penerangan di jalan.

__ADS_1


Terdapat rumah yang sedikit aneh dari rumah-rumah yang mereka lewati sebelumnya. Rumah itu bahkan tidak terdapat pagar seperti rumah-rumah besar lainnya. Dan yang lebih mengherankannya lagi, terdapat pohon yang cukup besar di dalam halaman depan rumahnya.


Melewati rumah beton dengan pohon di dalamnya yang sangat rindang dan sangat besar. Meski di awal ia tidak menyadari, namun ketika melewati rumah dengan fondasi beton dan pohon rindang itu, Eeuee melihat sesuatu yang mencurigakan. Eeuee melihat sosok kuntilanak yang melayang di dekat pohon tersebut.


__ADS_2