Serupa Tapi Tak Sama

Serupa Tapi Tak Sama
Bab 13


__ADS_3

Syekh pun menjelaskan itu sendiri adalah orang yang mereka tawasuli.Kedua orang inipun sungkem untuk Syaikh.Dia lalu pulang dan menceritakan tentang kewaliannya kepada istri.Setelah itu, istrinya menjadi lebih lembut.


Ghi bicara di dalam kitab Maulid Syaraful Anam ada seseorang yang setiap tahun diambil mengingat Maulid Nabi SAW dengan megah dan meriah.Kebetulan dia memiliki tetangga yang melambangkan suami dan istri yang beragama Yahudi.Suatu saat, si istri bertanya kepada suami sambil diskusi, "Kenapa, tetangga kita yang muslim, setiap bulan ini (Rabiul Awal) membelanjakan harta yang lebih banyak?" di bulan inilah nabinya dibahas.Dia melakukan hal ini karena senang dengan nabinya dan memuliakan hari kelahirannya, ”jawab suaminya.


Kedua suami istri ini diam dan kemudian tidur.Dalam tidurnya, berbicara bermimpi melihat laki-laki yang begitu tampan dan agung, berwibawa dan sangat dimuliakan memulai rumah tetangganya yang Muslim.Dan di kanan kiri laki-laki tersebut ada serombongan sahabatnya.Mereka mengormati dan mengagungkan laki-laki tersebut.Perempuan itu (istri) kemudian meminta pada salah seorang anggota rombongan tersebut, “Siapa laki-laki yang tampan ini ?.”


Orang yang membantunya menjelaskan bahwa laki-laki itu adalah Rasulullah SAW.Dia masuk ke rumah ini untuk meminta salam kepada penghuni rumah dan mengundang mereka yang telah menunjukkan rasa suka-cita mereka atas kelahirannya.Perempuan itu kemudian bertanya lagi, “Maukah laki-laki itu berbicara denganku, bertanya apa yang ingin saya bicarakan ?.”


"Sudah tentu dia mau,"menjawab orang yang bertanya.


Perempuan ini lantas mengundang Rasulullah SAW dan menyapanya, "Wahai Muhammad." Rasulullah SAW pun menjawab, "labbaika (aku sambut memanggilmu)."


"Engkau menjawab orang sepertiku dengan talbiyah (labbaika) padahal aku bukan pengikut agamamu dan aku juga termasuk salah satu musuh-musuhmu," tanya perempuan tersebut pada Rasulullah saw.Rasulullah SAW kemudian berkata, "Demi Dzat yang telah ditanggapi dengan benar sebagai nabi, aku tidak menjawab memintamu mengerti Aku sudah memberi tahu hidayah atasmu. ”


Perempuan itu berucap, “Sesungguhnya tuan memang benar seorang nabi yang mulia yang berpribadi agung.Celakalah orang yang menyelisihi perintahmu, dan orang merugilah yang tidak mengerti pangkatmu.Ulurkanlah tanganmu, aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Engkau adalah Rasulullah SAW. "


Dalam perdebatan, perempuan ini berkata kepada Allah dan berniat bahwa nanti pagi dia akan bersedekah dengan seluruh harta yang dia miliki dan mengerjakan jamuan untuk memperingati maulid Nabi SAW.Sekaligus sebagai bentuk rasa syukur atas keislamannya dan mimpinya malam itu.


Namun di luar dugaan, di waktu pagi dia melihat sudah siap untuk menyiapkan perjamuan.Suaminya sangat semangat dan serius.Perempuan bertanya-tanya dengan apa yang dilakukan bertanya dan kemudian bertanya, "Mengapa kamu begitu bersemangat pagi ini. Suaminya menjawab," Karena orang tadi malam yang kamu masuk Islam di hadapannya. "

__ADS_1


Kemudian dibiarkan bertanya lagi, "Siapa yang telah membukakan rahasia ini dan mengundangnya kepadamu ?,"


Suaminya menjawab, “Yaitu Nabi Muhammad, yang mana aku masuk Islam setelah kamu masuk Islam dihadapannya.Dia adalah nabi yang ditrerima syafaatnya kelak untuk orang yang membaca shalawat dan salam atas beliau. ”


Bcdf bicara siapa yang percaya bahwa bisa bertemu dengan Rasulullah bukan mimpi tapi sadar(zhahir)?


Eeuee menjawab Ini memahami sangat membantah, membahas tentang dzahirnya (orang yang bisa bertemu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di luar mimpi) tentu saja mereka semua menjadi sahabat Nabi Shallallahu' alaihi wa sallam.Dapat dihidupkan kembali sampai hari kiamat.Dan ini terbantahkan dengan banyaknya orang yang bermimpi ketemu dia, namun tidak ada yang mempertanyakan mereka melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam di alam sadar.(Fathul Bari, 12/385).


Jannah berbicara Rasulullah itu ada dalam diri kita, menyatu dalam diri kita sendiri, Rasulullah itu di dalam diri kita, akan tetapi bukan bersemayam di dalam diri kita (seperti mau pergi ke Inggris bukan berarti setelah pergi ke Inggris, menjadikan diri orang yang pergi jadi orang Inggris. Mesti kemudian akan mau ke negara asalnya atau kembali ke negara asalnya kecuali mau minta diputuskan akan pindah dari negara asalnya lalu jadi orang inggris).Ada dari dulu, yang cerita sekarang ataupun dulu ada yang disana melihat secara zhahir ke Rasulullah, bahkan ada yang tidak bisa melanggar lalu lintas kerena ada Rasulullah misal dia naik mobil bila lampu merah orang yang merasa diri Rasulullah di mobilnya maka dia tak akan berani melanggar kerena ada Rasulullah Saw.


contoh perkataan dari Seseorang, “karena kasih sayang Nabi kepada umatnya, umat mudah sekali bertemu dengan Rasulullah saw (melalui mimpi maupun secara langsung). Bahkan, lebih mudah bertemu Nabi saw daripada bertemu para wali, wakil-wakil Nabi di bumi ini”.


“Diantara manfaat terbesar membaca Shalawat kepada Nabi Saw adalah dapat melihat Nabi saw dalam mimpi. Dan akan terus meningkat kualitas mimpinya seiring semakin banyaknya shalawat yang dibaca, sampai bisa melihat Nabi saw dalam keadaan terjaga.


bcdf bicara belum pernah sampai kami menghargai seperti itu dari para sahabat atau para ulama generasi setelahnya.Fatimah mengubah kesedihan luar biasa dengan wafatnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, sampai Fatimah menerima perubahan kamdan (melanjutkan kesedihan) setelah menghabiskan waktu 6 bulan pasca-wafatnya Nabi Shallallahu' alaihi wa sallam.Sementara rumah beliau bertetangga dengan makam Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang mulia, dan tidak dinukil dari Fatimah maka beliau melihat Nabi Shallallahu' alaihi wa sallam di masa hidup beliau setelah wafatnya diminta.(al-Mawahib al-Laduniyah, 2/371).


Jannah menyanggah Dalam kitab al Wahid disebutkan:mempunyai wuslah (hubungan khusus) dengan Nabi SAW. Jika bersalam kepada Nabi SAW, beliau pasti akan membalasnya dan menjawab ketika berbicara bersama beliau(Rasulullah).Padahal ketika seseorang itu bersalaman dengan Rasulullah saat sadar atau zhahir , Rasulullah sudah meninggal dunia atau wafat .Imam Badruddin bin as Shahib mengambil dalil dalam Al Quran:


“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rejeki (QS: Ali Imran: 169).

__ADS_1


Rasulullah SAW tentu kedudukannya lebih tinggi dari syuhada yang tentunya lebih berhak untuk keistimewaan itu.


Imam Baihaqi menyatakan dalam kitab Dalailun Nubuwwah: “Para Nabi hidup di sisi Tuhan mereka seperti para syuhada”


Nabi muhammad, beliau bersabda,“Orang yang melihatku dalam tidurnya, berarti ia sungguh telah melihatku, karena syetan tidak dapat menyerupaiku.”


Jika demikian, maka pengabarannya dalam mimpi sama seperti pengabaran beliau pada waktu terjaga.


Oleh karena itu, kami mengatakan: Jika mimpi itu bagian dari kenabian, maka itu bukan untuk menyempumakan wahyu kepada kita, tapi hanya bagian dari bagian-bagiannya, dan bagian tidak menempati posisi keseluruhannya dalam segala sisi, tetapi hanya menempati posisinya pada sebagian sisinya, yaitu memberikan sisi kabar gembira dan peringatan, dan itu saja cukup.


Di samping itu, mimpi yang merupakan satu bagian dari bagian kenabian di antara syaratnya adalah kecocokannya untuk orang shalih, dan tercapainya syarat yang perlu ditinjau, sebab hal itu terkadang memenuhi syarat dan terkadang tidak.


bcdf menyanggah mimpi terbagi menjadi mimpi yang bersumber dari syetan, kepada pembicaraan jiwa, dan terkadang hanya untuk mengacaukan. Jika mimpi menuntut adanya pembaharuan wahyu dengan hukum setelah Nabi SAW, maka yang demikian itu terlarang secara ijma’.


Abcde bicara , Mimpi juga berlaku secara umum baik yang bermimpi orang yang taat maupun mukmin yang tidak taat. Mukmin yang tidak taat yang bermimpi bertemu Nabi saw menjadi pertanda ia akan mendapatkan petunjuk untuk melakukan ketaatan. Nabi saw bersabda, “kalian yang akan dimasukan kedalam surga, akan diberi taufiq untuk beramal baik, meskipun hanya tinggal selangkah lagi ke neraka.


Hadis-hadis ini menjadi kabar baik dari Nabi saw untuk umatnya diakhir zaman.


Jannah bicara dalam kitab Lathaiful Minan menceritakan bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Seseorang wahai Tuanku, jabatlah tanganku ini, sebab engkau telah bertemu dengna banyak rijal (tokoh-tokoh) dan berkeliling negeri-negeri yang banyak.

__ADS_1


Seseorang itu menjawab menjawab, “Demi Allah, belumlah ada yang menjabat tanganku ini melainkan Rasulullah SAW.” Beliau melanjutkan, “Sekiranyaaku terhijab (terhalangi) dari Rasulullah SAW sekejap mata pun, tidaklah aku menilai diriku termasuk orang Islam.”


__ADS_2