Serupa Tapi Tak Sama

Serupa Tapi Tak Sama
Bab 26


__ADS_3

Berikutnya datang silih berganti wali2 yg dikenal wali minyak wangi, dan menjelang shubuh datanglah mas kiai m guru dari wali minyak wangi, ketika mas kiai m datang, tubuh wali minyak wangi sudah segar dan sehat, mas kiai m datang dg membawa kopi dan rokok, setelah sholat shubuh berjamaah dg mas kiai m , mereka melanjutkan dg acara ngopi dan ngerokok bareng, wali minyak wangi sekali lagi dapat wejangan2 dari mas kiai m, mas kiai m sedikit membuka rahasia arsy.


Beberapa lama hari kemudian K melihat kyai telah duduk-duduk di warung kopi depan terminal. “Mas K, sini salaman dulu,” panggil Kyai.


K kemudian bersalaman dengan orang yang disamping kyai yang berpakain lusuh dan compang-camping. Lalu, kyai kembali asyik berbincang-bincang dengan orang itu. Setelah beberapa lama, orang itu berpamitan untuk melanjutkan perjalanan dan melangkah pergi setelah berangkulan dengan kyai.


“Sampean tadi bersalaman dengan siapa, Mas K?” tanya kyai.


“Ya, tidak tahu kyai,” jawab K.

__ADS_1


“Itu tadi Nabi Khidir,” jawab kyai.


“Wah, kalau tahu, saya tadi minta uang,” kata K menyesal.


“Tidak bisa, kalau kamu minta uang, nanti malah jadi maling,” jawab kyai.


Pada saat yang lain, kyai pernah diminta pertolongan oleh salah seorang santrinya agar dipertemukan dengan Nabi Khidir. Kyai kemudian mengajak mancing di sungai sejak sore hari. Setelah lewat tengah malam, suasana sangat dingin dan angin tertiup kencang. Tiba-tiba ada seorang sudah sangat tua menjual es lilin menghampiri santri kyai sambil menawarkan es. Karena sudah sangat kedinginan, santri itu terus menolak walau penjual itu berulang kali menawarkan kepada dirinya.  Setalah penjual es itu pergi, kyai menghampiri santrinya.


“Nabi Khidir mana, dari tadi tidak ada orang, yang ada malah penjual es,” jawab santrinya.

__ADS_1


“Ya, itu tadi Nabi Khidir yang datang dengan menyamar,” jawab kyai.


Santri itu kemudian berlari mengejar penjual es itu, tetapi sudah hilang entah kemana.Seorang santrinya yang lain mengajukan permintaan yang sama. Tengah malam kyai mengajak nongkrong di warung. Tak berapa lama kemudian, ada pengemis dengan pakaian compang-camping dengan meminta-minta. Santri itu tidak mengubrisnya. Akhirnya, kyai menghampiri pengemis itu. Setelah berpelukan, pengemis itu langsung pergi.


Kyai kemudian kembali kepada santrinya dan mengatakan bahwa itu tadi Nabi Khidir. Spontan saja santri itu berlari mengejar pengemis itu yang masih terlihat berjalan tertatih-tatih. Tetapi, sekencang apa pun santri itu berlari, sosok pengemis itu semakin menjauh dan akhirnya hilang dalam gelapan malam.


Beliau pun berdoa dengan mendawamkan dzikir entah apa, (beiau tidak mau menjawab saya). Dalam tidur usai kantuknya karena lelah, di malam usai tahlilan untuk anak perempuannya itu, beliau bermimpi disapa Kanjeng Nabi. 


Assalamualaikum, Ya ....... (nama beliau). Gelagapan, dalam mimpi itu, ia bertanya kepada siapa yang memberi salam. " Jenengan sinten ? " Ana Rasulullah. Ini anakmu kuajak bersamaku ". Di mimpi itu, dia melihat putrinya yang telah wafat, tampak tersenyum dan melambai sambil digandeng Kanjeng Nabi. Lambaian suka mengajak ikut bergabung bersama Kanjeng Nabi.

__ADS_1


Nabi Khidir sering muncul dalam penampilan orang yang tidak diundang, seperti gembel yang membalik tengik atau pria yang berwajah buruk yang mengemis di depan pintu rumah .


__ADS_2