
Keesokan harinya, abcde bicara Pertama yang dilakukan para waliyullah adalah berkhalwat (menyendiri ditempat yang sepi). Hal ini sesuai dengan yang dilakukan Nabi Muhammad ketika menerima wahyu di gua hira’. Dalam khalwat tersebut para wali memakai pakaian yang bagus dan memakai wewangian dan membakar harum-haruman dimana bau harum sangat disukai golongan malaikat. Didalam khalwat setiap malam membaca salah satu asma’ Allah (yang kita kenal Asmaul Husna) sebanyak 20.000x dan pada siang hari juga sebanyak 20.000x. Hal ini dilaksanakan selama satu tahun penuh. Selama satu tahun harus rajin menjalankan shalat tepat pada waktunya dan harus puasa setiap harinya. Berbuka dan sahur tidak diperbolehkan memakan makanan yang mengandung nyawa atau keluar dari yang bernyawa. Setelah selesai semua riyadhoh selama satu tahun di dalam khalwat dengan mengamalkan yang tersebut diatas, maka Allah menurunkan khadam dari asma’ Allah yang dibaca waliyullah tadi. Menurut keterangan kitab klasik wujud khadam itu digambarkan dengan seorang laki-laki berkulit merah, memakai pakaian berwarna merah pula. Dibagian kepalanya mengenakan mahkota yang dihiasi yaqut berwarna merah. Khadam tersebut lalu memberi salam kepada waliyullah tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan “Wahai hamba Allah yang beribadah, yang diam di dalam khalwat selama satu tahun dengan menyebut asma’ Allah, apakah gerangan yang anda inginkan dari saya?”. Nah dari pertanyaan itu maka para wali menjawab dengan berbagai kebutuhan yang diinginkan yang berguna untuk mempermudah semua jalan ibadah mendekatkan diri kepada Allah. Sebagai contoh ada yang memohon untuk diantarkan ke mekah setiap hari, bulan, atau tahun. Ada juga yang memohon diajarkan untuk terbang, berjalan diatas air, membuka hijab yang ada pada hati manusia sehingga mampu mengetahui pikiran mereka dan lain sebagainya.
Bcdf bicara Ilmu tersebut dapat diperoleh tanpa melalui puasa. Yang diperlukan hanyalah sholat dan membaca doa-doa tertentu. Doa tersebut harus dibaca sehabis menjalankan sholat fardhu. Namun tidak semua orang yang mengamalkan dapat berhasil, bahkan ada juga yang tanpa mengamalkannya tiba-tiba mampu menguasai ilmu tersebut. Karena pada dasarnya ilmu ini adalah karomah yang diperuntukan bagi orang-orang yang terpilih di mata Allah. Itulah sebabnya hanya orang yang bergelar “waliyullah” saja yang menguasainya.
Eeuee bicara pernah kejadian Setelah merapal doa, memejamkan mata, Wali kembali membuka mata. Dan betapa kaget, di sekelilingnya tiba-tiba banyak orang berlarian memakai baju gamis selutut serta bersorban. Tampak di tangan mereka senjata AK 47. Terdengar suara bising peluru berseliweran.
"Aduh, kesasar lagi aku ini. Tadi kesasar ke Kutub Selatan, sekarang kesasar lagi ke Afghanistan. Kok tak kesasar ke Hollywood saja sih," bicara wali.
Wali mengamati salah satu pasukan yang semuanya berjenggot panjang. Wali tersenyum sendiri melihat jenggot mereka. Di negara yang dikuasai Taliban ini, polisi memang tidak melakukan operasi helm, tapi jenggot. Jika ada laki-laki yang tidak berjenggot, maka kena tilang. Wali berdiri berjalan mencari tempat yang agak sepi. Wali tidak suka dengan peperangan. Dan karena itulah wali langsung memutuskan pergi saja. Setelah menemukan tempat sepi, Wali mulai merapal doa-doa ilmu melipat buminya lagi.
Bcdf bicara menganai Menghilang atau energi yin dan yang , mampu membuat diri bergerak berpindah atau hialang dalam dunia ini dalam sekejap tapi itu tidak sebenarnya . Orang yang menguasai ilmu ini bisa melihat dari demensi yin dan yang .
Jannah muda bicara Cahaya yaitu Yang digambarkan dengan warna putih, bergerak naik berpadu dengan kegelapan yaitu Yin yang digambarkan dengan warna hitam dan bergerak turun. Yin dan Yang adalah kekuatan yang berlawanan, tergantung dari aliran siklus alami. Mereka selalu mencari keseimbangan meskipun mereka bertentangan, tetapi mereka tidak selalu bertentangan satu sama lain. Sebagai bagian dari Tao, mereka hanyalah dua aspek realitas yang sebenarnya berdiri sendiri. Masing-masing mengandung unsur dari yang lainnya, karena itu terdapat titik hitam dari Yin pada bagian putih dan begitu pula sebaliknya. Mereka tidak hanya sekadar saling menggantikan, namum mereka menjadi bersatu sama lain melalui aliran konstan alam semesta.
Eeuee bicara meneruskan Angin sepoi-sepoi menerpa wajah Wali , Ia membatin, mudah-mudahan tidak kesasar lagi seperti tadi. Cling!Perlahan, Wali membuka matanya. Tampak di depannya sebuah rumah yang terbuat dari kayu, layaknya rumah para transmigran di luar pulau Jawa. Tak lama kemudian keluar seorang tua berpeci putih dengan baju taqwa dan bersarung, melambaikan tangan, memanggilnya.
__ADS_1
Wali teringat dengan orang tua satu ini. Beliau adalah Habib yang kemarin juga ikut pertemuan di Makkah."Masyaallah, ternyata aku masih kesasar lagi," batin Wali . Wali melangkahkan kaki, mendekati Habib . Wali teringat, beberapa tahun yang lalu ketika seseorang dari Makkah mau berkunjung ke ndalem ini.
Flashback beberapa tahun yang lalu ketika seseorang dari Makkah mau berkunjung ke ndalem ini,dalam perjalanan ke Malaysia kala itu, seseorang Dari Makkah tiba-tiba kangen berat dan sangat terhadap datuknya, baginda Nabi Muhammad SAW.Setelah sampai di depan ndalem, Habib hanya menyuruh seseorang dari Makkah masuk , sedangkan rombongan yang lain disuruh menunggu di luar. Beberapa menit kemudian, seseorang dari Makkah keluar berurai air mata. Seseorang dari Makkah menangis tersedu-sedu:Sudah terobati kangenku," bicara seseorang dari Makkah di tengah air mata tangisan rindu yang belum usai.
Ternyata, seseorang dari Makkah masuk ke ndalemnya Habib itu, beliau dipertemukan oleh Habib dengan Baginda Nabi Muhammad Shollallohu 'alaihi Wasallam. Flashback off.
Mari masuk nak, jangan melamun saja,"bicara Habib.
Inggih, Habib" jawab Wali, lalu melangkah mendekati Habib. Setelah mencium tangan beliau, Wali masuk ke ndalem.
"Inggih Habib".
"Siapa tahu nanti ketika kamu naik pesawat bertemu dengan yang kamu gandrungi itu," becanda habib.
Hahaha....," Wali hanya bisa tertawa mendengarnya.
__ADS_1
Setelah makan bersama, Wali pamit pulang. Habib menepuk-nepuk pundak Wali, mengantarkannya keluar dari ndalem.
"Ingat perintah Sang Sultan, nak. Setelah sampai ke rumah, segeralah ke gunung Arjuna untuk khalwat di sana".
Inggih, Habib".
Wali beranjak pergi ke bandara naik pesawat menuju pulang ke Indonesia.
bcdf bicara Setiap tanggal 10 Dzulhijjah (Arofah), ada perkumpulan 40 wali di atas gunung sekitar daerah Makkah. 40 wali ini tersebar ke seluruh pelosok dunia. Dan setiap tahun mereka memang berkumpul di atas bukit itu (maaf tempat dirahasiakan).
Di antara mereka, ada yang datang dengan cara terbang, naik sajadah seperti Aladin, dan ada pula yang muncul dari bumi (mecungul). Ada pula wali lain yang datang dengan naik burung. Begitu pula ada yang "cling", bisa langsung sampai lokasi gunung berbukit itu.
Acara tahunan ini (semacam reuni) dipimpin lansung oleh King of The King Sulthonul Aulia, rajanya para wali yang setiap masa hanya satu orang di seluruh jagad semesta ini.
Abcde menambahkan Ketika para wali sudah berkumpul di atas bukit itu, mulailah terdengar dentuman-dentuman dan lantunan dzikir yang terpancar dari hati mereka. Di atas bukit itu pula, para malaikat berwujud awan ikut menyemarakkan acara reuni tahunan itu, lengkap dengan hembusan angin sepoi-sepoi berlantunkan takbir, tahmid dan tahlil.Tampak dari kejauhan, di bawah bukit, ada orang yang nampak tidak terlalu tua sedang tertatih-tatih dan sangat kesulitan ketika hendak menaiki bukit. Ini berbeda dengan wali-wali yang datang sebelumnya. Seorang tua ini tampak sungguh sangat kesulitan mencapai titik bukit tujuan.
__ADS_1