
Ketiga sosok itu samar-samar menghilang dari pandangan Wali. Lamat-lamat terdengarlah adzan subuh, sedikit demi sedikit alam mulai terlihat kembali. Setelah shalat, Wali bangkit dan kembali pulang.
Terlihat di sudut terminal orang gila ini tertawa-tawa menikmati makanan dan minuman hasil rampasannya.
Wali dari indonesia berjalan perlahan mendekati orang gila tsb, dan kira-kira setelah jarak wali Indonesia dan orang gila itu berjarak 10 meteran orang gila tsb berkata dg masih makan dan minum
“ gak usah heran wali Indonesia, orang yg dekat dg Rabb nya, apa yg tidak diketahui di muka bumi ini, yg diketahui Gusti Allah juga diketahui oleh para kekasihNya, apalagi namamu terkenal dilangit sana, namamu seringkali muncul karena seringnya kamu usul ke gusti Allah..”
Dg masih memegang minuman sprite kaleng orang gila tsb berkata lagi
“ para malaikat sering berkata, Gusti, wali Indonesia usul begini, Gusti, wali Indonesia minta begini, hampir semua malaikat mengenalmu karena seringnya kamu minta dan usul ke gusti Allah….Seharusnya kamu malu minta-minta terus seperti pengemis….ha ha ha.“
Wali Indonesia terdiam, seperti ditelanjangi, wali Indonesia menghampiri orang gila tersebut dan mencium tangannya.
Ketika wali Indonesia memegang tangannya, Wali Indonesia kaget karena tangan orang gila ini bagaikan tidak ada tulangnya, terasa halus, begitu lembut dan berbau sangat wangi, ketika wali Indonesia mau menanyakan namanya, orang gila ini mendahului berkata :
“ kamu gak usah tahu namaku, udah sana… kamu pergi sowan ke kyaimu sana, nanti kita bertemu disana dan kalau kamu melihat kyaimu sedang ada tamu agung, kamu sebaiknya langsung pamit aja…”
Wali Indonesia cuma mengangguk terdiam.
Setelah mengucapkan salam, wali Indonesia pergi dari situ dan berangkat untuk sowan ke kyainya. Wali Indonesia melanjutkan perjalanan dg naik becak. Setelah sampai, Wali Indonesia langsung menuju ke ruang tamu, disana dia disambut salah satu santri kyai yg selalu standbay melayani tamu – tamu.
__ADS_1
Belum lama duduk, ada dua tamu yg juga mau sowan ke kyai, mereka berdua duduk disamping wali Indonesia, tidak seperti biasanya kyai kali ini tidak langsung menemui mereka bertiga, wali Indonesia dan kedua tamu menunggu sekitar satu jam lebih baru kyai keluar.Wali Indonesia dan kedua tamu langsung bersalaman dg kyai, mereka bertiga mencium tangan kyai dg penuh ta’dzim, yg sangat berbeda sikap wali Indonesia terhadap kyai ini, wali Indonesia tampak sangat ta’dzim berhadapan dg kyai. Wali Indonesia hanya bisa menunduk dan tampak butiran-butiran air mata mulai membasahi pipi wali Indonesia . Setelah kyai baru saja duduk, wali Indonesia maju bersalaman lagi dan mohon pamit, kyai hanya tersenyum dan merestui wali Indonesia:
“ iya, salam aja ke dulur-dulur semua “ ucap kyai
“ inggih kyai…” jawab wali Indonesia dg masih menunduk, kedua tamu ini heran melihat sikap wali Indonesia, mereka menunggu begitu lama tapi setelah kyai keluar, wali Indonesia kok lansung mohon pamit. Satu diantara dua tamu ini penasaran dan menanyakan hal tersebut kepada kyai
“ kyai, mas tadi itu menunggu panjenengan dg kami begitu lama, tapi setelah kyai datang, mas tadi langsung mohon pamit ada apa gerangan kyai.” Tanya tamu
“ hmm…..gimana yah, kamu langsung aja ke orangnya dan tanyakan hal itu, dia belum pergi jauh, sekarang dia masih duduk-duduk dipagar jembatan “ jawab kyai
Setelah mohon ijin dan keluar sebentar tamu tadi mencari wali Indonesia, dan benar apa yg dikatakan kyai, Wali Indonesia masih duduk di pinggir jembatan
“ assalamu’alaikum…” ucap tamu ini kepada wali Indonesia.
“ maaf mas, saya penasaran dg sikap sampeyan tadi, kok langsung mohon pamit ketika baru ketemu kyai…” Tanya tamu dg penasaran.
“ hmm, gimana tidak lansung mohon pamit kang, wong di samping kanan kyai ada baginda rasul dan disamping kiri kyai ada nabiyullah Khidir, apa yg mau saya omongkan kalau beliau berdua hadir di samping kanan dan kiri kyai…..” jawab wali Indonesia dg mata yg berkaca - kaca
“oh……..” ganti si tamu jadi heran dan melongo....
Setelah beberapa hari bersama wali minyak wangi atau wali Indonesia , si murid thoriqot atau pemuda yg berumur 35 tahun ini menghadap kepada gurunya guna melaporkan peristiwa yg dialaminya.
__ADS_1
Kira2 sepuluh meter dari gerbang pondok, si murid ini sudah disambut kawannya yg juga mondok disitu dg berkata :
“ kang..sampeyan udah ditunggu mas yai didepan mushollah pondok...”
“ lho..yai sudah menunggu tho...” jawab simurid.
iya kang...Tadi kira-kira 1/5 jam yg lalu aku disuruh mas kyai membuat dua kopi dan beliau berpesan, setelah membuat kopi tolong taruh di depan mushollah dan cepat2 kamu kepintu gerbang karena dulurmu akan datang...” terang kawan simurid. Setelah melewati pintu gerbang pondok si murid dan kawannya ini melihat mas kyai sudah duduk sambil merokok di depan mushollah pondok dan didepannya ada dua cangkir kopi....
Si murid mengucapkan salam kpd mas kyai :“assalamu ‘alaikum..”
“wa alaikum salam” jawab mas kyai
Setelah mencium tangan gurunya si murid ini duduk didepan mas kyai sedang kawannya pergi tidak ikut duduk dengannya karena yg di panggil mas kyai bukan dia.
Setelah menceritakan pengalamannya, si murid ini bertanya kepada gurunya:“Kyai..ketika sholat dulu,saya mendengar bacaan wali Indonesia itu tidak sempurna tapi lama kelamaan suara wali Indonesia ini berubah menjadi sempurna dan sangat merdu...Apa maksud semua itu...”
Setelah menghisap rokoknya dalam2 mas kyai ini berkata :
“ kamu kan jelas pernah mendengar, kata Nabi : bau mulut orang yg berpuasa itu wangi bagaikan minyak kesturi dihadapan Allah....Ketika kamu mendengar suara wali minyak wangi itu menjadi merdu, sesungguhnya kuping yg kamu pakai untuk mendengar itu Kupingnya gusti Allah...Kalau kupingmu sendiri yg kamu pakai maka terdengar seperti itu jadi terdengar tidak sempurna menurutmu tapi dihadapan Allah bacaan Wali Minyak wangi ini begitu merdu...Begitu juga dg bau mulut orang yg berpuasa, akan tercium sangat busuk kalau menciumnya itu dg hidung kita sendiri...”
Simurid ini bertanya lagi : apakah Wali minyak wangi ini juga orang thoriqot...”
__ADS_1
“iya..dia murid abahku , Wali ini sebelum masuk thoriqot perilakunya sudah sangat ber thoriqot... Kalau kamu melihat tingkah polahnya yg auwr2an itu hanya untuk menutupi ke sejati an dirinya....
Ditempat lain, Wali Indonesia berpenampilan lain dari biasanya, dia tampil gaul sekali, memakai sepatu unkl347, celana jeans pensil airplane system, dan kaos merk spilis infection, walaupun semua pakaiannya ini pemberian dari adik mas kyai yg kebetulan buka toko pakaian distro atau guru dari murid pemuda di Bab 20 yg datang ke Wali minyak wangi ….