Serupa Tapi Tak Sama

Serupa Tapi Tak Sama
Bab 23


__ADS_3

Ditempat lain, Wali Indonesia berpenampilan lain dari biasanya, dia tampil gaul sekali, memakai sepatu unkl347, celana jeans pensil airplane system, dan kaos merk spilis infection, walaupun semua  pakaiannya ini pemberian dari adik mas kyai yg kebetulan buka toko pakaian distro atau guru dari murid pemuda di Bab 20 yg datang ke Wali minyak wangi .


Dengan memakai kaca mata BL hitam invictus , wali minyak wangi berangkat untuk memenuhi  undangan mas kyai guru pemuda dalam rangka tasyakuran dan pembukaan toko onderdil barunya yang mana semua barangnya langsung didatangkan dari luar negeri, mas kyai ini kalau bisnis memang tidak mau setengah2 , sekali terjun beliau lansung menyelam sekalian.


Sekitar jam 09:00 pagi wali minyak wangi sudah sampai ditoko mas kiai , tampak terop yg mewah yg tidak begitu besar berada di depan toko, dibawah terop sudah berjajar rapi kursi yg terbungkus kain putih yg sebagian besar sudah terisi, di depan terop ada geladak kecil yg juga tertutup kain putih yg diatasnya ada karpet merah yg disebelah kirinya ada piano semacam elektone, music barat slowrock berkumandang mulai awal acara, yang unik, ada sebagian tamu yg datang memakai kopyah dan sarung sedang tamu lainnya berpaikan ala executive muda, memang mas kiai ini mengundang seluruh pelaku bisnis didalam kota dan sebagian dari luar daerah, mas kiai ini menyeting acara pada pembukaan tokonya ini dg model seperti acara pembukaan toko onderdil pada umumnya tidak seperti acara yg biasa dilakukan seorang kiai dikalangan pesantren apalagi mas kiai ini adalah seorang mursyid.


Wali Minyak wangi tidak langsung duduk ditempat acara, tapi langsung menuju dapur umum mencari kopi, setelah dapat kopi wali minyak wangi duduk di podjok toko, mengeluarkan sebatang rokoknya sambil menunggu kedatangan mas kiai atau guru anak muda, sambil menyedot rokok mastna wastulasa warruba’ wali Minyak wangi mengawasi semua temu yg datang, wali minyak wangi tersenyum kecil ketika melihat ke kikuk an para tamu yg memakai kopyah dan sarung itu, mereka tampak rikuh duduk dikelilingi para tamu yg berpenampilan beda dari mereka dan di tempat yg acaranya tidak di duga oleh mereka sebelumnya, dari arah belakang datanglah seorang pemuda yg penampilannya seperti wali minyak wangi ini, mengahampiri dan duduk disamping wali minyak wangi, pemuda ini adalah adik mas kiai atau guru anak muda pada bab 20.


‘’ udah lama kang..’’tanya pemuda ini setelah mrk bersalaman.

__ADS_1


enggak , barusan aja datang…” jawab wali minyak wangi.


Sebelum wali minyak wangi bertanya soal tamu yg berkopyan dan sarungan itu, adik mas kiai atau guru pemuda ini sudah menjelaskan kpd wali minyak wangi tentang mereka‘’ anu kang..sebenarnya mas kiai guru pemuda atau kakanya nya pernah kepada sampeyan meminta bantuan kepada  kiai a untuk mendatangkan santri – santrinya untuk datang kesini guna membantu bagian akomodasi (bagian angkat2 meja) tapi ,,


terjadi salah paham, ternyata yg dikirim kiai a kesini adalah para ustads dan penggede2 thoriqoh, dikiranya mas kiai guru pemuda mengadakan acara kumpulan thoriqoh, jadinya ya seperti ini hehehe…” adik mas kyai guru pemuda menjelaskan kpd wali minyak wangi.


“  oh..begitu tho ceritanya…” jawab wali minyak wangi.


Tiba –tiba mas kiai M ini turun dr panggung mini dan menghampiri wali minyak wangi, selanjutnya menggandeng tangan wali minyak wangi, ditarik ikut dan di ajak joget diatas panggung mini dan mas kiai M ini menggandengkan wali minyak wangi dg cewek yg wajahnya mirip dg artis itu.Ketika wali minyak wangi memegang tangan cewek yg sangat mirip artis ini detak dzikir jantung wali minyak wangi semakin kencang, dari tangan cewek ini terdengar kalimat

__ADS_1


“ ya..latief…ya latief…ya..latief…”


Dan dari paha dan pantat  si cewek keluar kalimat“ ya…jamal…ya..jamal…” dari seluruh anggota badan si cewek ini mengeluarkan kalimat2 asmaul husna…


Wali minyak wangi seakan berjoget ditaman surga, music dan suasana berubah seperti di surga, bunga – bunga yg indah bermunculan disekitar taman harum semerbak mewangi…


Wali minyak wangi berjoget berputar putar mengikuti alunan music yg begitu indah….


Wali minyak wangi baru tersadar ketika mendengar suara mas kiai M

__ADS_1


“ Wes kang…ayo balik ke dunia lagi, jangan disurga terus…ini acara jualan onderdil belum selesai.


Acara selesai Wali Minyak wangi ngeloyor pergi, dia berjalan terus tanpa memperdulikan arah dan tujuan, berjalan terus sambil menikmati rokoknya, sudah berapa lama dan seberapa jauh wali minyak wangi berjalan dia sendiri tidak tahu, wali minyak wangi seperti tidak sadar tiba2 saja hatinya dipenuhi dzikir dg Allah dan bersama Allah, wali minyak wangi merasakan seakan-akan dia tidak berjalan diatas bumi, dia seperti terbang, tubuhnya ringan dan hatinya di penuhi kebahagiaan. Wali minyak wangi baru tersadar ketika adzan subuh berkumandang, dan dilihatnya di depan ada sebuah masjid yg semuanya terbuat dari bambu, wali minyak wangi berhenti sebentar, dilihatnya didalam masjid sudah banyak sekali orang, ada yg pakai jubah, pakai sorban ada juga yg pakai sarung dan berkopyah, ada juga yg memakai celana tp tetap juga pakai kopyah, yg membuat wali minyak wangi kagum adalah didalam dan diluar masjid itu tidak ada lampu sama sekali, tapi masjid dan area sekitarnya tampak terang benderang, tampak cahaya keluar dari para orang2 yg berada di dalam masjid, cahaya mereka inilah yg menerangi seluruh masjid, tanpa sadar wali minyak wangi memandangi tangannya, apa dia ikut juga bercahaya, wali minyak wangi kaget ternyata tangannya juga mengeluarkan cahaya, wali minyak wangi meneruskan pandangannya, dan ternyata kakinya dan seluruh badannya juga bercahaya..


__ADS_2