Serupa Tapi Tak Sama

Serupa Tapi Tak Sama
Bab 17


__ADS_3

Keesokan harinya,abcde bicara Shalat ibarat kepala manusia. Mustahil manusia bisa hidup tanpa kepala. Begitu juga segala bentuk perbuatan manusia akan sia-sia tanpa disertai shalat. 


Jannah bicara Perintah yang pertama kali diwajibkan atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah shalat; dua rakaat, dua rakaat, kecuali shalat Maghrib yang jumlahnya tiga rakaat. Kemudian Allah ‘azza wajalla menyempurnakan perintah ini untuk shalat Zuhur, Ashar, dan Isya sebanyak empat rakaat dalam kondisi menetap. Dan menetapkan jumlah rakaat sebagaimana pertama kali diperintahkan (dua rakaat, dua rakaat) hanya untuk shalat dalam kondisi safar. (HR. Ahmad No. 26338. Hadits ini sanadnya hasan).pada shalat fajar (shalat Subuh) ditetapkan jumlah rakaatnya dua karena panjangnya bacaan surat saat pelaksanaannya di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambiasanya memanjangkan bacaan surat dalam shalat Subuh dengan panjang yang tidak pernah beliau praktikkan pada shalat-shalat lain.Terkadang beliau membaca surat Shafat (HR. Ahmad No. 4989), terkadang membaca surat Rum (HR. Ahmad No. 15873), dan terkadang membaca 60 sampai 100 ayat (Muttafaq ‘alaih

__ADS_1


bcdf bicara Shalat subuh hanya 2 raka’at karena pada waktu subuh adalah saat dimana rasa kantuk masih membekas dan badan belum begitu energik karena baru bangun dari tidur. Maka Allah memberikan keringanan untuk shalat subuh hanya 2 raka’at. Zhuhur dan ashar masing-masing 4 raka’at karena pada waktu itu umumnya manusia masih semangat, segar dan energik dalam beraktifitas. Maghrib 3 raka’at sebagai bentuk isyarat bahwa maghrib adalah witirnya siang. Sedangkan isya’ 4 raka’at karena sebagai penambal kekurangan-kekurangan malam dari siang.


Eeuee bicara Dua raka’at subuh sebagai bentuk syukur atas indera pengecap (mulut) yang karenanya manusia bisa merasakan 2 hal yang bersifat halus dan kasar, serta untuk menutupi kesalahan-kesalahan yang datang dari kedua hal tersebut. Empat rara’at shalat zhuhur sebagai bentuk syukur manusia atas indera penciuman (hidung) yang dapat mencium bau dari empat arah. Selain itu, 4 raka’at zhuhur dijadikan sebagai penutup kesalahan yang datang dari empat arah tersebut.Empat raka’at shalat ashar merupakan tanda syukur manusia atas indera pendengaran (telinga) yang dapat menangkap berbagai jenis suara dari empat arah dan tiga raka’at shalat maghrib karena manusia memiliki indera penglihatan (mata) yang dengannya dapat melihat yang datang dari tiga arah; depan, kanan dan kiri. Sedangkan penglihatan ke arah belakang, tidak mungkin bisa dilakukan. 3 raka’at tersebut sebagai bentuk syukur manusia atas kenikmatan tersebut sekaligus sebagai penyemangat untuk menutupi kesalahan-kesalahan yang datang dari tiga arah itu. Adapun 4 raka’at shalat isya’ merujuk kepada bentuk syukur manusia atas nikmatnya indera perasa yang dapat merasakan empat macam rasa yaitu dingin, panas, pahit dan manis.

__ADS_1


bcdf bicara Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, “Wajibnya shalat dalam kondisi safar dan shalat dalam kondisi menetap adalah dua rakaat, dua rakaat. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tinggal di Madinah, ditambahkan dua rakaat, dua rakaat pada shalat dalam kondisi menetap. Dan ditinggalkan (tidak ditambahkan) pada shalat fajar (shalat Subuh) karena bacaannya yang sangat panjang, dan pada shalat Maghrib sebab shalat tersebut adalah penutup waktu siang.” (HR. Ibnu Hibban No. 2738; HR. Ibnu Khuzaimah No. 305. Dinilai hasan oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth dalam Ta’liq ala Shahih Ibni Hibban).


Eeuee bicara Perbuatan rukuk sesungguhnya bukan hanya kepala, melainkan yang lebih penting ialah merukukkan segenap potensi diri, mulai dari kepala sampai kepada seluruh organ spiritual kita, seperti kalbu, jiwa, dan akal pikiran. Seseorang tidak akan mencapai hakikat dan tujuan rukuk jika yang rukuk hanya lahiriah tanpa disertai batin atau sebaliknya batin tanpa disertai lahiriah. Hal yang pertama itulah disebut "orang yang dimurkai" (al-magdhub) dan yang kedua disebut "orang yang sesat" (al-dhalin). 

__ADS_1


Jannah bicara rukuk adalah kefanaan awal (al-fana' al-awwal) dan sujud adalah kefanaan sempurna (al-fana' al-kamil). Bermacam-macam orang mengapresiasi rukuk. Pernah seseorang rukuk mulai tengah malam sampai Subuh dalam satu rukuk. Ia sangat menikmati indahnya rukuk.kemudian menghilangkan berbagai imajinasi di dalam pikiran dan sepenuhnya kepasrahan diri memuncak kepada Allah SWT, maka keadaan inilah yang mengantarkan diri seseorang merasakan kefanaan jiwa (al-fana' al-nafs). 


abcde bicara shalat adalah simbol makam al-tauhid af'al, rukuk simbol makam al-tauhid al-shifah, sujud simbol makam al-tauhid al-dzati, dan duduk simbol makam al-tauhid al-asma'. Ketika orang sedang mencapai puncak kedekatan diri di dalam rukuk, maka pada saat itu ia akan melihat hanya satu, Dialah Yang Maha Esa. Ia Esa dalam perbuatan, sifat, nama, dan zat. Ia sudah mampu melihat segala sesuatu yang banyak itu sebagai hanya satu, pancaran dan tajalli-Nya Yang Maha Esa. Orang-orang yang berada di dalam makam ketinggian (Qaus al-Su'udi) maka ia sudah menggunakan pandangan holistik (ijmali) sehingga ia menyaksikan hanya Satu (The Oneness/Wahidiyah) atau bahkan Yang Maha Satu (The One and Only/Ahadiyyah). Sebaliknya, orang yang masih berada di makam bawah (al-nuzul) maka ia menggunakan pandangan secara mikro (tafshili) sehingga yang disaksikannya ialah beragam makhluk Tuhan (the manyness/al-katsrah). Tentu kita berharap dan sekaligus kita memohon kepada Allah SWT agar hari demi hari pengalaman rukuk kita semakin membuahkan makna dan hakikat rukuk.

__ADS_1


__ADS_2