
bcdf bicara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperumpamakan shalat dengan perumpamaan yang sangat indah, yang menunjukkan bahwa ia adalah sebuah kebutuhan dan kegembiraan hati orang-orang yang beriman, karena dengannya Allah menghapuskan dosa hamba-Nya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, menurut Anda, apakah itu akan menyisakan kotorannya ? Para sahabat menjawab, ‘Tidak menyisakan sedikit pun kotorannya.’ Beliau bersabda, ‘Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa-dosa (hamba-Nya)’” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667).
eeuee bicara Dengan shalat, hati seorang hamba dan seluruh anggota tubuh beribadah. (Dalam shalat),Allah menjadikan bagian (anugerah) untuk hati lebih sempurna dan lebih besar, yaitu berupa (hati bisa) menghadap kepada Rabb nya Subhanahu, bergembira dan merasakan kelezatan berdekatan dengan-Nya, merasakan nikmat dengan mencintai-Nya, riang gembira menghadap kepada-Nya, tidak berpaling kepada selain-Nya saat beribadah (shalat) serta menyempurnakan hak-hak peribadatan kepada-Nya, sehingga ibadahnya sesuai dengan apa yang Dia ridhoi” (Dzauqush Shalah, Ibnul Qoyyim. Hal. 8).
Jannah bicara “(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257).Tatkala kekeringan (kelalaian hati) senantiasa mengancam dari waktu ke waktu dan kegersangan jiwa datang silih berganti, maka panggilan untuk menghadiri hidangan hati (shalat) selalu diperbarui dari waktu ke waktu, sebagai rahmat dari Allah bagi hati itu. Sehingga ia senantiasa memohon siraman (hujan yang bermanfa’at) kepada Dzat yang di tangan-Nya ada hujan yang mengguyur hati tersebut, ia memohon hujan rahmat-Nya agar tidak kering, yang diharapkan bisa menumbuhkan rerumputan dan bebuahan keimanan dan agar tidak terputus dari materi pertumbuhan (keimanan)” (Dzauqush Shalah, Ibnul Qoyyim. Hal.9).Dalam cermin yang di pancarkan dari cahaya Allah di luar cermin yang nyata ,sesunggunya Allah lah yang nyata ,dan kita inilah yang Ghoib .kita ini KOSONG !!!
La-ilaha-ilallah
LA : tidak ada apapun [kosong]
ILAHA : wahdah al Wujud
ILLALLAH :yaitu Allah swt ,
Yaitu Muhammadur Rasulullah –Nur Muhammad Yang ber-tajalli [derajat tertinggi kerohanian manusia],[setelah melewati proses Takhalli : pembersihan hati dari keduniawian – setelah bersih lalu ber-tahalli :pengisian yang kosong di ganti dengan amar ma’ruf nahi mungkar di penuhi dengan hal-hal ukhrawiyah . Tajalli,kebahagian sejati telah datang. Ia lenyap dalam wilayah Jalla Jalaluh, Allah subhanahu wata’ala. Ia lebur bersama Allah dalam kenikmatan yang tidak bisa dilukiskan. Ia bahagia dalam keridhoan-Nya. Pada tahap ini, para sufi menyebutnya sebagai ma’rifat /insaan Kamil mukamil, orang yang sempurna sebagai manusia luhur.
__ADS_1
bcdf bicara jika hatimu sudah manjing kepada Allah sampai dirimu BLANK 'sakar -mabuk Tuhan ,kadang di lihat seperti orang gila-,..tapi gila Tuhan .itupun disebut sholat ,yaitu uzlah kepada Allah.Disaat wiridkan ya Allah ya Qodimm ....ya hayyu ya Qoyyum ..Allahu Akbar ...astagfirullahal 'adziimm sampai kholwat kepada Allah dan jiwa sampai lenyap ,dan Ruh menyatu tapi masih belum berpegang teguh .Masih bergantungan belum genap mencapai sahnya sholat.Ruh itu nyawa yang berada dalam jiwa dan sukma adalah yang ia bisa mengembara kemana saja sekehendaknya dengan batasan tertentu Dan ia bisa hadir di mana saja termasuk ke alam mimpi . ketika hati seseorang telah masuk ke dalam Hadrah Qudsy (Hadlirat Allah) dan tempat yang menyenangkan, maka sesungguhnya ia adalah Sirr yang halus yang dipenuhi anugerah dan pancaran sinar/cahaya Allah. Akan tetapi yang demikian itu tidak bisa dicapai oleh hati yang tidak bertobat dari segala kesalahan dan maksiat. Hati yang bertobatlah yang bisa mendapatkan sesuatu yang dicari dan lembutnya sirr serta rahasianya.
Jannah bicara lembutnya sirr tidak akan terwujud jika masih disertai adanya perbuatan dosa”atau tidak akan terwujud kecuali dengan hati yang ‘satu’ (tidak bercabang). Tidak kembali (bertobat) dari kesalahannya, dan tidak berhati-hati terhadap halusnya syahwat, maka tidak bisa diharapkan untuk memahami rahasia dan dan tidak bisa merasakan rahasia Ahli Tafrid (orang yang menyatukan hatinya kepada Haqqul Wujud).
abcde bicara SHOLAT HAKIKI ter-urai dalam kalimah ALHAMDU (alif–lam–ha–mim-dal) yang bermaksud SEGALA PUJI MILIK ALLAH. ALIF” Melambangkan NIAT karena niat itu ialah mendzahirkan DIRI BATIN. Diri inilah IMAM yang kita ikuti yaitu ULIL AMRI atau pemerintah \= pemimpin.
“LAM” Bila telah nyata Diri Batin, maka kita lafazkan TAKBIR RATUL IHRAM. Maka berawal dari sini bukanlah manusia yang berkehendak tetapi segala-galanya adalah digerakkan oleh Allah.
“HA” Apabila telah nyata Allah menguasai diri kita, maka kita pun rukuk menandakan kita tunduk patuh akan Kebesaran Allah dan siap menerima segala PerintahNya.
“DAL” Satelah kita tahu Dzat telah meng-karunia-kan kepada diri kita menjadi KhalifahNya dibumi ini, maka kita pun merendah diri atas Karuniah itu (yang tidak dikaruniahkan Allah kepada makhluk lain selain manusia )
bcdf bicara Usalli \= Kita berniat untuk mengusul asal diri kitaFardhu \= Fardhu ialah Diri Yang Di-usul Rakaat \= Rangka kita ialah Jasad yang di dzahirkan Lillah Hi Taala \= Nyata Allah melalui jasad yang dzahir. Barulah dapat diusul akan Asal Usul Diri. Maka setelah diusul nyatalah Allah itu Meliputi Diri Dzahir dan Diri Batin.
Diri Dzahir tiada mempunyai daya dan upaya melainkan melakukan Af’al Allah semata-mata. Dengan KESADARAN itu maka Nyatalah Kebesaran Allah dan kita-pun TAKBIR untuk meng-ESA-kan Dzat Tuhan itu meliputi sekalian diri.
__ADS_1
Jannah bicara ALIF \= Niat
LAM \= Berdiri Betul
HA \= Ruku’
MIM \= Sujud
DAL \= Duduk Antara Dua Sujud.Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
Perkataan ini diambil dari asal ketika Roh diri Rahasia Allah itu dimasukkan kedalam tubuh Adam as. Kemudian Adam berusaha berdiri sambil menyaksikan keindahan tubuhnya dan berkata : Allahu Akbar (Allah Maha Besar).
Dalam Sholat harus memenuhi 3 syarat :
a. Fiqli (perbuatan) b. Qauli (bacaan) c. Qalbi (Hati atau roh atau qalbu).
__ADS_1
eeuee bicara 1. AH itu menandakan sholat subuh,”2”\= Dzat dan Sifat 2. ALLAH itu menandakan sholat Zohor, “4” \= Wujud, Alam, Nur dan Syahadah. 3. MUHAMMAD itu menandakan sholat Ashar “4” \= Tanah, Air, Api dan Angin. 4. ADAM itu menandakan sholat Magrib, “3” \= Ahda, Wahda, dan Wahdiah. 5. HAWA itu menandakan sholat Isya ,“4” \= Mani, Manikam, Madi, dan Di.