
Acara semakin larut malah semakin seru meskipun tinggal orang dewasa yang menikmati acara itu.Beberapa senior ada yang ikut goyang dipanggung bersama Angga yang sedang membawakan lagu pop koplo.
Bahkan sekarang mami Maya sedang saweran dengan ayahnya Angga sehingga sorak Sorai semakin riuh
"Ayo Yah....goyang terus,..semongko"
"Saweranya nanti mami tambah bonus plus plus "
Teriakan mami Maya makin membuat gaduh suasana
"Elah mi...filter donk...kasian ini bujangnya mami" Angga protes
Sekarang semakin jelas si kadal buntung Angga mendapatkan warisan dari mana,sama somplaknya.
Malampun semakin larut dan acara musik sudah selesai, mereka mulai masuk ke kamar masing masing dan sebagian ke area camping.
"Anne tidur sama siapa mi,sama mbaknya ?"tanya ayah nya Angga
"Sama Adit ,eh yah beneran dech mami masih ga percaya dech Anne bisa nurut gitu sama Adit,padahal kan biasanya dia cuma mau sama Angga za, selain kita sama mbaknya"
"Trus mami tu heran za Adit yang biasanya kliatan dingin bisa manis banget sama Anne"
Mami Maya masih belum bisa percaya
"Adit sebenarnya anak yang baik dan ceria sebelum kedua orang tuanya berpisah"
Ayahnya Angga menghembuskan nafas panjang menerawang langit langit sambil menggandeng mami Maya menuju kamarnya
"Mami pasti belum tau ceritanya karna sebelum bercerai Adirama tinggal di Jakarta"
"Sudahlah biarlah itu menjadi urusan mereka kita tidak usah membahasnya"
"Mami cuma tau saat Adit mulai remaja dia pulang ke Indonesia dan tinggal bersama Adirama di tempat kakek" mami Maya menanggapi
***
Api unggun masih menyala dan beberapa masih ada yang bermain gitar disekitar api unggun.
"Dek Nia mo kemana?"
Bayu yang masih didekat api unngun menyapa Sani yang terlihat keluar dari tenda
"Haus lupa ga bawa bekel "
Sani nyengir sambil mengacungkan 2 jari tanda peace
Bayu hanya manggut manggut menjawab Sani.
Sani pergi ke dapur untuk mengambil air minum dan sempat berpapasan dengan Adit yang baru za keluar dari kamar Anne.
__ADS_1
Selama acara Adit tidak muncul sama sekali dan hanya menemani Anne dikamar membacakan cerita sampai Anne tidur terlelap.
Setelah mengambil air minum dan beberapa camilan Sani kembali ke tenda, namun saat melewati kolam renang tiba tiba Sani dikagetkan dengan kemunculan katak besar didepannya.
"Aaaa......."
BBRYUURR.....
Sani yang kaget terpeleset dan tercebur dikolam renang,karna syok saat tercebur kaki Sani kram yang menyebabkannya jadi tak bisa berenang.
"Ttoolongg...."
dengan sekuat tenaga Sani berusaha bertahan.
Adit yang belum terlalu jauh dari Sani langsung balik arah dan langsung terjun ke kolam renang menyelamatkan Sani ,sesaat setelah Adit menyebur anggota keluarga yang lain mulai berbondong bondong menghampiri mereka karna mendengar teriakan Sani.
Adit langsung membopong Sani ke Tepi kolam dalam keadaan Sani sudah pingsan karna terlalu banyak menelan air.
Adit berusaha mengeluarkan air nya dengan menekan nekan dada Sani, tapi tak kunjung berhasil,tampak sekali Adit sangat khawatir dengan kondisi Sani,tanpa berpikir panjang Adit langsung memberi napas buatan dengan mulutnya dan akhirnya Sani mulai sadar.
Seketika saat Sani sadar Adit langsung memeluk erat Sani dan langsung membopongnya kekamar diikuti ibu Sani yang tersedu sedu menangisi putrinya.
"Gila bro,sampe nahan napas gua pas mas Adit ngasih napas buatan ke Sani " Mulut Danu masih za susah dikontrol meski disaat genting seperti ini
Pplleetak...
Jitakan Angga melayang dikepala Danu,Danu hanya nyengir sambil mengusap kepalanya.
"Mas Bayu,beneran dech aku nggak nyangka, mas Adit bisa ngelakuin hal kaya gitu,kaya manusia bener gitu, kan biasanya kaya robot hidup kan ya kaya ga punya hati gitu" Danu beralih menghampiri Bayu karna diabaikan Angga.
"Sembarangan kamu"Bayu hanya tersenyum menanggapi celotehan Danu dan pergi meninggalkan kolam dengan kepala menunduk
Bukan hanya Danu, bahkan semua anggota keluarga lain dibuat heran dengan sikap Adit yang tak seperti biasanya.
Sani sudah dalam keadaan kesadaran penuh saat Adit meletakan nya diranjang, Adit langsung meninggalkan nya saat ibu Sani yang masih menangis tersedu sedu mengampiri Sani dan langsung memeluknya.
Ayah Sani mengelus lembut kepala Sani sambil menenangkan istrinya yang masih saja tersedu sedu padahal Sani terlihat baik baik saja selain wajahnya yang pucat karna kedinginan.
"Gimana nak,ada yang sakit,pusing..?
Ibu terbata bata menanyai Sani
Sani hanya menggelengkan kepala dengan mata yang masih menatap kepergian Adit.
"Sani baik baik za Bu"
"Bu,bolehkah Sani sendiri dulu Bu,Sani...mau tidur"
Sani memohon pada ibunya
__ADS_1
"Tapi emang ga pa pa ibu tinggal"
"Ga pa pa Bu"
"Ya sudah,sini ibu bantu mengeringkan badanmu dan segera ganti bajumu"
"Baik Bu"
Ibu Ninit akhirnya keluar juga bersama suaminya, meskipun terasa berat untuk meninggalkan Sani .
Tak lama ibu Ninit keluar Andika tergopoh gopoh langsung menerobos pintu kamar Sani
"Mbak nggak pa pa ,ada yang sakit nggak..mana mana yang sakit ?"Andika yang baru tau langsung menyusul kakak nya ke kamar
"Ih ... adeknya mbak lagi ngawatirin mbak,jadi terharu dech..."
Sani malah jadi meledek Andika,Sani yang tadinya mau marah karna Andika main terobos tanpa ketok pintu jadi urung melihat adeknya terlihat begitu mengkhawatirkan nya.
"Ishh...mbak ni ngrusak suasana banget"
"iiuwww...ucuk ucuk ucuk ..,adeknya mbak lagi ngambek ni..."Sani malah gemas sendiri mencubiti muka adeknya yang cemberut
"Mbak ihh..."Andika berusaha melepaskan diri dari cubitan kakanya
"Mbak beneran ga pa pa kok,udah sana ah pergi pergi mbak mo istirahat..." Sani mendorong keluar adeknya
"Beneran ga pa pa" Andika meyakinkan
"Iya...udah sana sana "
Sani mengusir adeknya
Diluar ternyata banyak yang mau menengok Sani tapi dicegah sana ibu Ninit dengan mengatakan Sani baik baik za dan mau istirahat.
.
.
.
Sani dikamarnya mulai merebahkan badan nya sambil menatap langit langit kamarnya.Ingatanya jadi melayang pada kejadian beberapa tahun silam.
***
.
.
.
__ADS_1
Makasih ya buat temen temen yg udah mampir.Jangan lupa klik like dan temen temenya ya....😘