SGG

SGG
Kamu belum tau siapa aku


__ADS_3

"Cewek nya boleh juga mas "Angga yang paling dulu bereaksi kalo soal cewek


"Akhirnya,kamu doyan juga sama cewek"Bayu menimpali


"Aku masih normal kali mas, masih doyan cewek, justru mas Bayu tu yang mesti dipertanyakan masih lempeng kagak hahaha...." tumben tumbenan Arya mengejek Bayu


Danu dan Sani hanya diam menyimak obrolan mereka orang dewasa dengan sesekali ikut tersenyum dan mencuri curi pandang ke wanita yang dibawa Arya, secara jarang jarang Arya terlihat dengan seorang wanita.


"Sembarangan..."Bayu menyahut sambil menoyor kepala Arya


"Mas Arya itu mbak nya kenalin donk ko malah dianggurin doank"Sani protes


"Eh iya sampe lupa..."


"Kenalin, Ini Mas Bayu ini Angga ini Sani dan itu Danu mereka semua sepupu mas Yanuar "Arya memperkenal kan satu satu


"Saya Nindi temenya Sarah"Nindi Tersenyum ramah memperkenalkan diri tanpa jabat tangan


"Ow.....temenya Sarah to..."mereka kompak ber oh ria


"Tapi kok bisa sama mas Arya,gimana ceritanya coba"Sani penasaran


"Ya gara gara mas Yanuar nyulik temenya jadi aku yang kena getahnya"


"Mereka pergi ngedate, jadi aku yang disuruh anterin pulang temen nya"


Arya menjelaskan panjang lebar.


Nindi tersenyum kecut mendengar penjelasan Arya, dia jadi merasa tak enak hati, tapi toh bukan dia yang minta dan sekali lagi tempat tujuan mereka juga sama tak masalahkan kalo sekalian jalan.


Dia jadi menyesali diri sendiri, kenapa tadi tidak bawa kendaraan sendiri, tapi justru naik bus mengikuti kemauan Sarah yang kadang kadang suka aneh.Walhasil dia jadi terlantar seperti ini saat Sarah dijemput pacarnya.


"Wah....bisa Kena kasus penculikan ini,nggak dianterin pulang malah diajakin kencan" Angga langsung nyaut


"Saya memang pulangnya kesini,kebetulan kafe ini milik orang tua saya"Nindi menengahi


"Mbak Nindi Owner kafe ini " sani menjerit kagum


"Saya bukan owner,saya juga kerja disini" Jawab Nindi merendah dengan tersenyum ramah


"Sama za kali mbak,mbak Nindi mah suka merendah"Sani menjawab dan nindi hanya tersenyum


"Udah pada pesen menu belum? "


"Kalo belum mari saya catat pesananya "nindi menawarkan dengan sopan


Mereka mulai memesan menu dari daftar menu yang sudah tersedia dimeja,Nindi tanpa sungkan mencatat pesanan mereka meskipun dia anak dari pemilik kafe itu.


Setelah selesai Nindi membawa catatan pesanan menu untuk diserahkan ke rekan kerjanya untuk disiapkan sedang Nindi kembali keruangan nya.

__ADS_1


"Jangan sampe salah ya,soalnya ini tamu istimewa"Nindi memberi instruksi


"Wah istimewa ya...,siapa mbak,gebetan ya ??..."


Nindi tampak akrab dengan anak buahnya


"Saudara Mas Yanuar "Nindi menjawab dengan senyumnya yang manis


"Ow...mas Yanuar pacarnya mbak Sarah ya mbak? "


Nindi hanya mengangguk tanda membenarkan


"oke siap mbak,beres pokoknya"Jawab anak buahnya sigap


Mereka langsung sigap menyiapkan pesanan, bagi mereka Sarah juga sudah dianggap sama seperti Nindi, karena Sarah sudah sering ke kafe ini dan suka membawa oleh oleh buat mereka.


Mereka mulai mengantarkan menu pesanan ke meja yang telah ditunjuk.


Anak buah nindi terdengar kasak kusuk sambil sesekali tertawa setelah mengantar pesanan ke Meja Sani.Nindi yang lewat penasaran dengan kerumunan anak buahnya.


"Ada apa ini ko pada ngumpul disini bukanya kerja sesuai tempat masing masing?" Nindi menegur anak buahnya


"Eh..maaf mbak Nindi,ini tadi anak anak abis nganter pesanan ke meja yang mbak Nindi tunjuk tadi jadi pada heboh"


"Iya mbak abisnya itu cowoknya guanteng guanteng banget, ceweknya juga imut "


Nindi hanya tersenyum menanggapi ghibahan anak buahnya, tapi memang tidak bisa dipungkiri mereka memang memiliki paras diatas rata rata yang bisa bikin jantung pengen copot kalo berdekatan.


Dia memiliki tulang rahang yang tegas hidung mancung dengan bola mata coklat yang jernih, ditambah dengan bentuk tubuh S itu Nindi terlihat sangat seksi, tapi tetap saja berada diantara mereka yang putih benar benar membuatnya merasa terintimidasi.


***


"Mas Arya, sikat mas..."Angga megompori


"Kenapa jadi aku, buat kamu za kalo mau" Arya nampak tak tertarik kalo berhubungan dengan wanita


"Bukan selera aku" Angga menjawab santai


"Kayanya paling cocok buat mas Bayu ni"Angga melempar umpan


"Aku nggak bisa gombalin cewek..." Bayu tersenyum tipis menjawab ambigu


????


Suasana kembali hening dengan jawaban Bayu yang tidak jelas,mereka menikmati makanan masing masing dengan khusyuk.


"Yah minumanku abis..."Danu mengangkat gelasnya yang kosong ke udara


"Mau nambah minum apa, aku mau sekalian ke Toilet"Sani menawarkan diri

__ADS_1


"Orange juice dech"


"Oke, yang lain mau nambah nggak? "


Mereka menggelengkan kepala tanda cukup.


***


Sani meninggalkan meja menuju toliet dan sebelumnya memesankan minuman Danu.


Saat Sani melewati meja dekat toilet tiba tiba ada yang menghentikan nya.


"Oh ho ho....rupanya ada nona manis disini,beruntung sekali aku hari ini" Laki laki tinggi dengan Rambut coklat itu menghadang langkah Sani


"Maaf saya tidak ada urusan dengan anda" Sani berusaha menghindar dengan sopan.


"Urusan kita belum selesai nona manis, kamu belum menjawab tawaranku waktu itu"


Laki laki itu tetap menghadang Sani.


"Bukanya Danu sudah menjawab dengan cukup jelas"


Sani mengingatkan laki laki itu,ia ingat laki laki itu bernama Erick, mereka bertemu saat perlombaan antar sekolah.


"Aku mau jawaban kamu nona manis,bukan bocah tengil itu"


Erick menekankan kata kata bocah tengil untuk Danu.


Erick sangat mengagumi Sani sejak pertama kali dia melihat Sani diperlombaan itu,sayang dia belum tau Sani dari sekolah mana.


Sampai saat ini erick masing menganggap kalau bukan karna kedatangan Danu dia bisa membujuk Sani untuk jalan atau sekedar bertukar nomor HP, karna beda sekolah laki laki itu tidak pernah tau kalau dimana ada Sani diacara sekolah pasti disitu ada Danu.


"Jawaban saya sama dengan jawaban Danu "


"Oh Nona manis ayolah....disini tidak ada Danu yang bisa mengganggu kita"


Erick mulai mengangkat tangan tanganya untuk menyentuh tangan Sani,tapi Sani berhasil menghindarinya.


"Kamu terlalu bodoh kalau kamu berfikir saat ini tidak ada Danu,kamu belum tau siapa saya"


Sani sudah mulai emosi dengan tindakan Erick,orang yang kenal Sani pasti akan tau kalau dimana pun Sani selalu ada yang mendampingi.


"Kurang ajar...berani sekali kamu mengatai aku bodoh"


Erick yang notabene jenius sekolahnya dikatakan bodoh oleh Sani merasa tidak terima,Erick merapatkan jarak dengan Sani untuk meraih dagu Sani.


Saat itu Adit yang baru datang di kafe melihat Sani dihadang oleh seorang laki laki membuatnya geram, Adit langsung berlari menuju tempat Sani berada dan tepat Erick akan merenggut dagu Sani Adit menangkap tangan Erick


"Brengsek ..."

__ADS_1


Erick langsung menarik paksa tanganya dari Adit meski dengan susah payah.


Sani yang ketakutan berlindung dibalik punggung Adit sambil memegang lengan nya.


__ADS_2