SGG

SGG
Arisan Keluarga


__ADS_3

Yanuar


sudah lama rasanya ga ketemu bocah ingusan manja itu,ga kebayang sama sekali tu bocah gedenya manis juga...jadi inget masa masa dya masih SD setiap aku datang kerumah selalu pasang muka garang sama sekali ga da manis manisnya hahaha...mungkin aku dikira om om penculik bocah x ya secara selisih umur kami lumayan jauh, kisaran 7 tahunan.


***


"lagi ngerjain apa dek seru banget kayanya"tanyaku basa basi karna kulihat dya kaya yang bahagia banget Corat coret kertas sambil senyam senyum.


"Ga lagi ngapa ngapain ko om " jawabnya sewot langsung ngacir


Tuh kan bener aku dikira om om jahat hahaha....Hm,sepertinya dya ga begitu paham kalo aku Kaka sepupunya ck ck ck...


Seingatku itu pertemuan terakhir kami karna setelah itu aku pindah domisili untuk melanjutkan kuliah.


Sampai hari ini menjelang acara keluarga besar nenek aku pulang,kebetulan diminta jemput dya kepasar karna tadi dya berangkat naik angkutan umum,kangen suasana kampung katanya.


Berbekal no WA dari nenek aku meluncur dengan motor Vespa kesayanganku jaman sekolah,kulihat sepintas profil WA nya...cantik! batinku sambil tersenyum.


Kangen rasanya jahilin bocah ini,karna selalu marah marah kalo aku mulai jahil.


"Assalamualaikum, Sani ini mas Yanuar anak budhe Darmi, nenek minta buat jemput kamu dipasar katanya.Udah selesai belum, kamu mau nunggu dimana?" ku kirim chat supaya lebih mudah mencarinya.


Tak lama satu pesan masuk di hp ku.


"Oh mas Yanuar,iya mas aku didepan wartel ( warung telepon) anida ya" kubaca WA dengan seksama takut salah tempat.


Aku langsung meluncur ke tempat yang dya sebut,dari kejauhan aku langsung bisa mengenalinya,mana mungkin aku bisa melupakan muka menggemaskan dengan lesung pipinya yang manis itu.


Hanya saja sekarang tampilannya lebih dewasa dan hidungnya agak nongol sedikit hahaha...


Ah si demesku udah gede, tubuh ramping dengan kulit putih berseri tak kalah proporsional dengan Sarah pacarku yang seorang model selebgram.

__ADS_1


"Hay...." sapaku sambil melambaikan tangan saat sudah dekat dengan lokasi yang dya sebut.


"iya mas sini" jawabnya sambil tersenyum lebar


kulihat wajahnya merona saat kuacak pucuk kepalanya....


Ah saniku Benar benar sudah remaja, ada rasa tak rela membayangkan senyum meronanya bersama laki laki lain...


"Hayuk....udah ditunggu nenek" kataku sambil memasangkan helm dikepalanya


sepanjang jalan tidak ada percakapan yang berarti hanya sekedar basa basi,dari yang aku tangkap kayanya dya agak agak lupa denganku karna saat kutanya dya banyak mikirnya.


***


Rumah nenek


" Mas Angga liat Sani ga ko belum nongol nongol tu bocah kangen aku pengen nyubit pipinya " tanya Danu si tengil


acara arisan keluarga sudah mau mulai tapi entah kenapa keluarga Sani belum ada tanda tanda kelihatan batang hidungnya.


Padhe budhe serta sepupu Sani sudah mulai ramai bercengkrama membentuk kelompok kelompok kecil sesuai nyaman mereka masing masing.


Ada yang asyik bahas anti aging lokal yang lagi hit,ada yang ceramah memberi petuah petuah yang cuma diangguki peserta kelompok tanda mudeng dan mubeng haha....ada juga yang lagi julid ngomongin tetangga,yah begitulah realita hidup tak selalu lurus dan penuh warna


Bocil bocil sepupu Sani sudah rusuh sejak pagi bikin emosi jiwa para emak emak yang sebenarnya pengen ghibah berjamaah di moment langka ini, karna semua anggota keluarga bisa hadir.


Tapi menurut padhe Dar anak bujangnya ada yang berhalangan hadir, ya si Bayu Anggara katanya ga bisa hadir karna ada keperluan mendadak, tapi dya sempet bilang ke orang tuanya kalau selesai cepat akan diusahakan datang.


prangg.....


suara benda kaca jatuh membahana membuat tatapan semua orang menuju satu arah.

__ADS_1


dipojok ruangan dekat meja berdiri seorang bocil berbaju bunga bunga dengan poni lempar berbandana merah memilih ujung bajunya.


" ada tucing lewat tadi mih....meow ditu tadi " jawabnya sambil menunjuk miniatur kucing disampiing meja.


grgrgr.....


suara tawa mereka membahana membuat Anelin batita imut itu berlari memeluk maminya yang terburu buru menghampiri bocah kecil itu takut kena serpihan benda kaca itu.


"mana ada patung kucing bisa lewat Ane...." kata Arya si pak polisi muda mencubiti pipinya yang membuat Ane makin menciut


"Udah udah jangan iseng kamu Arya kasian tuh nduk Ane nya jadi takut...kamu Dar hayuk mulai pembukaan acaranya keburu siang" titah kakek yang dari awal paling anteng


saat padhe Dar akan memulai acara terdengar ribu ribut dari luar yang ternyata keluarga Sani yang datang dengan suasana ribut antara Sani dan andika yg ga pernah akur.


Buat keluarga besar mereka itu sudah bukan hal yang aneh justru itu salah satu yang membuat keluarga mereka selalu dinanti.Terutama seorang Sani sudah bagai magnet buat sepupu sepupunya terutama bagi bocil bocil kesayangannya...


saat suara ribut ribut itu semakin mendekat,keluarga besar itu langsung mengarahkan pandangan mereka kepada keluarga Sani.


Walhasil sang tersangka merasa kikuk karna datang terlambat dan hampir ketinggalan acara.


Sepupu Sani yang laki laki mulai berdatangan menyapanya karna memang yang perempuan masih bocil semua masih asik kejar kejaran tanpa mempedulikan kegiatan orang dewasa.


Begitu juga bapak dan ibu Sani sibuk say hello dan cipika cipiki dengan saudara saudara mereka saling melepas rindu,setelah sekian lama baru bisa berkumpul kembali.


Andika si adik kurang micin aji no moto jangan ditanya,...udah berselancar mengabsen menu kudapan dimeja... ck cek cek cek...ga pernah berubah.


"Dek Nia....."


salam salam kenal dari author ....🤗🤗🤗


yg mampir jgn lupa klik klik y....

__ADS_1


mks


__ADS_2