
Saat itu Adit yang baru datang di kafe melihat Sani dihadang oleh seorang laki laki membuatnya geram, Adit langsung berlari menuju tempat Sani berada dan tepat Erick akan merenggut dagu Sani Adit menangkap tangan Erick
"Brengsek ..."
Erick langsung menarik paksa tanganya dari Adit meski dengan susah payah.
Sani yang ketakutan berlindung dibalik punggung Adit sambil memegang lengan nya.
"kamu siapa hah,jangan ikut campur urusanku " Erick menghardik Adit
"Urusan Sani adalah urusanku" Adit berusaha menahan emosi dengan suara menggeram
"Luar biasa...luar biasa...nona manis ini rupanya banyak pengawal ya"
Erick masih dengan congkaknya menepuk tangan diudara seolah menantang.Erick yang merasa ahli bela diri merasa beberapa Adit sekaligus bukanlah ancaman baginya.
"Masih punya pengawal berapa lagi kamu hah...sini panggil semua"
Tak lama Erick mengucapkan itu Arya Angga Bayu dan Danu muncul disebelah Adit.
*
Arya yang melihat Adit lari dari kejauhan langsung penasaran dan menepuk pundak Angga,mereka melihat arah lari Adit dan betapa terkejutnya mereka melihat Sani jadi kerumunan beberapa orang laki laki.
"Damn..."
Mereka langsung menyusul Adit ke tempat Sani berada.
*
Erick mendadak mundur satu langkah,meskipun dia seorang ahli tapi menghadapi lima orang sekaligus akan cukup merepotkan baginya.
"Apa anda juga butuh pengawalan,tuan baj*ngan!! " Arya menekankan kata baj*ngan dikalimatnya, dia sudah sangat geram melihat tingkah Erick
Erick yang tidak terima langsung menghantam muka Arya,tapi gagal karna ditangkap oleh Arya. Saat Erick mulai membabi buta ingin menghantam lagi, Adit langsung memberikan bogem mentah kepada Erick tepat diperutnya.
Erick mungkin boleh sombong merasa ahli beladiri tapi yang tidak dia tau adalah Adit seorang Master bela diri.
Erick langsung limbung dan terjatuh ditanah,teman temanya yang sedari tadi hanya menonton dibelakang Erick langsung menarik mundur Erick.
"Aw aw...sakit.." Sani berteriak mengaduh saat
Tiba tiba seorang wanita yang tanpa diduga duga meringsek maju meraih rambut Sani dan menjambaknya.
"Ini semua gara gara kamu wanita ular,kakaku jadi babak belur" Wanita yang memanggil Erick dengan sebutan kakak itu melampiaskan kemarahannya pada Sani.
Adit langsung meraih tangan wanita itu dan menghempaskan nya.
Sani langsung ditarik Angga dan dipeluknya dengan erat.
"Bawa Sani pergi dari sini, biar mereka aku yang urus" Adit menghampiri Erick dan mencengkeram kerah baju erick dengan tatapan penuh amarah sedang Erick hanya menatapnya remeh
"Jangan coba coba kamu mengganggu Sani kalau masih sayang dengan nyawamu" Adit benar benar emosi dibuatnya
Adit menghentak kerah baju Erick dan berlalu meninggalkan erick,Erick menatap punggung Adit dengan penuh kebencian,Erick merasa geram terhadap Sani meskipun dia begitu memujanya tapi gara gara dia harga dirinya sebagai ahli beladiri yang dipuja dikalangan teman temanya hancur seketika karna dikalahkan Adit hanya dalam sekali pukul.
Suasan kafe jadi tidak terkontrol dengan kejadian itu,mereka yang penasaran berkerumun mendekati tempat kejadian, banyak kasak kusuk terdengar tapi lebih banyak kasak kusuk yang membicarakan ketampanan sepupu sepupu Sani.
__ADS_1
" Wah serasa live Ramayana, Episode Pandawa memperjuangkan Drupadi "
"Benar benar ketampanan mereka luar biasa"
"kalian lihat yang paling tinggi itu, mulus banggeet...., aku sangat iri..."
" mereka keren sekali..."
Dan masih banyak lagi komentar komentar lain dan ada juga memojokkan Sani maupun Erick.Mereka memojokan Sani terlebih merasa iri bisa diantara para pria tampan.
.
.
.
"Sudah sudah,kamu udh aman sama kita, dek Nia minum dulu ya..." Bayu menenangkan sani yang masih syok.
"Angga, dek Nia pulang aku anter za,kebetulan aku tadi bawa mobil"
"Oke mas, aku ngawal za, ga enak sama bulek kalo pulangnya cuma sama mas Bayu, soalnya berangkatnya sama aku." Akhirnya Angga ikut pulang Bayu dan Sani.
Mereka kembali ke meja tempat Mereka makan kecuali Bayu,Angga dan Nia.
setelah menyelesaikan urusan dengan Erick Adit pun ikut menyusul Arya dan Danu.
"Kamu kenal anak itu Dan? " Arya memulai pembicaraan sambil meneguk habis sisa lemon tea nya.
"Aku juga ngga terlalu kenal,kami hanya pernah bertemu sekali saat perlombaan antar sekolah"
"Dari awal memang anak itu selalu berusaha mendekati Sani"
"Saat itu aku langsung menolak ajakan dia sebelum Sani menjawab,dan aku langsung membawa Sani pergi"
"Nampaknya dia benar benar nekat mendekati Sani "
Danu menceritakan awal pertemuan mereka dengan panjang lebar
"Kita mesti lebih waspada kepada anak itu,dia berbahaya "
Adit yang biasanya tidak berkomentar mengingatkan mereka.
"Iya benar,Dan kamu jadi ambil kuliah satu universitas dengan Sani kan" Arya jadi ingat Sani akan segera kuliah
"Jadi,yah...meskipun nantinya Sani pasti mencak mencak ga terima karena dikintilin terus wkwkwk ..."
Danu malah jadi tertawa membayangkan wajah kesal Sani, karna Sani sudah mewanti wanti dirinya untuk kali ini jangan sampai kuliah ditempat yang sama.
Mereka hanya tertawa mendengar perkataan Danu, ternyata sekarang Sani sudah mulai bosan dikawal.
Bagi mereka Saudara perempuan mereka adalah harta yang mesti mereka jaga, bukan hanya Sani, Annelin, Nana ataupun yang lainya juga sama...hanya saja untuk saat ini prioritas mereka adalah Sani karna dia yang sudah beranjak dewasa dan mulai bertualang di dunia luar
hening...
"Mas Arya,Danu maaf,...maaf sekali kejadian tadi " Nindi yang baru tau kejadiannya langsung menuju meja Arya,masih untung mereka belum pergi jadi masih bisa minta maaf langsung.
"Bukan salah kamu lagi Nin" Arya menjawab sambil tersenyum
__ADS_1
"Tenang za Mbak Nin,udah beres kok " Danu menenangkan Nindi
"Maaf sekali lagi atas ketidaknyamanan nya saya mohon maaf " Nindi membungkukan badanya dimana sebelumnya sempat melirik Adit yang hanya diam dan cuek
Arya yang sempat menangkap pergerakan mata Nindi langsung paham.
"Eh iya Nin, kenalin Ini Adit sepupu kami juga " Arya memperkenalkan Adit
Nindi tersenyum ke arah Adit yang hanya dibalas anggukan oleh Adit.
"Mbak Nin,...menu disini ternyata memang juara sesuai dengan rumor yang beredar " Danu mulai berkelakar untuk memecah suasana kaki
"Eh iya ya,makasi ya"
"Mbak Nin, minta no Hp nya boleh donk... " Danu memerkan gigi putihnya dengan sempurna
"buat apa ya "Nindi yang sedang ngga fokus malah nglantur
" Buat Pasang togel" Danu menjawab asal, sedang Arya sudah cekikikan menahan tawa
"Maksudnya no hp saya ? " Nindi malah jadi tambah bingung
"Ya iya lah Mb, masa iya no Hp tukang kebon "Danu mulai gemas juga
"Hhuu....modus lu Dan" Arya menimpali
Danu hanya mesam mesem diledeki Arya,tapi tak ayal Nindi juga memberikan nomor HP nya kepada Danu
"Thanks Mb Nin "
"Sama sama, kalau gitu saya permisi dulu " Nindi undur pamit
" Wah Dan....ternyata selera lu...." Arya mengacungkan jempol dua kepada Danu
"Ya udah aku bayar dulu dech "
Danu hanya cengengesan mendengar ucapan Arya,dia lanjut menuju kasir untuk menyelesaikan pembayaran.
"Ini mas tagihanya, info Mb Nindi diskon 50% sebagai permintaan maaf dari kami" Sang kasir menjelaskan
"Wah...emang rejeki anak Sholeh,...Mb Nindi luar biasa"
"Oke thanks,salam ya buat Mb Nindi,bilang dari Aa Danu"
Danu mengerlingkan mata yang membuat penjaga kasir tertunduk tersipu malu
Penjaga kasir yang masih tersipu malu langsung lari menyusul Nindi sambil berteriak
"Mbak Nindi,dapat salam...katanya dari Aa Danu"
Nindi hanya menoleh sepintas sambil tersenyum tipis dan menggelengkan kepala.
.
.
.
__ADS_1
Hay teman temanku yang sempat mampir....makasi yah....jangan lupa klik like nya ya ...