
Adit
Aku benar benar khawatir saat dia tak kunjung sadar,mau tak mau aku memberinya napas buatan.Aku tak peduli lagi dengan janjiku saat itu aku sangat mengkhawatirkannya.
aku sudah berusaha untuk menekan perasaan ini, bahkan aku berusaha menjauh dari nya tapi tetap saja hati ini tidak bisa, setiap kali bertemu aku merasa dia semakin cantik semakin dewasa semakin... seksi.
Bahkan dari pertama aku melihat gadis kecil itu saat baru datang dirumah nenek, aku sudah menyukainya aku sama sekali tidak memandang sebagai saudara meskipun aku tau dia sepupuku,
"Aargghh...." aku sungguh tidak dapat mengendalikan perasaan ini
Saat di bus tanpa aku sadari aku memainkan lagu itu dan sialnya dia malah menyanyikan lagu itu,..
aku ingin melakukan semua itu andai bisa.
Tapi entah mengapa aku merasakan sakit yang sama saat sesaat mata kami bertemu.
"Hahh.....bisa bisa aku gila"
Mengingat kejadian tadi jantungku kembali berdegub kencang,khawatir dan entah rasa apa bercampur menjadi satu, mungkin sikapku terlalu impulsif sampai sampai memeluknya didepan orang banyak,
entahlah sungguh sulit mengendalikan diriku saat bersamanya.
"Semoga dia tidak semakin membenciku" Aku bergumam diantara lamunanku
Aku menyulut rokok ku kembali yang entah sudah yang keberapa aku mangambilnya.
***
"Mas adit minta tolong ambilin buku bisa? "
Sani yang akan ujian kelulusan kelas IX ,pergi kerumah nenek mencoba mencari buku referensi ke perpustakaan pribadi nenek yang memang sengaja disediakan untuk menampung buku buku semasa sekolah anaknya maupun cucunya,selain itu kakek juga hobi membaca jadi perpustakaan ini bisa dibilang lengkap, Mulai dari religi ,sastra, politik, seni, musik bahkan sejarah juga lengkap karna sudah ada dari generasi ke generasi.
Sani yang kesulitan saat mau mengambil buku melihat Adit sedang membaca buku dipojok ruangan, nampaknya itu tempat favoritnya terlihat dia nampak seperti pemilik lahan disitu.
Sebenarnya Sani takut untuk minta tolong,mengingat dia tidak begitu akrab dengan Adit bahkan bisa dibilang baru kenal karna kata ayah dia baru pindah kerumah nenek belum lama.Tapi yang jelas dia salah satu sepupunya
"Maaf ..." Sani yang berniat memanggil kembali akhirnya tak jadi karena Adit terlihat tidak mempedulikanya
Sani berusaha mengambil sendiri dengan naik kursi,meski agak kesulitan karna tempatnya sempit akhirnya dia bisa berdiri tegak diatas kursi untuk mengambil bukunya.
__ADS_1
"Mau ambil buku yang mana"Adit kini sudah berada dibelakang Sani sambil memegang kursi tempat Sani berpijak
"Aaaaa........."
Kemunculan Adit yang tiba tiba membuat Sani kaget dan reflek memutar badan menghadap Adit yang sialnya kakinya malah tergelincir
BBRRRUUUKKKK.....
Sani menubruk tubuh Adit yang bersandar dimeja dekat Sani menaiki kursi.
tanpa sengaja bibir Sani menyentuh bibir Adit,seketika mereka sama sama diam membeku.
Sani belum juga bergerak, masih dipelukan Adit dengan Adit memegang pinggang ramping Sani dan tangan Sani sendiri mengalung dileher Adit.
Sepersekian detik saat Sani menurunkan tangannya dari leher Adit satu tangan Adit meraih tengkuk Sani dan tiba tiba mencium bibir Sani dengan lembut dan dalam seolah ingin menyampaikan kerinduan yang teramat sangat.
Adit masih saja memagut bibir Sani yang terasa manis baginya bahkan tak pernah ingin melepaskanya andai bisa, sedang Sani yang amatir hanya diam membeku dan masih tidak percaya dengan kejadian ini.
Setelah beberapa saat Sani mulai sadar dan memukul mukul dada Adit, Adit yang sadar akan perbuatanya langsung melepaskan bibirnya dan memberi jarak kepada Sani.
"Mm mmaaf"Adit terbata mengucapkany
Adit langsung memeluk Sani sambil terus meminta maaf karna Sani tak kunjung berucap
"Maafin aku San,maaf...aku aku..aku menyayangimu bukan sebagai saudara "Adit mengakui perasaanya
JJJDDUUARR...
Bagai tersambar petir Sani mendengar kata kata yang diucapkan Adit.
Meskipun tidak dapat dipungkiri pesona Adit susah ditolak tapi mereka tetap masih sepupu,mereka belum lama kenal,bahkan selama ini Adit terkesan dingin dan susah diajak bicara dan dia juga lebih suka bilang aku kamu jika bicara denganya tidak seperti mas mas Sani yang lain,
Saat ini hati Sani berdesir dan jantungnya berdegup kencang mendapati seorang Adit yang dingin memeluknya penuh kehangatan.
"ta tapi kita kan sepupu mas" Sani menjawab sambil melepaskan pelukan Adit
Adit tertunduk,sambil terus mengucapkan maaf
Sani langsung lari keluar saat berhasil melepaskan diri dari pelukan Adit.
__ADS_1
"Maafin aku San,aku nggak bisa ngendaliin diri aku,aku berjanji nggak akan ngulangin itu lagi, aku akan menjaga jarak dengan mu, aku akan tetap menjagamu dari jauh tapi jangan melarangku untuk tidak menyukaimu..aku nggak bisa"
Adit yang merasa sikap Sani sebuah penolakan bermonolog berjanji dengan dirinya sendiri.
Sani berlari kekamar mandi,membasuh mukanya berkali kali,tapi Sani seolah masih merasakan lembut bibir Adit saat menciumnya,
Meskipun dia baru kelas IX dia bukan gadis yang lugu lugu amat untuk tidak mengerti tentang rasa cinta.
Sani masih menolak percaya seorang Adit menciumnya,bahkan kata cium za membuatnya kembali berdesir megingatnya.
Wajar Sani selalu mengingatnya,itu adalah ciuman pertamanya yang tak disangka diambil sepupunya sendiri.
.
.
.
Waktu berlalu begitu saja, tak terasa saat ini Sani sedang mengikuti MOS, acara legend siswa siswi didik baru di awal masuk tahun ajaran
Sani melihat Adit dan Angga sebagai salah satu senior yang menjadi panitia MOS, mereka terlihat sangat keren dengan definisi keren yang bertolak belakang.Angga yang ceria namun berwibawa dan Adit yang dingin tapi karismatik.
Angga melambaikan tangan saat Sani melihatnya,sedang Adit seolah membuang muka saat mata mereka bertemu.
Sani merasakan nyeri didada melihat sikap Adit barusan , Adit bersikap seolah tidak pernah terjadi apa apa diantara mereka berdua.
"Mungkin saat itu mas Adit hanya khilaf "
"Mana mungkin mas Adit menyukaiku"
"Mungkin seperti ini akan lebih baik"
Sani bermonolog menertawakan kebodohanya sendiri
.
.
.
__ADS_1
Makasih ya buat teman teman yang sudah mau mampir 🙏🙏🙏