
"Adek.....Andika......buruan.....keburu telat aku nya " Sani teriak dari pintu depan
"Berisik woy.......ini dirumah bukan dihutan...." Ibu teriak menimpali
"Itu ibu sama aja kale......." Sani malah menambah keributan
pplleetak....
tau tau ibu sudah didepan mata menjitak kepala Sani.
"Di sini ibu kebal hukum oke, CATAT "
"Kamu itu anak gadis ko sukanya teriak teriak, jadi anak gadis tu yang lembut, sopan, pintar memasak, bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah bla bla bla...." Ibu nyerocos panjang lebar kaya kereta api
"Bu....itu anak gadis apa pembantu rumah tangga si...ellah...." Sani menyahut sambil bengong
Ibu Ninit berhenti sejenak seolah sedang berpikir.
" Ya enggak pokonya gitu " Ibu ngga mau kalah
Sani cuma bisa geleng geleng menghadapi ibunya yang CAntik ( cerewet dan antik 😅 ) maunya menang sendiri hobinya nyeramahin anak anaknya tapi sendirinya ngga kasih contoh yang benar, kalo diprotes selalu bilang " Ini ibu juga sekalian ingetin diri ibu sendiri jadi kalo ibu ngomong dengerin " ....hmm...ibu ibu...memang hanya bapak yang bisa jadi pawang nya.
"Iya iya....Sani berangkat dulu ya Bu,doain lancar ya,Assalamualaikum..." Sani Pamitan
"Walaikumsalam,sini peluk dulu sama ibu"
"Sani udah gede ibu,malu dipeluk peluk"Sani merasa risih masih diperlakukan seperti anak kecil
"Maunya dipeluk yang lain tu Bu..."Andika cengar cengir memprovokasi
"Diem kamu ! " Sani langsung mencubit lengan Andika dan Andika cuma bisa menguncir mulut tanpa bisa protes
"Emang kalo udah gede ga boleh dipeluk sama ibu,ibu kempesin juga nie biar kecil lagi " Ibu jadi sewot
Akhirnya Sani dan Andika hanya bisa mengalah, karena kalo ibu sudah bertitah memang sudah ngga bis ditolak lagi.
"Ati ati ya sayang...."Ibu melambaikan tangan sambil tersenyum lebar
"Ibu emang bener bener antik ya mbak,bisa gitu abis mencak mencak dadah dadah sambil sayang sayang " Andika tertawa kecil memperhatikan ibunya
"Wkwkwk....mau jadi anak durhakim lu,ngatain ibu kaya gitu"Sani menjitak kepala Andika
dari pintu ibu masih memperhatikan kedua anaknya yang tak terasa sudah beranjak dewasa,rindu rasanya saat saat mereka kecil.
Waktu masih bayi pengenya buru buru jalan,udah jalan katanya capek jagain pengen buru gede,udah gede jadi kangen waktu bayi,...manusia manusia
"Ati ati dijalan...,jagain baik baik anak bujang ibu..." Ibu teriak sekali lagi saat mereka mulai menstarter motor
" Kebalik ibu....mestinya anak gadis yg mesti dijagain....." Sani tidak terima
__ADS_1
"Eh iya ya,....ya udah pokonya saling jagain dech" Ibu menjawab sambil senyum senyum tanpa dosa
***
"Mbak ntar pulangnya aku ga bisa jemput ya,ada tugas tambahan dikelas"
"Iya gpp,sorry ya dek, mbak ngrepotin kamu terus,...coba mbak boleh bawa kendaraan sendiri kan jadi ga ngrepotin orang"
"Enggak ngrepotin lah,kan aku adek siaga hahaha..."
"Tapi kan tetep za kalo kamu ga da mbak mesti minta tolong sama Danu,mas Angga atau yang lainya"
"Biasa za kale, di keluarga kita kan para lelaki memang harus selalu siaga buat para bidadari keluarga"
"Eh btw, perasaan mbak ada yang agak beda gitu dech"
"Beda apanya"
"Tumben amat manggil aku adek,gak pake lu gua dll"
"Hehehe...Iyah...kemaren ditegur kanjeng ibu"
"Hem....pantesan"
"Berasa aneh gitu,tapi it's oke lah..."
"Eh iya kan nanti pulang bisa bareng mas Danu kaya biasa,satu universitas kan?"
"Bagusan juga ga bareng,berasa dikawal bodyguard, sekolah dimana mana dikintilin terus"
Mereka mengobrol ngalor ngidul sepanjang jalan.Andika sangat paham perasaan kakaknya yang merasa dibatasi dengan adat keluarga besar kakek.
Menurut kakek wanita itu pada kodratnya tetep "wanito" kudu wani ditoto ( mau diatur ) imamnya...secara power harus merendah.
Berkendara bisa sendiri pasti lebih leluasa bepergian sendiri, kadang bisa lupa waktu dan kurang mawas diri.
Berpenghasilan sendiri, biasanya akan lebih mudah mengeluarkan uang untuk hal hal yang kurang penting.
Pekerjaan rumah bisa sendiri semuanya bisa mandiri pasti akan merasa memiliki power yang lebih dan lebih susah diatur.
Menurut aku pribadi si dijaman modern sekarang itu sudah hal biasa meskipun kalo dipikir pikir benar juga, tapi bagi kakek dia akan tetap berpegang pada prinsipnya.
***
"Yes...I'm here now....welcome to my new life"
"Semoga Danu ga da disini..." Sani bergumam sendiri sambil senyum senyum
satu langkah dua langkah....Sani berhitung sampai sepuluh langkah menuju gerbang....
__ADS_1
"Yeay......aman...."
Sani berjingkrak kegirangan, biasanya setiap awal tahun sekolah baru ga lebih dari sepuluh langkah Danu pasti sudah muncul didepanya...
Sani berjalan riang sambil bersenandung kecil menuju lokasi pelaksanaan PMB,
"Seneng amat neng...abis dapet lotre ya" Tiba tiba Danu sudah disamping Sani
"Astagfirullah aladzim....Innalillahi...."
"Ko elu lagi si Dan......"
Sani kaget sampe melongo dengan kemunculan Danu
"Wekkk....." Danu menjulurkan lidahnya berlari meninggalkan Sani
"Danu.......dasar kutu kupret, kutu busuk, kutu monyet, bocah tuyul, biang kerok...awas lu yak...." Sani tak henti hentinya mengumpat merasa dibohongi dan dipermainkan Danu
Sani yang kesal melemparkan sebelah sepatunya ke arah Danu.
Bukanya kena malah sepatu yang dilempar Sani digondol pergi oleh Danu,tak ayal kejar kejaran pun tak bisa dielakkan dan sudah pasti tingkah mereka menjadi pusat perhatian orang disekitarnya.
***
"Sani...." Erick yang baru memarkir mobilnya kaget bercampur senang bertemu Sani saat ini, sangat tidak disangka dia bisa satu universitas dengan Sani, Erick tersenyum lebar melihat Sani menuju ke arahnya.
Rasa dendam dan sakit hati selama ini seolah lenyap seketika saat melihat keceriaan Sani hari ini.
"Apa apaan itu,....kaya anak kecil " Erick tak habis pikir melihat tingkah Sani yang berjingkrak kegirangan sendiri
"Imut..." Erick tersenyum sambil bergumam
Tanganya pun dengan reflek mengabadikan tingkah konyol Sani di Gawai terbarunya dan dijadikan walpaper.
Erick masih saja memperhatikan foto Sani digawainya.
Erick hendak menghampiri Sani tapi baru dua langkah dia berpindah tempat tiba tiba berhenti.
"Bang Sat...lagi lagi bocah tengik itu lagi "
.
.
.
Kemaren bilang benci sekarang jadi cinta,besok bilang cinta besoknya lagi jadi benci, yang terlihat cinta padahal biasa saja sebaliknya yang terlihat benci padahal cinta mati.
Dalamnya hati memang tidak bisa dibaca, maka dari itu jangan suka berlebihan ya guys, karena sesuatu yang berlebihan tidak akan bagus hasilnya
__ADS_1
Sesuatu juga tidak bisa dilihat dari luarnya saja jadi jangan suka terburu nge judge seseorang....peace ....salam damai selalu
Hay Hay ..ketemu author lagi...jangan lupa klik like nya ya....mks...