
Erick
Disebuah rumah panti asuhan dikota terpencil duduk seorang bocah laki laki berumur kisaran 9 tahun.
Suatu waktu datang sepasang suami istri hendak mengadopsi seorang anak laki laki karena anak perempuanya menginginkan saudara laki laki sedang tidak memungkinkan bagi pasangan itu karena rahimnya sudah diangkat saat melahirkan anak perempuan mereka satu satunya.
"Mari ibu Nola dan Bapak Johan silahkan duduk dulu " Ibu Panti mempersilahkan pasangan suami istri tersebut.
"Terimakasih, maaf bisa langsung saja pada intinya karena kami tidak memiliki banyak waktu" Jawab Nola arogan
Pasangan suami istri tersebut memang seorang yang sangat sibuk bahkan bisa jadi bisa dihitung hari dalam satu bulan mereka berada ditanah air,karena memang usaha mereka banyak diluar negeri.
Itulah yang menyebabkan Luna anak mereka merasa kesepian dan memaksa mereka untuk memberikan teman laki laki untuk teman dirumah, dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengadopsi anak supaya jelas legalitasnya.
"Oh maaf ibu, baik baik...mari ke halaman belakang,biasanya mereka semua sedang bermain saat jam segini " Ibu Panti mempersilahkan dengan sangat sopan
Pasangan suami istri tersebut memperhatikan satu persatu anak laki laki dipanti itu,namun Nola merasa tidak ada yang cocok menurut pandangan nya.
Sampai Nola menemukan sesosok bocah laki laki yang berdiam diri dipojokan halaman dengan tatapan kosong yang dingin tapi berwajah bersih.
"Siapa nama anak itu,berapa umurnya? " Nola menunjuk anak itu
"Namanya Erick Bu Nola,dia baru berumur 9 tahun meskipun postur tubuhnya terlihat tinggi, tapi dia anak yang agak tertutup tidak suka bermain dengan teman temanya"Ibu Panti menjelaskan dengan sendu
"Erick anak yang Pintar, Pemberani dan dia sangat mandiri untuk anak seumuranya" Ibu panti menjelaskn panjang lebar
"Oke, minta tolong persiapkan semuanya saya mengingikan anak itu" Nola memutuskan sepihak tanpa meminta persetujuan Johan suaminya
"Baik Bu Nola,saya akan memanggil nak Erick " Ibu panti tersenyum tulus
"Mi,apa anak itu tidak terlalu pendiam untuk mejadi teman Luna" Johan protes atas pilihan Nola
"Dia Pintar,Pemberani dan Mandiri bukanya sangat cocok untuk menjaga Luna saat kita tidak ada" Nola mengutarakan analisanya
Johan hanya manggut manggut mendengar penjelasan Nola yang lebih terkesan mencari bodyguard ketimbang anak asuh, tapi benar juga yang dikatakan Nola, Luna butuh seorang yang dapat melindunginya kelak ketimbang sekedar teman main karna mereka lebih sering diluar negeri dari pada dirumah untuk menjaga dan merawat Luna.
"Nah nak Erick ini dia yang akan menjadi ayah dan ibu baru untuk nak Erick, gimana ... apa nak Erick bersedia" Bu panti berjongkok didepan Erick
"Benar nak, Nak Erick mau kan ikut sama mami dan papi,...nanti disana Nak Erick ada teman juga namanya Luna dia lebih kecil dari Nak Erick jadi nanti nak Erick jadi kakaknya Luna" Johan membujuk bocah dingin itu dengan lembut dan panjang lebar.
Erick yang tadinya hanya bersikap acuh mulai tertarik saat Johan mebujuknya dengan lembut ditambah disana akan ada adik perempuan yang menemaninya.
__ADS_1
Harapannya untuk memiliki keluarga lengkap akan segera terwujud, ayah ibu dan ada adik.
Erick akhirnya mengangguk tanda setuju meskipun sempat ragu saat melihat Nola yang terkesan acuh saat dia melihat kearahnya.
"Nak Erick sekarang berkemas ya, nanti ditunggu sama Pak Harjo tunggu kami di mobil"
Johan mengusap kepala Erick dengan lembut
Erick mengangguk dan pergi ke kamarnya untuk berkemas, tidak lupa dia berpamitan kepada teman temanya dulu meski teman temanya tidak terlalu memperdulikanya.
"Pak Bu,...saya titip Nak Erick mohon dididik dan disayangi seperti anak sendiri " Ibu panti menjeda sambil menarik nafas panjang
" Nak Erick sejak bayi tidak pernah tau siapa keluarganya dan saya pun juga tidak tau asal usulnya karena selama berada dipanti tidak pernah ada yang menyinggung tentang keberadaan Erick" Ibu panti mengusap air matanya yang jatuh saat berpesan kepada orang tua angkat Erick
"Saya menemukanya didepan pagar panti dengan kondisi yang memprihatinkan hanya berbalut kain selimut dengan tali pusar yang masih menempel dan ditemani seekor anjing"
"Erick kecil tidak menangis sama sekali saat saya temukan dan juga tidak terdengar suara tangis sepanjang malam,entah dia baru diletakkan atau memang dia tidak menangis sama sekali saat diletakkan didepan panti"
"Selama ini Erick hanya berteman dengan anjing yang menjaganya saat bayi dan saat anjing kesayangannya mati, dia tetap tidak mau berteman dengan yang lainya"
Ibu panti menceritakan kisah Erick dengan bercucuran air mata sambil menyelesaikan dokumen dokumen adopsi Erick.
***
"Luna sayang papi pulang..." Johan memanggil anak kesanganya saat baru saja tiba dari panti
"Papi.....i Miss u so much..." Luna menghambur kepelukan Johan
"Lihat disamping Papi ada siapa..."
Johan menggandeng Erick untuk dikenalkan dengan Luna
Luna langsung menoleh kearah Erick dengan wajah terkejut senang, karena sebelumnya memang Luna sendiri yang meminta teman kepada mami papi nya.
" Namanya kak Erick, sekarang dia jadi kakanya Luna, gimana Luna seneng nggak ? "
"Erick ini adik kamu sekarang namanya Luna, kenalan dulu ya"
Luna sangat senang dengan kehadiran Erick sebagai kakanya.
Dimata Luna Erick seperti pangeran idaman seperti cerita cerita kartun barby kesukaanya yang ditonton di televisi,...sangat mempesona.
__ADS_1
Luna langsung meraih tangan Erick untuk diajaknya bermain, sedang Erick masih melongo melihat rumah megah yang sekarang jadi rumah tinggalnya. Sangat jauh berbeda dengan rumah panti yang selama ini ditinggalinya.
Senyum tipis mulai terbit dibibirnya, keceriaan Luna dan sambutan hangat Johan seolah memberi angin segar untuk masa depannya.
"Lihat mi, Luna sangat senang dengan kedatangan Erick, bahkan sampai melupakan kita" Johan menatap nola yang tampak acuh
"Pilihan mami memang selalu tepat"
"Kesalahan terbesar mami hanyalah menerima papi sebagai pendamping hidup mami"
Nola masih saja belum bisa berdamai dengan pilihan ayahnya sebagai pendamping hidupnya.Menurutnya Johan terlalu lemah sebagai laki laki, tentu saja itu hanya menurut Nola yang memang sangat ambisius dan arogan.
Johan hanya bisa pasrah dengan semua sikap Nola, cinta nya yang dalam terhadap Nola mampu meruntuhkan harga dirinya sebagai laki laki.
***
"Kak Erick hayuk kita berangkat sekolah" Luna berteriak memanggil Erick
"Iya,kita ke Sekolah diantar sama mami atau papi? " Erick dengan polosnya bertanya pada Luna
"Kak Erick....setiap hari aku ke sekolah sama pak Harjo dan dirumah sama mbok Ina"Luna menjawab jujur
"Memangnya mami sama papi kemana?" Erick masih belum tau
"Mami sama papi kerja diluar negeri, kata mbok Ina pokonya jauh banget " Luna menjawab singkat tanpa beban
***
"Anak anak hari ini kita kedatangan teman baru namanya Erick Mahendra,mari Erick perkenalkan nama kamu" Bu guru memperkenalkan Erick didepan teman teman barunya.
"Nama saya Erick" Erick memperkenalkan diri dengan singkat
"Bu guru saya tidak mau sekelas dengan anak itu" Tiba tiba seorang anak laki laki yang duduk di bangku paling belakang berdiri dan berteriak tar suka.
.
.
.
hai hai ketemu lagi....salam sehat selalu ya.... 😘😘😘
__ADS_1